Anda di halaman 1dari 43

HUBUNGAN PELAYANAN PERAWAT

AN
D
ENGAN
TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI
RUANG UNIT GAWAT DARURAT
RUMAH SAKIT ADVENT BANDUNG
TOMSAL SIBORO
Universitas Advent Indonesia Bandung
ABSTRA
K
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh
kepuasan pasien
yang
perlu diteliti karena dengan mengetahui
keinginan pasien selama berada di rumah sakit maka perawat dapat memahami kebutuhan tersebut
sehingga pasien merasa puas terhadap pelayanan rumah sa
kit
.
Tujuan penelitian ini adalah untuk
melihat gambaran tentang hubungan antara pelayanan perawatan dengan tingkat kepuasan pasien di
Ruang Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Advent Bandung.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode d
eskriptif
korelasi
. Populasi
yang digunakan dalam penelitian ini adalah
128
pasien di Ruang Unit Gawat Darurat Rumah Sakit
Advent Bandung. Sampel yang digunakan adalah 30 pasien yang dipilih secara
purposive
sampling.
Instrumen yan
g
digunakan dalam penelit
ian ini berbentuk kuesioner terdiri dari 22 pernyataan
mengenai kepuasan pasien dan 23 pelayanan keperawatan yang disadur dari Heriandi (2007:3),
Junadi (2007:3), Kuntjoro (2007:3) Munijaya (2004:8) dan Setiadi (2007:247
256) namun
sebelumnya dilakukan
Con
tent Validity
.
Hasil penelitian menunjukkan
bahwa
pelayanan perawatan di UGD Rum
ah Sakit Advent Bandung
adalah
bagus
. Para pasien merasa puas dengan pelayanan perawatan di UGD Rumah Sakit Advent
Bandung. Ada hubungan yang kuat antara pelayanan perawatan de
ngan kepuasan pasien.
Saran untuk
kepala Unit Gawat Darurat
diharapkan dapat menjadi bahan masukan untuk
memberikan seminar kepada para perawat Unit Gawat Darurat agar meningkatkan pelayanan
perawatan sehingga kepuasan pasien tetap terjaga dengan baik.
Sar
an bagi kepala bidang

penelitian
diharapkan
metode penelitian ini dapat digunakan
sebagai
data dasar untuk mengembangkan
penelitian mengenai hubungan lama
ketenagaan
dengan
kualitas
pelayanan perawatan.
RELATIONSHIP
WITH
CARE
SERVICES
PATIENT
SATISFACTION
IN THE
HOSPITAL
EMERGENCY
UNIT
ADVENT
BANDUNG
ABSTRACT
This research is motivated
by the satisfaction of
patients
who
need to be investigated
because of
the
desire
to know
the patient
while in
the hospital
the nurse
to
understand
the
requirements
so that
patients
are satisfied with
hospital services
.
The purpo
se
of this study
is
to
see a picture
of the
relationship
between
care services
with
patient
satisfaction
in
the Emergency
Room
Unit

Bandung
Adventist
Hospital
.
The method used
in
this
research
is
descriptive
correlation
method
.
The population used
in this
study were
128
patients
in the
Emergency
Room
Unit
Bandung
Adventist
Hospital
.
The samples
used were
30
patients who were
selected
by purposive
sampling
.
The instrument used
in this study
form
questionnaire
consisted
of 22
statements
regarding
pati
ent
satisfaction
and
23
nursing care
adapted from
Heriandi
(
2007:3),
Junadi
(
2007:3),
Kuntjoro
(
2007:3)
Munijaya
(
2004:8)
and

Setiadi
(
2007:247
256)
but have
done
Content
Validity
.
The results showed
that
ER
care services
in
Bandung
Adventist
Hospital
is
good
.
The patients
were
satisfied
with
treatment
services
in
Bandung
Adventist
Hospital
emergency room
.
There is a
strong
relationship
between
patients' satisfaction
with
care services
.
Suggestions
to
head
the Emergency Unit
is expected to
be input
to
give
seminars
to nurses
emergency room
care services
in order to
improve
patient
satisfaction
remained
so
well preserved
.
Suggestions

makanan. Menurut Stuart (2007) yang dikutip oleh Suryani (2010:2) menjelaskan penelitian di Amerika Serikat tentang kepuasan pelayanan pasien di UGD. efisiensi dan efektivitas pelayanan serta kepuasan pasien. atau yang lainnya. 2 PENDAHULUAN Kualitas pelayanan rumah sakit dapat diketahui dari penampilan profesional personil rumah sakit. Unit gawat darurat adalah ujung tombak atau etalase dari suatu rumah sakit dimana pasien pasien yang datang dalam kondisi yang ter ancam nyawanya atau dalam keadaan darurat memerlukan pertolongan yang cepat dan tepat. Hasil penelitian menunjukkan . Kepuasan pasien ditentukan oleh keseluruhan pelayanan yaitu pelayanan admisi.for research are expected to head the field of research methods can be used as a baseline to develop research on the long standing relationship with the quality of care services workforce . perawat. Citra (2011:1) mengemukakan bahwa UGD adalah sala h satu bagian di rumah sakit yang menyediakan penanganan awal bagi pasien yang menderita sakit dan cedera. di antaranya karena hasil yang t erlihat merupakan resultan dari berbagai faktor yang ber hubungan . Salah satu faktor yang dapat me nyebabkan ketidakpuasan pasien adalah pelayanan yang diberikan oleh para perawat di Unit Gawat Darurat (UGD). obat obatan. sarana dan peralatan. fasilitas dan lingkungan fisik rumah sakit serta pelayanan administrasi. dok ter. Sriyono (2008 : 1) menjelaskan bahwa b anyak faktor yang ber hubungan terhadap kepuasan pasien.

Kepala bidang Unit Gawat Darurat . Kemudian diketahui pula pegawai yang bertugas kurang menanggapi keluhan dalam memberikan pel ayanan kesehatan pada pasien gawat darurat. dan satu orang pasien tidak puas dari keamanan seperti perhatian perawat yang kurang pada pasien gelisah. empat orang pasien kurang Puas dari interaksi/perhatian antara perawat dengan pasien yang kurang. diketahui enam orang (60%) mengeluhkan tentang pelayanan perawatan yang diberikan tidak sesuai dengan harapan. waktu tunggu yang relatif lama dan fasilitas/alat yang ada se rta pegawai yang masih kurang. Sementara empat orang lainnya (4%) mengatakan ketidakpuasannya mengenai obat yang diberikan relatif lama dan memiliki proses yang rumit. sebagai masukan tentang pelayanan perawat an d engan tingkat kepuasan pasien . diharapkan metode penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan untuk . Bidang penelitian . 2. Kegunaan Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi: 1. dua orang pasien menyatakan kurang puas dari waktu dalam memberikan pelayanan yang kurang seperti tidak memberikan kesempatan pada pasien untuk bertanya tentang penyakitnya.bahwa dari 10 orang pasien yang berkunjung ke UGD. Anggraini (2011:12) menjelaskan hasil survei mengenai pelayanan perawat di UGD salah satu rumah sakit di Indonesia yang dilakukan pada tanggal 27 September 2010 dengan wawancara langsung dengan pasien. Tujuan Umum Tujuan umum penelitian ini adalah untuk melihat gambaran tentang hubungan antara pelayanan perawat an d engan tingkat kepuasan pasien di Ruang Unit Gawat Darura t Rumah Sakit Advent Bandung . Hasil wawa ncara dari 10 orang pasien yang berobat di Triase UGD dua orang pasien menyatakan kurang puas terhadap pelayanan yang diberikan yaitu dari pengkajian perawat dalam menanggapi keluhan pasien terhadap penyakit yang dideritanya.

