Anda di halaman 1dari 21

BABVIII

INDIKATORMAKROEKONOMI

Makroekonomi merupakanbagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari aspek ekonomi dalam
kaitannya dengan tinjauan makro negara. Ilmu makroekonomi ini mempelajari tingkat keberhasilan
kinerja perekonomian nasional secara keseluruhan. Oleh karena itu, pemerintah selalu menyebutkan
angkaangka,datadata,sertastatistikyangberkaitandengankondisiekonomisecaramakro,baikuntuk
menunjukkan target dalam rencana pembangunan yang akan dilaksanakan maupun capaian dan
realisasihasilpembangunan.Keberhasilanpembangunannasional,seringkalidiukurdariseberapabaik
suatunegarasaatmencapailimasasaranpokokmakroekonomi,yaitu:
(1).stabilitasharga,
(2).pertumbuhanekonomi,
(3).kesempatankerja,
(4).neracapembayaraninternasional,dan
(5).pemerataanpembangunan.
Secara teoritis sasaransasaran di atas bisa dicapai secara serentak, jika diusahakan secara
sungguhsungguh oleh suatu pemerintahan negara. Meskipun demikian, terdapat masalah dalam
praktek di lapangan, yaitu terjadinya konflik antar sasaran. Dilema atau trade off yang sering terjadi
adalah usaha menaikkan salah satu sasaran bisa berakibat menurunkan sasaran lainnya. Misalnya,
kebijakan moneter yang longgar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menurunkan
penganggurancenderungakanmeningkatkantingkatharga,upahdaninflasi.Dilemainimenmunculkan
kondisi saat menginginkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, harus mngorbankan sasaran lainnya,
sepertistabilitasharga.

A.

SEKTOREKONOMIDALAMNEGERI

1.

STABILITASHARGA
Stabilitas harga sebagai salah satu sasaran dalam makroekonomi, erat kaitannya dengan masalah

pengendalian inflasi. Inflasi adalah kenaikan harga komoditas (barang dan jasa) dalam kurun waktu
tertentusecaraserentakdiberbagaitempatsecaraberkelanjutan.Olehkarenaitu,kenaikanhargasuatu
bahanpangankarenamusimpaceklikataukarenawabahpenyakittidakbisadikatakansebagaikondisi
inflasi.

PENGANTARILMUEKONOMI|NugrohoPriyoNegoro 1

InflasidiIndonesiadiukurdenganindikatorIndeksHargaKonsumen(IHK).Indekshargakonsumen
atauConsumerPriceIndex(CPI)merupakansalahsatuukuranumumdenganpendekatanpengeluaran
dalammengukurtingkatperubahanhargabarangdanjasadisuatunegara,selainpendekatanproduksi
danpendekatanpendapatan.PengukuranIHKdiIndonesiadilakukanolehBadanPusatStatistik(BPS)di
66 wilayah kota/kabupaten seluruh Indonesia, sebagai sampelnya. Sejak tahun 1996, komoditas ini
dikelompokkanmenjadisembilankelompoklapanganusaha(sektor),yaitu:
1. Pertanian,Peternakan,KehutanandanPerikanan
2. PertambangandanPenggalian
3. IndustriPengolahan
4. Listrik,GasdanAirBersih
5. Bangunan
6. Perdagangan,HoteldanRestoran
7. PengangkutandanKomunikasi
8. Keuangan,PersewaandanJasaPerusahaan
9. LainLain

Pengendalian inflasi pada tingkat yang rendah dapat menciptakan stabilitas harga yang
diharapkan. Tidak ada patokan yang baku mengenai tingkat inflasi dikatakan rendah. Akan tetapi
banyaknegaramenoleransiinflasimoderatpadatingkatsatudigit,seperti:7,8atau9persen.Inflasi
moderat ini tetap diperlukan untuk terjadi, karena dapat merangsang pertumbuhan ekonomi. Pada
tingkat inflasi yang tinggi, seperti di atas dua digit, maka akan mengakibatkan berbagai permasalahan
seriusdalamperekonomiannegara,seperti:

Krediturpemegangobligasiberbungatetapmenderitakerugian,denganadanyakenaikanharga
hargaini

Golongan berpendapatan tetap, seperti pegawai negeri, pensiunan atau pegawai swasta akan
menderita,karenadayabelidaripendapatanmerosot,denganadanyainflasiyangtinggiini.

Merugikanparapenabung,karenabungariilakanterkoreksidengannilaiinflasiini

Inflasidapatmenurunkandayasaingkomoditasdipasarekspor

Inflasimeningkatkanbiayaproduksibarangdanjasa,sehinggamenggeserkurvapenawaranke
sebelahkiridanberakibatpadapenurunanoutputriil.

PengendalianinflasiIHKinisangatperludilakukan.BankIndonesiasebagaiinstitusimoneternegara
memiliki peranan di bidang ini, misal melalui pengendalian suku bunga. Akan tetapi tidak semua
PENGANTARILMUEKONOMI|NugrohoPriyoNegoro 2

kebijakanmoneterakanberpengaruhterhadapinflasiIHKini.Hanyainflasiinti(coreinflation)sajayang
terpengaruholehkebijakanmoneteryangdiambil.InflasiintiiniadalahinflasiIHKsetelahmengeluarkan
inflasiyangterjadipadabahanmakananyangharganyasangatbefluktuasi(volatilefoods)danbarang
barang yang harganya banyak ditentukan pemerintah (administrative goods). inflasi inti dapat lebih
tinggi ataupun lebih rendah dari inflasi IHK, tergantung pada kenaikan harga volatile foods dan
administeredgoods.Sebagaicontoh,padatahun2003karenaterjadinyapenurunanhargavolatilefoods
yang cukup besar,inflasi IHKcukupjauhberadadibawah inflasi inti.Sementaraitu,dengankenaikan
hargaBBMyangrataratadiatas100%,padatahun2005inflasiIHKhampirduakalilipatdariinflasiinti.

