Anda di halaman 1dari 3

JAWABAN FARMASETIK BUK RAHMI 2011-2012

Evaluasi sediaan semisolid:


1. evaluasi fisik
Homogenitas
Konsistensi ( pentrometer )
Viskositas ( viskometer Ferranty sherly)
Bau dan warna ( visual )
pH
2. evaluasi kimia
Kadar zat berkhasiat
Stabilitas zat dalam sediaan
3. evaluasi biologis
Kontaminasi mikroba
Potensi zat aktif
Iritasi dan hipersensitifitas
Aturan umum pada pembuatan salep:
1. Zat yang dapat larut dalam basis salep, dilarutkan bila perlu dengan pemanasan rendah.
2. Zat yang tidak cukup larut atau tidak larut dalam basis salep, lebih dahulu dhaluskan dan
diayak dengan derajat ayakan no. 100.
3. Zat yang mudah larut dlm air dan stabil, dan basis salep mampu menyerap air tsb, dilarutkan
dulu dlm air yang tersedia, baru ditambahkan bagian basis salep yang lain.
4. Bila dasar salep dibuat dengan peleburan, maka campuran tsb harus diaduk sampai dingin.

Defenisi Gel Menurut USP:
Gel merupakan sediaan berbentuk semi solid yang berupa suspensi partikel halus anorganik ataupun
molekul organik besar yang saling berinterpenetrasi dengan cairan.


Absorpsi transdermal adalah...
Masuknya bahan obat dari permukaan kulit melewati kulit dan memasuki sirkulasi darah dan
ditransportasikan ke jaringan target.
Jalur Penetrasi Obat melalui Epidermis :
1. Route Appendageal
Route Appendageal adalah penetrasi obat melalui folikel rambut dan saluran keringat (0,1%
dari luas permukaan kulit). Penetrasi obat cara ini mengikuti hukum difusi pasif. Sedangkan
pada kelenjar sebaceous merupakan barier untuk obat-obat yang hidrophilik.Jalur ini
penting untuk molekul-molekul besar yang bersifat polar dan lon-lon.
2. Route Transcellular
Obat memasuki kulit lewat rute transcellular, menembus keratonocit. Keratonocit
mengandung keratin hydrat yang tinggi yang menyediakan lingkungan aqueous untuk obat-
obat hydrophilik agar bisa menembus epidermis. Sel-sel yang terbungkus oleh lipid, dengan
lipid interstinal diantaranya. Difusi obat melalui rute transcelluler memerlukan tahap partisi
dan difusi.Jalur ini baik untuk obat-obat yang bersifat hydrophilic.
3. Route Intercellular
Rute intercellular adalah difusi obat menembus matrik lipid. Rute ini melewati 2 rintangan,
pertama model dinding bata dari stratum corneum, sifat susunan keratonocit yang berliku-
liku, kedua daerah intercellular adalah bagian dari struktur alternatif bilayer. Akibatnya
suatu obat sebagian mengalami partisi, sebagian lagi berdifusi menembus lapisan aqueous
dan daerah lipid.

Keuntungan pemberian obat secara transdermal :
1. Menghindari efek lintas pertama hati
2. Untuk pemberian obat yang kontinyu
3. Efek samping yang timbul lebih sedikit
4. Terapi bisa dihentikan kapanpun
5. Meningkatkan kerelaan pasien

Dasar dasar proses pembuatan:
1 . reduksi ukuran partikel
2. pemanasan dan pendinginan
3. pencampuran
Mikser planetary dan
Sigma blade
4. penghalusan dan homogenisasi