Anda di halaman 1dari 2

Kesimpulan

a. Pelaksanaan pre-post conference


Pelaksanaan pre dan post conference di ruang melati telah dilakukan setiap sebelum
dan sesudah shift. Namun pre dan post conference digabungkan dengan operan
dikarenakan waktu yang terlalu sempit.
b. Kebutuhan tenaga
Total tenaga keperawatan di ruang melati adalah sebanyak 12 orang perawat yang
terdiri dari 1 orang Karu, 2 Katim, dan 9 PP. Penghitungan kebutuhan tenaga
menggunakan metode gillies dimana jumlah tenaga disesuaikan dengan jam
perawatan per hari.
Hari 1
Pada hari pertama didapatkan data kebutuhan perawat per-unit/tahun menurut gillies
adalah sebanyak 15 orang. Hal ini menunjukkan terdapat peningkatan kebutuhan
jumlah tenaga perawat sedangkan kebutuhan tenaga perawatan perhari adalah
sebanyak 12 orang.
Berdasarkan Depkes RI, nilai parameter BOR yang ideal adalah antara 60-85%.
Sedangkan presentasi BOR, pada hari pertama di ruang melati adalah sebesar
93,75%.
Hari 2
Pada hari ke 2, terjadi penurunan jumlah pasien rawat inap sehingga berimbas pada
menurunnya jumlah jam perawatan, kebutuhan tenaga per unit/tahun adalah sebesar
13 orang perawat dan jumlah tenaga per hari adalah sebesar 10 orang. Sedangkan
nilai BOR pada hari ke-2 telah mendekati jumlah ideal yakni sebesar 87,5%.
c. Fungsi Perencanaan
Sejauh ini, belum ada visi dan misi yang spesifik di ruangan melati. Adapun Visi, dan
misi ruang rawat inap melati, masih menyesuaikan dengan visi dan misi rumah sakit.
Sedangkan program strategis yang dijalankan di ruang melati diantaranya:
- Proses identifikasi pasien dengan gelang untuk membedakan jenis kelamin.
Pada geelang tersebut diberi identatitsa berupa nama dan nomor registrasi
rumah sakit. Adapun pasien dengan resiko jatuh dan alergi, akan ditempelkan
stiker pada gelang tersebut. Warna kuning menandakan pasien resiko jatuh dan
warna merah untuk pasien dengan alergi. Selain itu pada klien dengan resiko
jatuh diberi papan penanda resiko jatuh yang ditempelkann di dinding dekat
-

dengan bed pasien.


Cuci tangan 6 langkah diterapkan pada 5 momen yakni sebelum 2 dan sesudah

3.
Komunikasi Situation Background Assessment Recomendation (SBAR) Program

ini yakni melakukan komunikasi efektif antar perawat dan tenaga kesehatan lain.
Penerapan 10 benar yang dilakukan saat pemberian obat kepada klien, meliputi:
benar pasien, benar obat, benar waktu, benar rute, benar dokumentasi, benar

pengkajian, benar edukasi/informasi, benar evaluasi, dan benar hak pasien untuk
menolak.
d. Evaluasi Keselamatan Pasien
- Plebitis
Rata-rata pasien yang dirawat di ruang melati, tidak menunjukkan adanya gejala
plebitis. Eritema pada sisi akses dengan atau tanpa nyeri ditemukan pada satu
orang pasien dari total keseluruhan pasien yang dirawat pada hari pertama atau

sebanyak 6%.
Pada hari kedua
Decubitus
Pada hari pertama dengan total jumlah pasien 15 orang, resiko dekubitus terjadi
pada 26,67% pasien.
Sedangkan pada hari kedua
Resiko Jatuh
Pada hari pertama, pasien yang memliki resiko rendah jatuh addalah sebesar
20% dan resiko tinggi jatuh adalah sebesar 6%.
Sedangkan pada hari kedua
Restrain
Tidak ada pasien yang terindikasi pemasangan restrain di ruang melati pada hari
pertama dan kedua.
KTD/KNC
Tidak ada kejadian KTD dan KNC pada hari pertama dan ke 2 di ruang melati.

Saran
-

Diharapkan kegiatan pre-post conference dan operan dilakukan dengan lebih


efektif. Untuk itu dibutuhkan kedisiplinan perawat untuk datang tepat waktu saat
akanmelakukan operan dinas sehingga operan, pre-post-conference dapat

berjalan lebih optimal.


Dibutuhkan penambahan jumlah perawat untuk mengurangi beban kerja jam
perawatan pasien sehingga dapat memaksimalkan kinerja perawat dalam

memberikan asuhan.
Diharapkan adanya perumusan visi-misi ruangan sehingga ruangan yang dapat
menunjang visi rumah sakit sehingga ruang melati memiliiki peran yang jelas

dalam menunjang visi dan misi rumah sakit.


Diharapkan perawat untuk tetap mempertahankan program-program strategis

ruangan untuk menciptakan keselamatan pasien.


Dibutuhkan evaluasi berkala untuk menjamin mutu pelayanan dalam hal jaminan
keselamatan pasien di ruang melati.