Anda di halaman 1dari 29

BAB I

PENDAHULUAN
Gagal jantung adalah keadaan patofisiologik dimana jantung sebagai
pompa tidak mampu memenuhi kebutuhan darah untuk metabolisme jaringan.
Definisi gagal yaitu relatif terhadap kebutuhan metabolik tubuh, penekanan arti
gagal ditujukan pada fungsi pompa jantung secara keseluruhan. Istilah gagal
miokardium ditujukan spesifik pada fungsi miokardium, gagal miokardium
umumnya mengakibatkan gagal jantung, tetapi mekanisme kompensatorik
sirkulasi dapat menunda atau bahkan mencegah perkembangan menjadi gagal
jantung dalam fungsi pompanya.
1
Angka kejadian CH semakin meningkat dari tahun ke tahun, tercatat
1,!" sampai #" orang de$asa di Amerika %erikat menderita CH dan &''.'''
diantaranya harus dira$at di rumah sakit per tahun. aktor risiko terjadinya gagal
jantung yang paling sering adalah usia lanjut, &! " pasien yang dira$at dengan
CH berusia antara (! dan &! tahun. )erdapat # juta kunjungan pasien ra$at jalan
per tahun yang menderita CH, biaya yang dikeluarkan diperkirakan 1' miliar
dollar per tahun. aktor risiko terpenting untuk CH adalah penyakit arteri
koroner dengan penyakit jantung iskemik. Hipertensi adalah faktor risiko
terpenting kedua untuk CH. aktor risiko lain terdiri dari kardiomiopati, aritmia,
gagal ginjal, dan penyakit katup jantung.
#
Dengan data perkembangan seperti ini, penyakit jantung kongestif oleh
kelainan katup akan menyebabkan permasalahan yang signifikan bagi masyarakat
global dan bukan tidak mungkin dalam kurun beberapa tahun kedepan angka
statistik ini akan bergerak naik jika para praktisi medis khususnya tidak segera
memperhatikan faktor risiko utama yang menjadi a$al mula penyakit ini. Dengan
demikian perlu adanya penanganan dari segala aspek baik secara biomedik
maupun biopsikososial. Dan untuk itu kasus ini diangkat sebagai salah satu bentuk
tanggung ja$ab sebagai praktisi medis agar dapat mengenal penyakit ini lebih
rinci sebelum benar*benar mengaplikasikan teori pengobatan yang rasional.
1
BAB II
LAPORAN KASUS
IDENTIFIKASI
+ama , )n. %
-enis kelamin , .aki*laki
/sia , (( tahun
Alamat , .ajer
0ekerjaan , 0ensiunan
%tatus perka$inan , 1a$in
Agama , Islam
23% , 4 %eptember #'15
ANAMNESIS
1eluhan /tama ,
%esak napas yang semakin berat 6 # hari %23%
3i$ayat 0erjalanan 0enyakit ,
%ejak 6 1 bulan %23% os mengeluh sesak napas. %esak muncul pertama
kali saat os habis mengangkat air dari sumur ke kamar mandi dalam 76 1'' m8. Di
malam hari os sering terbangun tiba*tiba karena sesak napas, os lebih nyaman
menggunakan 4 bantal saat tidur. %esak tidak dipengaruhi cuaca, debu dan emosi.
9unyi mengi 7*8. +yeri dada 7*8. 9atuk 7:8, tidak berdahak, tidak berdarah. 2ual
7*8. 2untah 7*8. +yeri ulu hati 7*8. 9engkak pada kaki 7*8. Demam 7*8. 9A1 biasa.
9A9 biasa.
%ejak 6 1 minggu %23% os mengeluh sesak napas bertambah sering.
%esak muncul saat os berjalan dari kamar ke kamar mandi 76 !'m8. Di malam hari
os mengeluh susah tidur karena sesak napas, os lebih nyaman menggunakan 4
bantal saat tidur. %esak tidak dipengaruhi cuaca, debu dan emosi. 9unyi mengi 7*8.
+yeri dada 7*8. 9atuk 7:8, tidak berdahak, tidak berdarah. 2ual 7*8. 2untah 7*8.
+yeri ulu hati 7*8. 9engkak pada kaki 7*8. Demam 7*8. 9A1 biasa. 9A9 biasa. ;s
tidak berobat.
#
%ejak 6 # hari %23% os mengeluh sesak napas bertambah berat. %udah !
hari os tidak melakukan pekerjaan apapun tapi sesak napas tetap ada meskipun os
beristirahat. ;s tidak bisa tidur karena sesak semakin bertambah jika posisi
berbaring, os tidur dengan posisi setengah duduk. %esak tidak dipangaruhi cuaca,
debu dan emosi. 9unyi mengi 7*8. +yeri dada 7*8. 9atuk 7:8, tidak berdahak, tidak
berdarah. Di malam hari os mengeluh mual 7:8, muntah 7:8, isi cairan ber$arna
bening, frekuensi #< dalam semalam. 9engkak pada kaki 7*8. Demam 7*8. 9A1
biasa. 9A9 biasa. .alu os berobat ke 3%2H dan dira$at.
3i$ayat 0enyakit Dahulu.
3i$ayat nyeri dada disangkal.
3i$ayat penyakit jantung sebelumnya disangkal.
3i$ayat penyakit pernapasan 7asma8 disangkal.
3i$ayat merokok dan minum alkohol disangkal
3i$ayat 1encing 2anis disangkal
3i$ayat 0enyakit 1eluarga
3i$ayat penyakit dengan keluhan yang sama dalam keluarga disangkal.
3i$ayat %osial =konomi
0enderita sudah menikah. 0enderita tidak bekerja . istri bekerja sebagai ibu
rumah tangga. 1esan , status sosial ekonomi kurang.
PEMERIKSAAN FISIK (5 September 2014)
4
Ke!" Um#m
1eadaan umum , lemas
1eadaan sakit , sakit sedang
1esadaran , compos mentis
Gi>i , +ormal
Dehidrasi , 7*8
)ekanan Darah , 14'?&' mmHg
+adi , @( kali per menit, reguler, isi dan tegangan cukup
0ernafasan , #5 kali per menit, thoracoabdominal
%uhu , 4(,&
o
C
9erat 9adan , &! kg
)inggi 9adan , 1(& cm
Ke!" Spe$%&%'
1ulit
Aarna sa$o matang, efloresensi 7*8, pigmentasi normal, ikterus 7*8, sianosis 7*8,
spider neBi 7*8, telapak tangan dan kaki pucat 7*8, pertumbuhan rambut normal.
