Anda di halaman 1dari 38

Oleh :

KETENTUAN UMUM
1. Tata cara berlalu lintas mengambil jalur jalan
sebelah kiri
2. Penggunaan selain jalur kiri apabila :
a. Melewati kendaraan didepan
b. Ditunjuk / ditetapkan petugas yg berwenang;

TATA CARA MELEWATI


Pengemudi yg akan
melewati kendaraan lain
harus :
1. Mempunyai pandangan yang bebas & menjaga ruang yg
cukup bagi kend yg dilewatinya;
2. Mengambil lajur/jalur sebelah kanan kend yg dilewatinya;
3. Dalam keadaan tertentu boleh sebelah kiri, bila :
a. Lajur kanan macet
MEMPERHATIKAN
B. Bermaksud belok kiri

KESELAMATAN LL

Dilarang melewati kend yang telah memberi isyarat akan


mengambil lajur/jalur kanan

Menyalip pada jalan 3


lajur

Menyalip di simpang
Tiga

Menyalip pada
jalan dengan dua
lajur dua arah

DILARANG
Menyalip pada
tikungan

Menyalip kalau
pandangan tidak jelas

DILARANG
MENYALIP
DI MEDIAN

MENYALIP
DI TEMPAT
PENYEBERANGAN
ORANG

DILARANG
PERSIMPANGAN

PERSILANGAN
DENGAN KA

DILARANG MENYALIP

TIKUNGAN

ZEBRA CROSS

PERSIMPANGAN

PERLINTASAN

MELINTASI
MEDIAN

PANDANGAN TDK

PENGEMUDI HARUS MEMPERLAMBAT


KENDARAAN, APABILA AKAN MELEWATI :
1. Kend umum yg sedang menaikkan / menurunkan
penumpang;
2. Kend tdk bermotor yg ditarik hewan, hewan yg
ditunggangi atau digiring
Pengemudi dilarang melewati :
1. Kend lain di persimpangan / persilangan sebidang
dg k a
2. Kend yg sedang memberi kesempatan
menyeberang kepada pejalan kaki atau
sepeda

PENGEMUDI YANG AKAN DILEWATI KENDARAAN


LAIN WAJIB :
1. Memberikan ruang gerak yang cukup bagi
kend yg akan melewati;
2. Memberi kesempatan / menjagakecepatan
agar dapat dilewati dengan aman

TATA CARA BERPAPASAN


Berpapasan pada jalan yg tdk ada pemisah, harus
memberikan ruang gerak yg cukup disebelah kanan
kendaraan
Bila ada rintang didepan,
mendahulukan kend. Dari arah
berlawanan
Pada tanjakan/menurun tdk
mungkin berpapasan yg
menanjak didahulukan

TATA CARA MEMBELOK


1. Pengemudi yg akan membelok /
berbalik arah atau berpindah
lajur, harus :
a. Mengamati situasi ll
didepan, samping &
belakang;
b. Memberi isyarat dg
lampu/lengan
2. Pengemudi dapat langsung belok
kiri pada setiap persimpangan jalan
kecuali ditentukan lain oleh rambu
atau alat pemberi isyarat lalu lintas
(apill)

HAK UTAMA PADA PERSIMPANGAN


A. Persimpangan tidak dengan apill
Pengemudi wajib memberikan hak utama kepada :
1. Kend yg datang dr arah DEPAN dan/atau CABANG
PERSIM LAIN, jika dinyatakan dg rambu / marka
2. Kend dr JALAN UTAMA, bila pengemudi datang dr
jalan lebih kecil/gang/pekarangan;
3. Kend yg datang dr arah cabang persimpangan
SEBELAH KIRI, utk persim 4 atau lebih sama besar;
4. Kend yg datang dr arah cabang persimpangan
SEBELAH KIRI, utk persimpangan 3 TIDAK tegak
lurus;
5. Kend yg datang dr arah cabang persimpangan
YANG LURUS, utk persimpangan 3 tegak lurus;

B. PERSIMPANGAN DG BUNDARAN, hak utama pada


kend yg telah berada di seputar bundaran;
C. PADA PERSILANGAN SEBIDANG DG JALAN
REL
(KERETA API), pengemudi harus :
1. Mendahulukan kereta api
2. Memberikan hak utama kepada kendaraan yg
lebih dahulu melintasi rel

HAK UTAMA PENGGUNAAN


JALAN
UTK KELANCARAN LALU LINTAS
A. PEMAKAI JALAN WAJIB MENDAHULUKAN SESUAI
URUTAN PRIORITAS SEBAGAI BERIKUT :
1. Kend Pemadam Kebakaran yg sedang
melaksanakan tugas;
2. Ambulans yang mengangkut orang sakit;
3. Kend utk memberi pertolongan pada kecelakaan
lalu lintas;
4. Kend Kepala Negara/Pemerintah Asing sbg tamu
negara;
5. Iring-iringan pengantaran jenazah;
6. Konvoi, pawai atau kend orang cacat;
7. Kend utk keperluan khusus mengangkut barangbarang khusus
B. PRIORITAS DG PENGAWALAN PETUGAS YG
BERWENANG / DILENGKAPI ISYARAT / TANDA-TANDA