Gambar8.1.InflasiIntidanInflasiIHK

2.

PERTUMBUHANOUTPUT
Pertumbuhan ekonomi merupakan hal penting dalam perekonomian suatu negara. Pertumbuhan

ekonomidalahpeningkatanoutputriildariwaktukewaktu.OutputriilinidiukurdalambentukProduk
Domestik Bruto (PDB) riil. Ukuran output riil ini lebih akurat untuk mengukur pertumbuhan ekonomi
dibandingkanoutputnominal.Dalamoutputriil,hanyaditekankanpadakenaikanoutputnyasaja,dan
mengabaikan atau tidak mempertimbangkan adanya perubahan harga. Adapun output nominal
mencakup dua unsur, yaitu : kenaikan output dan kenaiakan harga. Pertumbuhan output yang tinggi
sangatdiharapkanolehnegara,denganalasansebagaiberikut:

1.menciptakankesempatankerjabagiparapenganggur

2.meningkatkantarafhidupmasyarakat
Produk Domestik Bruto (PDB) mengukur output barang dan jasa akhir yang dihasilkan seluruh

unit ekonomi dalam suatu wilayah negara tertentu Selain PDB, terdapat ukuran lain, yaitu Produk

PENGANTARILMUEKONOMI|NugrohoPriyoNegoro 3

Nasional Bruto(PNB)yangmengukuroutputbarangdanjasaakhiryangdihasilkanoleh warga negara


baikyangterdapatdinegaratersebutmaupunyangberadadiluarnegeri.
PadamodelKeynessian,ProdukDomestikBrutodihitungdenganrumusansebagaiberikut:

=C+I+G+S+(XM),atau

NilaiTambahBruto

= Konsumsi Rumah Tangga + Pembentukan Modal Tetap Bruto +


KonsumsiPemerintah+PerubahanStok+(EksporImpor)

Ini merupakan rumusan penghitungan PDB dengan berdasar penggunaan. Adapun penghitungan PDB
secarasektoraldenganmendasarkan padasembilan sektorataukelompoklapanganusaha yangtelah
disebutkandiatas.PerhitunganoutputinidilakukanolehBPSbaiksecarariilmaupunnominal,
Tabel8.1LajuPertumbuhandanStrukturPDBSektoral(persen,yoy)

Sumber:BPSdanKementerianKeuangan

3.

PENGANGGURANDANKESEMPATANKERJA
Penciptaankesempatankerjayangtinggimerupakansalahsatusasaranekonomiyangpentingjuga

bagi negara. Ketiadaan kesempatan kerja akan meningkatkan tingkat pengangguran di negara .
Pengangguran akan mengakibatkan dampak yang tidak baik, dari segi ekonomi maupun aspek sosial.
Darisegiekonomi,adanyapengangguranakanmenghilangkanoutputdanpendapatanyangdihasilkan
dari para penganggur seandainya dipekerjakan. Dampak sosial adanya pengangguran diantaranya
adalah munculnya tindak kejahatan, berkurangnya rasa ketentraman bagi masyarakat, juga efek
psikologisdankepercayaandiridariparapenganggurini.
Tingkat pengangguran suatu negara dihitung dari perbandingan jumlah pengangguran dengan
angkatan kerjanya. Pengangguran didefinisikan sebagai orangorang yang tidak bekerja, tetapi sedang
aktifmencaripekerjaan.Tenagakerjadisuatunegarabisadibedakanantaraangkatankerjadanbukan
angkatankerja.Bukanangkatankerjaadalahmerekayangberumur15tahunkeatasyangkegiatannya
hanya bersekolah, mengurus rumah tangga dan sebagainya. Sedangkan angkatan kerja didefinisikan
PENGANTARILMUEKONOMI|NugrohoPriyoNegoro 4

sebagai penduduk usia produktif yang berusia 1564 tahun yang sudah mempunyai pekerjaan tetapi
sementara tidak bekerja, maupun yang sedang aktif mencari pekerjaan, jadi angkatan kerja adalah
orangorangyangbekerjaditambahdenganparapenganggur.
Tabel8.2.PendudukBekerjamenurutLapanganPekerjaan(persen),20032007

Sumber:BPS,2008

Gambar8.2.DiagramKetenagakerjaanIndonesia(Sumber:BPS,2008)

B.

SEKTORLUARNEGERI
Dierapasarbebas,peranansektorperdaganganluarnegeridalamduniaperekonomiandewasaini

sangat penting bagi suatu negara. Perdagangan dapat meningkatkan output rill dan taraf hidup
penduduk di seuatru negara. Suatu negara dapat melakukan impor barang atau jasa, yang tidak bisa
PENGANTARILMUEKONOMI|NugrohoPriyoNegoro 5

diproduksi secara efisien. Demikian sebaliknya, jika mampu melakukan produksi yang efisien di sustu
komoditas barang/jasa, maka negara tersebut dapat melakukan ekspor ke negara lain. Melalui
perdagangan,jugaakanterjaditranferteknologi,dsb.
1.

KESEIMBANGANNERACAPEMBAYARAN
Neraca pembayaran (balance of payment) adalah suatu catatan yang disusun secara sistematis

tentang seluruh transaksi ekonomi yang meliputi perdagangan barang/jasa, transfer keuangan dan
moneter antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain untuk suatu periode waktu
tertentu. Sasaran yang imgin dicapai dengan adanya inikator ini adalah menjaga neraca pembayaran
luar negeri dalam keadaan seimbang (equilibrium).Neraca pembayaran dikatakan dalam kondisi
keseimbangan, jika pendapatan dari ekspor mampu digunakan untuk membiaytai seluruh impor yang
berupabarangataujasauntukkepentinganproduksimaupunkonsumsi.