keluarga dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh pro ses kehidupan manusia. 3 TINJAUAN TEORITIS 2.dikembangkan dalam penelitian selanjutnya.1. 2. 2. berbentuk pelayanan biopsikososial dan spiritual yang komprehensif. Hidayat (2008) menjelaskan bahwa pelayanan keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan b agian integral dari pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan. hal ini merupakan bagian dari perannya di dalam membantu keadaan bencana yang terjadi di tiap daerah. yaitu fungsi yang didelegasikan sepenuhnya atau sebagian dari kelompok profesi lain yang berwenang kepada perawat. Fungsi dependen. Menurut Kamsi (2009:54) dalam memberikan pelayanan terhadap pasien gawat darurat. Fungsi inde penden. Fungsinya adalah untuk menerima. yaitu: 1. 3. adanya keterbatasan pengetahuan serta kurangnya kemampuan menuju kepada kemampuan melak sana kan kegiatan hidup sehari hari secara mandiri. Fungsi kolaborasi. ditujukan kepada individu. Pada ha kikat nya kegiatan atau pun tindakan keperawatan bersifat membantu ( assistive in nature ). yaitu perawat sebagai anggota tim kesehatan bekerja bersama saling . perawat mempunyai tiga macam fungsi utama. Unit gawat darurat juga me nyediakan sarana penerimaan untuk penatalaksanaan pasien dalam keadaan bencana.1 Pengertian Pelayanan Keperawatan Agung (2010:3) mengemukakan bahwa p elayanan keperawatan adalah Pelayanan keperawatan adalah merupakan sebuah bantuan.1. fungsi yang berkaitan dengan pemberian asuhan ( care ). menstabilkan dan mengatur pasien yang menunjukkan gejala yang bervariasi dan gawat serta juga kondisi kondisi yang sifatnya tidak gawat.2 Jenis Pelayanan Perawat di Unit Gawat Darurat Agung (2010:4) menjelaskan bahwa UGD adalah suatu unit integral dalam satu rumah sakit dimana semua pengalaman pasien yang pernah datang ke UGD tersebut akan dapat menjadi pengaruh yang besar bagi masyar akat tentang bagaimana gambaran rumah sakit itu sebenarnya. dan pelayanan keperawatan ini diberikan karena adanya kelemahan fisik dan mental.

kejang. 6. 3. 4. gawa t nafas.3 Faktor faktor yang Mendukung Pelayanan Perawat Widodo (2009:2) mengutarakan bahwa tuga s dan tanggung jawab perawat bukan hal yang ringan untuk dipikul. 4. 7. Jika korban sadar. Mampu melakukan pencatatan dan laporan pelayanan asuhan keperawatan. kasus orthopedic. pimpinan) maupun secara ekstern (antar rumah sakit. nyeri hebat daerah pinggul. Lakukan pengkajian yang cepat dan cermat terhadap masalah yang mengancam jiwa. Menurut Departemen Kesehatan RI (2009) seorang perawat di unit gawat darurat harus memiliki kemampuan ataupun criteria sebagai berikut: 1. 5. ketanggapan perawat dalam memenuhi kebutuhan pasien. ringan. koma. 2. disisi lain ia harus selalu dituntut untuk selalu tampil sebagai profil perawat yang baik oleh pasien. kejenuhan dalam menghadapi pasien dengan kondisi yang menderita sakit kritis atau keadaan terminal. kehandalan perawat dalam melakukan tindakan keperawatan dan kelengkapan fasilitas Unit Gawat Darurat. Mampu mengenal klasifikasi pasien: fase emergency. Pratiwi (2011:10) mengemukakan bahwa ada beberapa aspek utama yang mendukung pelayanan keperawatan di Unit Gawat Darurat diantaranya jumlah perawat yang cukup akan 4 meningkatkan pelayanan. Bersikap tenang tetapi cekata n dan berpikir dalam bertindak (jangan tunjukkan kepanikan). berat. menghadapi kecemasan. administratif dari instansi tempat bekerja. Mampu ber komunikasi secara intern (sesam a tim kesehatan . perdarahan.5 Perawat Unit Gawat Darurat Gartinah (2008:78) menjelaskan bahwa prinsip umum perawat gawat darurat adalah sebagai berikut: 1. Death on arrival (DOA). Disatu sisi perawat bertanggung jawab terhadap tugas fisik. keluhan dan mekanisme pertahanan diri pasien yang muncul pada pa sien akibat sakitnya. 2. Lakukan tindakan penyelamatan jiwa atau kehidupan. dinas kesehatan dan departemen kesehatan).1. kegagalan jantung. Perhatikan posisi korban dan atur posisi pasien dan lindungi pasien dari kedinginan.membantu dan dalam melaksanakan program tim kesehatan bekerja bersama. Mampu mengatasi: kejang syok. 2. sebelum melakukan tindakan secara menyeluruh. 3. Lakukan pengkajian sistemik. kegagalan paru. jelaskan apa yang terjadi. berikan bantuan untuk menenangkan dan yakinkan akan di . ketegangan.1. 2.mengancam jiwa. Sadari peran perawat dalam menghadapi klien dan keluarganya . klien dan keluarga. kegagalan otak.

Layanan medis yang tepat. Sedangkan bila kinerja melebihi har apan pelanggan akan sangat puas. 10. maka pelanggan akan sangat puas. 2. sangat diharapkan masyarakat sebab kesehatan menjadi salah satu hal terpenting yang tengah menjadi sorotan sekaligus kebutuhan . cepat. kurang sensiti f terhadap harga dan memberi komentar yang baik tentang tersebut . Pelanggan yang puas akan setia lebih lama. memindahkannya hanya jika ada kondisi yang membahayakan. bila sesuai harapan.tolong. Masyarakat me nuntut kemampuan dan profesionalisme kalangan medis untuk mengatasi masalah pasien. Hindari mengangkat atau memindahkan yang tidak perlu. Jangan pindahkan sebe lum pertolongan pertama selesai dilakukan dan terdapat alat transportasi yang memadai.2 .3. Apabila kinerja dibawah harapan.1 Pengertian K epuasan Pasien Aditama (2002 :2) mengemukakan bahwa kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang dirasakannya dengan harapannya. 8.3 Faktor Penentu Mutu P elayanan Keperawatan Berdasarkan faktor faktor yang menentukan mutu pe layanan kesehatan menurut Kuntjoro (2007:3) yaitu : 2. Di samping itu h arapan pelanggan dapat dibentuk oleh p engalaman masa lampau. 2.2. Jangan diberi minum jika terdapat trauma abdomen atau diperkirakan kemungkinan tindakan anastesi dalam waktu dekat. dan akurat. 2 . Tingkat kepuasan merupakan fungsi dari perbedaan antara kinerja yang dirasakan deng an harapan. komentar dari kerabatnya serta janji dan informasi dari berbagai media.1 Kelayakan Pasien akan datang berobat jika sarana dan prasarana yang dimiliki oleh suatu masyarakat itu layak digunakan. 9. maka pelanggan akan sangat kecewa.

