Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Hari / Tanggal :
Waktu

: 60 Menit

Tempat

: Desa Girikerto, Turi

Sasaran

: Ibu ibu Peserta Penyuluhan Mengenai


Pemilihan Alat Kontrasepsi

=========================================================
==
1. Pokok Bahasan ( Topik )
Penyuluhan tentang alat kontrasepsi
2. Sub Pokok Bahasan
a. Pengertian tentang macam-macam alat kontrasepsi
b. Cara kerja masing-masing alat kontrasepsi
c. Kelebihan dan kekurangan masing-masing alat kontrasepsi
3. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mendapatkan penyuluhan tentang tentang alat kontrasepsi,
peserta dapat menyebutkan kembali pengertian, cara kerja, kelebihan dan
kekurangan masing-masing alat kontrasepsi.
4. Tujuan Instruksional Khusus
a. Peserta dapat menyebutkan pengertian, cara kerja, kelebihan dan
kekurangan KB alami.
b. Peserta dapat menyebutkan pengertian, cara kerja, kelebihan dan
kekurangan KB kondom.
c. Peserta dapat menyebutkan pengertian, cara kerja, kelebihan dan
kekurangan KB pil.
d. Peserta dapat menyebutkan pengertian, cara kerja, kelebihan dan
kekurangan KB suntik.
e. Peserta dapat menyebutkan pengertian, cara kerja, kelebihan dan
kekurangan KB IUD.
f. Peserta dapat menyebutkan pengertian, cara kerja, kelebihan dan
kekurangan KB implant.
5. Waktu

: 60 Menit

6. Metode

: Ceramah Interaktif

7. Uraian Materi dan Sumber

KONTRASEPSI BERENCANA
I.

Pengertian
Keluarga

berencana

adalah

penggunaan

cara-cara

pengaturan fertilitas untuk membantu seseorang atau suatu


keluarga untuk mencapai tujuan tertentu, yaitu menunda
kelahiran, mengatur jarak atau jumlah kelahiran dan mengakhiri
fertilitas (BKKBN, 2005).
Kontrasepsi berasal dari kata kontra dan sepsi. Kontra
berarti mencegah atau melawan, sedangkan konsepsi berarti
pertemuan

antara

sel

telur

dan

sperma

yang

dapat

mengakibatkan kehamilan. Jadi maksud kontrasepsi adalah


menghindari atau mencegah terjadinya konsepsi pertemuan sel
telur dengan sperma di dalam kendungan / rahim (Notodiharjo,
2000).
Menurut Sarwono (1999) kontrasepsi adalah usahausaha untuk mencegah terjadinya kehamilan. Usaha itu dapat
bersifat sementara, dapat juga bersifat permanent, yang bersifat
permanent dinamakan pada wanita tubektomi dan pada pria
vasektomi.
II.

Jenis Alat Kontrasepsi


1. Alamiah
a.

Pantang Berkala
Cara ini dilakukan dengan tidak melakukan senggama
pada saat istri dalam masa subur. Cara ini kurang
dianjurkan karena sukar dilaksanakan dan membutuhkan
waktu lama untuk puasa. Selain itu kadang juga istri
kurang terampil dalam menghitung siklus haidnya setiap
bulan.

b. Senggama Terputus
Senggama dilakukan sebagaimana biasa, tetapi pada
puncak senggama alat kelamin pria dikeluarkan dari liang

vagina dan sperma dikeluarkan di luar. Cara ini tidak


dianjurkan karena sering gagal, karena suami belum tentu
tahu kapan spermanya keluar.

2. KB Non Hormonal
a.

Kondom

Diafragma
Kondom

merupakan

salah

satu

pilihan

untuk

mencegah kehamilan yang sudah popular di masyarakat.


Kondom adalah suatu kantung karet tipis, biasanya
terbuat dari lateks tidak berpori, dipakai untuk menutupi
zakar yang berdiri (tegang) sebelum dimasukkan ke
dalam liang vagina. Kondom sudah dibuktikan dalam
penelitian di laboratorium sehingga dapat mencegah
penularan penyakit seksual, termasuk HIV/AIDS.
Kondom mempunyai kelebihan antara lain mudah
diperoleh di apotek, toko obat, atau supermarket dengan
harga yang terjangkau dan mudah dibawa kemana-mana.
Selain itu, hampir semua orang bisa memakai tanpa
mengalami efek samping. Kondom tersedia dalam
berbagai bentuk dan aroma, serta tidak berserakan dan
mudah dibuang. Sedangkan diafragma adalah kondom
yang di gunakan pada wanita, namun kenyataannya
kurang popular di masyarakat.
b.