Gambar8.3.NeracaPembayaranIndonesiaTriwulanIII2012(Sumber:BI,2012)
Apabilanilaieksporlebihbesardaripadanilaiimpor,makaselisihinidisebutdengannetekspor
(ecportnetto).Kondisiyangseringdihadapiadalahkondisiketidakseimbangandimananilaiimporlebih
besar dibandingkan ekspor. Hal ini merupakan masalah yang harus diselesaikan oleh pemerintah. Net
impor ini bisa ditutup dengan tiga alternatif, pembayaran dengan menggunakan cadangan devisa,
hutang luar negferi dan incetasi.penanaman modal dari luar negeri. Penananamn modal luar negeri,
meskipundisatusisiharusmerelakanlabausahadibawakeluarnegeri,merupakanpilihanyangcukup.
Meskipun laba di bawa ke luar, tetapi invetasi ini bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomiu dan

PENGANTARILMUEKONOMI|NugrohoPriyoNegoro 6

meniungkatkan penyerapan tenaga kerja. Selain itu, pemerintah tidak harus mengembalikan pokok
modal,maupunmembayarhutangbunga,sebagaimanapadapilihanhutangluarnegeri.

2.

STABILITASNILAITUKARUANG
Nilaitukaruangataudikenalistilahkurs,stabilitasnyadiukurdenganmelihatnilaitukarmatauang

rupiahterhadapmatauangnegaralain.Dalamhalinidiukurdenganhargamatauangrupiahterhadap,
yaitu dollar Amerika. Perdagangan luar negeri suatu negara sangat dipengaruhi oleh kestabilan nilai
tukarmatauangnya.Olehkarenaitu,perdaganganluarnegeriakanmenjaditakstabil,jikanilaitukar
matauangnyajugatidakstabil.
Sejakperiodetahun1970,sistemnilaitukarmatauangyangberlakudiIndoenesiatelahmengalami
perubahansebanyaktigakali,mulaidarisistemnilaitukartetap(fixedexchangerates),sistemnilaitukar
mengambangterkendali(managedfloatingexchangerates)dansistemnilaitukarmengambangbebas
(freefloatingexchangerates).
1.SistemNilaiTukarTetap
Sistemnilaitukartetap(fixedexchangerate)dimanalembagaotoritasmonetermenetapkantingkat
nilai tukar mata uang domestik terhadap mata uang negara lain pada tingkat tertentu, tanpa
memperhatikan penawaran ataupun permintaan terhadap valuta asing yang terjadi. Bila terjadi
kekurangan atau kelebihan penawaran atau permintaan lebih tinggi dari yang ditetapkan pemerintah,
maka dalam hal ini akan mengambil tindakan untuk membawa tingkat nilai tukar ke arah yang telah
ditetapkan.Tindakan yang diambil oleh otoritas moneter bisa berupa pembelian ataupun penjualan
valuta asing, bila tindakan ini tidak mampu mengatasinya, maka akan dilakukan penjatahan valuta
asing
SistemnilaitukartetapyangberlakudiIndonesiaberdasarkanUndangUndangNomor32tahun1964
dengannilaitukarresmiRp250/USDollar,sementaranilaitukarRupiahterhadapmatauanglainnya
dihitung berdasarkan nilai tukar Rupiah per US Dollar di bursa valuta asing Jakarta dan di pasar
internasional.Selamaperiodetersebutdiatas,Indonesiamenganutsistemkontroldevisayangrelatif
ketat.ParaeksportirdiwajibkanmenjualhasildevisanyakepadaBankIndonesia.Dalamreziminitidak
adapembatasandalamhalpemilikan,penjualanmaupunpembelianvalutaasing.Sebagaikonsekuensi
kewajiban penjualan devisa tersebut, maka Bank Indonesia harus dapat memenuhi semua kebutuhan
valuta asing bank komersial dalam rangka memenuhi permintaan valuta asing oleh importir maupun
masyarakat. Berdasarkan sistem nilai tukar tetap ini, Bank Indonesia memiliki kewenangan penuh
dalammengawasitransaksidevisa.Sementarauntukmenjagakestabilannilaitukarpadatingkatyang
PENGANTARILMUEKONOMI|NugrohoPriyoNegoro 7

