Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN KASUS

Asuhan Keperawatan pada An L


Dengan Otitis Media Kronik
Di Ruang Poli THT
Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang, Boyolali

Disusun oleh :
Choirun Nisa Nur Aini
P17420613049

DIV Keperawatan Semarang


Jurusan Keperawatan
Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang
2014/2015

Ruang

: Poli THT

No RM

: 14 45 46 49

Asuhan Keperawatan pada An L dengan Otitis Media Kronik


Di Ruang Poli THT Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang, Boyolali
Pasien masuk rumah sakit pada hari Rabu, 26 November 2014, pukul 11.30 WIB.
Pengkajian dilakukan pada hari Rabu 26 November 2014, pukul 11.35 WIB.

A. Identitas
1. Nama
2. Umur
3. Pendidikan
4. Alamat
5. Agama

: An L
: 13 tahun
: SD
: Teras
: islam

B. Penanggung Jawab Klien


1. Nama
: Ny S
2. Alamat
: Teras
C. Riwayat Keperawatan
1. Data diperoleh dari
2. Keluhan utama

: penanggung jawab dan klien.


: perasaan penuh pada telinga

dan

penurunan

pendengaran.
3. Riwayat Keperawatan Sekarang
Sejak sekitar bulan September keluar cairan keruh dari telinga, kadang
bercampur dengan darah. Pendengaran telinga kanan dan kiri berkurang dan
terkadang juga terasa nyeri. Setelah dibawa ke poli THT RSUD Pandan Arang,
klien mengaku tidak menyelesaikan pengobatan yang berupa antibiotik per oral
dan tetes telinga, namun karena pengobatan yang tidak tuntas, episode kembali
berulang sejak seminggu yang lalu dan bahkan memburuk karena klien beberapa
kali juga mengeluh nyeri dengan skala 4 pada telinga kanan maupun kiri. Nyeri
tersebut hilang yang terasa seolah telinga penuh dan terasa tertekan dalam
jangka waktu yang tidak pasti.
4. Riwayat Keperawatab Dahulu

Klien tidak pernah menderita penyakit yang berhubungan dengan pendengaran


lainnya dan juga belum pernah dirawat di rumah sakit sebelumnya.
D. Asuhan Keperawatan
1. Pengkajian
a. Pemeriksaan Fisik
1) Tanda-tanda vital
Tekanan darah
: 100/60 mmHg
Heart rate
: 80 kali/menit
Temperatur
: 38oC
Respiratory rate : 20 kali/menit
2) Pemeriksaan telinga
Kanan
Perforasi total
Granulasi (+)
Sekret pus (+)
Foetor (+)
Kiri
Perforasi sentral besar
Sekret (+) sedikit
b. Pemeriksaan Penunjang
1) Laboratorium
Belum dilakukan pemeriksaan laboratorium.
2) Radiologi
Belum dilakukan pemeriksaan radiologi.
2. Daftar Masalah dan Diagnosa Keperawatan
No Tanggal,
1.

Jam
26
November

Data Fokus
DS:
Klien

Diagnosa

Etiologi

TTD

Keperawatan
Gangguan

Kuman masuk ke

persepsi sensori telinga tengah >>

2014,

mengeluh

11.35

tidak dapat berhubungan


mendengar dengan

meningkatkan

dengan

hambatan

akumulasi

jelas,

penghantaran

serosa >> hantaran

terutama

udara.

udara

pendengaran

peradangan

cairan serosa >>

jika telinga

diterima

kiri

>>

ditutup.
DO:
Klien tidak

>>

persepsi

cairan
yang
menurun
gangguan
sensori

pendengaran.

dapat
mendengar
apa

yang

dikatakan
klien
ketika
Test rinne
(-)
Test
webber
lateralisasi
ke telinga
kanan.
Terdapat
cairan
keruh yang
disertai
pus

yang

keluar dari
telinga.
3. Intervensi Keperawatan
N

Tanggal,

Diagnosa

Jam

Keperawata

26

n
Gangguan

1.

Tujuan

Intervensi

Rasional

D
Dalam waktu Berikan

Mencega

Novembe persepsi

1x15

setelah

kesehatan

terjadiny

dilakukan

mengenai

a infeksi.

2014, sensori

11.35

berhubunga
n

TT

menit pendidikan

dengan asuhan

cara

hambatan

keperawatan,

membersihka

penghantara

klien

n udara.

memahami

dengan

cara

benar.

dapat n

telinga

membersihka
n

telinga

dengan benar
dengan
kriteria hasil:
Klien
dapat
menyebut
kan ulang
proses
pembersih
an telinga
dengan
benar.
4. Implementasi Keperawatan
No Tanggal,
1.

Diagnosa

Tindakan

Respon Klien

Jam
26

Keperawatan
Gangguan

Melakukan

Klien

November

persepsi sensori pendidikan

mengulangi

2014,

berhubungan

kesehatan

deskripsi yang

11.36

dengan

mengenai

hambatan

membersihkan

penghantaran

telinga

udara.

benar.

TTD

dapat

cara diberikan
perawat secara

dengan lancar.

5. Catatan Perkembangan
Tanggal,

Diagnosa Keperawatan

Jam
26

Gangguan

November

sensori

2014, 11.51

Evaluasi

persepsi S: klien mengaku memahami

berhubungan apa yang dijelaskan oleh klien.


O: klien dapat mengulangi
dengan
hambatan
deskripsi yang telah diberikan
penghantaran udara.
oleh perawat.
A: masalah belum teratasi.

TTD

P: anjurkan klien untuk rutin


memeriksakan

secara

rutin

keadaan telinga terutama jika


terjadi episode otitis media
yang berulang.

REFERENSI
Martha,

P.

(2013).

