Anda di halaman 1dari 4

KATALIS Katalis adalah suatu senyawa yang dapat menaikkan laju reaksi, tetapi tidak ikut menjadi reaktan

/ produk dalam sistem itu sendiri. Setelah reaksi selesai, katalis dapat diperoleh kembali tanpa mengalami perubahan kimia. Katalis berperan dengan menurunkan energi aktifasi. Sehingga untuk membuat reaksi terjadi, tidak diperlukan energi yang lebih tinggi. Dengan demikian, reaksi dapat berjalan lebih cepat. Karena katalis tidak bereaksi dengan reaktan dan juga bukan merupakan produk, maka katalis tidak ditulis pada sisi reaktan atau produk. Umumnya katalis ditulis di atas panah reaksi yang membatasi sisi reaktan dan produk.

Katalis pertama kali ditemukan oleh J.J.

er!elius pada tahun "#$% sebagai

komponen yang dapat meningkatkan laju reaksi kimia. Katalis berfungsi menurunkan energi akti&asi sehingga reaksi berjalan lebih cepat sehingga reaksi kimia dapat mencapai kesetimbangan, tanpa terlibat di dalam reaksi secara permanen. 'nergi akti&asi adalah energi minimum yang dibutuhkan campuran reaksi untuk menghasilkan produkKatalis berfungsi mempercepat reaksi dengan cara menurunkan energi akti&asi, namun tidak mempengaruhi letak kesetimbangan. Katalisator yang biasa digunakan adalah asam, basa dan penukar ion. Secara umum reaksi kimia yang terjadi dengan menggunakan katalis adalah( ) * + ,- )+. )+. * ) * ,- ) * + ,- ) * )+ * + sehingga membentuk senyawa

dimana senyawa ) dan bereaksi dengan dengan katalis /+0 dan membentuk intermediet kemudian bereaksi kembali dengan senyawa ) .

Sifat1sifat dari reaksi katalitis yaitu sebagai berikut( ". 2ada reaksi katalitis, katalis akan menurunkan energi akti&asi. 3. Katalis yang sedikit akan mempercepat reaksi dari !at reaktan dalam jumlah banyak. $. Katalis tidak mengubah letak kesetimbangan untuk reaksi re&ersibel. erdasarkan tingkat kepentinganya, komponen inti katalis dapat dibedakan menjadi tiga bagian diataranya( ". Selektifitas adalah kemampuan katalis untuk memberikan produk reaksi yang diinginkan /dalam jumlah tinggi0 dari sejumlah produk yang mungkin dihasilkan. 3. )ktifitas adalah kemampuan katalis untuk mengubah bahan baku menjadi produk yang diinginkan. $. Stabilitas adalah sebuah katalis untuk menjaga aktifitas, produktifitas dan selektifitas dalam jangka waktu tertentu. Katalis berdasarkan cara kerjanya dapat dibagi menjadi dua tipe, yaitu heterogen dan homogen. Dalam reaksi heterogen, katalis memiliki fase yang berbeda dengan reaktan. 2ada reaksi ini, mula1mula reaktan akan terjerap pada permukaan aktif katalis, selanjutnya akan terjadi interaksi baik berupa reaksi sebenarnya pada permukaan katalis, atau terjadi pelemahan ikatan dari molekul yang terjerap. Setelah reaksi terjadi, molekul hasil reaksi /produk0 dilepas dari permukaan katalis. 4leh karena itu, katalis yang baik perlu memiliki kemampuan menjerap dan melepaskan yang baik. 2ada reaksi homogen, biasanya proses terjadi dalam bentuk gas atau terjadi dalam satu fase cair tunggal /)nonim 35"50. ". Katalis 6omogen Suatu katalis disebut homogen apabila berada dalam fase yang sama dengan reaktan maupun produk reaksi yang dikatalisis. Katalis ini berperan sebagai !at antara dalam reaksi. +ontohnya adalah efek katalis 6 r pada dekomposisi termal t1butil alkohol, /+6 $0$+46, yang menghasilkan air dan isobutilen, /+6$03+7+63. /+6$0$+46 /+6$03+7+63 * 634 8anpa penggunaan katalis, reaksi ini berlangsung sangat lambat, bahkan pada suhu tinggi sekalipun. 6al ini disebabkan karena reaksi ini memiliki energi aktifasi yang sangat tinggi, yaitu 39: kJ/mol. Dengan menggunakan 6 r, energi aktifasi akan turun menjadi "39 kJ/mol, dan reaksi menjadi /+6$0$+46 * 6 r /+6$0$+ r * 634