1G9
1elenjar getah bening di submandibula, leher, a<ila, inguinal tidak teraba.
1epala
9entuk lonjong, simetris, $arna rambut hitam, rambut mudah rontok 7*8,
deformitas 7*8.
2ata
=ksophtalmus 7*8, endophtalmus 7*8, edema palpebra 7*8, konjungtiBa palpebra
pucat 7*8, sklera ikterik 7*8, pupil isokor, reflek cahaya 7:8, pergerakan mata ke
segala arah baik, mata cekung 7:8.
Hidung
9agian luar hidung tak ada kelainan, septum dan tulang*tulang dalam perabaan
baik, selaput lendir dalam batas normal, epistaksis 7*8.
)elinga
0endengaran baik.
5
2ulut
0embesaran tonsil 7*8, gusi berdarah 7*8, lidah kering 7*8, tepi lidah hiperemis 7*8,
lidah tremor 7*8, atrofi papil7*8, stomatitis7*8, rhagaden7*8, bau pernapasan khas 7*8.
.eher
0embesaran kelenjar thyroid 7*8, -C0 7!:#8 cmH
#
;, hipertrofi musculus
sternocleidomastoideus 7*8, kaku kuduk7*8.
Dada
9entuk dada normal, retraksi 7*8, nyeri tekan 7*8, nyeri ketok 7*8, krepitasi 7*8.
0aru
Inspeksi , statis simetris kanan dan kiri, dinamis ka D ki, tidak ada yang
tertinggal
0alpasi , stemfremitus kanan D kiri
0erkusi , sonor di kedua lapangan paru
Auskultasi , Besikuler 7:8 normal, ronkhi basah halus 7:8 di basal kedua paru,
$hee>ing 7*8
-antung
Inspeksi , ictus cordis tidak terlihat
0alpasi , ictus cordis teraba linea a<ilaris anterior sinistra IC% CI
0erkusi , batas atas IC% II, batas kanan linea parasternalis de<tra, batas kiri
linea a<ilaris anterior sinistra IC%CI
Auskultasi , H3 @( <?menit, reguler. 2urmur 7:8 sistolik grade III, punctum
ma<imum di katup mitral. Gallop 7*8
Abdomen
Inspeksi , datar
0alpasi , lemas, nyeri tekan daerah epigastrium 7*8, hepar tidak teraba. .ien
tidak teraba.
0erkusi , thympani, shifting dullness 7*8
Auskultasi , bising usus 7:8 normal
Genital 7)idak diperiksa8
!
=kstremitas
=kstremitas atas , gerakan bebas, edema 7*8, jaringan parut 7*8, pigmentasi
normal, telapak tangan pucat 7*8, jari tabuh 7:8, turgor E
# detik, sianosis 7*8.
=kstremitas ba$ah , gerakan bebas, jaringan parut 7*8, pigmentasi normal,
telapak kaki pucat 7*8, jari tabuh 7*8, turgor kembali
lambat 7*8, edema pretibia dan pergelangan kaki 7:8.
PEMERIKSAAN PENUN(AN)
T"**+ 5 $eptember 2014
Hematologi
+o 0emeriksaan Hasil
1 Hemoglobin 15,5 g?dl
# =ritrosit 5.#&'.'''
4 Hematokrit 4! Bol"
5 .eukosit 1!1''?mm
4
! .aju =ndap Darah 1! mm?jam
& Hitung jenis '?5?(?!5?4#?5
1imia 1linik
+o 0emeriksaan Hasil
1 9%% 1'' mg?dl
# /ric acid (,1 mg?dl
4 /reum #& mg?dl
5 1reatinin 1,1F mg?dl
! 0rotein total @ g?dl
@ %G;) 4! /?I
F %G0) 1( /?I
1' +atrium 14F mmol?l
11 1alsium 5,' mmol?l
3o? )hora<,
Cor , 1ardiomegali
0ulmo , 1ongestif pulmonum, efusi pleura bilateral
=1G,
Irama sinus, A<is +ormal, H3, 1'5<?m, gel 0 normal, 03 interBal ',# detik,
kompleks G3% ','@ detik, 3?% di C1 E 1, % C1 : 3 C!?C( E 4! mm.
(
1esan,
T"**+ 5 $eptember 2014
Hasil 0emeriksaan 1imia 1linik
+o 0emeriksaan Hasil
1 Cholesterol total &4 mg?dl
# HD. 1& mg?dl
4 .D. 5# mg?dl
5 )rigliserida &' mg?dl
! 0rotein total @,4 g?dl
( Albumin 4,4 g?dl
& Globulin !,' g?dl
D%*",$%$ A'-%r.
CH +yha III
Pe"t+'$"" .
+on armakologis ,
* Istirahat 7posisi setengah duduk8
* ;ksigen 4 liter
* Diet jantung II
armakologis ,
* ICD D! gtt <?m. 2ikro.
* urosemid amp 1<1 i.B.
* %piranolakton 1< 1#,! mg
* Aspilat 1<@'mg
* Ceftria<on #<1 gr
* Digoksin 1<1?# tab.
* 1Cl 1<1
* ;9H 4<1c
* ;mepra>ole 1<#' mg
* .a<adin syr 4<1c
* 91, 9(, 91# 4<1
&
Re"/" Pemer%'$".
* 1ultur darah
* 1ultur sputum
Pr,*",$%$
Guo ad Bitam , dubia ad malam
Guo ad functionam , dubia ad malam
@
RESUME
%eorang $anita, +y ., umur #@ tahun, status ka$in, alamat 2eranjat ;I,
pekerjaan ibu rumah tangga, dira$at di 3%2H bagian penyakit dalam tanggal #@
Agustus #''F.
ANAMNESIS
1eluhan /tama ,
%esak napas yang semakin berat 6 # hari %23%
3i$ayat 0erjalanan 0enyakit ,
%ejak 6 1 bulan %23% os mengeluh sesak napas. %esak muncul pertama
kali saat os habis mengangkat air dari sumur ke kamar mandi dalam 76 1'' m8. Di
malam hari os sering terbangun tiba*tiba karena sesak napas, os lebih nyaman
menggunakan 4 bantal saat tidur. %esak tidak dipengaruhi cuaca, debu dan emosi.
+yeri dada 7*8. 9atuk 7:8, tidak berdahak, tidak berdarah. 9engkak pada kaki 7*8.