telah ditetapkan, Bank Indonesia melakukan intervensi aktif di pasar valuta asing.
PemerintahIndonesiatelahmelakukandevaluasisebanyaktigakaliyaituyangpertamakalidilakukan
pada tanggal 17 April 1970 dimana nilai tukar Rupiah ditetapkan kembali menjadi Rp 378/US Dollar.
Devaluasiyangkeduadilaksanakanpadatanggal23Agustus1971menjadiRp415/USDollardanyang
ketiga pada tanggal 15 November 1978 dengan nilai tukar sebesar Rp 625/US Dollar.Kebijakan
devaluasi tersebut dilakukan karena nilai tukar Rupiah mengalami overvaluated sehingga dapat
mengurangidayasaingprodukprodukekspordipasarinternasional.
2SistemNilaiTukarMengambangTerkendali
Nilai tukar mengambang terkendali, dimana pemerintah mempengaruhi tingkat nilai tukar melalui
permintaan dan penawaran valuta asing, biasanya sistem ini diterapkan untuk menjaga stabilitas
moneterdanneracapembayaran.
Sistem nilai tukar mengambang terkendali di Indonesia ditetapkan bersamaan dengan kebijakan
devaluasi Rupiah pada tahun 1978 sebesar 33 %.Pada sistem ini nilai tukar Rupiah diambangkan
terhadap sekeranjang mata uang (basket currencies) negaranegara mitra dagang utama Indonesia.
Dengan sistem tersebut, Bank Indonesia menetapkan kurs indikasi dan membiarkan kurs bergerak di
pasar dengan spread tertentu.Untuk menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah, maka Bank Indonesia
melakukanintervensibilakursbergejolakmelebihibatasatasataubatasbawahspread
Pada saat sistem nilai tukar mengambang terkendali diterapkan di Indonesia, nilai tukar Rupiah dari
tahun ke tahunnya terus mengalami depresiasi terhadap US Dollar. Nilai tukar Rupiah berubahubah
antaraRp644/USDollarsampaiRp2.383/USDollar.Denganperkataanlain,nilaitukarRupiahterhadap
USDollarcenderungtidakpasti.
3SistemNilaiTukarMengambangBebas
Nilaitukarmengambangbebas,dimanapemerintahtidakmencampuritingkatnilaitukarsamasekali
sehingga nilai tukar diserahkan pada permintaan dan penawaran valuta asing. Penerapan sistem ini
dimaksudkan untuk mencapai penyesuaian yang lebih berkesinambungan pada posisi keseimbangan
eksternal (external equilibrium position. Tetapi kemudian timbul indikasi bahwa beberapa persoalan
akibat dari kurs yang fluktuatif akan timbul, terutama karena karakteristik ekonomi dan struktur
kelembagaanpadanegaraberkembangmasihsederhana.Dalamsistemnilaitukarmengambangbebas
inidiperlukansistemperekonomianyangsudahmapan.
Indonesiamulaimenerapkansistemnilaitukar mengambangbebaspadaperiode1997hingga
sekarang.Sejak pertengahan Juli 1997, Rupiah mengalami tekanan yang mengakibatkan semakin
melemahnya nilai Rupiah terhadap US Dollar. Tekanan tersebut diakibatkan oleh adanya currency
PENGANTARILMUEKONOMI|NugrohoPriyoNegoro 8

turmoil yang melanda Thailand dan menyebar ke negaranegara ASEAN termasuk Indonesia.Untuk
mengatasitekanantersebut,BankIndonesiamelakukanintervensibaikmelaluispotexchangerate(kurs
langsung) maupun forward exchange rate (kurs berjangka) dan untuk sementara dapat menstabilkan
nilai tukar Rupiah. Namun untuk selanjutnya tekanan terhadap depresiasi Rupiah semakin meningkat.
Oleh karena itu dalam rangka mengamankan cadangan devisa yang terus berkurang, pada tanggal 14
Agustus 1997, Bank Indonesia memutuskan untuk menghapus rentang intervensi sehingga nilai tukar
Rupiahdibiarkanmengikutimekanismepasar

Gambar8.3.PerkembanganNilaiTukarRopaihterhadaUSDollar
Untukmenjaganilaitukarrupaihtetapdalamkisaranyangditetapakan,BankIndonesiamemiliki
peranandalamhalini.ApresiasirupiahyangberartikenaikannilaitukarterhadapdollarAmerikaakan
menyebabkanhargabarangimpromenjadilebihmurah, akantetapi dayasaingekspordipasardunia
akan menurun. Apresiasi dapat memperburuk kinerja posisi neraca pembayaran, sehingga akan
menganggupencapaiantargetpertumbuhanekonomi.

REFERENSI
1. Tony Hartono, (2006), Mekanisme Ekonomi Dalam Konteks Ekonomi Indonesia, PT. Remaja
RosdaKaryaBandung
2. Richard Stutely, (2006), Guide to Economic Indicators : Making Sense of Economics, 6th ed,
ProfileBooksLtd
PENGANTARILMUEKONOMI|NugrohoPriyoNegoro 9

3. KementerianKeuanganRI.(2012).KerengkaEkonomiMakrodanPokokPokokKebijakanFiskal
2012,
4. BadanPusatStatistik(2008),AnalisisPerkembanganStatistikKetenagakerjaan:LaporanSosial
Indonesia2007,BadanPusatStatistik
5. BankIndonesia(2012).LaporanNeracaPembayaranIndonesia:TriwulanIII2012.
6. www.putracenter.net

PENGANTARILMUEKONOMI|NugrohoPriyoNegoro 10

BABIX
PENGANTARKEBIJAKANFISKAL

A.

DEFINISI
Di dalam konteks makroekonomi, salah satu kebijakan dari negara yang cukup menonjol adalah