2. 2.2 Kesiapan Tenaga kesehatan akan selalu siap sedia melayani setiap pasien yang membut u hkan pelayanan baik dari segi fisik. Kualitas atau mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit bergantung kepada kecepatan. Keamanan dan kenyamanan pelayanan yang . pengobatan ma u pun dorongan moral yang diberikan oleh tenaga kesehatan . 2. kemudahan.2.3.5 Keamanan Keamanan yang akan melindungi pasien dari praktek yang tidak diinginkan dan ketepatan waktu d alam pengambilan keputusan dan pengobatan . 2.masyarakat.2.2.4 Kemanjuran Pasien akan merasa sangat puas jika pengobatan dan pel a yanan yang telah diberikan memiliki kemanjuran yang akan dirasakan oleh pasien sehingga pasien/pelanggan tidak kapok berobat ke sana.3.3. Sebuah rumah sakit harus memiliki rencana dan prose dur yang baru dan teruji dengan petugas atau personalia yang sudah terlatih. Hal ini dapat membuat pasien merasa puas dengan tindakan yang telah diber ikan.2. Rencana rumah sakit harus terintegrasi dengan rencana 5 kesiapan masyarakat yang lain dan meliputi perencanaan saling membantu dan dukungan dan bantuan dari fasilitas kesehatan yang lain.3 Efektifitas Setiap pelayanan kesehatan harus memiliki efektifitas yang tinggi diman a ma m pu memberikan perawatan sesuai dengan keadaan pasien dan be nar tata cara tindakannya. Kemanjuran adalah tingkat dimana perawatan atau tindakan yang diterima pasien dapat diwujudkan atau ditunjukkan untuk menyempurnakan hasil sesuai harapan pasien.3. dan ketepatan dalam melakukan tindakan keperawatan yang berarti juga pelayanan keperawatan bergantung kepada efisiensi dan efektifitas struktural yang ada dalam keseluruhan sistem suatu rumah sakit.

Hubungan Pelayanan Keperawatan dengan Kepuasan Pasien Jacobalis (2009:21) menjelaskan bahwa pengukuran kepuasan pelanggan merupakan elemen penting dalam menyediakan pelayanan yang lebih baik. Responden adalah pasien rawat inap dewasa dalam kondisi sadar yang mendapat pelayanan perawatan di Ruang Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Adv ent Bandung. METODOLOGI Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasi. Responden berada di tempat penelitian saat pengumpulan data. juga membawa beban kesakitan sosial. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya bahwa pasien yang datang ke rumah sakit selain membawa beban kesakitan fisik maupun psikis. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien di Ruang Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Advent Bandung. Hal ini terutama sangat p enting bagi pelayanan publik. . meminimalkan biaya dan waktu serta memaksi malkan dampak pelayanan terhadap populasi sasaran. Keamanan dan kenyamanan ini terkait dengan bagaimana fasilitas yang terdapat di rumah sakit tersebut perlu diperhatikan. 2. kepuasan pelanggan merupakan satu determinan kunci dari tingkat permintaan pel ayanan. dimana pelanggan mampu untuk memilih di antara beberapa alternatif pelayanan dan memiliki informasi yang memadai. Apabila pelanggan merasa tidak puas terhadap suatu pelayanan yang disediakan. Pada kondisi persaingan sempurna. Purposive sampling menurut Sugiyono (2008) adalah teknik pengambilan sampel dengan menentukan kriteria kriteria t ertentu. lebih efisien dan lebih efektif. 6 Kriteria Memilih Sampel Kriteria yang digunakan dalam memilih responden pada penelitian ini adalah: 1.diberikan oleh rumah sakit. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari jumlah populasi yaitu 30 pasien rawat inap yang terlebih dahulu mendapat pelayanan di Unit Gawat Darurat dipilih melalui purposive sampling . maka pelayanan tersebut dapat dipastikan tidak efektif dan tidak efisien. Populasi dan Sampel . Trimumpuni (2009:11) mengatakan bahwa tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan merupakan faktor yang penting dalam mengembangkan suatu sistim penyediaan pelayanan tanggap terhadap kebutuhan pelanggan.

denga n rumus menurut McClave dan Benson (2006) sebagai berikut: Jumlah benar (x) Nilai = x 100 Jumlah nilai mutlak (y) Jumlah benar (x) Nilai = x 100 Jumlah nilai mutlak (y) 2166 = x 100% = 80. cukup setuju diberi nilai 2.1.1 Analisis Data Dapat diketahui bahwa pelayanan perawatan di Rumah Sakit Advent memiliki nilai persentase yaitu 80. 4. setuju diberi nilai 3.1 Masalah Pertama : Pelayanan Perawatan di Ruang Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Advent Bandung Untuk menjawab identifikasi masalah pertama yaitu: “Sampai sejauh manakah pelayanan perawatan di Ruang Unit Gawat Darurat Rumah Saki t Advent Bandung?” maka setiap jawaban sangat setuju diberi nilai 4.1 . Menurut kategori pelayanan perawatan nilai tersebut termasuk pada kategori tinggi .49 % 2691 4.2 Interpretasi Data Analisis data di atas menunjukkan bahwa . Junadi (2007:3). HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1.1. Nilai tiap tiap responden mengacu ke jumlah jawaban benarnya.49 %.1. tidak setuju diberi nilai 1 dan sangat tidak setuju diberi nilai 0.Instrumen Penelitian Instrumen yang digunaka n dalam penelitian ini adalah 2 2 pernyataan mengenai kepuasan pasien dan 23 pelayanan keperawatan yang disadur dari Heriandi (2007:3 ). Kuntjoro (2007:3) Munijaya (2004:8) dan Setiadi (2007:247 256) namun sebelumnya dilakukan Content Validity .

2 . Dokter dan perawat yang profesional.1. Hal ini berarti para perawat memiliki sikap yang ramah.2 .06 %. 4. Petugas memberikan arahan dan informasi yang jelas dan mudah dimengerti jika diminta.2 Interpretasi Data .2. Hal ini sesuai dengan pendapat Heriandi (2007:3) menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan yang diharapkan ole h pasien adalah s ikap ramah oleh semua petugas baik petugas keamanan. 7 4.1. dokter. Jumlah benar (x) Nilai = x 100 Jumlah nilai mutlak (y) 2008 = x 100% = 76. perawat dan kasir.pelayanan perawatan di Rumah Sakit Advent Bandung adalah bagus . Nilai tersebut diinterpret asikan sesuai dengan Kategori Kepuasan Pasien pada tabel 3.1.2 Masalah Ke dua : Kepuas an Pasien di Rumah Sakit Advent Bandung Untuk menjawab identifikasi masalah kedua yaitu: “Sampai sejauh manakah kepuasan pasien di Rumah Sakit Advent Bandung?” maka dilakukan prosedur seperti menjawab identifikasi masalah kedua. Rumah sakit yang memiliki dokter dan perawat yang profesional akan memberikan nilai lebih bagi pasien dan keluarga. Menurut kategori kepuasan pasien nilai ini tergolong tinggi .06 % 2640 4.1 Analisis Data Dapat diketahui bahwa kepuasan pasien di Rumah Sakit Advent Bandung yaitu 76. dokter dan perawat melaksanakan tugas perawatan secara profe sional. Dokter memberikan kejelasan informasi mengenai penyakit dan rencana tindakan dan terapi yang diberikan. petugas pendaftaran.

