Anda di halaman 1dari 12

nama anggota kelompok :

Wahyu Suryadani
20120610253
Mariya Andriyani
20120610259
Novita Puspa Dwi R
20120610270
Rozila Rahmadhani
20120610272
Fery Ferdika Siregar
20120610274
Putri Wulandari
20120610275
Reza Rinaldi
20120610299
3/31/15

1. Hakekat Sumber Hukum

sumber hukum adalah tempat kita dapat


menemukan hukum atau menggali
hukumnya. Algra membagi sumber
hukum menjadi dua yaitu sumber hukum
Materiil dan sumbe hukum Formil. Yang
diakui sebagai sumber hukum formil
ialah Undang-Undang, Perjanjian antar
Negara, Yurisprudensi dan kebiasaan.
3/31/15

Van Apeldoorn membedakan empat macam


sumber hukum yaitu :

Sumber Hukum dalam arti historis,


Sumber hukum dalam arti sosiologs
merupakan factor-faktor yang
menentukan isi hukum positif,
Sumber Hukum dalam arti filosofis, dan
Sumber hukum dalam arti formil yang
dimaksudkan

3/31/15

2. Norma Dasar Dan Konstitusi

Norma suatu tatanan hukum dari norma


dasarnya dilakukan dengan membuktikan
bahwa norma-norma khusus telah dibuat
melalui norma-norma dasar.

3/31/15

materi muatan konstitusi dalam konteks


Konstitusi Indonesia atau UUD 1945 menurut
Miriam Budiardjo yang dikutip oleh Dendi
Ahmad P Patryayuda dalam Forum Kompasiana
adalah sebagai berikut :

1. Organisasi Negara,
2. Hak-hak asasi manusia.
3. Prosedur mengubah Undang-Undang
Dasar.
4. Adakalanya memuat larangan untuk
mengubah sifat tertentu dari UndangUndang Dasar.
3/31/15

3.Fungsi Spesifik Norma


Dasar
adalah norma dasar dari tatanan hukum nasional tidak
berarti menutup kemungkinan untuk mencari norma dibalik
norma dasar tersebut.
Undang undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun
1945 sebagai mana terakhir diubah pada tahun 1999, 2000,
2001-2001 merupakan satu kesatuan rangkaian perumusan
hukum dasar Indonesia di masa depan, Isinya mencakup
dasar dasar normatif yang berfungsi sebagai sarana
pengendali (tool of sicoal and political control) terhadap
penyimpangan dan penyelewengan dalam dinamika
perkembangan jaman dan sekaligus sarana pembaruan
masyarakat (tool of sicoal and political reform) serta sarana
perekayasaan (tool of social and political engineering) ke
arah cita cita kolektif bangsa.
3/31/15

Oleh karena itu, yang terpenting adalah semangat


dan kemauan politik (political will) para
penyelenggara negara. Meskipun dirumuskan
dengan jelas bahwa UUD 1945 menganut asas
kedaulatan rakyat atau demokrasi, jika para
penyelenggara negara tidak berjiwa demokrasi dan
tidak mempunya tekad dan komitmen untuk
mewujudkan demokrasi itu dalam kenyataan atau
hanya menjadikan demokrasi hanya sebagai
retrorika semata, maka pasal yang jelas
menentukan adanya demokrasi itu tidak akan
terwujud dalam praktik.
3/31/15

Sri Soemantri juga mengatakan bahwa


umumnya UUD 1945 atau konstitusi berisi
3 hal pokok, yang pertama, adanya
jaminan terhadap hak hak asasi manusia
dan warganegara, kedua ditetapkannya
susunan ketatanegaraan suatu negara yang
bersifat fundamental dan yang ketiga
adanya pembagian dan pembatasan tugas
ketatanegaraan yang bersifat fundamental.

3/31/15

KESIMPULAN
Pada hakekatnya yang dimaksudkan dengan
sumber hukum adalah tempat kita dapat
menemukan hukum atau menggali
hukumnya. Algra membagi sumber hukum
menjadi dua yaitu sumber hukum Materiil dan
sumbe hukum Formil. Yang diakui sebagai
sumber hukum formil ialah Undang-Undang,
Perjanjian antar Negara, Yurisprudensi dan
kebiasaan. Undang-Undang yang ada di
Indonesia saat ini yang paling tinggi UUD
1945.

3/31/15

UUD ini dapat disebut sebagai


konstitusi politik, konstitusi
ekonomi, dan sekaligus konstitusi
sosial yang mencerminkan citacita kolektif bangsa, baik di bidang
politik dan ekonomi maupun sosial
budaya, dengan tetap memelihara
tingkat abstraksi perumusannya
sebagai hukum dasar
(rechtsidee).

3/31/15

10

Sebagai hukum dasar, perumusan isinya


disusun secara sistematis mulai dari prinsipprinsip yang bersifat umum dan mendasar,
dilanjutkan dengan merumuskan prinsipprinsip kekuasaan dalam setiap cabangnya
yang disusun secara berurutan. Pasal-pasal
dan ayatnya dirumuskan dalam tingkat
abstraksi yang sesuai dengan hakikatnya
sebagai hukum dasar, dengan kesadaran
bahwa pengaturan yang bersifat rinci akan
ditentukan lebih lanjut dalam UU.

3/31/15

11

SARAN
Undang-Undang Dasar 1945 saat ini memang sebagai
aturan dasar dalam sisitem hukum di Indonesia. Akan
tetapi dengan beberapa kali perubahan (Amandement)
yang terjadi Undang-Undang Dasar 1945 dalam
perubahannya tidak terarah pada apa yang benarbenar di cita-citakan seperti yang tertuang dalam
Pembukaan UUD 1945. Karena perubahan yang terjadi
dilakukan oleh Presiden kita yang terdahulu
mengalami konflik kepentingan. Sehingga menurut
kelompok kami diperlukannya Perubahan
(Amandement) kelima sekali lagi terhadap UUD 1945
yang nantinya perubahan tersebut dapat sesuai
dengan pembukaan UUD 1945 cita-citakan untuk
Indonesia.
3/31/15

12