0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
169 tayangan15 halaman

Kuliah Motor Listrik

Motor Listrik

Diunggah oleh

Mari Khusmaniar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
169 tayangan15 halaman

Kuliah Motor Listrik

Motor Listrik

Diunggah oleh

Mari Khusmaniar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
Penyusunan Mata Kuliah MOTOR LISTRIK sebagai Mata Kuliah Baru pada Kurikulum 2008 Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Oleh : Dr. Ir. Slamet Riyadi Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Desember 2010 SAMBUTAN DEKAN Kurikulum baru Teknik Elektro FTI Universitas Katolik Soegijapranata Semarang sebagai wujud pengembangan kompetensi program studi dan penyesuaian dengan perkembangan jaman sangat diperlukan demi kelangsungan pembelajaran. Sebagai Dekan FTI, kami sangat memberi apresiasi atas disusunnya materi mata kuliah Motor Listrik. Dukungan bagi para tenaga pengajar dalam menyusun dan menyiapkan pelaksanaan pemberlakuan kurikulum baru 2008 akan sangat membantu implementasi di lapangan. Semarang, Desember 2010 Dekan FTI Dr. F. Budi Setiawan KATA PENGANTAR Sebagai seorang dosen yang memiliki keahlian dalam bidang teknik elektro dan mendapat tugas dari Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Katolik Soegijapranata Semarang untuk menyusun materi mata kuliah Motor Listrik, maka Penulis mencoba melakukan kajian dan pendalaman tentang mata kuliah baru tersebut. Berbagai data dan literatur digunakan sebagai bahan pertimbangan. Akhirnya tulisan ini dapat diselesaikan dan diharapkan dapat digunakan sebagai dasar pelaksanaan kuliah Motor Listrik. Penulis mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan terima kasih kepada berbagai pihak yang membantu tersusunnya tulisan ini. Kritik dan saran selalu kami harapkan demi pengembangan ke depan. Semarang, Desember 2010 Hormat kami, Penulis iil DAFTAR ISI SAMBUTAN DEKAN KATA PENGANTAR, DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR 1 2 3 Noon PENDAHULUAN TUJUAN INSTRUKSIONAL MATER! MOTOR LISTRIK 3.1 Motor DC 3.2. Motor AC Induksi Tiga Fasa 3.3. Motor AC Induksi Satu Fasa 3.4 Motor Stepper 3.5 Motor BLDC (Brushless DC Motor) 3.6 Motor Reluctance 3.7 Motor Linier METODE PEMBELAJARAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA Gb-1 Gb-2 Gb-3 Gb-4 Gb-5 Gb-6 Gb-7 DAFTAR GAMBAR Motor DC (arus searah) Motor AC induksi tiga fasa Motor AC satu fasa jenis shaded pole Motor stepper Motor BLDC Motor reluctance Motorlinier Oarkrwonn 1, PENDAHULUAN Teknik Elektro FT! Universitas Katolik Soegijapranata Semarang selalu menyesuaian bidang keahlian yang akan diberikan kepada mahasiswa. Kurikulum baru 2008 merupakan bukti pengembangan program studi yang menyesuaian dengan kebutuhan pasar. Dengan dua konsentrasi, yaitu Aplikasi Industri (Al) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Program Studi ini selalu mengelola dan melaksanakan kegiatan pembelajaran yang diarahkan memberi kompetensi yang up-to-date kepada para mahasiswanya. Di dalam konsentrasi Aplikasi Industri terdapat beberapa mata kuliah