Hal ini sesuai dengan pendapat Sarbaguna (2004:8) menjelaskan bahwa kepuasan pasien merupakan nilai subjektif terhadap kualitas pelayanan yang di berikan. Interaksi yang baik akan menciptakan rasa puas bagi pasien. Kepuasan pasien berhubungan dengan pelayanan rumah sakit. Nilai korelasi antara x ( pelayanan perawatan ) dan Y ( kepuasan pasien ) dapat diperoleh dengan cara berikut: r=            2 2 2 .3 Masalah Ketiga : Hubungan Pelayanan Perawatan dengan Tingkat Kepuasan Pasien U ntuk menjawab identifikasi masalah ketiga yakni: “Adakah hubungan pelayanan perawatan dengan tingkat kepuasan pasien di Ruang Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Advent Bandung?” maka digunakan rumus korelasi menurut Sugiyono (2007:122). Hal i ni berarti pasien merasa puas dan akan datang lagi berobat serta promosi atau memberitahukan kepada teman dan keluarga. keluarga dan lainnya. keluarga. penjelasan tentang tuju an pemeriksaan terhadap penyakit. dokter dan staf yang bertugas di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Advent Bandung.Analisis data di atas menunjukkan bahwa para pasien merasa puas dengan pelayanan perawatan yang diberikan oleh perawat. keluarga. Interaksi yang baik akan menciptakan rasa puas bagi pasien. Kemampuan ini termasuk ketepatan pelayanan.1. Selain itu pasien juga merasa bahwa perawat unit gawat darurat harus memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan baik dan tepat dari be rbagai individu. kelompok dan komunitas. 4. dimana pelanggan yang merasa puas akan datang lagi berobat dan promosi atau memberitahu kepada teman. memberikan pendidikan kesehatan yang tepat untuk pasien dan keluarga serta melakukan penelitian dan komunikasi kepada klien maupun keluarga. Menurut Emergency Nurse Association (2009) perawat unit gawat dar urat harus memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan baik dan tepat dari berbagai individu. kelompok dan komunitas.

99 7182 x r .2 Y Y n X X n Y X XY n 2 2 ) 2008 ( ) 134778 ( 30 ) 2166 ( ) 156712 ( 30 ) 2008 )( 2166 ( ) 145217 ( 30  r 8 4032064 4043340 4691556 4701360 4349328 4356510  r 11276 9804 7182  r 18 . 106 01 .

dapat diketahui bahwa besarnya koefisien korelasi adalah 0. Dengan kualitas pelayanan unit gawat darurat yang memuaskan. Bahkan pasien yang merasa puas dengan pelayanan perawatan yang diberikan mampu membayar lebih terhadap rumah sakit tersebut. Jadi ada hubungan yang kuat antara pelayanan perawatan dengan kepuasan pasien. 68 dilihat pada tabel 3. 88 .1.05) yang berarti ada hubungan variabel X ( pelayanan perawatan ) dan variabel Y ( kepuasan pasien ) dan nilai 0.1.1 Analisis Data Dari hasil perhitungan di atas.4.3 adalah kuat . 10512 7182  r = 0.4.68 4. Pelayanan unit gawat darurat . 4. 68 . 68 lebih besar dari alpha (0. efisien dan efektif. Hal ini berarti pelayanan perawatan merupakan elemen penting dalam menyediakan pelayanan lebih baik. Hal ini sesuai dengan pen d apat Agung (2010:4) menj elaskan bahwa Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap pemakai jasa pelayanan kesehatan sesuai tingkat kepuasan. Nilai 0.2 Interpretasi Data An alisis di atas m enyatakan ada hubungan yang kuat antara pelayanan perawatan dengan kepuasan pasien . akan mendorong pasien untuk tetap m emilih rumah sakit tersebut apabila membutuhkan lagi fasilitas pelayanan kesehatan.

Kepuasan pasien Online available: http://eprints.2. 2002. Kepuasan pasien berhubungan dengan pelayanan rumah sakit. 2.2.undip. Para pasien merasa puas dengan pelayanan p erawatan di UGD Rumah Sakit Advent Bandung . keluarga dan lainnya. Agung. A. 9 5. Kepuasan pasien. Online available: http://apotekputer.com/ma/index. DAFTAR PUSTAKA Aditama. Karena semakin bagus pelayanan perawatan maka pas ien akan semakin puas dengan pelayanan yang diberikan oleh perawat maupun dokter di Unit Gawat Darurat rumah sakit tersebut. dimana pelanggan yang merasa puas akan datang lagi berobat dan promosi atau memberitahu kepada teman.php?option=com_content&task=view&id=140&Itemid= 63 [ 2 Febru ari 2013 ]. karena unit ini paling banyak memberikan pelayanan dibandingkan dengan yang lainnya Sarbaguna (2004:8) menjelaskan bahwa kepuasan pasien merupakan nilai subjektif terhadap kualitas p elayanan yang diberikan.id/10782/1/%28jurnal%29 .1 Kepala Unit Gawat Darurat Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan untuk memberikan seminar kepada para perawat Unit Gawat Darurat agar meningkatkan pelayanan perawatan sehingga kepuasan p asien tetap terjaga dengan baik dan menambah jumlah tenaga perawat agar pelayanan perawatan lebih maksimal. 3. KESIMPULAN DAN SARAN 5.ac. Pelayanan perawatan di UGD Rumah Sakit Advent Bandung adalah bagus . 2010.1 Kesimpulan Kesimpulan yang penulis peroleh dari penelitian ini adalah: 1.merupakan pusat ke giatan yang paling banyak terjadi interaksi antara perawat dengan pasien.2 Bidang Penelitian Agar hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai data dasar untuk mengembangkan penelitian mengenai hubungan ketenagaan dengan kualitas pelayanan perawatan. Ada hubungan yang kuat antara pelayanan perawatan dengan kepuasan pasien 5.

opera. Online available: http://grahacend ikia.com/2009/03/28/analisa hubungan komunikasi verbal dan non . Analisa Hubungan komunik asi verbal dan non vernal perawat terhadap tingkat kepuasan pasien.andreas_agung_k. Rineka Cipta. 2011.id/18028/ Arikunto. Online available: http://repository.wordpress. Hubungan komunikasi verbal dengan tingkat kepuasan pasien Online available: http://grahacendikia. com/2009/03/28/analisa hubungan komunikasi verbal dan non verbal perawat terhadap tingkat kepuasan pasien/ [ 5 Februari 2013 ].unand.com/fmabrur/blog/2012/02/08/keperawatan gawat darurat Anggriani. Jakarta: PT.pdf Akhmad. 2008.wordpress. S. Prosed ur penelitian suatu pendekatan praktek. Budiastuti. Kepuasan pasien. 2008 . Cendekia. 2012. Keperawatan gawat darurat O nline available: http://my.ac.

A. Djojosugito.com/2011/04/unit gawat darurat ugd. Hidayat.verbal perawat terhadap tingkat kepuasan pasien/ [ 5 Februari 2013 ]. G. Citra.html [ 7 Februari 2013 ]. Unit Gawat Darurat.unri. Handout Keperawatan Medikal Bedah: Emergency Care. Online available: http://www.citraharapan.id/bitstream/. Penanggulangan Penderita Gawat Darur at. Jakarta: Salemba Medika.. Mutu Pelayanan Kesehatan di Rumah sakit. Yogyakarta: tarsito.html . 2006./1/JURNAL. Manajemen Keperawatan Rumah Sakit. 2009. Online available: http://bidan2006. Jakarta: FIK UI. T.ac.. Manajemen Keperawatan. 2010. 2011. Pedoman Kerja Pe rawat Instalasi Gawat Darurat di Rumah Sakit. 2007. Departemen Kese hatan RI. Gartinah. Jacobalis. Graha. 2009. Keperawatan gawat darurat Online availab le: repository. A. Philadelphia: Wb Saunders Co. Metode penelitian keperawatan dan teknik analisis data.blogspot. 2009. Jakarta : PERSI .com/200 6/02/mutu pelayanan kesehatan di rs dan. Edisi ke dua. T. Jakarta: Depkes RI. 2007. 2008.pdf Heriandi. Gillies.