MERGING
MEMASUKI
JALAN TOL

DIVERGING
KELUAR
JALAN TOL

PERSIMPANGAN PRIORITAS

PERSIMPANGAN PRIORITAS

PERSIMPANGAN
PRIORITAS

BERHENTI DAN PARKIR


A. SETIAP JALAN DPT DIGUNAKAN SBG TEMPAT BERHENTI /
PARKIR BILA TDK ADA RAMBU, MARKA ATAU TANDA LAIN
ATAU DITEMPAT TERTENTU, SEPERTI :
1. Sekitar tempat penyeberangan pejalan kaki /
sepeda;
2. Pada jalur khusus pejalan kaki;
3. Pada tikungan;
4. Diatas jembatan;
5. Dekat persimpangan / perlintasan Kereta api;
6. Didepan pintu keluar masuk pekarangan;
7. Pada tempat yang dapat menutupi rambu, APILL;
Dekat
keran pemadam
kebakaran
atau DARURAT
sumber air
B. 8.
KEND
BERHENTI
/ PAKIR DALAM
KEADAAN
sejenis.
WAJIB
MEMASANG SEGITIGA PENGAMAN, LAMPU
ISYARAT BAHAYA ATAU ISYARAT LAINNYA

PERINGATAN DENGAN BUNYI


A. ISYARAT PERINGATAN DGN BUNYI (KLAKSON)
DIGUNAKAN APABILA :
1. Diperlukan untuk keselamatan;
2. Melewati kendaraan bermotor lain;
B. ISYARAT PERINGATAN DGN BUNYI (KLAKSON)
DILARANG :
1. Pada tempat tertentu dinyatakan dengan
rambu;
2. Bunyi yg dikeluarkan tidak sesuai persyaratan
teknis
dan laik jalan kendaraan
bermotor;

ISYARAT PERINGATAN DGN BUNYI YG


BERUPA SIRINE HANYA DPT
DIGUNAKAN OLEH :
1. Kend Pemadam Kebakaran yg sedang melaksanakan
tugas;
2. Ambulans yg sedang mengangkut orang

sakit;

3. Kendaraan jenazah yg sedang mengangkut jenazah;


4. Kendaraan petugas penegak hukum tertentu yg sedang
melaksanakan tugas;
5. Kend petugas pengawalan Kepala Negara / Pemerintah
Asing yg menjadi tamu negara.

PENGGUNAAN LAMPU
A. PENGEMUDI KEND BERMOTOR DI MALAM HARI/
WAKTU GELAP WAJIB MENYALAKAN LAMPU, YG
MELIPUTI :
1. Lampu utama dekat;
2. Lampu posisi depan dan belakang;
3. Lampu tanda nomor kendaraan;
4. Lampu batas bagi kendaraan tertentu;
B. PENGEMUDI KEND BERMOTOR, DILARANG :

Menyalakan/menggunakan lampu-lampu selain yg


diwajibkan kecuali tdk membaha yakan / mengganggu
pemakai jalan lain;

Menyalakan lampu jauh waktu berpapasan;

Menyalakan lampu kabut pada waktu cuaca terang;

Menutup lampu penunjuk arah, lampu mundur dan


lampu isyarat peringatan bahaya;

Menyalakan lampu peringatan berwarna biru atau

C. PENGEMUDI KENDARAAN BERMOTOR WAJIB :


Menjaga agar lampu pada kendaraannya tetap berfungsi

dan tidak menyilaukan pengemudi lain;


Menyalakan lampu penunjuk arah pada
waktu akan membelok atau berbalik arah;
Menyalakan lampu peringatan berwarna biru bagi
kendaraan tertentu;
Menyalakan lampu peringatan berwarna kuning bagi
kend tertentu atau yg mengangkut barang khusus;

