Anda di halaman 1dari 6

Audit Manajemen dan Audit Keuangan

Audit Manajemen adalah pengevaluasian terhadap efisiensi dan efektivitas operasi


perusahaan. Dalam konteks audit manajen, manajemen meliputi seluruh operasi internal
perusahaan yang dipertanggungjawabkan kepada berbagai pihak yang memiliki wewenang yang
lebih tinggi. audit manajemen dirancang secara sistematis untuk mengaudit aktivitas, programprogram yang diselenggarakan atau sebagian entitas yang bisa diaudit untuk menilai dan
melaporkan apakah sumber daya dan dana telah digunakan secara efisien, serta apakah tujuan
dari program dan aktivitas yang telah direncanakan dapat tercapai dan tidak melanggar ketentuan
aturan dan kebijakan yang telah ditetapkan perusahaan.
Audit keuangan merupakan audit yang paling tua dan paling popular. Audit ini
dilaksanakan dengan melakukan pengkajian dan penilaian terhadap sistem pelaporan akuntansi
dan keuangan. Dilihat dari ketersediaan prosedur dan teknik audit, audit ini memiliki prosedur
dan teknik paling lengkap dan baku. Disamping dengan norma auditnya yang standar, karena
dikeluarkan oleh asosiasi profesi dibidangnya, juga objek yang diaudit telah di pimpin oleh suatu
prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.
Audit manajemen dirancang untuk menemukan penyebab dari kelemahan-kelemahan
yang terjadi pada pengelolaan program/aktivitas perusahaan, menganalisis akibat yang
ditimbulkan oleh kelemahan tersebut dan menentukan tindakan perbaikan (rekomendasi) yang
berkaitan dengan kelemahan tersebut agar dicapai perbaikan pengelolaan di masa yang akan
datang. Berbeda dengan audit keuangan yang menekankan auditnya pada data-data transaksi,
proses pencatatan, dan laporan akuntansi yang dibuat perusahaan, audit manajemen dilakukan
dengan lingkup yang lebih luas yaitu keseluruhan aspek manajemen dari objek yang diaudit.
Perbedaan Audit Keuangan dengan Audit Manajemen
Karakteristik

Audit Keuangan

Audit manajemen

Tujuan

Untuk mendapatkan keyakinan bahwa


laporan
keuangan
disajikan
oleh
perusahaan telah disusun melaui proses
akuntansi yang berlaku secara umum dan
menyajikan dengan sebenarnya kondisi
keuangan perusahaan pada tanggal
pelaporan dan kinerja manajemen pada
periode tersebut.

Ditujukan
untuk
mencapai
perbaikan
atas
beberapa
program/aktivitas
dalam
pengelolaan perusahaan yang
memerlukan perbaikan

Ruang
Lingkup

Menekankan audit pada data-data Ruang lingkup audit manajemen


akuntansi
perusahaan
dan
proses meliputi keseluruhan fungsi
penyajian
laporan
yang
disajikan manajemen dan fungsi-fungsi
manajemen.
terkait.

Dasar Yuridis

Mengharuskan
keuangan

Pelaksanaan
Audit

Dilakukan dalam rangka mendapatkan Dalam


rangka
menemukan
pengesahan secara independen atas berbagai kekurangan/kelemahan
kewajaran laporan keuangan
pengelolaan perusahaan.

Frekuensi
audit

Kebutuhan audit berhubungan langsung Tidak ada ketentuan mengikat


dengan penerbitan laporan keuangan,
yang harus untuk melakukan
audit setiap periode tertentu.

Orientasi
hasil audit

Dilakukan terhadap data-data keuangan Menekankan untuk kepentingan


yang bersifat historis.
perbaikan-perbaikan yang akan
dilakukan pada masa akan datang

Bentuk
laporan audit

Telah memiliki standar.

Pengguna
laporan

Berbagai kelompok pengguna yang berada Ditujukan kepada pihak intern


diluar perusahaan.
perusahaan.

penyajian

laporan Audit manajemen bukan suatu


keharusan.

Bentuk
laporan
komprehensif.

bersifat

Kinerja Manajemen
Penurunan kinerja perusahaan yang ditunjukan dengan menurunya pencapaian laba
perusahaan, tingginya keluhan pelanggan, perputaran karyawan yang tinggi, dan sebagainya,
merupakan beberapa indikasi bahwa pengelolaan perusahaan masih perlu diperbaiki. Salah satu
penyebab turunya laba adalah operasi yang kurang efisien. Hal ini ditunjukan dengan semakin
kecilnya rasio antara output dan input. Perputaran karyawan yang tinggi menunjukan kepuasan
kerja yang rendah. Tingginya keluhan pelanggan bisa terjadi karena rendahnya kualitas produk,
pelayanan yang kurang baik, terlambatnya produk sampai ke pasar dll. Audit manajemen,
melalui tahapan-tahapan auditnya, melakukan penilaian secara tepat terhadap proses pengelolaan
yang terjadi, mengidentifikasi kelemahan dan memberikan rekomendasi perbaikan atas
kekurangan tersebut.