9A1 biasa. 9A9 biasa.
%ejak 6 1 minggu %23% os mengeluh sesak napas bertambah sering.
%esak muncul saat os berjalan dari kamar ke kamar mandi 76 !'m8. Di malam hari
os mengeluh susah tidur karena sesak napas, os lebih nyaman menggunakan 4
bantal saat tidur. %esak tidak dipengaruhi cuaca, debu dan emosi. +yeri dada 7*8.
9atuk 7:8, tidak berdahak, tidak berdarah. 9engkak pada kaki 7*8. 9A1 biasa.
9A9 biasa.
%ejak 6 # hari %23% os mengeluh sesak napas bertambah berat. %udah !
hari os tidak melakukan pekerjaan apapun tapi sesak napas tetap ada meskipun os
beristirahat. ;s tidak bisa tidur karena sesak semakin bertambah jika posisi
berbaring, os tidur dengan posisi setengah duduk. %esak tidak dipangaruhi cuaca,
debu dan emosi. 9unyi mengi 7*8. +yeri dada 7*8. 9atuk 7:8, tidak berdahak, tidak
berdarah. Di malam hari os mengeluh mual 7:8, muntah 7:8, isi cairan ber$arna
bening, frekuensi #< dalam semalam. 9engkak pada kaki 7*8. 9A1 biasa. 9A9
biasa.
3i$ayat 0enyakit Dahulu
3i$ayat sakit tenggorokan, nyeri sendi dan demam saat umur 1' tahun.
F
PEMERIKSAAN FISIK (t*+ 0 September 2000)
Ke!" Um#m
1eadaan umum, tampak sakit sedang
1esadaran , compos mentis
)ekanan Darah , F'?&' mmHg
+adi , @( kali per menit, reguler, isi dan tegangan cukup
0ernafasan , #5 kali per menit, thoracoabdominal
%uhu , 4(,&
o
C
KEADAAN SPESIFIK
)elapak tangan dan kaki pucat 7*8. %ianosis 7*8. )idak ada pembesaran 1G9.
=ksoftalmus 7*8, telinga, hidung, dan mulut dalam keadaan baik. -C0 7!:#8 cm
H#;. Genital tidak diperiksa.
Pr#.
%tatis simetris kanan dan kiri, dinamis kanan dan kiri tidak ada yang tertinggal,
bentuk dada Boussure cardiac, retraksi 7*8, stremfemitus kiri D kanan, sonor di
kedua lapangan paru, Besikuler normal, 39H7:8 di basal kedua paru, $hee>ing 7*8
("t#"* .
Ictus cordis tidak terlihat, Ictus cordis teraba di IC% CI linea a<ilaris anterior
sinistra. )hrill 7*8, 9atas kanan linea parasternalis de<tra, batas kiri linea a<illaris
anterior, batas atas IC% II, H3D@( kali?menit 7reguler8, murmur sistolik 7:8 grade
III, punctum ma<imum di katup mitral, gallop 7*8.
Ab!,me"
Datar, lemas, Benektasi 7*8, nyeri tekan 7:8, batas paru hepar di IC% CI, hepar
teraba # -9AC, permukaan rata, tepi tumpul, dan lien tidak teraba, timpani,
shifting dullness 7*8, bising usus 7:8 normal.
Kt"em%
2enarche pada usia 1( tahun. Haid terakhir 6 1 tahun yang lalu, teratur, lama 5*(
hari, jumlah sedang, tidak nyeri, leukhorrhea tidak ada, gejala klimakterium tidak
ada, sakit kepala tidak ada
1'
E'trem%t$
=kstremitas atas , gerakan bebas, jari tabuh 7:8, sianosis 7*8.
=kstremitas ba$ah , gerakan bebas, edema pretibia 7*8.
PEMERIKSAAN PENUN(AN)
T"**+ 21 A*#$t#$ 2000
Hemt,+,*%. hemoglobin 11,5 g?dl, eritrosit 5.#&'.''', hematokrit 4! Bol",
leukosit 1!1''?mm
4
, laju endap darah 1! mm?jam, hitung jenis '?5?(?!5?4#?5.
K%m% K+%"%', 9%% 1'' mg?dl, uric acid (,1 mg?dl, ureum #& mg?dl, kreatinin ',F
mg?dl, protein total @ g?dl, %G;) 4! /?I, %G0) 1( /?I, natrium 14F mmol?l,
kalium 5,' mmol?l.
F,t, T-,r'$.
Cor , kardiomegali
0ulmo , kongestif pulmonum, efusi pleura bilateral
EK).
Irama sinus, A<is kanan, H3, 1'5<?m, gel 0 normal, 03 interBal ',# detik,
kompleks G3% ','@ detik, 3?% di C1 E 1, % C1 : 3 C!?C( E 4 detik.
1esan, 3AD 73ight a<is deBiation8.
T"**+ 20 A*#$t#$ 2000
K%m% K+%"%'. Cholesterol total &4 mg?dl, HD. 1& mg?dl, .D. 5# mg?dl,
)rigliserida &' mg?dl, 0rotein total @,4 g?dl, Albumin 4,4 g?dl, Globulin !,' g?dl.
Ur%"+%$. %el epitel :, .eukosit @*1'?.09, =ritrosit #'*#!?.09, %ilinder
7granula8 :, 0rotein :, Glukosa 7*8, +itrit 7*8.
T"**+ 2 September 2000
Hemt,+,*%. hemoglobin 1# g?dl, leukosit F4''?mm
4
, laju endap darah @
mm?jam, hitung jenis '?'?'?(@?4'?#".
K%m% K+%"%'. Cholesterol total && mg?dl, HD. F mg?dl, .D. 55 mg?dl,
)rigliserida 1#5 mg?dl, .DH (F& mg?dl, /reum !4 mg?dl, 1reatinin ',F mg?dl,
+atrium 14' mmol?l, 1alium 5,1 mmol?l.
Ser,%m#",+,*%. C30 7:8
11
K#+t#r Ur%"e.
2ikroskopis, Gram 7*8 basil 7:8, .eukosit, @*1'?lpb, =ritrosit, '*1?lpb, Hasil
9iakan, 1lebsiella pneumoniae, -umlah koloni, H 1''.'''?ml
E','r!%,*r&% .
.C dilatasi, .A dilatasi, .CH 7*8, .C = n, C= @F,4 ", 03 moderate, )3 mild,
2itral BalBe prolaps seBere 702. flailed dengan 23 seBere8, susp. ruptur chorda.