baru, di antaranya yaitu Motor Listrik dengan bobot 4 SKS. Teknik Elektro merupakan program studi yang berbasis teknik sehingga suatu mata kuliah (khususnya mata kuliah konsentrasi) harus mencakup pemahaman teori dan praktis. Pada tulisan ini dijabarkan penyusunan mata kuliah Motor Listrik yang dipakai pada Kurikulum 2008 sebagai mata kuliah baru. 2, TUJUAN INSTRUKSIONAL Tujuan instruksional dari mata kuliah Motor Listrik adalah memahami konsep motor listrik yang mencakup prinsip kerja, jenis motor listrik, karakteristik dan aplikasi di lapangan. 3. MATERI MOTOR LISTRIK Motor listrik sangat berperan dalam berbagai aplikasi baik di sektor industri, perkantoran dan rumah tangga. Dalam mata kuliah Motor Listrik akan diajarkan materi-materi dengan topik : a. Motor DC b. Motor AC tiga fasa ¢. Motor AC satu fasa (fractional HP motor) d. Motor Stepper e. Motor BLDC (Brushless DC Motor) f. Motor Reluctance g. Motor Linier 3.4, Motor DG Motor DC merupakan mesin listrik yang memerlukan suplai tegangan searah untuk pengoperasiannya. Motor ini memiliki kesederhanaan dalam pengoperasian tetapi dl sisi lain memerlukan perawatan berkala dan harganya mahal. Di lapangan, jenis motor DC bermacam-macam, di antaranya motor DC penguatan terpisah, motor DC penguatan seri, motor DC penguatan shunt dan motor DC penguatan kompound. Untuk dapat mengoperasikan dan melakukan perawatan motor DC maka perlu dipahami konsep dasar bagaimana suatu motor DC berputar. Bagian-bagian motor DC juga perlu dikenal seperti stator, rotor, komutator-sikat dan elemen motor lainnya. Karakteristik motor juga harus dipahami agar dalam pengoperasiannya, motor dapat bekerja dengan optimal. Gb-1, Motor DC (arus searah) 3.2, Motor AC Induksi Tiga Fasa Motor AC marupakan motor yang memerlukan suplai tegangan AC tiga fasa. Motor ini memiliki beberapa keunggulan dibanding dengan motor DC. Motor ini beroperasi dengan dasar proses induksi elektromagnet akibat adanya medan magnet yang berputar, Prinsip kerja dan karakteristik akan diuraikan pada mata kuliah Motor Listrik. Kajian lain yang diuraikan adalah torka dan dasar pengaturan kecepatan dan pembebanan 3.3. Motor AC Induksi Satu Fasa Dalam aplikasi untuk daya kecil seringkali diperlukan suatu motor yang sederhana, Motor AC induksi satu fasa sering digunakan untuk penerapan ini. Karena medan magnet dari suplai AC satu fasa tidak memungkinkan menghasilkan medan magnet putar maka beberapa metode starting digunakan. Didasarkan pada metode tersebut maka terdapat beberapa jenis motor AC satu fasa di antaranya : motor running kapasitor, motor starting kapasitor, motor shaded pole dan lainnya. Gb-3, Motor AC satu fasa jenis shaded pole 3.4, Motor Stepper Motor stepper merupakan motor yang porosnya berputar secara diskrit, Motor ini memeriukan kendali secara digital atau elektronik untuk mengoperasikan. Implementasi motor ini sering dijumpai pada printer dan peralatan lain yang memerlukan kepresisian posisi tanpa kendali yang kompleks, Jenis motor dan prinsip operasi akan dibahas dalam mata kuliah, Gb-4. Motor stepper 3.5. Motor