AKDR

(Alat

Kontrasepsi Dalam
Rahim)
AKDR atau IUD (Intra Uterine Device) bagi banyak
kaum wanita merupakan alat kontrasepsi yang terbaik.
Alat ini sangat efektif dan tidak perlu diingat setiap hari
seperti halnya pil. Bagi ibu yang menyusui, AKDR tidak
akan mempengaruhi isi, kelancaran ataupun kadar air
susu ibu (ASI). Namun, ada wanita yang ternyata belum

dapat menggunakan sarana kontrasepsi ini. Karena itu,


setiap calon pemakai AKDR perlu memperoleh informasi
lengkap tentang seluk-beluk alat kontrasepsi ini.
Jenis-jenis AKDR di Indonesia
1) Copper-T
AKDR berbentuk T, terbuat dari bahan polyethelen
di mana pada bagian vertikalnya diberi lilitan kawat
tembaga halus. Lilitan kawat tembaga halus ini
mempunyai efek antifertilisasi (anti pembuahan) yang
cukup baik.
2) Copper-7
AKDR ini berbentu angka 7 dengan maksud untuk
memudahkan pemasangan. Jenis ini mempunyai
ukuran

diameter

batang

vertical

32

mm

dan

ditambahkan gulungan kawat tembaga (Cu) yang


mempunyai luas permukaan 200 mm2 , fungsinya sama
seperti halnya lilitan tembaga halus pada jenis copperT.
3) Multi load
AKDR ini terbuat dari plastik (polyethelen) dengan
dua tangan kiri dan kanan berbentuk sayap yang
fleksibel. Panjangnya dari ujung atas ke bawah 3,6 cm.
batangnya diberi gulungan kawat tembaga dengan
luas permukaan 250 mm2 atau 375 mm2 untuk
menambaha efektifitas. Ada 3 ukuran multi load yaitu
standar, small (kecil), dan mini.
3. KB hormonal:
a.

Suntik
1) Kontrasepsi Suntikan Progestin
Kontrasepsi suntikan progestin merupakan suatu
jenis kontrasepsi yang sangat efektif, aman dan dapat
dipakai oleh semua perempuan dalam usia reprouksi,
kembalinya kesuburannya pun lebih lambat, rata-rata 4

bulan. Jenis kontrasepsi ini juga cocok untuk masa


laktasi karena tidak menekan produksi ASI.
Jenis
Untuk jenis kontrasepsi progestin ada 2 jenis :
a) Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA), yang
diberikan setiap 3 bulan dengan cara disuntik
intramuskuler (di daerah bokong).
b) Depo noristeron enentat (depo noristerat), yang
diberikan setiap 2 bulan dengan cara disuntik
intramuskuler.
Cara Kerja
a) Mencegah ovulasi
b) Mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan
penetrasi sperma
c) Menjadikan selaput lendir rahim tipis dan atrofi
d) Menghambat transportasi gamet dan tuba
Efektifitas
Efektifitasnya

tinggi,

asal

penyuntikan

dilakukan

secara benar.
Keuntungan
a) Sangat efektif
b) Pencegahan kehamilan jangka panjang
c) Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri
d) Tidak mengandung hormon estrogen sehingga
tidak berdampak serius terhadap penyakit jantung,
dan gangguan pembekuan darah.
e) Tidak berpengaruh terhadap ASI
f) Efek sampingnya sedikit
g) Dapat digunakan oleh perempuan usia >35 tahun
sampai perimenopause
h) Membantu mencegah kanker endometrium dan
kehamilan ektopik
i) Menurunkan
payudara

kejadian

penyakit

jinak

pada

j) Mencegah beberapa penyebab penyakit radang


panggul.
Keterbatasan
a) Sering menimbulkan gangguan haid (siklus haid
memendek atau memanjang, perdarahan yang
banyak atau sedikit, perdarahan tidak teratur atau
perdarahan bercak atau spotting, tidak haid sama
sekali)
b) Ibu sangat bergantung pada tempat sarana
pelayanan

kesehatan

(harus

kembali

untuk

suntikan)
c) Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktusebelum
suntikan berikutnya
d) Permasalahan