D%*",$%$ A'-%r.
CH ec 2I?2% ec 3HD
Pe"t+'$"" .
+on armakologis ,
* Istirahat 7posisi setengah duduk8
* ;ksigen #*4 liter
* Diet jantung II
armakologis ,
* ICD D! gtt <?m. 2ikro.
* urosemid amp 1<1 i.B.
* %piranolakton 1< 1#,! mg
* Aspilat 1<@'mg
* Ceftria<on #<1 gr
* Digoksin 1<1?# tab.
* 1Cl 1<1
* ;9H 4<1c
* ;mepra>ole 1<#' mg
* .a<adin syr 4<1c
3encana 0emeriksaan,
* 1ultur darah
* 1ultur sputum
Pr,*",$%$
Guo ad Bitam , dubia ad malam
Guo ad functionam , dubia ad malam
1#
F,++,3 Up.
)anggal #F Agustus #''F
% 9atuk kering, pusing, mual, muntah #<?hr, nyeri ulu hati,
demam.
;, 1eadaan umum
1esadaran
)ekanan darah
+adi
0ernapasan
)emperatur
1eadaan spesifik
1epala
.eher
)hora<,
-antung
0aru
Abdomen
Genitalia
=kstremitas
.aboratorium
)ampak sakit sedang
Compos mentis
F'?(' mmHg
1#' <?menit
#' <? menit
4@,@
'
C
ConjungtiBa palpebra pucat 7*8
%klera ikterik7*8
-C0 7!:#8 cmH
#
;
0embesaran 1G9 7*8
I , ictus cordis tidak terlihat
0 , ictus cordis teraba .AA sinistra IC% CI
0 , batas atas IC% II, batas kanan .inea parasternalis de<tra,
batas kiri .AA sinistra IC% CI
A , H3 1#' <? menit, murmur 7:8 sistolik grade III punctum
ma<imum di katup mitral, gallop 7*8
Besikuler normal, ronkhi basah sedang 7:8 di basal kedua
paru, $hee>ing 7*8
I , datar
0 , lemas, hepar teraba # jari di ba$ah arcus coatae, lien tidak
teraba.
0 , thympani, shifting dullness 7*8
A , bising usus 7:8 normal

)idak diperiksa
=dema 7*?:8
Clubbing finger 7:8
%ianosis 7:8
Hematologi,
Hb, 11,5 g?dl, 39C, 5.#&'.''', Ht, 4! Bol", leukosit
1!1''?mm
4
, .=D 1! mm?jam, hitung jenis '?5?(?!5?4#?5".
1imia 1linik,
9%% 1'' mg?dl, uric acid (,1 mg?dl, ureum #& mg?dl,
kreatinin ',F mg?dl, protein total ',@ mg?dl, %G;) 4! /?I,
%G0) 1( /?I, natrium 14F mmol?l, kalium 5,' mmol?l.
=1G,
Irama sinus, A<is kanan, H3, 1'5<?m, gel 0 normal, 03
interBal ',# detik, kompleks G3% ','@ detik, 3?% di C1 E 1, %
C1 : 3 C!?C( E 4 detik.
1esan, 3AD 73ight a<is deBiation8.
14
3o? thora<,
Cor , Cardiomegali
0ulmo , CongestiBe pulmonum
0leural effusion bilateral
A CH ec. 2I?2%
%usp. 0H
)3?A%?0%
0neumonia
0hlebitis
0 * Istirahat 7posisi setengah duduk8
* ;# 5 liter
* Diet jantung II
* ICD D! : 1 ampl Dobuject gtt <?mnt. 72ikro8.
* urosemid amp. 1<1 i.B.
* Digoksin #<1?# tab.
* Aspilat 1<@'mg
* Ciproflo<asin #<1 flash
* ;mepra>ole 1<#'mg
* .a<adin syr 4<1c
* ;9H syr 4<1c
* 0aresetamol !'' mg 7k?p8
3encana * ;bserBasi Bital sign
* )hora< photo
* =kokardiografi
* 2onitor cairan dan elektrolit
)anggal 41 Agustus #''F
% 9atuk kering, pusing, mual, muntah #<?hr, demam.
;, 1eadaan umum
1esadaran
)ekanan darah
+adi
0ernapasan
)emperatur
1eadaan spesifik
1epala
.eher
)hora<,
-antung
0aru
)ampak sakit sedang
Compos mentis
F'?(' mmHg
11# <?menit
#@ <? menit
4@,4
'
C
ConjungtiBa palpebra pucat 7*8
%klera ikterik7*8
-C0 7!:#8 cmH
#
;
0embesaran 1G9 7*8
I , ictus cordis tidak terlihat
0 , ictus cordis teraba .AA sinistra IC% CI
0 , batas atas IC% II, batas kanan .inea parasternalis de<tra,
batas kiri .AA sinistra IC% CI
A , H3 11# <? menit, reguler, murmur 7:8 sistolik grade III
punctum ma<imum di katup mitral, gallop 7*8
Besikuler normal, ronkhi basah sedang 7:8 di basal kedua
15
Abdomen
Genitalia
=kstremitas
.aboratorium
paru, $hee>ing 7*8
I , datar
0 , lemas, hepar teraba # jari di ba$ah arcus costae, lien tidak
teraba.
0 , thympani, shifting dullness 7*8
A , bising usus 7:8 normal
)idak diperiksa
=dema 7*8, Clubing finger 7:8, %ianosis 7*8
99, 5' kg.
1imia 1linik,
C), &4 mg?dl, HD., 1& mg?dl, .D., 5# mg?dl,
)G, &' mg?dl, 0rotein total @,4 g?dl, Albumin 4,4 g?dl,
Globulin !,' g?dl.
A CH ec. 2I?2%
)3?A%?0%
0H
0neumonia
Dispepsia
0 * Istirahat
* Diet jantung II
* ICD D! : 1 amp dobuject gtt CIII?mnt. 2ikro.
* urosemid amp 1<1 i.B.
* Digoksin #<1?# tab.
* Aspilat 1<@'mg
* Antasid syr 4<1c
* Ciproflo<asin #<1 flash
* Ambro<ol 4<1c
* .a<adin syr 4<1c
* 91, 9(, 91# 4<1
* 1Cl 1<1
* 0arasetamol !'' mg 7k?p8
3encana =kokardiografi
2onitor cairan dan elekrolit
)anggal 1 %eptember #''F
% 9atuk kering, mual, tiap batuk mau muntah, demam.