In

https://id.scribd.com/doc/144840137/Otitis-Media-Kronik.

Diakses pada 27 November 2014, 19.39.


Puahadi, R.B. (2014). In https://id.scribd.com/doc/135854296/Asuhan-KeperawatanKlien-Penderita-Otitis-Media-Kronik-Dan-Mastoiditis. Diakses pada 27 November
2014, 19.11.

LAMPIRAN

Satuan Acara Penyuluhan


(SAP)
Pokok Bahasan : Cara Membersihkan Telinga dengan Benar

Sasaran

: An D dan Ny S

Waktu

: 15 menit

Tanggal, Jam : 26 November 2014, 11.36


Tempat

: Poli THT RSUD Pandan Arang, Boyolali

A. Latar Belakang
Kotornya merupakan faktor utama penyebab bakteri dapat menyebabkan
munculnya infeksi, misalnya seperti otitis media baik akut maupun otitis media
yang tidak teratasi dan berubah menjadi kasus kronik.

B. Tujuan
1. Umum
Setelah mengikuti penyuluhan tentang cara membersihkan telinga dengan benar
maka klien terhindar dari infeksi telinga.
2. Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan tentang cara membersihkan telinga dengan benar
ini diharapkan klien dan keluarga mampu menjelaskan :
a.

Teknik-teknik membersihkan telinga yang benar.

b.

Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan ketika membersihkan telinga.

C. Pelaksanaan Kegiatan
No Waktu
1.

Kegiatan
Perawat
Mengucapkan salam

Klien
Menjawab salam

menit

Memperkenalkan diri

Mendengarkan

Menjelaskan

maksud

dan Menyimak

tujuan
2.

Bertanya

10

Kontrak waktu
Menyampaikan materi

menit

Menekankan hal-hal yang


penting

dan

memperhatikan

dan

menanyakan hal yang tidak

memberikan

jelas.

contohnya
3.

Mendengarkan,

Menjawab pertanyaan
Evaluasi

Memperhatikan Penyuluhan.
Menjawab pertanyaan.

menit

Memberikan resume materi.

Memperhatikan.

Ucapan terima kasih.

Menyatakan persetujuan.

Ucapan salam

Menjawab salam

D. Metode
1. Ceramah
2. Diskusi

E. Media
1. Poster.

F.

Evaluasi
1. Bentuk
Pada evaluasi menggunakan bentuk lisan yang dilaksanakan langsung pada
kegiatan diskusi untuk menilai apakah tujuan penyuluhan kesehatan dapat
berhasil atau tidak.
2. Jenis
Jenis evaluasi bentuk lisan berupa tanya jawab yang berjumlah 3 soal dan harus
dijawab langsung oleh klien pada saat itu juga. Pertanyaan evaluasi antara lain:
a. Jelaskan secara singkat bagaimana cara membersihkan telinga dengan
benar!
b. Jelaskan prinsip-prinsip dalam membersihkan telinga di rumah!

Materi Penyuluhan

A. Teknik-teknik Membersihkan Telinga


1. Air
Membersihkan telinga dengan menggunakan air adalah cara terbaik dan sehat
untuk menghilangkan kotoran dalam telinga caranya sebelum anda mandi
pastikan anda sudah menyiapkan air yang bersih campurkan dengan sedikit baby
oil lalu usapkan pada telinga secara perlahan lahan dengan menggunakan kain
tipis tapi perlu anda ingat jangan sampai air masuk kedalam lubang telinga yang
paling dalam (air masuk dan tinggal mengendap pada gendang-gendang telinga).
2. Kain Basah
Menggunakan sepotong kain basah dapat membantu menghilangkan kotoran
telinga bagian luar, tidak higienis menghilangkan kotoran dalam lubang telinga,
karena kotoran telinga yang yang berwarna coklat ke hitam-hitaman juga dapat
berfungsi untuk menghambat masuknya serangga serangga kecil kedalam lubang
telinga, jadi cukup denga cara mengunakan kain bersih yang sudah di basahi lalu
di usapakan pada telinga yang bagian luar secara perlahan-lahan.
3. Baby Oil
Gunakan baby oil dengan cara penerapannya dengan meneteskan 2 sampai 3
tetes kedalam telinga, lakukan hal ini sebelum anda tidur malam, jadi keesokan
harinya di saat kita terbangun dari tempat tidur segeralah bersihkan telinga anda
dengan menggunakan handuk tipis atau alat pembersih telinga.
4. Cutton Bud
Ini adalah salah satu alat pembersih telinga yang paling umum digunakan untuk
membersihkan telinga namun berhati-hatilah disaat Cutton Bud sementara
bergulir kedalam telinga karena kadang kita merasa tidak sadar ketika sedang
membersihkan telinga dengan memakai Cutton Bud kadang menimbulkan rasa
geli jadi biasa muncul kecerobohan kecil yang dapat berakibat fatal dan bisa
menyakiti gendang telinga anda. Alangkah baiknya jika anda menghindari
memasukkan Cutton Bud terlu dalam, jadi cukup bagian luarnya saya anda
bersihkan.

B. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan


1. Bersihkan bagian luar telinga.
2. Jangan dikorek.
3. Tak perlu terlalu bersih.
4. Perawatan rutin.
5. Bersihkan telinga jika merasa ada yang tak beres dengan telinga seperti
terdengar bunyi-bunyi atau benda yang bergerak di dalam telinga saat
menggerakkan kepala, sebaiknya segera berkunjung ke dokter spesialis THT.
6. Kunyah makanan dengan baik.
7. Sebelum tidur, ada baiknya memperhatikan kebersihan bantal dan kasur,
terutama keberadaan serangga atau semut.
8. Kompres hangat ditelinga bagian luar.
9. Bisa kompres dingin.

POSTER