Ekonomisasi, Efisiensi, dan Efektifitas


Ekonomisasi (kehematan), efisiensi (daya guna) dan efektivitas (hasil guna) merupakan
tiga hal penting yang tidak dapat dipisahkan yang harus dicapai perusahaan dalam meningkatkan
kemampuan bersaingnya. Operasi yang berjalan secara hemat dan berdaya guna tanpa
mengabaikan pencapaian tujuan perusahaan (hasil guna) akan mampu menghasilkan produk
dengan harga pokok yang relatif lebih rendah dengan kualitas sesuai dengan standar yang telah
ditetapkan. Produk yang dihasilkan dengan harga yang lebih rendah dapat meningkatkan
kemampuan perusahaan dalam memaksimalkan nilai pelanggan melalui pengorbanan yang lebih
kecil, karena dalam hal ini perusahaan dapat menjual produknya dengan harga relatif lebih
rendah daripada harga pesaing tanpa mengganggu keuntungan yang diharapkan. Pembahasan
mengenai ekonomisasi, efisiensi dan efektivitas akan lebih mudah dipahami jika dibahas dalam
kerangka Input-Proses-Output.
1.

Ekonomisasi
Ekonomisasi berhubungan dengan bagaimana perusahaan dalam mendapatkan sumber

daya yang akan digunakan dalam setiap aktivitas. Sumber daya adalah kapasitas aktivitas yang
harus dimiliki perusahaan sehingga berbagai program yang ditetapkan dapat berjalan dengan
baik. Bagaimana perusahaan mendapatkan sumber daya ini? Apakah telah diperoleh dengan
pengorbanan yang paling kecil?
Ekonomisasi merupakan ukuran input yang digunakan dalam berbagai program yang
dikelola. Artinya, jika perusahaan mampu memperoleh sumber daya yang akan digunakan dalam
operasi dengan pengorbanan yang paling kecil, ini berarti perusahaan telah mampu memperoleh
sumber daya tersebut dengan cara yang ekonomis. Dengan demikian harga poko per unit input
yang digunakan dalam operasi juga menjadi rendah, yang memungkinkan perusahaan untuk
menghasilkan produk dengan harga pokok yang relatif lebih rendah dibandingkan para
pesaingnya.
Berbagai cara dapat dilakukan perusahaan untuk mendapatkan input dengan pengorbanan
yang paling kecil, seperti melalui kontrak jangka panjang dengan pemasok, menetapkan
beberapa pemasok terpilih yang memiliki kualifikasi sesuai dengan kebutuhan perusahaan, dan
berbagai cara yang lain. Apa pun bentuknya, pada dasarnya usaha untuk memperoleh input
dengan pengorbanan minimal tanpa mengabaikan kualitas dan kuantitasnya adalah salah satu

bentuk ekonomisasi perolehan sumber daya. Bentuk-bentuk ekonomisasi diatas merupakan


pilihan perusahaan dengan melibatkan pemasok dalam rencana operasinya dan ini merupakan
salah satu bentuk pemanfaatan rantai nilai eksternal (external value chain) dalam mencapai
tujuan perusahaan.
2.

Efisiensi
Efisiensi berhubungan dengan bagaimana perusahaan melakukan operasinya, sehingga

dicapai optimalisasi penggunaan sumber daya yang dimiliki. Efisiensi berhubungan dengan
metode kerja (operasi). Dalam hubungannya dengan konsep input-proses-output, efisiensi adalah
rasio antara output dan input. Seberapa besar output yang dihasilkan dengan menggunakan
sejumlah tertentu input yang dimiliki perusahaan. Metode kerja yang baik akan dapat memandu
proses operasi berjalan dengan mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang dimiliki
perusahaan. Jadi, efisiensi merupakan ukuran proses yang menghubungkan antara input dan
output dalam operasional perusahaan.
3.

Efektivitas
Secara singkat pengertian efektivitas dapat dipahami sebagai tingkat keberhasilan suatu

perusahaan untuk mencapai tujuannya. Apakah pelaksanaan suatu program/aktivitas telah


mencapai tujuannya? Efektivitas merupakan ukuran dari output.
Ruang Lingkup dan Prinsip Dasar Audit
Ruang lingkup audit manajemen meliputi seluruh aspek kegiatan manajemen. ruang
lingkup ini dapat berupa seluruh kegiatan atau dapat juga hanya mencakup bagian tertentu dari
program/aktivitas yang dilakukan.Periode audit juga bervariasi, bisa untu jangka waktu satu
minggu, beberapa bulan, satu tahun bahkan untuk beberapa tahun, sesuai dengan tujuan yang
ingin dicapai.
Sedangkan yang menjadi sasaran dalam audit manajemen adalah kegiatan, aktivitas,
program, dan bidang-bidang dalam perusahaan yang diketahui atau diidentifikasi masih
memerlukan perbaikan/peningkatan, baik dari segi ekonomisasi, efisiensi, dan efektivitas. Ada 3
(tiga) elemen pokok dalam tujuan audit:

1. Kriteria (criteria) merupakanstandar (pedoman, norma) bagi setiap individu/kelompok di


dalam perusahaan dalam melakukan aktivitasnya.
2. Penyebab (cause) merupakan

tindakan

(aktivitas)

yang

dilakukan

oleh

setiap

dengan

kriteria

yang

individu/kelompok di dalam perusahaan.


3. Akibat (effect) merupakan

perbandingan

antara

penyebab

berhubungan dengan penyebab tersebut.


Sesuai dengan tujuannya, audit manajemen dilaksanakan untuk meningkatkan
ekonomisasi, efisiensi, pengelolaan sumber daya, serta efektivitas pencapaian tujuan perusahaan.
oleh karena itu, audit manajemen diarahkan untuk menilai secara keseluruhan pengelolaan
operasional objek audit, baik fungsi manajerial (perencanaan, pengarahan, dan pengendalian)
maupun fungsi-fungsi bisnis perusahaan yang secra keseluruhan ditujukan untuk mencapai
tujuan perusahaan.Audit manajemen pada berbagai fungsi perusahaan dan ruang lingkup
auditnya meliputi:
1.

Audit Manajemen pada Fungsi Pemasaran,


Audit manajemen pada fungsi ini bertujuan untuk menilai bagaimana setiap program atau

aktivitas pemasaran yang dilakukan mencapai tujuannya melalui pengelolaan sumber daya yang
ekonomis dan efisien. beberapa ruang lingkup audit manajemen pemasaran meliputi:
Lingkungan Pemasaran, Strategi pemasaran, Organisasi Pemasaran, Produktivitas Pemasaran,
dan Fungsi Pemasaran.
2.

Audit Manajemen pada Fungsi Produksi dan Operasi,


Audit manajemen pada fungsi ini bertujuan untuk melakukan pengujian terhadap ketaatan

perusahaan dalam menerapkan berbagai aturan dan kebijakan yang telah ditetapkan dalam
operasi perusahaan. Ruang lingkup audit ini meliputi: Perencanaan produksi, Pengendalian
Kualitas, Produktivitas dan Efisiensi, Metode dan Standar Kerja, Pemeliharaan Peralatan,
Organisasi Manajemen Produksi dan Operasi, serta Plant dan Layout.
3.

Audit Manajemen pada Fungsi Sumber Daya Manusia,


Audit manajemen pada fungsi ini bertujuan untuk menilai apakah kebutuhan SDM suatu

perusahaan sudah terpenuhi dengan cara yang hemat, efisien, dan efektiv. Ruang lingkup pada
audit ini mencakup keseluruhan dari proses SDM yang meliputi: Perencanaan tenaga kerja,

Penerimaan karyawan, Seleksi, Orientasi dan Penempatan, Pelatihan dan pengembangan,


Penilaian kerja, Pengembangan karier, Sistem imbalan dan kompensasi, Perlindungan karyawan,
Hubungan karyawan, dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
4.

Audit Manajemen pada Fungsi Sistem Informasi,


Audit manajemen pada fungsi ini menekankan pada penilaian terhadap keandalan sistem

informasi yang dimiliki perusahaan untuk menghasilkan berbagai informasi yang diperlukan
secara akurat dan tepat waktu. Ruang lingkup audit ini meliputi: Dukungan satuan pengolah data,
Perencanaan pengolahan data, Organisasi pengolahan data, dan Pengendalian pengolahan data.
5.

Audit Manajemen Lingkungan,

tujuan utama audit manajemen pada fungsi ini adlah untuk menilai sejauh mana perusahaan telah
melaksanakan

tanggung

jawab

lingkungannya,

baik

lingkungan

internal

perusahaan

(keselamatan dan kesehatan kerja) maupun eksternal perusahaannya (pencemaran limbah


perusahaan).
6.

Audit Sistem Manajemen Kualitas


Audit sistem kepastian kualitas bertujuan untuk menilai apakah sistem kepastian kualitas

yang diterapkan perusahaan telah mampu memandu proses operasi perusahaan untuk dapat
mencapai kualitas produk sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
7.

Audit Manajemen Bidang perpajakan,


Fungsi perpajakan pada perusahaan sebenarnya bukan hanya bagaimana perusahaan

melaksanakan kewajiban pajakannya secara benar sesuai dengan peraturan dan perundangundangan perpajakan yang berlaku, tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana
perusahaan mengelola fungsi ini untuk meminimalkan kewajiban perpajakannya.