;, 1eadaan umum
1esadaran
)ekanan darah
+adi
0ernapasan
)emperatur
1eadaan spesifik
1epala
.eher
)ampak sakit sedang
Compos mentis
F'?(' mmHg
1#' <?menit
#@ <? menit
4@,#
'
C
ConjungtiBa palpebra pucat 7*8
%klera ikterik7*8
-C0 7!:#8 cmH
#
;
0embesaran 1G9 7*8
1!
)hora<,
-antung
0aru
Abdomen
Genitalia
=kstremitas
.aboratorium
I , ictus cordis tidak terlihat
0 , ictus cordis teraba .AA sinistra IC% CI
0 , batas atas IC% II, batas kanan .inea %ternalis de<tra, batas
kiri .AA sinistra IC% CI
A , H3 1#' <? menit, reguler, murmur 7:8sistolik grade III
punctum ma<imum di katup mitral, gallop 7*8
Besikuler normal, ronkhi basah sedang 7:8 di basal kedua
paru, $hee>ing 7*8
I , datar
0 , lemas, hepar teraba # jari di ba$ah arcus coatae, lien
tidak teraba, nyeri tekan epigastrium 7:8, nyeri tekan
supra pubic 7:8.
0 , thympani, shifting dullness 7*8
A , bising usus 7:8 normal
)idak diperiksa
=dema 7*8
Clubing finger 7:8
%ianosis 7*8
99, 5' kg.
/rinalisa,
%el epitel :, .eukosit @*1'?.09 =ritrosit #'*#!?.09 %ilinder
7granula8 :, 0rotein :, Glukosa 7*8, +itrit 7*8.
A CH ec. 2I?2%
)3?A%?0%
0H
0neumonia
Dispepsia
I%1 ** DD? Cystitis
0 * Istirahat
* Diet jantung III
* ;# 5 liter
* ICD D! : 1 amp dobuject gtt CIII?mnt. 2ikro.
* urosemid amp 1<1 i.B.
* Digoksin #<1?# tab.
* Aspilat 1<@'mg
* Antasid syr 4<1c
* 3anitidin #<1!' mg
* Ciproflo<asin #<1 flash
* Ambro<ol 4<1c
* .a<adin syr 4<1c
* 91, 9(, 91# 4<1
* 1Cl 1<1
* 0arasetamol !'' mg k?p
3encana * =chocardiografi
* 1ultur urin
1(
)anggal # %eptember #''F
% 9atuk kering, sesak napas.
;, 1eadaan umum
1esadaran
)ekanan darah
+adi
0ernapasan
)emperatur
1eadaan spesifik
1epala
.eher
)hora<,
-antung
0aru
Abdomen
Genitalia
=kstremitas
)ampak sakit sedang
Compos mentis
1''?@' mmHg
11' <?menit
#( <? menit
4&,(
'
C
ConjungtiBa palpebra pucat 7*8
%klera ikterik7*8
-C0 7!:#8 cmH
#
;
0embesaran 1G9 7*8
I , ictus cordis tidak terlihat
0 , ictus cordis teraba .AA sinistra IC% CI
0 , batas atas IC% II, batas kanan .inea %ternalis de<tra,
batas kiri .AA sinistra IC% CI
A , H3 11' <? menit, murmur 7:8 sistolik grade III punctum
ma<imum di katup mitral, gallop 7*8
Besikuler normal, ronkhi basah sedang 7:8 di basal kedua
paru, $hee>ing 7*8
I , datar
0 , lemas, hepar teraba # jari di ba$ah arcus costae, lien
tidak teraba, nyeri tekan epgastrium 7:8, nyeri tekan
supra pubic 7:8.
0 , thympani, shifting dullness 7*8
A , bising usus 7:8 normal
)idak diperiksa
=dema 7*8
Clubing finger 7:8
%ianosis 7*8
99, 5' kg.
A CH ec. 2I?2% fs +IHA III
)3?A%?0%
0H
0neumonia
Dispepsia
I%1
0 * Istirahat 7posisi setengah duduk8
* ;# 5 liter
* Diet jantung II
* ICD D! : 1 amp dobuject gtt CIII?mnt. 2ikro.
* urosemid amp 1<1 i.B.
* Digoksin 1<1?# tab.
* Aspilat 1<@'mg
* %piranolakton 1< 1#,! mg
* 1Cl 1<1
* Ciproflo<asin #<1 flash
* ;9H 4<1c
* Antasid syr 4<1c
1&
* 3anitidin #<1' mg
* .a<adin syr 4<1c *
* 91, 9(, 91# 4<1*
* 0arasetamol !''mg 7k?p8
3encana =kokardiografi
2onitor cairan dan elektrolit
)anggal 4 %eptember #''F
% 9atuk bercak darah, gatal tenggorokan, sesak napas.
;, 1eadaan umum
1esadaran
)ekanan darah
+adi
0ernapasan
)emperatur
1eadaan spesifik
1epala
.eher
)hora<,
-antung
0aru
Abdomen
Genitalia
=kstremitas
)ampak sakit sedang
Compos mentis
1''?@' mmHg
11' <?menit
#( <? menit
4&,(
'
C
ConjungtiBa palpebra pucat 7*8
%klera ikterik7*8
-C0 7!:#8 cmH
#
;
0embesaran 1G9 7*8
I , ictus cordis tidak terlihat
0 , ictus cordis teraba .AA sinistra IC% CI
0 , batas atas IC% II, batas kanan .inea %ternalis de<tra,
batas kiri .AA sinistra IC% CI
A , H3 11' <? menit, murmur 7:8sistolik grade III punctum
ma<imum di katup mitral, gallop 7*8
Besikuler normal, ronkhi basah sedang 7:8 di basal kedua
paru, $hee>ing 7*8
I , datar
0 , lemas, hepar teraba # jari di ba$ah arcus coatae, lien
tidak teraba, nyeri tekan epgastrium 7:8, nyeri tekan
supra pubic 7:8.
0 , thympani, shifting dullness 7*8
A , bising usus 7:8 normal
)idak diperiksa
=dema 7*8
Clubing finger 7:8
%ianosis 7*8
99, 5' kg.
A CH ec. 2I?2% fs +IHA IC
)3?A%?0%
0H
0neumonia
Dispepsia
I%1
1@
0 * Istirahat 7posisi setengah duduk8
* ;# 5 liter
* Diet jantung II
* ICD D! : 1 amp dobuject gtt CIII?mnt. 2ikro.
