Anda di halaman 1dari 12

MODEL INDEKS TUNGGAL

PORTOFOLIO

BY
IIS ISMAWATI

MODEL INDEKS
TUNGGAL PORTOFOLIO

Salah satu alasan


dipergunakannya model
indeks tunggal adalah untuk
mengurangi jumlah variabel
yang di taksir

Model indeks tunggal akan mampu mengurangi jumlah


variabel yang perlu ditaksir karena untuk portofolio
model indeks tungggal mempunyai karakteristik
sebagai berikut

p=Xi i
(beta portofolio merupakan beta saham-saham yang
membentuk portofolio tersebut)
p= Xi i
alpha portofolio merupakan Alpha saham-saham
yang membentuk portofolio tersebut)
E(Rp)= p+ pE(Rm)
p = p m + Xi ei

Jika proporsi investasi sama


dalam N saham maka
p = p m + (1/N){(1/N) ( ei )}
N=jumlah saham
Apabila N makin besar maka makin banyak saham
yang dipergunakan untuk membentuk portofolio
tersebut
p=risiko total
p m=risiko sistematis
(1/N){(1/N) ( ei )}=risiko unsystematic

Risiko sistematis
p = p m
Risiko yang tidak bisa dihilangkan kalau kita
membentuk portofolio yang terdiri dari sekuritas
yang banyak,merupakan risiko yang berkaitan
dengan p
Risiko portofolio mendekati
p = {p m} /= p m = m {Xi i }

p = m {Xi i }
Karena m nilainya sama, tidak peduli
saham apapun yang dianalisis,ukuran
kontribusi risiko suatu saham terhadap risiko
portofolio yang terdiri dari banyak saham
akan tergantung pada i
i merupakan nondiversifiable, i sering
dipakai sebagai pengukur portofolio

Risiko unsystematic
{(1/N){(1/N) ( ei )}

Jika N besar maka risiko sisa/residual


risk/unsystematic risk makin kecil
Jika n besar sekali unsystematic risk
menjadi sangat kecil dan mendekati
nol

Menaksir beta
Penggunaan model indeks tunggal
memerlukan penaksiran beta dari sahamsaham yang akan dimasukan ke dalam
portofolio.

Menaksir beta historis


Ri=i

Merupakan
Kemiringan/
Slope
garis regresi
Tersebut dan
menunjukan
Intercept
Dengan sumbu
Rit

+i Rm +ei

Rit

Rmt

i=( im/ m)
p= E(Rit)- i E(Rmt)

Persamaan linier sederhana


Beta sekuritas individual cenderung mempunyai
koefisien determinasi (yaitu bentuk kuadrat dari
koefisienkorelasi) yang lebih rendah dari beta
portofolio
Koefisien determinasi menunjukaan proporsi
perubahan nilai Ri yang bisa dijelaskan oleh Rm.
Semakin besar nilai koefisien determinasi semakin
akurat nilai estimated beta tersebut.

Beta portofolio umumnya lebih


akurat dari beta sekuritas individual
karena dua hal :
1.

2.

Beta mungkin berubah dari waktu ke waktu,ada yang


mengecil ada yang membesar,pembentukan portofolio
memungkinkan perubahan tersebut menjadi saling
meniadakan,atau paling tidak mengecil
Penaksiran beta selalu mengandung unsur kesalahan
acak(random error), pembentukan portofolio
memungkinkan kesalahan tersebut diperkecil,karena
itu,semakin banyak sekuritas yang dipergunakan
untukmembentuk portofolio,semakin besar nilai
koefisien determinasinya.

Dengan demikian maka beta


portpofolio historis akan
merupakan predictor beta masa
depan yang lebih baik
dibandingkan dengan beta
sekuritas individual