terkaitdenganmasalahanggaranataudikenaldengankebijakanfiskal.KebijakanFiskalpadadasarnya
merupakankebijakanyangmengaturtentangpenerimaandanpengeluarannegara.Penerimaannegara
bersumber dari pajak, penerimaan bukan pajak dan juga penerimaan yang berasal dari
pinjaman/bantuandariluarnegeri.Dengandemikian,kebijakanfiskalsebenarnyamerupakankebijakan
pengelolaankeuangannegaradanterbataspadasumbersumberpenerimaandanalokasipengeluaran
negara yang tercantum dalam APBN. Kebijakan ini mencakup besarnya target penerimaan pajak
langsungdantidaklangsung,targetpenerimaanbukanpajaktermasukdividenyangberasaldariBUMN
sertabesarnyarencanapenerimaandariluarnegeri,baikdaripinjamanmaupundarihibah.
Pada sisi pengeluaran pada dasarnya dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu untuk pengeluaran
yangbersifatrutin,misalnyauntukpembayarangajidanbelanjabarang,sertapengeluaranyangbersifat
pembangunanyangbersumberdaripinjamandanhibahluarnegerisertatabunganpemerintah(public
saving). Tabungan pemerintah berasal dari penerimaan dalam negeri dikurangi pengeluaran rutin
sebagaimanatercantumdalamAPBNsetiaptahunyangmenggunakanprinsipanggaranberimbangatau
balanced budget yang diterapkan sebelum masa reformasi. Implikasinya adalah pada setiap tahun
anggaranharusdiupayakanadanyasurplusanggaran.
Kebijakanfiskaltidakbolehmenjadialatpemicuterjadinyainflasiyangtidakterkendali.Kebijakan
fiskal yang diterapkan harusdapatberfungsi sebagai instrumenuntuk penyelenggaraan pemerintahan
dan pembangunan yang berkesinambungan (sustainable). Jadi sampai batasbatas tertentu kebijakan
fiskaljugaberfungsisebagaialatstimulusekonomi.

B.

TUJUANKEBIJAKANFISKAL

Secaraumumterdapatempattujuanyangingindicapaidenganmenerapkankebijakanfiskalini,adalah
untuk:
1.Meningkatkanlajuinvestasi
Kebijakanfiskalbertujuanuntukmemacudanmeningkatkanlajuinvestasidisektorswastadan
sektornegarayangdapatdicapaidenganmengendalikankonsumsibaikaktualmaupunpotensialdan
denganmeningkatkanrasiotabunganmarginal.
PENGANTARILMUEKONOMI|NugrohoPriyoNegoro 11

Dalam rangka meningkatkan laju investasi, pemerintah pertama kali harus menerapkan
kebijakan investasi di sektorsektor publik, sehingga dapat mendorong investasi di sektor swasta. Di
negaranegara sedang berkembang modal asing kurang mencukupi, maka dilakukan dengan cara
meningkatkan rasio tabungan incremental (tabungan yang digunakan sebagai dana pembangunan)
melalui keuangan negara, pajak dan pinjaman wajib. Dalam rangka menaikkan rasio tabungan ada 6
metodeyaitu

a.Kontrolfisiklangsung

b.Peningkatantarifpajakyangada

c.Penerapanpajakbaru

d.Surplusdariperusahaannegara
e.Pinjamanpemerintahyangtidakbersifatinflasioner,
f.keuangandefisit.

2.MeningkatkanKesempatanKerja
Agar kesempatan kerja meningkat, maka pengeluaran pemerintah haruslah diarahkan kepada
penyediaan "over head social dan ekonomi", dan dalam jangka pajang, pengeluaran seperti itu akan
menciptakanlapangankerjadanmenaikkanefisiensiproduktivitasekonomi.
3.UntukmendorongInvestasiOptimalSecaraSosial
Kebijakan fiskal harus mendorong investasi ke jalur over head social dan ekonomi yang
diinginkan masyarakat secara optimal, seperti investasi di bidang transport, perhubungan, dan
pengembangan tenaga kerja dan investasi di bidang pendidikan, kesehatan masyarakat dan fasilitas
latihanteknikyangditujukanuntukoverheadsocial,keduakategoriinvestasiinimenghasilkanekonomi
eksternal,memperluaspasar,meningkatkanproduktifitasdanmengurangibiayaproduksi.
4.Untuk meningkatkan stabilitas perekonomian nasional di tengah ketidakstabilan ekonomi
internasional.
Negaranegara yang sedang berkembang pada umumnya mudah sekali tergoncang oleh siklus
ekonomi internasional, oleh karena sifat perekonomian itu sendiri yang saling berhubungan antara
negarasatudenganlainya.Karenaitukebijakanfiskaldiperlukanuntukmengaturnya..

Dalam laporan PBB mengenai "Method of Financing in Underdeveloped Countries", Kebijakan


fiskalmemiliki4tujuanyaitu:

PENGANTARILMUEKONOMI|NugrohoPriyoNegoro 12

(1) Untuk meluruskan kembali ketimpangan yang berlebihan dalam distribusi pendapatan dan
kesejahteraandengancara memperluaspasardalamnegeri danmengurangiimporyang tidak
perlu.
(2) Menanggulangiinflasiyangmungkintimbuldalamperekonomian
(3) Memberikanrangsangankepada jenisjenisproyekpembangunanyangdiinginkandan dengan
demikianmembantumendorongpembangunankearahyangdiingkan.
(4) Meningkatkanjumlahtabungantotalyangtersediauntukpembangunanperekonomian.

C.

BENTUKKEBIJAKANFISKAL

Secarateoritisterdapatduabentukkategorikebijakanfiskalini,yaitu:
1. Kebijakandiskresioner(DiscretionaryFiscalPolicy)
Kebijakan fiskal ini dapat diartikan sebagai langkahlangkah pemerintah untuk merubah
pengeluarannyaataupungutanpajakdengantujuanmengurangigerakfluktuasiperekonomian
dari waktu ke waktu dan menciptakan tingkat ekonomi dimana penggunaan tenaga kerja
mencapai maksimal, tingkat inflasi rendah, dan pertumbuhan ekonomi memuaskan. Pada
hakikatnyakebijakaninidapatdibedakanmenjaditigabentuk,yaitu:
i.

Membuatperubahanpengeluaranpemerintah

ii.

MembuatperubahansIstempemungutanpajak

iii.