* urosemid amp 1<1 i.B.
* Digoksin 1<1?# tab.
* Aspilat 1<@'mg
* %piranolakton 1< 1#,! mg
* 1Cl 1<1
* Ciproflo<asim #<1 flash
* ;9H 4<1c
* Antasid syr 4<1c
* 3anitidin #<1' mg
* .a<adin syr 4<1c *
* 91, 9(, 91# 4<1*
* 0arasetamol !'' mg 7k?p8
3encana * 1onsul diBisi 1ardiologi
* =kokardiografi
* Hb, A9C, .=D, hitung jenis, ureum, kreatinin, +a, 1,
0rofil lipid, .DH, C30.
* 2onitor cairan dan elektrolit
)anggal 5 %eptember #''F
% 9atuk berkurang.
;, 1eadaan umum
1esadaran
)ekanan darah
+adi
0ernapasan
)emperatur
1eadaan spesifik
1epala
.eher
)hora<,
-antung
0aru
Abdomen
)ampak sakit sedang
Compos mentis
1''?@' mmHg
F# <?menit
#' <? menit
4!,!
'
C
ConjungtiBa palpebra pucat 7*8
%klera ikterik7*8
-C0 7!:#8 cmH
#
;
0embesaran 1G9 7*8
I , ictus cordis tidak terlihat
0 , ictus cordis teraba .AA sinistra IC% CI
0 , batas atas IC% II, batas kanan .inea %ternalis de<tra,
batas kiri .AA sinistra IC% CI
A , H3 F# <? menit, murmur 7:8sistolik grade III di
punctum ma<imum di katup mitral, gallop 7*8
Besikuler normal, ronkhi basah sedang 7:8 di basal kedua
paru, $hee>ing 7*8
I , datar
0 , lemas, hepar teraba # jari di ba$ah arcus coatae, lien
tidak teraba, nyeri tekan epgastrium 7:8, nyeri tekan
supra pubic 7:8.
0 , thympani, shifting dullness 7*8
A , bising usus 7:8 normal
1F
Genitalia
=kstremitas
.aboratorium
)idak diperiksa
=dema 7*8
Clubing finger 7:8
%ianosis 7*8
99, 5' kg.
Hematologi,
Hb, 1# g?dl, .eukosit, F4''?mm4, .=D, @ mm?jam,
hitung jenis '?'?'?(@?4'?#".
1imia 1linik,
C), &&mg?dl, HD. Fmg?dl, .D. 55 mg?dl, )G 1#5 mg?dl,
.DH (F& mg?dl, /reum !4 mg?dl, 1reatinin ',F mg?dl,
+atrium 14' mmol?l, 1alium 5,1 mmol?l.
%eroimunologi, C30 7:8
=cho,
.C dilatasi, .A dilatasi, .CH 7*8, .C = n, C= @F,4 ", 03
moderate, )3 mild, 2itral BalBe prolaps seBere 702C
flacid 238, susp. ruptur chorda.
A CH ec. 2I?2% fs +IHA III
AC block grd. I, 02. flail 23 seBere susp. ruptur chordae
)3?A3
%usp. =ndokarditis
I%1
0 * Istirahat 7posisi setengah duduk8
* ;# 5 liter
* Diet jantung II
* ICD D! : 1 amp dobuject gtt CIII?mnt. 2ikro.
* urosemid amp 1<1 i.B.
* Digoksin 1<1?# tab.
* %piranolakton 1< 1#,! mg
* 1Cl 1<1
* .a<adin syr 4<1c
* Ceftriakson #<1 gr i.B. 7ciproflo<asin stop8
* 91, 9(, 91# 4<1
3encana * 1ultur darah
* 1ultur urin
* 1ultur sputum
* 2onitor cairan dan elektrolit
)anggal ! %eptember #''F
% 9atuk berkurang
;, 1eadaan umum
1esadaran
)ekanan darah
+adi
0ernapasan
)emperatur
1eadaan spesifik
1epala
)ampak sakit sedang
Compos mentis
1''?@' mmHg
1'' <?menit
#5 <? menit
4(,1
'
C
ConjungtiBa palpebra pucat 7*8
%klera ikterik7*8
#'
.eher
)hora<,
-antung
0aru
Abdomen
Genitalia
=kstremitas
.aboratorium
-C0 7!:#8 cmH
#
;
0embesaran 1G9 7*8
I , ictus cordis tidak terlihat
0 , ictus cordis teraba .AA sinistra IC% CI
0 , batas atas IC% II, batas kanan .inea %ternalis de<tra,
batas kiri .AA sinistra IC% CI
A , H3 1'' <? menit, murmur 7:8sistolik grade III punctum
ma<imum di katup mitral, gallop 7*8
Besikuler normal, ronkhi basah sedang 7:8 di basal kedua
paru, $hee>ing 7*8
I , datar
0 , lemas, hepar teraba # jari di ba$ah arcus coatae, lien
tidak teraba, nyeri tekan epigastrium 7:8, nyeri tekan
supra pubic 7:8.
0 , thympani, shifting dullness 7*8
A , bising usus 7:8 normal
)idak diperiksa
=dema 7*8
Clubing finger 7:8
%ianosis 7*8
99, 5' kg
2ikroskopis , Gram 7*8 basil 7:8
.eukosit , @*1'?lpb
=ritrosit , '*1?lpb
Hasil 9iakan , 1lebsiella pneumoniae
-umlah koloni , H 1''.'''?ml
A CH ec. 2I?2% fs +IHA III
AC block grd. I 02. flail 23 seBere susp. ruptur chordae
)3?A3
%usp. =ndokarditis
I%1
0 * Istirahat 7posisi setengah duduk8
* ;# 5 liter
* Diet jantung II
* ICD D! : 1 amp dobuject gtt CIII?mnt. 2ikro.
* urosemid amp 1<1 i.B.
* Aspilat 1<@'mg
* %piranolakton 1< 1#,! mg
* Ceftria<on #<1 gr
* 1Cl 1<1
* Digoksin 1< J tab
* ;9H 4<1c
* ;mepra>ole 1<#'mg
* .a<adin syr 4<1c
* 91, 9(, 91# 4<1
3encana 2onitor cairan dan elektrolit
Hasil kultur
#1
)anggal ( %eptember #''F
% 9atuk berkurang.