berat

badan

merupakan

efek

samping tersering, hal ini disebabkan karena jenis


kontrasepsi untik mengandung hormon

yang

meningkatkan nafsu makan. Akan tetapi jikan


seorang akseptor dapat mengendalikan pola
makan maka kegemukan tidak akan terjadi.
e) Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan
infesi menular seksual, hepatitis virus, dan infeksi
virus HIV
f) Kesuburan

tidak

segera

kembali

setelah

penghentian pemakaian karena belum habisnya


pelepasan obat suntikan.dari deponya
g) Terjadi perubahan pada
menurunkan
menimbulkan

lipid

kepdatan

serum, sedikit

tulang

kekeringan

pada

(densitas),
vagina,

menurunkan libido, gangguan emosi, sakit kepala,


nervositas, jerawat, pada penggunaan jangka
panjang.
Yang dapat menggunakan kontrasepsi suntik progestin
a. Usia reproduksi
b. Nullipara dan yang telah memiliki anak

c. Menghendaki kontrasepsi jangka panjang dan yang


memiliki efektifitas tinggi.
d. Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai
e. Setelah melahirkan dan tidak menyusui
f. Setelah abortus atau belum menghendaki kontrasepsi
mantap.
g. Perokok
h. Tekanan darah lebih dari 180/100 mmhg
i. Menggunakan obat untuk epilepsi atau obat untuk
tubercolosis
j. Tidak dapat memakai kontrasepsi yang mengandung
estrogen
k. Mendekati usia menopause yang tidak mau atau tidak
boleh menggunakan pil kontrasepsi kombinasi.
Yang

tidak

boleh

menggunakan

kontrasepsi

suntikan

progestin
a.

Hamil atau dicurigai hamil

b.

Perdarahan pervaginam yang belum


jelas penyebabnya

c.

Tidak dapat menerima gangguan


haid

d.

Menderita

kanker

payudara

atau

riwayat kanker payudara


e.

DM disertai komplikasi

Waktu mulai menggunakan kontrasepsi suntikan progestin


a.

Setiap saat selama siklus haid

b.

Mulai hari pertama sampai ke tujuh


siklus haid

c. Pada ibu yang tidak haid, dapat diberikan dapat diberikan


setiap saat asal tidak hamil
d. Selam tujuh hari setelah suntikan tidak boleh melakukan
hubungan seksual
Efek samping

a. Amenore (tidak terjadi perdarahan atau spotting)


b. Perdarahan bercak
c. Meningkatnya atau menurunnya berat badan
2). Kontrasepsi Suntikan Kombinasi
Suntikan

kombinasi

ini

berfungsi

menekan

ovulasi

(kematangan sel telur), mengentalkan lendir serviks, perubahan


pada endometium (atrofi) sehingga implantasi terganggu,
mengambat transportasi gamet oleh tuba.
Kontrepsi ini sangat efektif (0,1-0,4 kehamilan per seratus
perempuan) selama tahun pertama pengguna.
a) Keuntungan Kontrasepsi
1.

Risiko terhadap kesehatan kecil tidak


berpengaruh pada hubungan suami istri

2.

Tidak diperlukan pemeriksaan dalam

3.

Jangka Panjang

4.

Efek samping sangat kecil

5.

Klien tidak perlu enyimpan obat


suntik

b) Keuntungan Nonkontrasepsi
1.

Menguangi jumlah perdarahan

2.

Mengurangi nyeri saat haid

3.

Mencegah anemia

4.

Khasiat

pencegahan

teradap

kanker

ovarium dan kanker endometrium


5.

Mengurangi penyakit payudara jinak dan


kista ovarium

6.

Mencegah kehamlan ektopik

7.

Melindungi klien dari jenis-jenis tertentu


penyakit radang panggul

8.

Pada keadaan tertentu dapat diberikan


pada perempuan usia pre menopouse

c) Kerugian
a.

Terjadi perubahan pola haid, spoting,


perdarahan sela sampai 10 hari

b.

Mual, sakit kepala,nyeri payudara


ringan dan keluhan seperti ini akan hilang setelah suntukan
berikutnya

c.

Ketergantungan

klien

terhadap

pelayanan kesehatan. Klien harus kembali setiap 30 hari


untuk mendapatkan suntikan.
d.

Efektifitas berkurang bila digunakan


bersamaan dengan obat-obat epilepsi (penitoin, barbiturat)
atau obat TBC (rifampisin)

e.

Dapat terjadi efek samping yang


serius , seperti serangan jantung, stroke, bekuan darah
pada paru atau ota, dan kemungkinan timbulnya tumorhati.

f.

Penambahan berat badan

g.