Secara serentak membuat perubahan pengeluaran pemerintah dan sIstem


pemungutanpajak

2. Penguranganpengeluaranpemerintah(AutomaticStabilizers)
Pengurangan pemerintah secara otomatis akan mengurangi pengeluaran agregat sehingga
tekananinflasidapatdikurangi.Sehinggasumberyangtersediadapatdialihkankepadasektor
yanglebihproduktifataumeningkatkanpembangunansektorsektorperekonomianyangdapat
menyerap tenaga kerja. Tetapi apabila keseluruhan pengeluaran yang dilakukan dalam
perekonomian lebih kecil daripada kemampuan maksimum untuk memproduksi barang, maka
masalahyangmungkintimbuladalahdeflasiataupengangguran.

D.

PENGARUHKEBIJAKANFISKALPADAPEREKONOMIAN

PENGANTARILMUEKONOMI|NugrohoPriyoNegoro 13

Kebijakan fiskal tentu akan menimbulkan pengaruh tersendiri terhadap perekonomian, baik pada
aspekpermintaanmaupunsisipenawaran,yangantaralainterhadap:
(1) PermintaanAgregat

Kebijakanfiskalberpengaruhterhadapperubahanbelanjapemerintah,pembayarantransfer

dan pajak terhadap kualitas Gross Domestik Bruto (GDP) yang diminta. Singkatnya pada tingkat harga
tertentu,kenaikanbelanjapemerintahatautransferakanmenaikkanjumlahGDPriilyangdiminta,jika
hallaindianggapkonstan.
(2) PenawaranAgregat

Kebijakaninijugamempengaruhipenawaranagregatyangdapatdiilustrasikandalamcontoh

berikut:
Misalkan pemerintah meningkatkan bantuan pengangguran dan membiayai pembayaran transfer ini
meningkatkan pajak yang diberikan kepada pekerja. Pangaruhnya, panganggur, yang menerima
peningkatantransfer,sekarangmempunyaimotivasimencarikerjayanglebihkecilataumencarisecara
lebih santai. Kebalikannya, pekerja yang mengakami penurunan upah setelah pajak, mungkin kurang
terdorong untuk kerja lembur atau sampingan. Singkatnya, penawaran tenga karja dapat menurun
sebagai akibat perubahan pajak dan transfer. Penurunan penawaran tenaga kerja akan menurunkan
penawarkanagregat,sehinggamenurunkanGDPpotensial.

E.

POLITIKANGGARAN
Hasil yang dicapai dari kebijakan fiskal merupakan interaksi (resultan) dari dampak pajak (T) dan

pengeluaran pemerintah (G) terhadap output keseimbangan (Y). Pengaruh perubahan pemerintah
terhadapperubahanpendapatankeseimbanganyaitu:
Y=G/(1b)
sedangkanpengaruhpajakterhadappendapatanadalah:
Y=bT/(1b)
Perbandingan nilai penerimaan dan pengeluaran ini menimbulkan beberapa alternatif kebijakan yang
disebutdenganpolitikanggaran,sebagaiberikut:
(1) AnggaranDefisit(deficitbudget)
Adalah anggaran yang memang direncanakan untuk defisit sebab pengeluaran pemerintah
direncanakan lebih besar dari pendapatan pemerintah. ( T < G atau G > T ). Politik anggaran defisit
biasanya ditempuh bila pemerintah ingin menstimulir pertumbuhan ekonomi. Hal ini dilakukan bila
perekonomian berada dalam kondisi resesi. Dengan asumsi kondisi awal anggaran pemerintah adalah
PENGANTARILMUEKONOMI|NugrohoPriyoNegoro 14

anggaranberimbang(G=T),bilapemerintahmenempuhanggarandeficitmakaG>TdimanaG0
dan T 0. Maka jika pemerintah menempuh politik anggaran defisit pemerintah dianggap memilih
kebijakanekspansif.
YkarenaG=G/(1b)
YkarenaT=bT/(1b)
sehinggatotalpengaruhnyakarena(karenaGdanT)adalah:
Y=G/(1b)+(bT/(1b))
=G/(1b)bT/(1b)
karenapenyebutnyasama,makayaitu(1b)makapengaruhnyadapatditulissebagaiberikut:
Y=GbT/(1b)
JikaG>T,makadapatdikatakanG=T+W,dimanaW=GT,sehingga
Y=T+WbT/(1b)
=(1b)/(1b)T+W/(1b)
=T+W/(1b)
Jikapolitikanggaran adalahdefisitmakapengaruhnya terhadappertambahanpendapatan lebihbesar
dibandingbesarnyadefisitpengeluaranyangdirencanakan.BilaT=0;(W=G)atauG=0
(W=T)makaY=W/(1b)

(2) AnggaranSurplus(surplusbudget)
Dalamanggaransurpluspemerintahmerencanakanpenerimaanlebihbesardaripengeluaran(T>
GatauG<T),ataubilaG<T.Olehkarenaitupulapolitikiniseringdiidentikkandengankebijakan
fiskalkontraktif.Politikanggaransurplusdilakukanapabilaperekonomiansedangdalamtahapekspansi
dan terus memanas. Melalui politik ini pemerintah mengerem pengeluarannya untuk menurunkan
tekananpermintaanataumengurangidayabelidenganmenaikkanpajak.
(3) AnggaranBerimbang(balancedbudget)
Bilapemerintahmerencanakanpenerimaansamadenganpengeluaran(G=TatauG=T).Tidak
adaketentuanpokokdalamkondisiekonomisepertiapapolitikanggaranberimbangditempuh.Namun,
bila pemerintah menempuh anggaran berimbang dua hal yang utama yang ingin dicapai adalah
peningkatandisiplindankepastian.
Pengaruhanggaranterhadapkeseimbanganekonomi:
YkarenaG=G/(1b)
YkarenaT=bT/(1b)
PENGANTARILMUEKONOMI|NugrohoPriyoNegoro 15

olehkarenaG=Tmaka:
Y=G/(1b)atau
Y=T/(1b)bT/(1b)
=(1b)/(1b)T=T,efekmultiplieranggaranberimbang=1

F.

