Anda di halaman 1dari 2

Review Praktikum Sintesis Garam Mohr

Kelompok 3 & 4
Kelompok 3
Data Pengamatan
Langkah Kerja
Larutan A

Hasil Pengamatan

Reaksi

Larutan berwarna bening dan


panas

NH3(aq) + H2SO4(aq)
(NH4)SO4(aq)

Larutan berwarna abu-abu

Fe(s) + H2SO4(aq)
FeSO4(aq) + H2(g)

Larutan B
Dipanaskan
Disaring dan dipanaskan
lagi
Larutan A + Larutan B
Campuran didinginkan
Kristal dimurnikan dan
ditimbang

Terbentuk hablur berwarna


kehijauan
Larutan berwarna jernih
kehijauan
Terbentuk kristal monoklin
berwarna hijau kebiruan
Diperoleh massa garam mohr
8,5388 gram dan rendemen
69,59%

(NH4)2SO4 + FeSO4
(NH4)2Fe(SO4)2.6H2O

Review :
Banyak prosedur yang dilakukan kelompok 3 yang tidak sesuai dengan prosedur
praktikum. Pada pembuatan larutan A (H2SO4 dan NH3),kelompok 3 melakukan penguapan
larutan hingga terbentuk hablur. Hal ini tidak sesuai dengan prosedur praktikum dimana larutan
ammonium sulfat seharusnya diuapkan hingga kira-kira tinggal setengah,bukan membentuk
hablur. Kemudian setelah pencampuran larutan A dan B,larutan langsung didinginkan pada
lemari es padahal seharusnya didinginkan pada ruang terbuka terlebih dahulu hingga terbentuk
hablur berwarna hijau muda. Kelompok 3 tidak menyebutkan adanya salah satu reaksi yang
juga berperan dalam pembentukan garam mohr yaitu reaksi campuran larutan A dan B dengan
air. Kurang larutnya serbuk Fe pada kelompok ini dapat dilihat dari warna Kristal garam
mohrnya yang berwarna hijau kebiruan. Sedangkan warna Kristal sesuai teori yaitu berwarna
hijau muda seperti hablur yang terbentuk sebelum menjadi Kristal. Pada kelompok 3 hasil
garam mohr yang di peroleh juga tidak sesuai teori, adapun faktor-faktornya telah dipaparkan
kelompok 3. Namun setelah direview terdapat satu factor yang belum disebutkan yang
mempengaruhi sedikitnya garam mohr pada kelompok ini yaitu jumlah gram serbuk Fe yang
digunakan tidak sesuai prosedur(3,5 gr) yaitu hanya 1,7507 g.

Kelompok 4
Data pengamatan
Langkah Kerja
Larutan A

Larutan B

Hasil Pengamatan

Reaksi

Larutan berwarna bening dan


panas
Larutan berwarna abu-abu
kehitaman dan endapan Fe larut

NH3(aq) + H2SO4(aq)
(NH4)SO4(aq)

Dipanaskan
Disaring dan dipanaskan
lagi
Larutan A + Larutan B
Campuran didinginkan
Kristal dimurnikan dan
ditimbang

Fe(s) + H2SO4(aq)
FeSO4(aq) + H2(g)

Larutan berwarna hijau kebiruan


Terbentuk kristal monoklin
berwarna hijau muda
Diperoleh massa garam mohr
14,4854 gram dan rendemen
58,99 %

(NH4)2SO4 + FeSO4 +
H2 O
(NH4)2Fe(SO4)2.6H2O

Review :
Pada kelompok 4 saat pembuatan larutan A tidak ada uji penetralan larutan dengan
indicator universal. Selain itu tidak disebutkan penguapan larutan A dilakukan hingga jenuh
(kira-kira tinggal setengah). Kemudian pada larutan B juga tidak disebutkan penguapan ulang
setelah larutan disaring dan penyaringan larutan saat panas. Padahal langkah kerja ini juga
berpengaruh pada banyaknya Kristal yang terbentuk. Setelah pencampuran larutan A dan B
tidak didinginkan diruang terbuka terlebih dahulu hingga terbentuk hablur. Hasil campuran
larutan A dan B,serta warna kristal garam mohr yang terbentuk berwarna hijau kebiruan. Hal ini
menunjukkan masih banyak serbuk Fe yang belum larut sempurna. Karena jika pelarutan
sempurna hablur dan Kristal yang terbentuk berwarna hijau muda. Hal inilah yang
mempengaruhi sedikitnya rendemen garam mohr kelompok 4.