Anda di halaman 1dari 9

GERAK JATUH BEBAS

Pada tanggal 6 November 2007, saya melaksanakan


kegiatan percobaan Fisika yang bertempat di kelas XA SMAN 1
BANGLI. Saya bersama 3 rekan saya melaksanakan percobaan
yang terkait materi tentang Gerak Jatuh Bebas.

A.

TUJUAN

Saya telah melaksanakan kegiatan percobaan fisika sesuai


dengan standar kompetensi dasar dalam kurikulum KTSP
(Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) dan membuat sebuah
laporan hasil pengamatan dari kegiatan itu sendiri. Yang termuat
di dalamnya adalah pelaksanaan percobaan yang terkait materi
Gerak Jatuh Bebas. Tujuan kegiatan ini adalah:
1. Untuk mengetahui atau menentukan besarnya percepatan
gravitasi (g) di suatu tempat tertentu.
2. Untuk mengetahui hubungan h (ketinggian) dan t (waktu).
Dari kegiatan ini kita melakukan suatu proses, jadi tidak
langsung menerima apa yang diuraikan dalam buku sumber.
Kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap
konsep-konsep fisika. Setelah mendapatkan hasil dari kegiatan,
kita dapat membandingkannya dengan buku panduan.

B.

LANDASAN TEORI

Sesuai dengan standar kompetensi dasar dalam kurikulum


KTSP yang termuat di dalamnya adalah pelaksanaan percobaan
yang terkait materi Gerak Jatuh Bebas dan konsep menurut
ilmuwan ternama Issac Newton. Untuk permulaan mari kita
bahas tentang gerak jatuh bebas.
Gerak Jatuh Bebas adalah gerak sebuah benda yang jatuh
dari suatu ketinggian tertentu. Disebut jatuh bebas karena gerak

ini bebas dari adanya gaya dorong. Ini berbeda dengan gerak
benda-benda
di
lantai
misalnya,
dimana
kita
harus
mendorongnya agar benda mulai bergerak. Pada gerak jatuh
bebas, kita tidak mendorong benda agar jatuh ke bawah, tetapi
benda mulai bergerak jatuh dengan sendirinya, tanpa kita harus
mendorongnya. Jadi, kita hanya melepaskan benda tersebut di
udara, dan selanjutnya benda akan jatuh ke bawah.
Pada bagian berikut ini kita akan membahas gerak jatuh
bebas dengan menggunakan contoh sebuah bola yang
dijatuhkan dari lantai tujuh sebuah gedung, seperti terlihat pada
gambar di bawah ini.

Dari gambar tersebut jelas terlihat bahwa jarak yang


ditempuh bola untuk masing-masing interval waktu berbeda,

semakin lama semakin besar. Berarti, semakin lama, kecepatan


bola semakin besar, yang menandakan bahwa dalam gerak jatuh
bebas ini terdapat percepatan. Berapa besarnya percepatan ini?
Apakah konstan atau berubah?
Besarnya percepatan dalam buku sumber yang saya
dapatkan adalah sebesar a = 9,8 m/s2. Nilai ini berlaku untuk
semua benda yang mengalami gerak jatuh bebas, tidak peduli
berapapun massanya (pendapat Galileo-Galilei). Percepatan
dari benda yang mengalami gerak jatuh bebas disebut
percepatan gravitasi (simbol g), karena percepatan ini
disebabkan oleh gaya tarik bumi yang arahnya ke pusat bumi.
Besar percepatan gravitasi g adalah sama di suatu tempat,
tetapi mungkin sedikit berbeda di tempat-tempat lain.
Percepatan gravitasi bervariasi, tergantung pada letak suatu
tempat di muka bumi (garis lintang) dan ketinggian tempat
tersebut.
Karena gerak jatuh bebas merupakan gerak lurus berubah
beraturan, maka semua persamaan yang kita peroleh ketika
mempelajari gerak lurus berubah beraturan berlaku pada gerak
jatuh bebas. Yang berubah adalah bahwa pada gerak jatuh
bebas, a = g, vo = 0, dan jarak s diganti dengan ketinggian h,
sehingga persamaan-persamaan untuk gerak jatuh bebas adalah
sebagai berikut.
(1) v = gt
(2) h =

1
2

gt2

(3) v2 = 2gh
Jadi singkatnya, menurut konsep ilmuwan Issac Newton,
gaya gravitasi atau percepatan gravitasi (di bumi) adalah 9,8 N
atau 9,8 m/s2.

C.

ALAT dan BAHAN


Batu kecil

Stopwatch
Buku catatan
Bidang datar yang
dinding, dsb.
Mistar/penggaris
Bolpoin

D.

tegak,

seperti

tembok,

PROSEDUR
1. Ukur dinding mempergunakan mistar atau penggaris, lalu
tandai dengan mempergunakan bolpoin pada ketinggian
1,00 m; 1,10 m; 1,20 m; 1,30 m; 1,40 m; 1,50 m; 1,60 m;
dan 1,70 m.
2. Jatuhkan batu dari jarak 1 meter. Hitung waktu saat
menjatuhkan benda dengan memencet tombol start pada
stopwatch hingga benda menyentuh lantai pencet
kembali tombol finish pada stopwatch. Lakukan pada
ketinggian yang berbeda dengan selisih 0,10 meter.
3. Dengan
ketinggian
1,00-1,70
meter
anda
akn
memperoleh 8 data. Catat hasilnya pada buku catatan
anda.

E.