ANGGARANPENERIMAANDANBELANJANEGARA(APBN)
KebijakanfiskaldiIndonesiaidentikdengantugasdantanggungjawabdariKementerianKeuangan.

Pengelolaan penerimaan dan pengeluaran negara ini tercermin dalam Anggaran Penerimaan dan
PengeluaranNegara(APBN),dimanastruktursederhananyaadalahsebagaiberikut:

Penerimaan

Pengeluaran

A. Pendapatan Negara dan Hibah

B. Belanja Negara

I. Penerimaan Dalam Negeri

I. Belanja Pemerintah Pusat

1. Penerimaan Perpajakan

1. Pengeluaran Rutin

a. Pajak Dalam Negeri

a. Belanja Pegawai

b. Pajak Perdagangan Nasional

b. Belanja Barang

2. Penerimaan Bukan Pajak

c. Pembayaran Bunga Utang

a. Penerimaan SDA

d. Subsidi

b. Laba BUMN

e. Pengeluaran Rutin Lainnya

c. Penerimaan Bukan Pajak Lainnya


II. Hibah

2. Pengeluaran Pembangunan
II. Anggaran Belanja Untuk Daerah
1. Dana Perimbangan
2. Dana Otonomi Khusus dan Penyeimbang

Total Penerimaan

Total Pengeluaran

(1) SumberSumberPendapatanNegara

Agar dapat memenuhi kebutuhannya, negara/pemerintah memiliki sumbersumber keuangan

atau pendapatan. Berdasarkan format dan struktur APBN yang terbaru (mulai tahun anggaran 2000),
sumberpendapatannegaraberasaldaripenerimaandalamnegeridanhibah.
I.PenerimaanDalamNegeri
Penerimaandalamnegeridibagimenjadidua,yaitupenerimaanberupapajakdanpenerimaan
bukanpajak.
a. Penerimaanberupapajak
PENGANTARILMUEKONOMI|NugrohoPriyoNegoro 16

Meliputipajakdalamnegeridanpajakperdaganganinternasional.Pajakdalamnegericontohnya,
pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai, pajak bumi dan bangunan dan sebagainya. Selain
pajak dalam negeri, penerimaan perpajakan berasal dari pajak perdagangan internasional (bea
masukdanpajakpungutanekspor)
b. Penerimaanbukanpajak
Meliputi penerimaan sumber daya alam (minyak bumi, gas alam, pertambangan umum,
kehutanandanperikanan),bagianlabaBUMNdanpenerimaanbukanpajaklainnya.
II.Hibah
Hibah adalah pemberian sejumlah dana secara sukarela tanpa mengharapkan imbalan. Hibah dapat
berasaldaridalamnegeriataupunluarnegeri.

(2).JenisJenisPembelanjaanPemerintahatauNegara
Sumbersumberpendapatannegaradiatasdigunakanuntukmembiayaikegiatanpembangunan
ataupengeluarannegara.Pengeluaranpembangunanadalahpembiayaanuntukkegiatanpembangunan
baikfisikmaupunnon fisik. Secara garis besarpembelanjaanatau pengeluarannegaradibagi menjadi
dua:
I.BelanjaPemerintahPusat
Belanjapemerintahpusatterdiriataspengeluaranrutindanpengeluaranpembangunan.
a. PengeluaranRutin
Pengeluaran rutin adalah pengeluaran yang digunakan utntuk pembiayaan atau
penyelenggaraanpemerintahanseharihari.Pengeluaranrutinterdiridari:
1. Belanjapegawai(gajipegawainegeri,TNI,sertapensiunanTNI/POLRIdanpegawainegeri)
2. Belanjabarang(sepertialattuliskantor)
3. Pembayaranbungautang(terdiridaribungautangdalamnegeridanutangluarnegeri)
4. Subsidi(terdiriatassubsidiBBMdannonBBM)
5. Pengeluaranrutinlainnya.
b. PengeluaranPembangunan
Pengeluaran pembangunan adalah pengeluaran yang digunakan untuk pembiayaan
pembangunan,baikproyekfisikataupunnonfisik.
II.DanaPerimbangan

PENGANTARILMUEKONOMI|NugrohoPriyoNegoro 17

Dana perimbangan adalah dana yang bersumber dari penerimaan APBN yang dialokasikan

kepada daerahdaerah untuk membiayai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.
Danaperimbanganterdiriatas:
a. DanaBagiHasil
Adalahbagiandanaperimbanganuntukmengatasimasalahketimpanganvertikal(antarapusat
dan daerah) yang dilakukan melalui pembagian hasil antara pemerintah pusat dan daerah
penghasil,dari sebagian penerimaan perpajakan (nasional) dan penerimaan sumber daya alam
(SDA).
b. DanaAlokasiUmum(DAU)
Adalah transfer yang bersifat umum untuk mengatasi masalah ketimpangan horizontal (antar
daerah)dengantujuanutamapemerataankemampuankeuanganantardaerah.
c. DanaAlokasiKhusus(DAK)
Dana alokasi khusus adalah transfer yang bersifat khusus utnuk memenuhi pembiayaan
kebutuhankhususdaerahataukepentingannasional.
d. DanaKontijensi
AdalahdanabantuankepadadaerahyangmengalamikekurangananggaranDAUdanbagihasil
untuk pengalihan personel, pembiayaan dan dokumentasi (P3D) dalam rangka pelaksanaan
otonomidaerah.