Online available: http://klinis. Kuntjoro. Kepuasan pasien. Kepuasan Pasien terhadap pelayanan Rumah Sakit. Konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan. G. R a ngkuti. Measuring Customer Satiscaftion. Online available: http://lrc kmpk. Munijaya. Robertson. Mutu Pel ayanan kesehatan.blogspot. .com/2008/12/28 /kepuasan pasien terhadap pelayanan rumah sakit/ [ 21 Februari 2 013 ]. 2007. Online available: http://bidan2006. T.ac. Kamsi. Online available: http://bidan2006. 2007. Peran F u ngsi dan Tugas Perawat di Unit Gawat Darurat.Junadi. 2008. Jakarta: Depkes RI. Jakarta: Gramed i a.com/2006/02/mutu pelayanan . Jakarta: Buku Kedokteran: EGC. Manajemen Kesehatan. 10 Prabowo. Jakarta: Salemba Medika. 2009.blo gspot. 2009.id/id/UP PDF/_working/No.9_Eka%20Yuli a% 20Fitri_10_07_WPS.wordpress. Mutu Pelayanan Pasien di RS. Nursalam 2008. 2008.html [ 16 Februari 2013 ]. 2004.pdf [ 20 Februari 2013 ].com/2006/02/mutu pelayanan kesehatan.ugm. A.

H. 2007. Surabaya: Airlangga University Press. Kepuasan pasien di Rumah Sakit Online available: http://adln. Umi. Trimumpuni. 2008. Suryani. Djoko. Keperawatan gawat darurat.unair. 2008.ac. 2010. Tjiptono.html [ 18 Februari 2013 ].9_Eka% 20Yulia%20Fitri_10_07_ WPS. pdf [ 16 Februari 2013 ].ac. Kepuasan Pasien Online available: http://lrc kmpk.lib.id/id/UP PDF/_working/No. Widodo. Jakarta: EGC.ugm. Pelayanan Kep erawatan.id/go.id/pdf/5FIKESS1KEPERAWATAN/1010712012/BAB%2 0I.ac.php?id=jiptunair gdl s2 2003 hanik2c 724 jabatan&node=257&start=66&PHPSESSID =e99ecec43aeb91a73c0e368ce140cf5f [ 16 Februari 2013].pdf [ 16 Februari 2013 ].upnvj.library. Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan. Online available: http://www. Jakarta: Gramedia Utama. . Wijono. 2009.kesehatan di rs dan. Manajemen Administrasi Rumah Sakit. 2009.

Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode d eskriptif korelasi . Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 128 pasien di Ruang Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Advent Bandung. Instrumen yan g digunakan dalam penelit ian ini berbentuk kuesioner terdiri dari 22 pernyataan mengenai kepuasan pasien dan 23 pelayanan keperawatan yang disadur dari Heriandi (2007:3). Kuntjoro (2007:3) Munijaya (2004:8) dan Setiadi (2007:247 256) namun sebelumnya dilakukan Con tent Validity . Junadi (2007:3). Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran tentang hubungan antara pelayanan perawatan dengan tingkat kepuasan pasien di Ruang Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Advent Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan perawatan di UGD Rum ah Sakit Advent Bandung adalah bagus .HUBUNGAN PELAYANAN PERAWAT AN D ENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RUANG UNIT GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT ADVENT BANDUNG TOMSAL SIBORO Universitas Advent Indonesia Bandung ABSTRA K Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kepuasan pasien yang perlu diteliti karena dengan mengetahui keinginan pasien selama berada di rumah sakit maka perawat dapat memahami kebutuhan tersebut sehingga pasien merasa puas terhadap pelayanan rumah sa kit . Sampel yang digunakan adalah 30 pasien yang dipilih secara purposive sampling.

Saran untuk kepala Unit Gawat Darurat diharapkan dapat menjadi bahan masukan untuk memberikan seminar kepada para perawat Unit Gawat Darurat agar meningkatkan pelayanan perawatan sehingga kepuasan pasien tetap terjaga dengan baik. Para pasien merasa puas dengan pelayanan perawatan di UGD Rumah Sakit Advent Bandung. Sar an bagi kepala bidang penelitian diharapkan metode penelitian ini dapat digunakan sebagai data dasar untuk mengembangkan penelitian mengenai hubungan lama ketenagaan dengan kualitas pelayanan perawatan.. Ada hubungan yang kuat antara pelayanan perawatan de ngan kepuasan pasien. RELATIONSHIP WITH CARE SERVICES PATIENT SATISFACTION IN THE HOSPITAL EMERGENCY UNIT ADVENT BANDUNG ABSTRACT This research is motivated by the satisfaction of patients who need to be investigated because of the desire to know the patient while in the hospital the nurse to understand the requirements so that patients are satisfied with hospital services . The purpo se of this study is to see a picture of the .

The method used in this research is descriptive correlation method . The instrument used in this study form questionnaire consisted of 22 statements regarding pati ent satisfaction and 23 nursing care adapted from Heriandi ( 2007:3). The population used in this study were 128 patients in the Emergency Room Unit Bandung Adventist Hospital . The samples used were 30 patients who were selected by purposive sampling . .relationship between care services with patient satisfaction in the Emergency Room Unit Bandung Adventist Hospital .

Suggestions to head the Emergency Unit is expected to be input to give seminars to nurses emergency room .Junadi ( 2007:3). There is a strong relationship between patients' satisfaction with care services . The patients were satisfied with treatment services in Bandung Adventist Hospital emergency room . The results showed that ER care services in Bandung Adventist Hospital is good . Kuntjoro ( 2007:3) Munijaya ( 2004:8) and Setiadi ( 2007:247 256) but have done Content Validity .

Kepuasan pasien ditentukan oleh keseluruhan pelayanan yaitu pelayanan admisi. Suggestions for research are expected to head the field of research methods can be used as a baseline to develop research on the long standing relationship with the quality of care services workforce . makanan.care services in order to improve patient satisfaction remained so well preserved . Salah satu faktor yang dapat me nyebabkan ketidakpuasan pasien adalah pelayanan yang diberikan oleh para perawat di Unit Gawat Darurat (UGD). dok ter. fasilitas dan lingkungan fisik rumah sakit serta pelayanan administrasi. di antaranya karena hasil yang t erlihat merupakan resultan dari berbagai faktor yang ber hubungan . sarana dan peralatan. efisiensi dan efektivitas pelayanan serta kepuasan pasien. perawat. Citra (2011:1) mengemukakan bahwa UGD adalah sala h satu bagian di rumah sakit yang . Sriyono (2008 : 1) menjelaskan bahwa b anyak faktor yang ber hubungan terhadap kepuasan pasien. obat obatan. 2 PENDAHULUAN Kualitas pelayanan rumah sakit dapat diketahui dari penampilan profesional personil rumah sakit.