KECEPATAN MAKSIMUM
KENDARAAN BERMOTOR
KECEPATAN MAKS YG DIIJINKAN UTK KEND BERMOTOR
FUNGSI
JALAN

KELAS JALAN
I, II

PRIMER

SEKUNDER

IIIA

IIIB

IIIC

1. MP, Bus, M.Brg, SM MP, Bus,


: 100 Kpj
M.Brg, kec
Krt Gdg &
2. Krt Gdg & Tmpl :
Tmpl : 80
80 Kpj
Kpj

MP, Bus,
M.Brg, kec
Krt Gdg &
Tmpl :
60Kpj

1. MP, Bus, M.Brg, SM MP, Bus,


: 70 Kpj
M.Brg, kec
Krt Gdg &
2. Krt Gdg & Tmpl :
Tmpl : 50
60 Kpj
Kpj

MP, Bus,
M.Brg, kec
Krt Gdg &
Tmpl :
40Kpj

III

KELAS JALAN

Jalan Arteri dpt dilalui kend bermotor & muatan dg maks


lebar 2.500 m, panjang 18.000m, MST >> 10 Ton

II

Jalan Arteri dpt dilalui kend bermotor & muatan dg maks


lebar 2.500 m, panjang 18.000m, MST = 10 Ton

IIIA

Jalan Arteri dpt dilalui kend bermotor & muatan dg maks


lebar 2.500 m, panjang 18.000m, MST = 8 Ton

IIIB

Jalan Arteri dpt dilalui kend bermotor & muatan dg maks


lebar 2.500 m, panjang 12.000m, MST = 8 Ton

IIIC

Jalan Arteri dpt dilalui kend bermotor & muatan dg maks


lebar 2.100 m, panjang 9.000m MST = 8 Ton

KECEPATAN MAKSIMUM
KENDARAAN BERMOTOR
UNTUK KES, KAM, TIB DAN CAR LANTAS DAPAT
DITETAPKAN KEC MAKS YANG LEBIH RENDAH
SESUAI PERKEMBANGAN DAN KEBUTUHAN LLAJ DAPAT
DITETAPKAN KEC MAKS YANG LEBIH TINGGI
DALAM KEADAAN TERTENTU KETENTUAN MENGENAI
BATAS KECEPATAN MAKSIMUM ATAU MINIMUM TIDAK
BERLAKU, SEPERTI KONDISI JALAN TIDAK
MEMUNGKINKAN ATAU RUSAK ATAU PERINTAH DARI
PETUGAS YANG BERWENANG

JARAK ANTAR KENDARAAN

KECEPATAN
40 KPJ

KECEPATAN
50 KPJ

KECEPATAN
60 KPJ

KECEPATAN
70 KPJ

PEJALAN KAKI HARUS :


1. Berjalan pada fasilitas utk pejalan kaki / paling

kiri;
2. Paling kiri bila mendorong kereta dorong;
3. Menyeberang ditempat yang ditentukan, bila tdk

ada ditempat yg menjamin keselamatan &


kelancaran lalu lintas;
4. ROMBONGAN PEJALAN KAKI (mis. Gerak jalan)

menggunakan lajur paling kiri

PERILAKU PENGEMUDI TERHADAP


PEJALAN KAKI
PENGEMUDI KENDARAAN BERMOTOR WAJIB MENGUTAMAKAN
KESELAMATAN PEJALAN KAKI :
1.

Yang berada /berjalan pada bagian jalan utk


pejalan
kaki;
2.
Yang akan / sedang menyeberang jalan

PEMINDAHAN / DEREK KENDARAAN


BERMOTOR
Petugas yg berwenang dpt melakukan pemindahan kendaraan
bermotor, dalam hal :

Kend yg patut diduga terlibat tindak kejahatan;


Kend mengalami kerusakan teknis dan berhenti atau
parkir pada tempat yg dilarang;
Kend yg diparkir pada tempat yg dilarang utk berhenti/
parkir;
Kend yg parkir dijalan dalam 2 x 24 jam tdk diketahui
pemiliknya;

PEMINDAHAN / DEREK KENDARAAN


BERMOTOR
A. Petugas yg berwenang melakukan pemindahan kend
bermotor, dlm melakukan pemindahan harus :
Menggunakan mobil derek;
Bertanggungjawab atas kelengkapan & keutuhan
kendaraan beserta muatannya;
Membuat berita acara pemindahan;
Memberitahukan kepada pemilik/ pemegang
kendaraan
B. Pemindahan kend bermotor dpt dilaku kan oleh badan
hukum yg ditunjuk;
C. Pemindahan kend bermotor dpt dipungut biaya

JENIS JENIS PERLENGKAPAN JALAN


1. Rambu-rambu Lalu Lintas
2. Marka Jalan/Paku Jalan
3. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas
LIGHT

(APILL)TRAFFIC

4. Alat Pengendali dan Pengaman Pemakai Jalan:


5. Alat Pengawasan dan Pengamanan Jalan,
6. Fasilitas pendukung: fasilitas pejalan kaki, parkir
pinggir jalan, halte, tempat istirahat dan penerangan
jalan

Alat Pengendali Pemakai Jalan:


1. Alat Pembatas Kecepatan Kendaraan
2. Alat Pembatas Tinggi dan Lebar Kendaraan
Alat Pengaman Pemakai Jalan:
Pagar
Pengaman
Jalan,
Cermin
Tikungan,
Delineator, Pulau-pulau lalu lintas & Pita penggaduh
Alat Pengawasan dan Pengamanan

Jalan :

1. STATIS / JEMBATAN TIMBANG


2. YG DPT DIPINDAH-PINDAHKAN / PORTABLE

MARKA JALAN
GARIS PUTUS-PUTUS DAN GARIS
MENERUS

TURNING BAY / LAJUR MEMBELOK


Lajur Membelok :
Tempat menunggu bagi kend yg
akan membelok kanan, sampai
situasi aman utk jalan.
Tidak boleh menyalip pada lajur
membelok
Mendekati lajur membelok
dipasang marka jalan segitiga dg
garis diagonal dan tanda panah.
Kendaraan hanya boleh melewati
tanda tersebut kalau akan
membelok kanan

GANGGUAN UTAMA LALU


LINTAS