BLDC (Brushless DC Motor) Suatu motor DC konvensional memiliki sikat-komutator untuk mengalirkan dan membalik Polaritas arus menuju belitan jangkar pada rotor. Adanya gesekan antara sikat dan komutator banyak menjadi kendala. Berbeda dengan motor DC konvensional, suatu 3 motor BLOC memiliki bagian rotor berupa magnet permanen dan bagian stator berupa belitan untuk menghasilkan magnet. Pengubahan polaritas arus dilakukan secara elektronik, Karena belitan terdapat pada stator yang diam maka sangat mudah untuk mengalirkan arus. Suatu motor BLDC sebenarya mirip dengan motor AC sinkron, Perbedaannya adalah pada motor AC sinkron dihasilkan EMF yang sinusoidal. Tetapi kedua jenis motor memiliki medan magnet putar yang menghasilkan torka pada rotor magnet. Motor BLDC memiliki beberapa keunggulan dibanding dengan motor DC konvensional, di antaranya adalah Memiliki efisiensi lebih baik ¢ Lebih andal & Noise lebih sedikit Umur lebih panjang Karena rotor tidak memiliki belitan maka tidak terkena gaya sentrifugal Untuk pengendalian suatu motor BLDC perlu penentuan posisi rotor, dalam praktis dapat dilakukan dengan menggunakan hall-effect sensor atau rotary encoder untuk mengetahui Secara langsung posisi rotor, tetapi dapat juga dilakukan dengan mengukur EMF balik Gb-5, Motor BLDC 3.6. Motor Reluctance Konstruksi suatu motor listrik sangat menentukan kerumitan dalam perancangan. Oi sisi lain torka yang besar serta bagaimana mengendalikan putaran’ poros menjadi Pertimbangan dalam memilih suatu motor sebagai tenaga penagerak. Terdapatnya belitan Pada rotor menjadi kendala bagi suatu motor dalam menyalurkan arus ke rotor. Motor reluktansi merupakan motor yang tidak memiliki belitan pada rotor. Reluktansi magnet sering juga dinamakan tahanan magnet. Parameter ini sering dipakai dalam analisa rangkaian magnet. Dengan mengacu dualisme antara rangkaian listrik dan fangkaian magnet maka suatu arus listrik akan mengalir melalui jalur dengan resistansi listrik minimal sedangkan fluksi magnet akan mengalir melalui jalur dengan reluktansi magnet minimal. Suatu reluktasi magnet dalam suatu rangkaian magnet pasif akan berbanding lurus dengan gaya gerak magnet (magnetomotive force) dan berbanding terbalik dengan fluksi magnet. Motor reluctance merupakan jenis motor sinkron di mana medan magnet diinduksikan pada inti besi pada rotor. Torka motor ini dibangkitkan atas dasar gejala reluktansi magnet 3.7. Motor Linier Motor linier adalah motor yang rotomya tidak berputar, melainkan bergerak secara translasi (Iinier). Konsep operasi dari motor ini dapat mengadopsi prinsip kerja * Motor stepper “Motor reluktansi Motor sinkron “Motor asinkron Jika kumparan dialiri arus maka akan terjadifluksi pada mover (bagian yang bergerak) © Fluksi akan berusaha mengalir dengan mencari jalur dengan reluktansi terkecil © Ujung-ujung stator (platen) terdekat akan dicari guna mendapatkan jalur dengan reluktansi terkecil © Mover akan bergerak ke kiri 4, METODE PEMBELAJARAN Sebagai suatu program studi yang berbasis keteknikan, maka pelaksanaan perkuliahan motor listik harusiah