/+6$0$+ r /+6$03+7+63 * 6 r 2enggunaan katalis homogen ini mempunyai kelemahan yaitu( mencemari lingkungan, dan tidak dapat digunakan kembali. Selain itu katalis homogen juga umumnya hanya digunakan pada skala laboratorium ataupun industri bahan kimia tertentu, sulit dilakukan secara komersil, oprasi pada fase cair dibatasi pada kondisi suhu dan tekanan, sehingga peralatan lebih kompleks dan diperlukan pemisahan antara produk dan katalis. +ontoh dari katalis homogen yang biasanya banyak digunakan dalam produksi biodiesel, seperti basa /;a46, K460, asam /6+l, 63S4:0. 3. Katalis 6eterogen Katalis heterogen merupakan katalis yang fasanya tidak sama dengan reaktan dan produk. Katalis heterogen secara umum berbentuk padat dan banyak digunakan pada reaktan berwujud cair atau gas. +ontoh1contoh dari katalis heterogen adalah !eolit, +a4, <g4, dan resin penukar ion. <ekanisme katalis heterogen melalui lima langkah, yaitu( 8ransport reaktan ke katalis, interaksi reaktan1raktan dengan katalis /adsorpsi0, reaksi dari spesi1spesi yang teradsorpsi menghasilkan prodduk1produk reaksi, deadsorpsi produk dari katalis, transport produk menjauhi katalis. Keuntungan dari katalis heterogen adalah ramah lingkungan, tidak bersifat korosif, mudah dipisahkan dari produk dengan cara filtrasi, serta dapat digunakan berulangkali dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, katalis heterogen meningkatkan kemurnian hasil karena reaksi samping dapat dieliminasi. +ontoh1contoh dari katalis heterogen adalah !eolit, +a4, <g4, dan resin penukar ion.$. $. iokatalis )dalah katalis yang memiliki keunggulan sifat /akti&itas tinggi, selekti&itas dan spesifitas0 sehingga dapat dapat membantu proses,proses kimia kompleks pada kondisi lunak dan ramah lingkungan. Kelemahannya antara lain sangat mahal, sering tidak stabil, mudah terhambat, tidak dapat diperoleh kembali setelah dipakai. Salah satu iokatalis yang telah dilaporkan penggunaanya adalah 'n!im lipase /8riacylglycerol )cllydrolases0. 'n!im lipase atau en!im pemecah lemak dipakai dalam reaksi pembuatan biodiesel. 'n!im itu dapat mengatalisis, menghidrolisis, serta mensintesis bentuk ester dari gliserol dan asam lemak rantai panjang seperti halnya minyak goreng dan jelantah.

Kelemahan katalis 2roblem pemisahan katalis dari !at pereaksi maupun produk lebih sering ditemui pada sistem katalis homogen. Karena katalis homogen larut dalam campuran, pemisahan tidak cukup dilakukan dengan penyaringan atau dekantasi. 8eknik yang umum digunakan adalah destilasi atau ekstraksi produk dari campuran, misalnya katalis asam1basa pada reaksi esterifikasi biodiesel dipisahkan dengan ekstraksi untuk kemudian campuran sisa reaktan1 katalis yang tertinggal dialirkan lagi menuju bejana reaksi. ;amun demikian, ada beberapa katalis istimewa dari senyawa komplek logam yang didesain sedemikian rupa sehingga bisa terpisah atau mengendap setelah reaksi tuntas. Kasus pemisahan untuk katalis heterogen lebih mudah ditanggulangi karena sudah terpisah dengan sendirinya tanpa membutuhkan usaha lain. Daur ulang dan usia katalis memiliki kaitan. Selama bisa dipisahkan, katalis homogen boleh dikatakan tetap aktif dan memiliki usia yang sangat panjang bahkan nyaris tak terhingga dan bisa digunakan berulang1ulang. ;yawa katalis homogen mungkin tamat jika mengalami deaktifasi akibat teracuni atau perubahan struktur akibat proses ektrim. Katalis heterogen memiliki takdir berbeda. Sering kali katalis heterogen harus diaktifasi dulu sebelum siap digunakan, misalnya dengan jalan direduksi atau dioksidasi. Setelah mengalami proses reaksi berkali1kali, kereaktifan katalis tersebut pelan1pelan menurun akibat perubahan mikrostruktur maupun kimianya, misal terjadi penggumpalan /clustering0, migrasi partikel aktif membentuk kristal baru /sintering0, oksidasi, karbonisasi, maupun teracuni /poisoned0. Untuk mengembalikan reaktifitas katalis heterogen perlu dilakukan regenerasi dengan cara, misalnya kalsinasi, reduksi1oksidasi kembali, atau pencucian dengan larutan aktif. Seringkali proses regenerasi tidak dapat mengembalikan "55= kereaktifan katalis sehingga pada saatnya nanti katalis tersebut akhirnya mati juga dan perlu diganti yang baru.