Unit gawat darurat adalah ujung tombak atau etalase dari suatu rumah sakit dimana pasien pasien yang datang dalam kondisi yang ter ancam nyawanya atau dalam keadaan darurat memerlukan pertolongan yang cepat dan tepat. Menurut Stuart (2007) yang dikutip oleh Suryani (2010:2) menjelaskan penelitian di Amerika Serikat tentang kepuasan pelayanan pasien di UGD. empat orang pasien kurang Puas dari interaksi/perhatian antara perawat dengan pasien yang kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 orang pasien yang berkunjung ke UGD. waktu tunggu yang relatif lama dan fasilitas/alat yang ada se rta pegawai yang masih kurang. Tujuan Umum Tujuan umum penelitian ini adalah untuk melihat gambaran tentang hubungan antara pelayanan perawat an d engan tingkat kepuasan pasien di Ruang Unit Gawat Darura t Rumah Sakit Advent Bandung .menyediakan penanganan awal bagi pasien yang menderita sakit dan cedera. sebagai masukan tentang . Kegunaan Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi: 1. Sementara empat orang lainnya (4%) mengatakan ketidakpuasannya mengenai obat yang diberikan relatif lama dan memiliki proses yang rumit. dua orang pasien menyatakan kurang puas dari waktu dalam memberikan pelayanan yang kurang seperti tidak memberikan kesempatan pada pasien untuk bertanya tentang penyakitnya. Kepala bidang Unit Gawat Darurat . atau yang lainnya. Kemudian diketahui pula pegawai yang bertugas kurang menanggapi keluhan dalam memberikan pel ayanan kesehatan pada pasien gawat darurat. Hasil wawa ncara dari 10 orang pasien yang berobat di Triase UGD dua orang pasien menyatakan kurang puas terhadap pelayanan yang diberikan yaitu dari pengkajian perawat dalam menanggapi keluhan pasien terhadap penyakit yang dideritanya. dan satu orang pasien tidak puas dari keamanan seperti perhatian perawat yang kurang pada pasien gelisah. diketahui enam orang (60%) mengeluhkan tentang pelayanan perawatan yang diberikan tidak sesuai dengan harapan. Anggraini (2011:12) menjelaskan hasil survei mengenai pelayanan perawat di UGD salah satu rumah sakit di Indonesia yang dilakukan pada tanggal 27 September 2010 dengan wawancara langsung dengan pasien.

Hidayat (2008) menjelaskan bahwa pelayanan keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan b agian integral dari pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan. menstabilkan dan mengatur pasien yang menunjukkan gejala yang bervariasi dan gawat serta juga kondisi kondisi yang sifatnya tidak gawat. yaitu: 1. 2. 2. Bidang penelitian .pelayanan perawat an d engan tingkat kepuasan pasien . . Unit gawat darurat juga me nyediakan sarana penerimaan untuk penatalaksanaan pasien dalam keadaan bencana. Pada ha kikat nya kegiatan atau pun tindakan keperawatan bersifat membantu ( assistive in nature ). Fungsinya adalah untuk menerima. hal ini merupakan bagian dari perannya di dalam membantu keadaan bencana yang terjadi di tiap daerah. diharapkan metode penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan untuk dikembangkan dalam penelitian selanjutnya. dan pelayanan keperawatan ini diberikan karena adanya kelemahan fisik dan mental.1 Pengertian Pelayanan Keperawatan Agung (2010:3) mengemukakan bahwa p elayanan keperawatan adalah Pelayanan keperawatan adalah merupakan sebuah bantuan.2 Jenis Pelayanan Perawat di Unit Gawat Darurat Agung (2010:4) menjelaskan bahwa UGD adalah suatu unit integral dalam satu rumah sakit dimana semua pengalaman pasien yang pernah datang ke UGD tersebut akan dapat menjadi pengaruh yang besar bagi masyar akat tentang bagaimana gambaran rumah sakit itu sebenarnya.1.1. keluarga dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh pro ses kehidupan manusia. 3 TINJAUAN TEORITIS 2. Menurut Kamsi (2009:54) dalam memberikan pelayanan terhadap pasien gawat darurat. berbentuk pelayanan biopsikososial dan spiritual yang komprehensif. perawat mempunyai tiga macam fungsi utama. adanya keterbatasan pengetahuan serta kurangnya kemampuan menuju kepada kemampuan melak sana kan kegiatan hidup sehari hari secara mandiri. ditujukan kepada individu.

koma. Disatu sisi perawat bertanggung jawab terhadap tugas fisik. Lakukan pengkajian yang cepat dan cermat terhadap masalah yang mengancam jiwa. Fungsi kolaborasi. Death on arrival (DOA). 2. kegagalan otak. disisi lain ia harus selalu dituntut untuk selalu tampil sebagai profil perawat yang baik oleh pasien. 2.1.mengancam jiwa. Sadari peran perawat dalam menghadapi klien dan keluarganya . 2. 3. kegagalan paru. gawa t nafas. Mampu melakukan pencatatan dan laporan pelayanan asuhan keperawatan. administratif dari instansi tempat bekerja. Menurut Departemen Kesehatan RI (2009) seorang perawat di unit gawat darurat harus memiliki kemampuan ataupun criteria sebagai berikut: 1. Bersikap tenang tetapi cekata n dan berpikir dalam bertindak (jangan tunjukkan kepanikan). perdarahan. kasus orthopedic. Fungsi dependen. kejang.5 Perawat Unit Gawat Darurat Gartinah (2008:78) menjelaskan bahwa prinsip umum perawat gawat darurat adalah sebagai berikut: 1. Mampu mengenal klasifikasi pasien: fase emergency. menghadapi kecemasan. yaitu fungsi yang didelegasikan sepenuhnya atau sebagian dari kelompok profesi lain yang berwenang kepada perawat. kejenuhan dalam menghadapi pasien dengan kondisi yang menderita sakit kritis atau keadaan terminal. keluhan dan mekanisme pertahanan diri pasien yang muncul pada pa sien akibat sakitnya. 3. ketegangan.3 Faktor faktor yang Mendukung Pelayanan Perawat Widodo (2009:2) mengutarakan bahwa tuga s dan tanggung jawab perawat bukan hal yang ringan untuk dipikul. . yaitu perawat sebagai anggota tim kesehatan bekerja bersama saling membantu dan dalam melaksanakan program tim kesehatan bekerja bersama. Mampu ber komunikasi secara intern (sesam a tim kesehatan . 2. ketanggapan perawat dalam memenuhi kebutuhan pasien. dinas kesehatan dan departemen kesehatan). kehandalan perawat dalam melakukan tindakan keperawatan dan kelengkapan fasilitas Unit Gawat Darurat. 4. kegagalan jantung. 3.Fungsi inde penden. Mampu mengatasi: kejang syok. Pratiwi (2011:10) mengemukakan bahwa ada beberapa aspek utama yang mendukung pelayanan keperawatan di Unit Gawat Darurat diantaranya jumlah perawat yang cukup akan 4 meningkatkan pelayanan. fungsi yang berkaitan dengan pemberian asuhan ( care ). nyeri hebat daerah pinggul. pimpinan) maupun secara ekstern (antar rumah sakit. klien dan keluarga. 2. ringan. berat.1.

Jika korban sadar.3 Faktor Penentu Mutu P elayanan Keperawatan Berdasarkan faktor faktor yang menentukan mutu pe layanan kesehatan menurut Kuntjoro (2007:3) yaitu : 2. memindahkannya hanya jika ada kondisi yang membahayakan. 10.4. Hindari mengangkat atau memindahkan yang tidak perlu. Pelanggan yang puas akan setia lebih lama. 2.3.2. Lakukan tindakan penyelamatan jiwa atau kehidupan. komentar dari kerabatnya serta janji dan informasi dari berbagai media. 8. 9. maka pelanggan akan sangat puas. Lakukan pengkajian sistemik. jelaskan apa yang terjadi. 7. Jangan diberi minum jika terdapat trauma abdomen atau diperkirakan kemungkinan tindakan anastesi dalam waktu dekat. 2 . Perhatikan posisi korban dan atur posisi pasien dan lindungi pasien dari kedinginan. bila sesuai harapan.1 . 6. sebelum melakukan tindakan secara menyeluruh. Apabila kinerja dibawah harapan. maka pelanggan akan sangat kecewa.2 . berikan bantuan untuk menenangkan dan yakinkan akan di tolong. Sedangkan bila kinerja melebihi har apan pelanggan akan sangat puas.1 Pengertian K epuasan Pasien Aditama (2002 :2) mengemukakan bahwa kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang dirasakannya dengan harapannya. Tingkat kepuasan merupakan fungsi dari perbedaan antara kinerja yang dirasakan deng an harapan. Jangan pindahkan sebe lum pertolongan pertama selesai dilakukan dan terdapat alat transportasi yang memadai. 5. kurang sensiti f terhadap harga dan memberi komentar yang baik tentang tersebut . Di samping itu h arapan pelanggan dapat dibentuk oleh p engalaman masa lampau. 2.