Tidak menjamin terhadap penularan


PMS, hepatitis B atau HIV

h.

Kemungkinan

terlambatnya

kesuburan setelah penghentian pemakaian.


d) Yang boleh menggunakan suntikan kombinasi
a. Usia reproduksi
b. Telah memiliki anak atau yang belum memiliki anak
c. Ingin mendapatkan kontrasepsi dengan efektifitas tinggi
d. Menyusui ASI, pasca persalinan lebih dari 6 bulan
e. Pasca persalinan dan tidak menyusui
f. Anemia
g. Nyeri haid hebat
h. Haid teratur
i. Riwayat kehamilan ektopik
j. Sering lupa menggunakan pil kontrasepsi.
e) Yang tidak boleh menggunakan suntikan kombinasi
a. Hamil atau diduga hamil
b. Menyusui di bawah 6 minggu pasca pesalinan
c. Perdarahan pervagina yang belum jela sebabnya
d. Penyakit hati akut (hepatitis)
e. Usia lebih dari 35 tahun yang merokok

f. Riwayat penyakit jantung stroke atau tekanan darah


tinggi. Lebih dari 180/110 mmHg
b.

Pil
1. Jenis-jenis Pil
a)

Pil Gabungan atau Kombinasi


Tiap pil mengandung dua hormone sintesis yaitu
hormone

estrogen

dan

progestin.

Pil

gabungan

mengambil manfaat dari cara kerja kedua hormone yang


mencegah kehamilan, dan hampir 100% efektif bila
diminum secara teratur.
b)

Pil Khusu-Progestin (Pil Mini)


Pil ini mengandung dosis bahan progestin sintesis dan
memiliki sifat pencegah kehamilan, terutama dengan
mengubah mukosa dari leher rahim (merubah sekresi
pada leher rahim) sehingga mempersulit pengangkutan
sperma.

Selain

endometrium

itu

(lapisan

juga

mengubah

dalam

lingkungan

rahim)

sehingga

menghambat perletakan telur yang telah dibuahi.


2.

Kontra indikasi Pemakaian Pil


Kontrasepsi pil tidak boleh diberikan pada wanita yang
menderita hepatitis, radang pembuluh darah, kanker
payudara atau kanker kandungan, hipertensi, gangguan
jantung, varises, perdarahan abnormal melalui vagina,
kencing manis, pembesaran kelenjar gondok (stroma),
penderita sesak nafas, eksim dan migraine (sakit kepala
yang berat pada sebelah kepala).

3.

Efek samping Pemakaian Pil


Pemakaian pil dapat menimbulkan efek samping
berupa perdarahan diluar haid, rasa mual, bercak hitam
di pipi (hiperpigmentasi), jerawat, penyakit jamur pada
liang vagina (candidiasis), nyeri kepala, dan penambahan
berat badan.

c.

Implan
Berbentuk seperti kapsul yang disusukkan di bawah kulit
lengan atas wanita
1.

Jenis
a) Norplan
Terdiri dari 6 batang silastik berongga lama kerjanya 5
tahun
b) Implanon
Terdiri dari satu batang lama kerjanya 3 tahun.
c) Jadena dan Indoplan
Terdiri dari 2 batang lama kerja 3 tahun.

2.

Cara Kerja
a) Mencegah ovulasi
b) Mengentalkan

lendir

serviks

sehingga

menurunkan

penetrasi sperma
c) Menjadikan selaput lendir rahim tipis dan atrofi
d) Menghambat transportasi gamet dan tuba
3.

Efektifitas
Sangat efektif (0,2-1 kehamilan per 100 perempuan)

4.

Keuntungan
a) Daya guna tinggi
b) Perlindungan jangka panjang
c) Tidak mengganggu senggama
d) Tidak mengganggu ASI
e) Pengembalian

kesuburan

setelah

pencabutan

cepat

kembali.
f) Mengurangi jumlah darah haid
g) Mengurangi nyeri haid
h) Melindungi diri dari beberapa penyakit radang panggul
5.

Efek Samping
a) Amenorhoe
b) Perdarahan bercak (spooting)
c) Nyeri payudara
d) Perasaan mual

e) Pening/ pusing kepala

II.

DAFTAR PUSTAKA
BKKBN. 2003. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta:
Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Nawangsih, Unu Hani Edi.2009.Panduan Praktikum Pelayanan
Keluarga Berencana(KB) Semester IV Program Studi DIII
Kebidanan,Yogyakarta:STIKES AISYIYAH Yogyakarta.