mampu memberikan pemahaman kepada mahasiswa, Oleh karena itu metode pembelajaran yang digunakan adalah a. Tutorial, cara ini dilakukan dengan pengajaran oleh dosen di depan kelas, Materi disampaika melalui alat bantu perkuliahan yang mencakup transparansi atau Penyampaian melalui LCD proyektor, alat peraga atau alat bantu dan proses tanya jawab sebagai interaksi antara dosen dan mahasiswa. . Pertugasan, untuk lebih mengetahui sejauh mana pemahaman mahasiswa maka dosen memberikan tugas kepada mahasiswa. Bentuk tugas dapat bersifat individu ataupun kelompok. Simulast, sebagai pelengkap dalam memahami materi yang disampaikan maka digunakan perangkat lunak untuk melakukan simulasi. Dalam mata kuliah Motor Listrik digunakan perangkat lunak PSIM, . Pembuatan prototip, sebagai bukti bahwa mahasiswa telah memahami konsep yang telah disampaikan maka mahasiswa diwajibkan membuat prototip motor Sederhana dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di Laboratorium. . Evaluasi, langkah ini digunakan untuk menilai tingkat kemampuan mahasiswa dalam memahami materi. Evaluasi berupa Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester. [SeINGWOH SENS aoyeT TASNPUY Weep 6 wep qemel eXuey | ‘997 ‘pueoq Isepodsuen wig °q| ‘OQ Jo}OW UedeIeUSG | DC Jo}jOW seyde weYyewayy “yeIM YeqUEW SHUM Jnejnuew wig “e| aoe ‘OqJ0}EFBUeD —“q TOTEIOTOE Wop JO|oW BGS | fF gemel euey | “G07 ‘pueoq Da s01I0W “e ‘OG ulsew isBuny ‘9d ujsew isGury weyewey ep yeuny wequieyy eM Weydwoy |Se|MUNIS aoydeT TEUEqEqUIET wep T Uuep qemel euey | ‘G97 ‘pieog ‘9G sojow ueuegequed “q Od sojow srue jweyeweyy uM ‘2G sorow eped say “2 9G J010W, E ‘doydey UeIedso=y o uep qemel efue) | °qQ7 ‘pieoq ‘2 sojow ueyede0ay “q/ 9G JoIOW Puy eAuyrueBuad uep “YeNNY wOqUIEN SHUM Og Jojow eyo, -e 20 Jo}OW e920) pwreYeWIEHY WeydWoy [SepMUiS ‘doydeT DO TOOU ANSHEDIEIEY S| s uep gemef ekue} | “q97 ‘pie0q ‘OG sojow sjuar °q TOG JoIOW | exuysuEperey UEP sis ‘Og ‘yeuny YequeW SUM. ebay disuud “e Jojow efoy disuud weyewow doydey T0}01 UERijeq UEP J} v gemel ehue} | “G97 'pieog Jo1e}s ueHEg UEP J0FeIS -g ns 10}0UN ep yeuny uequieW, amu ween“ Jusn oe eseg | yep uovedwor nwevewoy oye TeNpUT a] ewe € qemel efue} | ‘997 ‘pie0q suist yer06 eheg -e I euBeworyar seseq suo eeu ep YEU HeqMiEW SHUM do\dey Tube ANS, ‘We;SUOEISH z gemef efuer | ‘097 ‘pieoq dasuoy -e Haubewomyarg seseq dasuoy meyewoyy ep yeNny wequayy SHUN sy T0}ou vedeTeue —G t eAuuedesauad uep »u081 Jojo IsexyIs ae SNVEVNAS VLYNVYdWPID3OS HIMOLVY SV.LISYSAINN IALSNGNIISOIONMAL > SvLInnvs OYLMSTS MINWSL : Ignis WyuoOud SwS P sus HILSIT HOLOW = HVITINY VLWW NVHVIMINYAd VYVOV NYNLVS “S wep YER NEQUE aM ehey disuug -@ OAI@S JOIOW aojow disund weyEWoN ee ‘doydeT yNSpapeIey ep jesTeATuN Fad qemel efue | “G07 ‘preoq apsuaperey “q FeSIBALUN JOIOW Jo)oW dysund jweyeusayy wep yenny woquleW uM disuud “2 ‘doydey §NSHapIeIey UEp ajod pepeys ve gemel ekuey | “G97 ‘pieoq smsuaPesey “q ‘910d PaPeYS JOIOW sojow disuud jweyeweyy wep yeuny vequion, UM. disund “e doydey 4 qemel ekue} | “G07 ‘preoq yNsueDIesey sousedey JOON, -nsuapjerey uep Joysedey