DATA

No
.

h
(meter)

1
2
3
4
5
6
7
8

1,00
1,10
1,20
1,30
1,40
1,50
1,60
1,70

t
(sekon)
0,50
0,52
0,53
0,53
0,54
0,54
0,55
0,56
JUMLAH

t2
0,25
0,27
0,28
0,28
0,29
0,29
0,30
0,31

g
(gravitasi
)
8,00
8,15
8,57
9,29
9,66
10,34
10,67
10,97
75,65

g2
64,00
66,42
73,44
86,30
93,32
106,92
113,85
120,34
724,59

Ket :

F.

g=

2h
t2

ANALISIS DATA
1. Pada ketinggian h = 1,00 meter, benda memerlukan
waktu selama 0,50 sekon untuk sampai atau menyentuh
lantai (bumi) dengan percepatan gravitasi sebesar 8,00
m/s2.
2. Pada ketinggian h = 1,10 meter, benda memerlukan
waktu selama 0,52 sekon untuk sampai atau menyentuh
lantai (bumi) dengan percepatan gravitasi sebesar 8,15
m/s2.
3. Pada ketinggian h = 1,20 meter, benda memerlukan
waktu selama 0,53 sekon
untuk sampai atau
menyentuh lantai (bumi) dengan percepatan gravitasi
sebesar 8,57 m/s2.
4. Pada ketinggian h = 1,30 meter, benda memerlukan
waktu selama 0,53 sekon untuk sampai atau menyentuh
lantai (bumi) dengan percepatan gravitasi sebesar 9,29
m/s2.
5. Pada ketinggian h = 1,40 meter, benda memerlukan
waktu selama 0,54 sekon untuk sampai atau menyentuh
lantai (bumi) dengan percepatan gravitasi sebesar 9,66
m/s2.
6. Pada ketinggian h = 1,50 meter, benda memerlukan
waktu selama 0,54 sekon untuk sampai atau menyentuh
lantai (bumi) dengan percepatan gravitasi sebesar 10,34
m/s2.
7. Pada ketinggian h = 1,60 meter, benda memerlukan
waktu selama 0,55 sekon untuk sampai atau menyentuh
lantai (bumi) dengan percepatan gravitasi sebesar 10,67
m/s2.
8. Pada ketinggian h = 1,70 meter, benda memerlukan
waktu selama 0,56 sekon untuk sampai atau menyentuh
lantai (bumi) dengan percepatan gravitasi sebesar 10,97
m/s2.

G.

PENGOLAHAN DATA

Dik.

g = 75,65
g = 724,59
2

Ydt.

= ?

Jawab

g
g
=

n
75,65
8

= 9,46
g =

1
n

1
8

1
8
1
8
1
8
1
8

=
=
=

n g 2 g
n 1

8 724,59 75,65
8 1
5796,72 5722,92
7
73,80
7
10,54

3,25

= 0,41
g

= 9,46 0,41 m/s2

GRAFIK :

G.

KESIMPULAN

Dari kegiatan percobaan tersebut di atas, dan setelah


membandingkannya dengan buku sumber yang digunakan
sebagai panduan dalam kegiatan proses belajar-mengajar, saya
dapat memperoleh 2 kesimpulan, yaitu:
1. Besarnya percepatan gravitasi g = 9,46 0,41 m/s2
2. Semakin besar h (ketinggian), maka semakin besar pula t
(waktu).
Begitu pula sebaliknya. Semakin kecil h
(ketinggian), maka semakin kecil pula t (waktu). Jadi,
ketinggian sebanding dengan waktu (h ~t).

H.

SUMBER KESALAHAN

Jika didefinisikan dengan benar, kesalahan (error) atau


ketidakpastian hanya berkenan dengan pengukuran-yaitu untuk
memperkirakan suatu nilai ketika nilai eksak suatu nilai
pengukuran tidak mungkin diperoleh. Dalam kegiatan yang telah
saya lakukan begitu pula dengan hasil yang saya peroleh,
ternyata tidak pas dengan teori di buku. Dan ini pasti
disebabkan oleh karena kesalahan-kesalahan dalam pengukuran
tersebut.
Berikut ini adalah sumber-sumber kesalahan tersebut.
1. Kesalahan alami.
Biasanya, suatu pengukuran dilakukan di lingkungan
yang tidak dapat dikontrol, seperti efek suhu, gravitasi
bumi, dan angin. Mungkin faktor-faktor seperti angin ini
bisa dikatakan mengganggu dalam proses pengukuran
tersebut.
2. Kesalahan manusia.
Karena manusia secara langsung terlibat dalam
pengukuran, dan cukup banyak unsur subjektif dalam diri
manusia, maka kesalahan yang diakibatkan oleh
manusia sangat munkin terjadi dalam pengukuran.
Mungkin dalam pengukuran yang saya lakukan terdapat
kesalahan seperti ketika memencet tombol stopwatch.
Misalnya saya terlalu tergesa-gesa atau terlambat
memencet stopwatch. Itu mengakibatkan hasil atau data
yang tidak terlalu akurat. Atau mungkin saya melakukan
kesalahan paralaks. Ini merupakan kesalahan baca yang
terjadi karena kita tidak tepat mengarahkan pandangan
mata kita ke objek yang diamati.
3. Kesalahan hitung
Kesalahan hitung meliputi cukup banyak hal, salah satu
contoh
misalnya
kesalahan
pembulatan
hasil
pengukuran. Mungkin dari sekian data yang saya

cantumkan, dalam proses pengukuran tidak langsung


ketika saya menghitung *** dan itu membutuhkan
pembulatan angka di belakang koma, saya salah
menghitung.