3. 2.2. Rencana rumah sakit harus terintegrasi dengan rencana 5 kesiapan masyarakat yang lain dan meliputi perencanaan saling membantu dan dukungan dan bantuan dari fasilitas kesehatan yang lain. Hal ini dapat membuat pasien merasa puas dengan tindakan yang telah diber ikan. pengobatan ma u pun dorongan moral yang diberikan oleh tenaga kesehatan . sangat diharapkan masyarakat sebab kesehatan menjadi salah satu hal terpenting yang tengah menjadi sorotan sekaligus kebutuhan masyarakat. Kemanjuran adalah tingkat dimana perawatan atau tindakan yang diterima pasien .3. dan akurat. kemudahan.3.Kelayakan Pasien akan datang berobat jika sarana dan prasarana yang dimiliki oleh suatu masyarakat itu layak digunakan.2. Masyarakat me nuntut kemampuan dan profesionalisme kalangan medis untuk mengatasi masalah pasien. Kualitas atau mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit bergantung kepada kecepatan. 2.4 Kemanjuran Pasien akan merasa sangat puas jika pengobatan dan pel a yanan yang telah diberikan memiliki kemanjuran yang akan dirasakan oleh pasien sehingga pasien/pelanggan tidak kapok berobat ke sana.2. 2. dan ketepatan dalam melakukan tindakan keperawatan yang berarti juga pelayanan keperawatan bergantung kepada efisiensi dan efektifitas struktural yang ada dalam keseluruhan sistem suatu rumah sakit.2 Kesiapan Tenaga kesehatan akan selalu siap sedia melayani setiap pasien yang membut u hkan pelayanan baik dari segi fisik.3 Efektifitas Setiap pelayanan kesehatan harus memiliki efektifitas yang tinggi diman a ma m pu memberikan perawatan sesuai dengan keadaan pasien dan be nar tata cara tindakannya. Sebuah rumah sakit harus memiliki rencana dan prose dur yang baru dan teruji dengan petugas atau personalia yang sudah terlatih. Layanan medis yang tepat. cepat.

Apabila pelanggan merasa tidak puas terhadap suatu pelayanan yang disediakan. meminimalkan biaya dan waktu serta memaksi malkan dampak pelayanan terhadap populasi sasaran. Keamanan dan kenyamanan ini terkait dengan bagaimana fasilitas yang terdapat di rumah sakit tersebut perlu diperhatikan. Pada kondisi persaingan sempurna. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari jumlah populasi yaitu 30 pasien rawat inap yang terlebih dahulu mendapat pelayanan di Unit Gawat Darurat dipilih melalui purposive sampling . juga membawa beban kesakitan sosial. Keamanan dan kenyamanan pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit.dapat diwujudkan atau ditunjukkan untuk menyempurnakan hasil sesuai harapan pasien. Purposive sampling menurut Sugiyono (2008) adalah teknik pengambilan sampel dengan menentukan kriteria kriteria t ertentu. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien di Ruang Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Advent Bandung. maka pelayanan tersebut dapat dipastikan tidak efektif dan tidak efisien. dimana pelanggan mampu untuk memilih di antara beberapa alternatif pelayanan dan memiliki informasi yang memadai. Trimumpuni (2009:11) mengatakan bahwa tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan merupakan faktor yang penting dalam mengembangkan suatu sistim penyediaan pelayanan tanggap terhadap kebutuhan pelanggan. lebih efisien dan lebih efektif. Responden adalah pasien rawat inap dewasa dalam kondisi sadar . METODOLOGI Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasi.3.5 Keamanan Keamanan yang akan melindungi pasien dari praktek yang tidak diinginkan dan ketepatan waktu d alam pengambilan keputusan dan pengobatan . 6 Kriteria Memilih Sampel Kriteria yang digunakan dalam memilih responden pada penelitian ini adalah: 1. Populasi dan Sampel . kepuasan pelanggan merupakan satu determinan kunci dari tingkat permintaan pel ayanan. Hal ini terutama sangat p enting bagi pelayanan publik. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya bahwa pasien yang datang ke rumah sakit selain membawa beban kesakitan fisik maupun psikis. 2.2. Hubungan Pelayanan Keperawatan dengan Kepuasan Pasien Jacobalis (2009:21) menjelaskan bahwa pengukuran kepuasan pelanggan merupakan elemen penting dalam menyediakan pelayanan yang lebih baik.

Junadi (2007:3).1 Masalah Pertama : Pelayanan Perawatan di Ruang Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Advent Bandung Untuk menjawab identifikasi masalah pertama yaitu: “Sampai sejauh manakah pelayanan perawatan di Ruang Unit Gawat Darurat Rumah Saki t Advent Bandung?” maka setiap jawaban sangat setuju diberi nilai 4. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunaka n dalam penelitian ini adalah 2 2 pernyataan mengenai kepuasan pasien dan 23 pelayanan keperawatan yang disadur dari Heriandi (2007:3 ). denga n rumus menurut McClave dan Benson (2006) sebagai berikut: Jumlah benar (x) Nilai = x 100 Jumlah nilai mutlak (y) Jumlah benar (x) Nilai = x 100 Jumlah nilai mutlak (y) 2166 = x 100% = 80.1.1. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Data Dapat diketahui bahwa pelayanan perawatan di Rumah Sakit Advent memiliki nilai persentase yaitu . 2. Kuntjoro (2007:3) Munijaya (2004:8) dan Setiadi (2007:247 256) namun sebelumnya dilakukan Content Validity . setuju diberi nilai 3.yang mendapat pelayanan perawatan di Ruang Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Adv ent Bandung.49 % 2691 4. cukup setuju diberi nilai 2. Nilai tiap tiap responden mengacu ke jumlah jawaban benarnya. tidak setuju diberi nilai 1 dan sangat tidak setuju diberi nilai 0.1 . Responden berada di tempat penelitian saat pengumpulan data.