ep yeuny Yaqui, SHUM Gisung “2 Joow disuud jweyewey er : onuoy ueBueouesed -q Uuresep uep saddays sojows “yeuny yaquiaN uM smsuaryerey_“e 1 saddaig s010W SNSEHIEVEY WEYEWEN eNdwoy sey doydey or uuep qemef eve} | “097 ‘preoq Jeddays sojow weoew “a efustual uep saddars “yenny waquioyy amu ebiay disuug 2 | Jaddarg 1010 Joyous disuud jweyewony doydey TEUOISYEI TO|OW WeDeW “a a gemef eduey | ‘G97 ‘pueoq ebay disusg “& dH [euoIsyes4 JO}OW eAusiual Uep gH [BUOIsyes5 wep yeuny yequioyy 2uUM. Jojow disuud neYeWoW Tsemdwoy seyMUS oye or vvep qeme{ ekue} | G01 'pse0q ueBueoueed “q uesep uep 9078 “yeuny vaquiony uM suisuarieiey “2 9076 2010" | o1ow ynsverferey wreyeWoN oder ‘ekujseredo Uep OC1a sr qemel efug) | “G07 ‘pe0q ssesado “q Jojo disuud weyeuiayy wep YeURy wequiEN MUN ebay dis “e 19076 4010" dordeT CRERSVODIETET * ysejndwoy ysejnums | “997 ‘pie0g yusuayyesey -q these, ¢ uoIyuIS 1010) ep ese} ¢ voryus ep qemef ekuey ou epol Jorou 0} jweYewEYy “yen equa aordey TORUS Jo}Ow WETEW a EAUSIUR] UEP Se) 6 VOMIT er geme eduey | *G97 'pueog ebay disuug “e sey ¢ UOMUIS 1O}0Yy Jojow disuud wueyeway, ep yeuny waquen, am WSeyNdwioy Sens ‘dowdey THSNpUI Wiejep ese ab ‘011 ‘pue0q ssepodsuen wig “q] ese4 ec 1synpul solow uederuag | —¢ ysynpu Jo}OW IWeYeWoW wu anpyeynuew wig “e eyndwoy seins ‘doider ehuuEveqaqued 1 ep qemef efuey | G07 pie09 | veuegaquiag -@ ep ese} ¢ Isynput “yenny voquions orm eyo, e Ineseg €1S4NPUI JOIOW Jojow eyo) WHEYEWION order EhuBUaT Uep ese} € ISHNPUT or geme! eduer | “097 ‘pie0g 'synpur slow weseW a Jojow disuud weyewayy ep yenny voquiayy amu ebay disuud Fesey ¢ 1s¥npuy 010") eT uEp eUeWSpaS weenquIEd az ueBuesuesed wejep | uauiodwoy ‘9078 J010W yenquiayy ata weep 9qn¢ Jo}oUl veBudwepuog | _“uejejeiog Jo10w dnojaid uebueouerag | dasuoy ueydesauaw ndwey GE Uep | BURFEpEE IO TORU TEMA | ‘ejenqibed wiejep Og 2010 | Sz ue6uesueied weep | uavodioy dasuoy ueydesouaw ndwewy ue6udwepueg | _‘uerereieg | 90 so10u coroid uesuesuerog coe ' wT] FE “aon ‘pieog envoy ueBueoueod “9 | uresap ep onios s0}0u! om snswapesey -e | ‘ones J0109) nweyewow worse a gemef edues | “ao7‘pieoq seado @ ekusseredo uep ones 6. KESIMPULAN Dalam menyusun materi mata kuliah Motor Listrik harus mempertimbangan sisi teori dan implementasi. Metoda yang digunakan datam pembelajaran harus mampu melakukan transfer pengetahuan sehingga kompetensi yang diharapkan dapat tercapal. Dalam akhir Perkuliahan juga diberikan perkuliahan yang bersifat perancangan untuk membukdikan keberhasilam dalam memahami konsep. 7. DAFTAR PUSTAKA 1 2. Simpson, C. D. (1996) : Industrial Electronics, Prentice Hall International Inc Schuller, C. A, McNamee, W. L. (1986) : Industrial Electronics and Robotics, McGraw Hill . Alerich, W. N., Herman, S. L., (1985) : Industrial Motor Control, Delmar Publisher Inc Fribance, A. E, (1981), Industrial Instrumentation Fundamentals, Tata McGraw-Hill Publishing Company Ltd Hughes, E. (1995) : Electrical Technology, Longman Singapore Publisher - Kosow, ILL, : Control of Electric Machines, Prentice Hall International Ine 10

Anda mungkin juga menyukai