;, 1eadaan umum
1esadaran
)ekanan darah
+adi
0ernapasan
)emperatur
1eadaan spesifik
1epala
.eher
)hora<,
-antung
0aru
Abdomen
Genitalia
=kstremitas
)ampak sakit sedang
Compos mentis
1''?@' mmHg
1'' <?menit
#5 <? menit
4(,1
'
C
ConjungtiBa palpebra pucat 7*8
%klera ikterik7*8
-C0 7!:#8 cmH
#
;
0embesaran 1G9 7*8
I , ictus cordis tidak terlihat
0 , ictus cordis teraba .AA sinistra IC% CI
0 , batas atas IC% II, batas kanan .inea %ternalis de<tra,
batas kiri .AA sinistra IC% CI
A , H3 11' <? menit, murmur 7:8sistolik grade III punctum
ma<imum di katup mitral, gallop 7*8
Besikuler normal, ronkhi basah sedang 7:8 di basal kedua
paru, $hee>ing 7*8
I , datar
0 , lemas, hepar teraba # jari di ba$ah arcus coatae, lien
tidak teraba,nyeri tekan epigastrium7:8,supra pubik7*8.
0 , thympani, shifting dullness 7*8
A , bising usus 7:8 normal
)idak diperiksa
=dema 7*8
Clubing finger 7:8
%ianosis 7*8
99, 5' kg.
A CH ec. 2I?2% fs +IHA III
AC block grd. I 02. flail 23 seBere susp. ruptur chordae
)3?A3
=ndokarditis
I%1
0 * Istirahat 7posisi setengah duduk8
* Diet jantung II
* ICD D! mikro gtt <?mnt. 7 drip dobutamin stop8
* urosemid amp 1<1 i.B.
* %piranolakton 1< 1#,! mg
* Aspilat 1<@'mg
* Ceftria<on #<1 gr
* Digoksin 1<1?# tab.
* 1Cl 1<1
* ;9H 4<1c
* ;mepra>ole 1<#' mg
* .a<adin syr 4<1c
* 91, 9(, 91# 4<1
3encana 2onitor cairan dan elektrolit
##
)anggal @ %eptember #''F
% 9atuk
;, 1eadaan umum
1esadaran
)ekanan darah
+adi
0ernapasan
)emperatur
1eadaan spesifik
1epala
.eher
)hora<,
-antung
0aru
Abdomen
Genitalia
=kstremitas
)ampak sakit sedang
Compos mentis
1''?@' mmHg
1'' <?menit
## <? menit
4(,1
'
C
ConjungtiBa palpebra pucat 7*8
%klera ikterik7*8
-C0 7!:#8 cmH
#
;
0embesaran 1G9 7*8
I , ictus cordis tidak terlihat
0 , ictus cordis tidak teraba
0 , batas atas IC% II, batas kanan .inea %ternalis de<tra,
batas kiri .AA sinistra IC% CI
A , H3 11' <? menit, murmur 7:8sistolik grade III di katup
mitral, trikuspid, dan aorta dan pulmonal, gallop 7*8
Besikuler normal, ronkhi basah sedang 7:8 di basal paru
kedua paru, $hee>ing 7*8
I , datar
0 , lemas, hepar teraba # jari di ba$ah arcus coatae, lien
tidak teraba, nyeri tekan epigastrium 7:8
0 , thympani, shifting dullness 7*8
A , bising usus 7:8 normal
)idak diperiksa
=dema 7*8, Clubing finger 7:8, %ianosis 7*8
99, 5' kg.
A CH ec. 2I?2% fs II*III
AC block grd. I 02. flail 23 seBere susp. ruptur chordae
)3?A3
=ndokarditis
0 * Istirahat 7posisi setengah duduk8
* Diet jantung II
* ICD D! mikro gtt <?mnt.
* urosemid amp 1<1 i.B.
* %piranolakton 1< 1#,! mg
* Aspilat 1<@'mg
* Ceftria<on #<1 gr
* Digoksin 1<1?# tab.
* 1Cl 1<1
* ;9H 4<1c
* ;mepra>ole 1<#' mg
* .a<adin syr 4<1c
* 91, 9(, 91# 4<1
3encana 2onitor cairan dan elektrolit
Hasil kultur
#4
)anggal 1' %eptember #''F
% 9atuk berkurang
;, 1eadaan umum
1esadaran
)ekanan darah
+adi
0ernapasan
)emperatur
1eadaan spesifik
1epala
.eher
)hora<,
-antung
0aru
Abdomen
Genitalia
=kstremitas
)ampak sakit sedang
Compos mentis
1''?(' mmHg
F# <?menit
## <? menit
4(,1
'
C
ConjungtiBa palpebra pucat 7*8
%klera ikterik7*8
-C0 7!:#8 cmH#;
0embesaran 1G9 7*8
I , ictus cordis tidak terlihat
0 , ictus cordis tidak teraba
0 , batas atas IC% II, batas kanan .inea %ternalis de<tra,
batas kiri .AA sinistra IC% CI
A , H3 11' <? menit, murmur 7:8sistolik grade III punctum
ma<imum di katup mitral, gallop 7*8
Besikuler normal, ronkhi basah sedang 7:8 di basal kedua
paru, $hee>ing 7*8
I , datar
0 , lemas, hepar teraba # jari di ba$ah arcus coatae, lien
tidak teraba, nyeri tekan epigastrium 7:8
0 , thympani, shifting dullness 7*8
A , bising usus 7:8 normal
)idak diperiksa
=dema 7*8, Clubing finger 7:8, %ianosis 7*8
99, 5' kg.
A CH ec. 2I?2% fs +IHA II
AC block grd. I 02. flail 23 seBere susp. ruptur chordae
)3?A3
=ndokarditis
0 * Istirahat 7posisi setengah duduk8
* Diet jantung II
* ICD D! mikro gtt <?mnt.
* urosemid amp 1<1 i.B.
* %piranolakton 1< 1#,! mg
* Aspilat 1<@'mg
* Ceftria<on #<1 gr
* Digoksin 1<1?# tab.
* 1Cl 1<1
* ;9H 4<1c
* ;mepra>ole 1<#' mg
* .a<adin syr 4<1c
* 91, 9(, 91# 4<1
3encana ;s boleh pulang
#5
Daftar 0enga$asan Cairan
)anggal?
-am
I+)A1= ;/)0/)
%elisih
2akan 2inum Infus )otal 9A9 9A1 IA. )otal
41*'@*'F
'1*'F*'F
'#*'F*'F
'4*'F*'F
'5*'F*'F
'!*'F*'F
'&*'F*'F
'@*'F*'F
'F*'F*'F
1'*'F*'F
1''
1''
1''
1''
1''
*
*
1''
1''
1''
@''
1#''
&!'
