Anda di halaman 1dari 3

Definisi operasional

Konsumsi alkohol
1) Konsumsi alkohol per hari dengan unit gram/hari adalah hasil dari jumlah kandungan
etanol dalam unit gram pada setiap minuman yang dikalikan dengan jumlah minuman
beralkohol dengan porsi standar yang dikonsumsi dalam satu hari. Porsi standar yang
digunakan untuk tiga jenis minuman beralkohol adalah, untuk bir dengan porsi standar
yang digunakan adalah kaleng dengan isi 330ml, wine dengan porsi standar
menggunakan gelas wine yang berisi 118ml, dan arak dengan porsi standar yaitu gelas
arak yang berisi 50ml. Setiap porsi standar tiga jenis minuman tersebut mengandung
jumlah kandungan etanol yang tertentu yaitu untuk bir dengan setiap porsi standar
mengandung 12,8g etanol dan untuk bir dengan kadar alkohol rendah alcohol by volume
ABV yang kurang dari 2,7% untuk setiap porsi standar mengandung 11,3g etanol, satu
gelas wine mengandung 11g etanol, dan satu gelas arak mengandung 14g etanol.
1

Konsumsi alkohol per hari (gram/hari) =
Jumlah minuman alkolhol porsi standar x jumlah kandungan etanol (gram)
Alat ukur: kuesioner
Skala variabel : rasio

2) Frekuensi minum alkohol dalam satu bulan adalah jumlah hari untuk minum tiga jenis
minuman beralkohol dengan porsi standar dalam satu bulan.
Alat ukut: kuesioner
Skala variabel : rasio

Dafpus
1. Nutrient Data Laboratory. USDA nutrient database for standard reference, release 13.
Beltsville: Department of Agriculture, Agricultural Research Service, 1999.
http://www.nal.usda.gov/fnic/foodcomp




Teori
Hubungan konsumsi alkohol dengan kadar asam urat
Suatu studi prospektif telah dilakukan untuk melihat hubungan antara jenis minuman
beralkohol dan jumlah yang dikonsumsi dalam satu hari dengan insidens terjadinya gout pada
laki-laki. Hasil dari penelitian tersebut menyatakan bahwa terdapat hubungan bermakna antara
konsumsi alkohol per hari dengan insidens terjadinya gout. Diagnosa gout pada penelitian ini,
ditentukan dengan menggunakan kriteria arthritis gout akut menurut American College of
Rheumatology 1977.
1

Terdapat minimal 6 dari 12 kriteria di bawah untuk diagnosa untuk arthritis gout akut;
Lebih dari 1 serangan arthritis akut
Terjadi peradangan yang berat dalam 1 hari
Serangan pada arthritis monoartikular
Eritema pada sendi
Serangan unilateral pada sendi metatarsophalangeal I
Serangan unilateral sendi tarsal
Suspek tophus
Hiperurisemia
Pada xray ditemukan pembengkakan sendi yang asimetris
Pada xray ditemukan kista subkortikal tanpa erosi
Hasil kultur negatif untuk mikroorganisme pada cairan sendi saat serangan radang pada
sendi
Hasil dari penelitian tersebut didapatkan peningkatan resiko yang bermakna dengan
confidence interval CI 95% (1.03-1.81) dan relative risk 1,37 untuk konsumsi alkohol lebih dari
10 gram per hari yang disesuaikan dengan kelompok usia. Selain umur, terdapat faktor lain juga
yang diteliti yaitu, indeks massa tubuh, riwayat hipertensi, riwayat gagal ginjal kronik dan
asupan makanan per hari termasuk asupan daging, makanan laut, dan sayuran dengan kadar
purin yang tinggi. Setelah ditentukan faktor tersebut dilakukan suatu analisis multivariat dan
didapatkan terdapat hubungan bermakna dengan CI 95% (1.14-1.94) dan relative risk 1,44 untuk
konsumsi alkohol lebih dari 15 gram per hari. Oleh itu, kita dapat simpulkan terdapat
peningkatan hubungan yang bermakna untuk konsumsi alkohol lebih dari 10-15 gram per hari
dengan insidens terjadinya arthritis gout akut. Penelitian tersebut turut, mendapatkan hubungan
jenis minuman alkohol dengan insidens terjadinya gout. Pada individu yang menkonsumsi bir
dengan porsi standar lebih dari 2 kali per hari akan terjadinya peningkatan resiko sebanyak 2,5
kali berbanding yang tidak mengkonsumsi bir, sedangkan pada individu yang minum arak akan
beresiko untuk terjadinya arthritis gout akut sebanyak 1,6 kali berbanding yang tidak
mengkonsumsi gout. Walaubagaimanapun, pada individu yang minum wine lebih dari 2 kali per
hari dengan porsi standar belum ditemukan hubungan yang bermakna dengan insidens arthritis
gout akut. Selain itu, terdapat peningkatan resiko yang bermakna pada individu yang minum bir
2-4 hari per minggu, sedangkan pada yang minum arak terdapat peningkatan resiko yang
bermakna untuk yang minum lebih dari 5 hari per minggu. Maka dengan itu, dapat kita katakan
bahwa pada individu yang minum bir terdapat resiko yang lebih tinggi yaitu berbanding dengan
individu yang minum arak. Walaupun jumlah alkohol pada bir lebih lebih kurang berbanding
arak, namun resiko arthritis gout akut lebih tinggi karena pada bir mengandung guanosine, yang
merupakan suatu bentuk purin yang lebih cepat diabsorpsi oleh badan berbanding dengan
nukleosida dan nukleotida lain.
2


Dafpus
1. Wallace SL, Robinson H, Masi AT, Decker JL, McCarty DJ, Yu TF. Preliminary criteria
for the classification of the acute arthritis of primary gout. Arthritis Rheum 1977; 20:
895900.
2. Hyon KC, Karen A, Elizabeth WK, Walter W, Gary C, Alcohol intake and risk of
incident gout in men: a prospective study The Lancet Vol. 363;April 17, 2004;
www.thelancet.com

Berapa jumlah persentase alkohol dalam bir yang anda minum sehari?
A. Kurang dari 2,7%
B. Lebih dari 2,7 %