Kelompok 1 :
Septi Larasakti (H1L013027)
Dinda Priatni S. (H1L013028)
Dita Zenitha Zain (H1L013031)
Alifah Rizki Anisa (H1L013032)
Siti Laelatur Rochmah (H1L013033)
Memori virtual adalah suatu teknik yang
memisahkan antara memori logis dan memori
fisiknya. Memori logis merupakan kumpulan
keseluruhan halaman dari suatu program.
Tanpa memori virtual, memori logis akan
langsung dibawa ke memori fisik (memori
utama). Disinilah memori virtual melakukan
pemisahan dengan menaruh memori logis
ke secondary storage (disk sekunder) dan
hanya membawa halaman yang diperlukan ke
memori utama (memori fisik)
Lebih
sedikit memori yang diperlukan per
proses.
System
response menjadi lebih cepat, karena
tidak semua bagian image proses perlu
dialokasikan ke memori utama,
proses dapat dieksekusi lebih cepat.
Lebih
banyak proses yang dapat dijalankan
multiprogramming
Secara umum, algoritma dapat dibagi dua:
Global Replacement
Victim frame dapat dipilih dari semua frame yang
ada
Local
Replacement
Victim frame dapat dipilih dari frame-frame yang
sedang ditempati oleh image proses
bersangkutan
Algoritma
FIFO (First In First Out)
Algoritma
Optimal
Algoritma
LRU (Least Recently Used)
Algoritma
FIFO
Page yang diganti adalah page yang
paling lama berada di memori atau yang
pertama kali masuk.
Algoritma
Optimal
page yang diganti adalah page yang baru akan
dipanggil lagi pada waktu yang masih lama.
Diasumsikan sistem mampu memprediksi pagepage yang akan diakses
Algoritma
LRU
Page yang diganti adalah page yang
paling lama sudah tidak diakses.
Pengalokasian
tiap-tiap proses bervariasi
tergantung pada tingkat multiprogramming
Jika
tingkat multiprogramming nya semakin
tinggi, maka proses akan kehilangan
beberapa frame
Sebaliknya
jika tingkat multiprogramming
berkurang, maka proses akan mendapat
frame melebihi dari yang dibutuhkan.
Alokasi
sama rata (equal allocation)
Alokasi
proporsional (proporsional
allocation)
Alokasi
berprioritas (priority allocation)