PenetapanAPBNIndonesiadilakukanmelaluiUndangUndangyangditetapkansetahunsebelumtahun
berjalannya anggaran tersebut. Untuk APBN tahun anggaran 2012, diundangkan pada UU. RI no.22
tahun2011.BerikutiniadalahperbandinganposturAPBNIndonesiapadatahun20092011.

Tabel.9.1.RingkasanAPBNTahun20092011(TriliunRupiah)

PENGANTARILMUEKONOMI|NugrohoPriyoNegoro 18


Sumber:KementerianKeuanganRI

G.

PERPAJAKAN
Kebijakan fiskal terpusat pada segi penerimaan (perpajakan) dan pembelanjaan pemerintah.

Keduanya merupakan wahana bagi peran aktif pemerintah dalam bidang ekonomi. Sebagian besar
upayastabilisasimakroekonomiberfokuspadapengendalianataupemotongananggaranpembelanjaan
pemerintahdalamrangkamencapaikeseimbanganneracaanggaran.Namun,usahatersebutseringkali
gagalkarenabanyaknyapospengeluaranyangbenarbenarpenting;jikapospospengeluaranitutetap
dipotongjuga,makadampakdampaknyaakanterasasangatmenyakitkandanmemukulperekonomian
pada umumnya. Oleh karena itu, upaya stabilisasi hendaknya tidak hanya dititik beratkan pada sisi
pengeluaransaja,akantetapijugapadasisipenerimaanpemerintah.
Sisipenerimaanbertumpupadasumbersumbermobilisasidanayangnantinyadipergunakanuntuk
membiayai pospos yang esensial. Untuk menciptakan keseimbangan anggaran, bukan hanya sisi
pengeluaran yang harus dibatasi, akan tetapi sisi penerimaan juga harus ditingkatkan. Dalam jangka
pendek, penarikan pinjaman (baik dari dalam atau luar negeri) memang bisa menutup kerugian
tersebut.namundalamjangkapanjang, langkahtersebutakan dapatmenyebabkan masalah yangjauh
lebih rumit lagi. Karena itu, alternatif lain harus dicari dan salah satu potensi yang tersedia bagi
pemerintahuntukmembiayaisegalausahapembangunanadalahpenggalanganpajak.
Secara umum, pajak didefinisikan sebagai iuran wajib kepada pemerintahyang bersifat memaksa
dan legal (berdasarkan undangundang yang berlaku), sehingga pemerintah mempunyai kekuatan
PENGANTARILMUEKONOMI|NugrohoPriyoNegoro 19

hukum (semisal denda atau bahkan kurungan penjara) untuk menindak wajib pajak yang tidak
memenuhikewajibannya.Sedangkansecaraekonomi,pajakdidefinisikansebagaipemindahansumber
daya yang ada di sektor rumah tangga dan perusahaan (dunia usaha) ke sektor pemerintah melalui
mekanisme pemungutan tanpa wajib memberi balas jasa langsung. Jika pungutan pemerintah
memberikanbalasjasalangsung,makapungutantersebutadalahretribusi.Berdasardefinisinya,pajak
yangnilainyapositifakanmenyebabkanpendapatanriilyangmakinrendahatauhargabarangsemakin
mahal saja, tapi jika nilainya negatif (subsidi), pajak akan meningkatkan pendapatan riil atau harga
outputmaupuninputmenjadilebihmurah.

H.

FUNGSIPAJAKDALAMPEMBANGUNAN
Aspek perpajakan ini sangat penting dalam mendukung pelaksanaan pembangunan nasional.

Secaraumumpajakinimemilikibeberapafungsisebagaiberikut:
1. FungsiBudgetair
Pajak berfungsi sebagai sumber utama kas Negara. Pajak sangat diandalkan sebagai sumber
utamapenerimaanNegaradaridalamnegeri
2. FungsiAlokasi
Pajak berfungsi sebagai sumber pembiayaan pembangunan. Pajak yang sudah dihimpun oleh
Negara untk mengisi kas Negara tidak dibiarkan begitu saja mengendap di kas Negara, tetapi
harusdialokasiakanuntukpembiayaanpembangunandisegalabidang.
3. FungsiDistribusi
Pajakberfungsisebagaialatpemerataanpendapatan.Pajakyagdipungutpemerintahdariwajib
pajak digunakan untuk membiayai pembangunan disegala bidang. Penggunaan pajak untuk
pembangunanharusmeratakeseluruhpelosoktanahair,sehinggaseluruhwargamasyarakat
dapatmenikmatihasilpembangunan.
4. FungsiRegulasiatauStabilisasi
Pajak berfungsi sebagai alat pengatur kegiatan ekonomi. Fungsi regulasi pajak sering juga
disebutfungsistabilisasi.Melaluipajakpemerintahdapatmengaturkegiatanekonomi.Melalui
kebijakan fiscal pemerintah dapat menetapakan pajak yang tinggi, misalnya untuk mengatasi
tingkat inflasi. Begitu juga jika pemerintah melihat perekonomian cenderung mengalami
penurunanpemerintahdapatmelakukankebijakanpajakrendah.Dengantingkatpajakrendah,
pengusaha akan termotivasi untuk meningkatkan investasinya. Peningkatan investasi ini akan

PENGANTARILMUEKONOMI|NugrohoPriyoNegoro 20

berdampakpadaaspekpenyerapantenagakerjasertapertumbuhanekonomibaiksecaralokal,
regionalmaupunnasional.

I.

REFERENSI
1. KementerianKeuanganRI.(2012).KerengkaEkonomiMakrodanPokokPokokKebijakanFiskal
2012,

PENGANTARILMUEKONOMI|NugrohoPriyoNegoro 21