&!'
&!'
1#!'
!''
(''
&!'
1'''
*
#''
4''
4''
4''
!''
!''
!''
5''
4''
F''
1!''
11!'
11!'
11!'
1&!'
1'''
1#''
1#!'
15''
!'
!'
!'
!'
!'
!'
1''
1''
1''
1''
(''
15''
4''
&!'
4''
&''
!''
(''
@''
1#''
5''
5''
5''
5''
5''
5''
5''
5''
5''
5''
1'!'
1@!'
&!'
1#''
&!'
11!'
1'''
11''
14''
1&''
* 1!'
* 4!'
: 5''
* !'
: 4''
: !''
'
:1''
* !'
* 4''
BAB III
#!
ANALISIS KASUS
Gagal jantung adalah keadaan patofisiologik dimana jantung sebagai
pompa tidak mampu memenuhi kebutuhan darah untuk metabolisme jaringan.
Definisi gagal yaitu relatif terhadap kebutuhan metabolik tubuh, penekanan arti
gagal ditujukan pada fungsi pompa jantung secara keseluruhan. Istilah gagal
miokardium ditujukan spesifik pada fungsi miokardium, gagal miokardium
umumnya mengakibatkan gagal jantung, tetapi mekanisme kompensatorik
sirkulasi dapat menunda atau bahkan mencegah perkembangan menjadi gagal
jantung dalam fungsi pompanya.
1
Dari kasus kali ini diagnosis fungsional yaitu CH. Hal didasarkan pada
kriteria ramingham minimal satu kriteria mayor dan dua kriteria minor yaitu,
4
1riteria mayor,
1. 0aroksismal nocturnal dispneu
#. Distensi Bena leher
4. 3onki paru
5. 1ardiomegali
!. =dema paru akut
(. Gallop s4
&. 0eninggian tekanan Bena jugularis
@. 3efluks hepatojugular
1riteria minor,
1. =dema ekstremitas
#. 9atuk malam hari
4. Dispnea dKeffort
5. Hepatomegali
!. =fusi pleura
(. 0enurunan kapasitas Bital
&. )akikardi 7H 1#' <?menit8
#(
0ada pasien ini didapatkan tiga kriteria mayor. 0ertama terdapatnya
paroksismal nokturnal dispneu dari hasil anamnesis. 1edua, dari hasil
pemeriksaan fisik ditemukan ronki basah sedang di basal kedua paru. 1etiga, dari
hasil pemeriksaan fisik perkusi jantung, didapatkan adanya pembesaran jantung.
9atas jantung kanan terdapat pada linea sternalis dekstra, batas kiri pada linea
a<illaris anterior sinistra, dan batas atas pada IC% II. Hal yang sama juga
didapatkan dari hasil rontgen yang menyatakan bah$a pada pasien terdapat
kardiomegali. 1eempat terdapat peninggian tekanan Bena jugularis yaitu 7!:#8
cmH#;.
#,4,5
%edangkan untuk kriteria minor didapatkan batuk malam hari. 1edua
terdapatnya dispnue dKeffort yang didapatkan dari hasil anamnesis pasien
mengeluh sesak saat berjalan ke sumur 76 !' m8. ketiga didapatkan hepatomegali
dari pemeriksaan fisik yaitu # -9AC 76 4 cm8. keempat berdasarkan pemeriksaan
rontgen thora< didapatkan efusi pleura. ;leh karena itu pada pasien ini kami
simpulkan diagnosis fungsionalnya adalah CH.
4,5
Diagnosis anatomi ditegakkan berdasarkan pemeriksaan fisik di mana
pada auskultasi jantung terdengar murmur pada keempat katup jantung. Hal ini
bersesuaian dengan hasil ekokardiografi yang menyatakan bah$a pada pasien ini
terjadi 2CD 7multi BalBe disease8.
#,4,5
Diagnosis etiologi yaitu 3HD 73heumatic Heart Disease8. Diagnosis ini
ditegakkan berdasarkan kriteria -ones yang dimodifkasi oleh AHA, yaitu,4,!,F
1riteria mayor,
1. poliartritis
#. karditis
4. korea
5. nodul subkutaneus
!. eritema marginatum
1riteria minor,
1. klinis, suhu tinggi
#. sakit sendi , atralgia
4. ri$ayat pernah menderita D3?0-3
Dari kriteria di atas, ditemukan 1 kriteria mayor yaitu carditis dimana
ditemukannya bising sistolik pada keempat katup jantung dan os mengeluh
dadanya berdebar*debar. /ntuk kriteria minor ditemukan adanya nyeri pada
#&
persendian yang berpindah*pindah. 2ulai dari persendian pada lutut, bahu dan
siku. 1riteria minor kedua yaitu pasien sering mengalami demam tinggi yang
hilang timbul, flu, dan batuk yang berulang*ulang sejak kecil. Dari gejala di atas
dapat ditegakkan diagnosis bah$a pasien menderita 3HD.
D&tt P#$t'
#@
1. Ismail. Gagal jantung kongestif. L;nlineM 1 2ei #''F Lakses 1' %eptember
#''FM. ABailable from, /3., http,??$$$.gagal *jantung*kongestif.co.id.html.
#. 9rashaers, Calentina .. Gagal jantung kongestif. Dalam, Aplikasi klinis
patofisiologi, pemeriksaan dan manajemen. #nd ed. -akarta, =GC.#''&. p!4*!.
4. 3ani, A. A>i>, dkk. Gagal jantung kronik. Dalam, 0anduan pelayanan 2edik,
perhimpunan dokter spesialis penyakit dalam Indonesia. -akarta, 09 0A0DI.
#''@,!5*!(.
5. 0anggabean 22. Gagal -antung. 9uku ajar Ilmu 0enyakit Dalam. -ilid III.
=disi IC. 0usat 0enerbitan I0D 1 /I, -akarta, #''(, 1!'4*1!'5.
!. Dayer 2, Co$ie 23. Heart failure, diagnosis and healthcare burden. Clin
2ed #''5N5,14*@.
(. 2c 2urray --, 0feffer 2A. Heart failure. .ancet #''!N4(!,1@&&*@F
&. 9raun$ald =. Heart failure and cor pulmonale. HarrisonKs 0rinciple of Internal
2edicine. 1( ed. Chicago, 2cGra$*HillN #''!. 0. 14(&.
#F