2 Masalah Ke dua : Kepuas an Pasien di Rumah Sakit Advent Bandung Untuk menjawab identifikasi masalah kedua yaitu: “Sampai sejauh manakah kepuasan pasien di Rumah Sakit Advent Bandung?” maka dilakukan prosedur seperti menjawab identifikasi masalah kedua.1 Analisis Data Dapat diketahui bahwa kepuasan pasien di Rumah Sakit Advent Bandung yaitu 76.1. Jumlah benar (x) Nilai = x 100 Jumlah nilai mutlak (y) 2008 = x 100% = 76. Menurut kategori pelayanan perawatan nilai tersebut termasuk pada kategori tinggi .1.49 %.1. Dokter memberikan kejelasan informasi mengenai penyakit dan rencana tindakan dan terapi yang diberikan. 7 4. Hal ini berarti para perawat memiliki sikap yang ramah. Nilai tersebut diinterpret asikan sesuai dengan Kategori Kepuasan Pasien pada tabel 3. Petugas memberikan arahan dan informasi yang jelas dan mudah dimengerti jika diminta. Dokter dan perawat yang profesional. dokter dan perawat melaksanakan tugas perawatan secara profe sional. 4.06 .80. Hal ini sesuai dengan pendapat Heriandi (2007:3) menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan yang diharapkan ole h pasien adalah s ikap ramah oleh semua petugas baik petugas keamanan. Rumah sakit yang memiliki dokter dan perawat yang profesional akan memberikan nilai lebih bagi pasien dan keluarga. dokter.06 % 2640 4.2 Interpretasi Data Analisis data di atas menunjukkan bahwa pelayanan perawatan di Rumah Sakit Advent Bandung adalah bagus . petugas pendaftaran. perawat dan kasir.2 .1.2.

kelompok dan komunitas. Nilai korelasi antara x ( pelayanan perawatan ) dan Y ( kepuasan pasien ) dapat diperoleh dengan cara berikut: r=      .1. 4.3 Masalah Ketiga : Hubungan Pelayanan Perawatan dengan Tingkat Kepuasan Pasien U ntuk menjawab identifikasi masalah ketiga yakni: “Adakah hubungan pelayanan perawatan dengan tingkat kepuasan pasien di Ruang Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Advent Bandung?” maka digunakan rumus korelasi menurut Sugiyono (2007:122). Kepuasan pasien berhubungan dengan pelayanan rumah sakit. Kemampuan ini termasuk ketepatan pelayanan. keluarga. Selain itu pasien juga merasa bahwa perawat unit gawat darurat harus memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan baik dan tepat dari be rbagai individu. kelompok dan komunitas. Hal i ni berarti pasien merasa puas dan akan datang lagi berobat serta promosi atau memberitahukan kepada teman dan keluarga.%. memberikan pendidikan kesehatan yang tepat untuk pasien dan keluarga serta melakukan penelitian dan komunikasi kepada klien maupun keluarga.2 Interpretasi Data Analisis data di atas menunjukkan bahwa para pasien merasa puas dengan pelayanan perawatan yang diberikan oleh perawat. dimana pelanggan yang merasa puas akan datang lagi berobat dan promosi atau memberitahu kepada teman. Hal ini sesuai dengan pendapat Sarbaguna (2004:8) menjelaskan bahwa kepuasan pasien merupakan nilai subjektif terhadap kualitas pelayanan yang di berikan. keluarga. Menurut Emergency Nurse Association (2009) perawat unit gawat dar urat harus memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan baik dan tepat dari berbagai individu. keluarga dan lainnya. Interaksi yang baik akan menciptakan rasa puas bagi pasien.2 .1. penjelasan tentang tuju an pemeriksaan terhadap penyakit. Interaksi yang baik akan menciptakan rasa puas bagi pasien. dokter dan staf yang bertugas di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Advent Bandung. 4. Menurut kategori kepuasan pasien nilai ini tergolong tinggi .

      2 2 2 2 Y Y n X X n Y X XY n 2 2 ) 2008 ( ) 134778 ( 30 ) 2166 ( ) 156712 ( 30 ) 2008 )( 2166 ( ) 145217 ( 30  r 8 4032064 4043340 4691556 4701360 4349328 4356510  r 11276 9804 7182  .

68 dilihat pada tabel 3. efisien dan efektif.1.2 Interpretasi Data An alisis di atas m enyatakan ada hubungan yang kuat antara pelayanan perawatan dengan kepuasan pasien . Jadi ada hubungan yang kuat antara pelayanan perawatan dengan kepuasan pasien.4. 99 7182 x r  88 .1. 68 . dapat diketahui bahwa besarnya koefisien korelasi adalah 0. Hal ini sesuai dengan pen d apat . 68 lebih besar dari alpha (0.05) yang berarti ada hubungan variabel X ( pelayanan perawatan ) dan variabel Y ( kepuasan pasien ) dan nilai 0.4. Nilai 0.3 adalah kuat .r 18 . 10512 7182  r = 0.68 4. Hal ini berarti pelayanan perawatan merupakan elemen penting dalam menyediakan pelayanan lebih baik. 106 01 .1 Analisis Data Dari hasil perhitungan di atas. 4.

Kepuasan pasien. Karena semakin bagus pelayanan perawatan maka pas ien akan semakin puas dengan pelayanan yang diberikan oleh perawat maupun dokter di Unit Gawat Darurat rumah sakit tersebut.Agung (2010:4) menj elaskan bahwa Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap pemakai jasa pelayanan kesehatan sesuai tingkat kepuasan. . dimana pelanggan yang merasa puas akan datang lagi berobat dan promosi atau memberitahu kepada teman. 2002. Dengan kualitas pelayanan unit gawat darurat yang memuaskan.2. Bahkan pasien yang merasa puas dengan pelayanan perawatan yang diberikan mampu membayar lebih terhadap rumah sakit tersebut. 2. keluarga dan lainnya. 3. KESIMPULAN DAN SARAN 5. DAFTAR PUSTAKA Aditama. Pelayanan unit gawat darurat merupakan pusat ke giatan yang paling banyak terjadi interaksi antara perawat dengan pasien. Ada hubungan yang kuat antara pelayanan perawatan dengan kepuasan pasien 5. Para pasien merasa puas dengan pelayanan p erawatan di UGD Rumah Sakit Advent Bandung . akan mendorong pasien untuk tetap m emilih rumah sakit tersebut apabila membutuhkan lagi fasilitas pelayanan kesehatan.2 Bidang Penelitian Agar hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai data dasar untuk mengembangkan penelitian mengenai hubungan ketenagaan dengan kualitas pelayanan perawatan. Pelayanan perawatan di UGD Rumah Sakit Advent Bandung adalah bagus .1 Kepala Unit Gawat Darurat Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan untuk memberikan seminar kepada para perawat Unit Gawat Darurat agar meningkatkan pelayanan perawatan sehingga kepuasan p asien tetap terjaga dengan baik dan menambah jumlah tenaga perawat agar pelayanan perawatan lebih maksimal.2. 9 5.1 Kesimpulan Kesimpulan yang penulis peroleh dari penelitian ini adalah: 1. karena unit ini paling banyak memberikan pelayanan dibandingkan dengan yang lainnya Sarbaguna (2004:8) menjelaskan bahwa kepuasan pasien merupakan nilai subjektif terhadap kualitas p elayanan yang diberikan. Kepuasan pasien berhubungan dengan pelayanan rumah sakit.

Prosed ur penelitian suatu pendekatan praktek. Analisa Hubungan komunik asi verbal dan non vernal perawat terhadap tingkat kepuasan pasien. Online available: http://grahacend ikia. 2012. 2008.id/10782/1/%28jurnal%29 andreas_agung_k. S. A. Kepuasan pasien.php?option=com_content&task=view&id=140&Itemid= 63 [ 2 Febru ari 2013 ]. com/2009/03/28/analisa hubungan komunikasi verbal dan non verbal perawat terhadap tingkat kepuasan pasien/ [ 5 Februari 2013 ]. 2010. Budiastuti.ac.wordpress.opera. 2008 .undip.Online available: http://apotekputer.unand. Keperawatan gawat darurat O nline available: http://my.com/fmabrur/blog/2012/02/08/keperawatan gawat darurat Anggriani. Kepuasan pasien Online available: http://eprints.wordpress. Rineka Cipta.com/ma/index.com/2009/03/28/analisa .id/18028/ Arikunto. Cendekia. 2011. Online available: http://repository. Hubungan komunikasi verbal dengan tingkat kepuasan pasien Online available: http://grahacendikia.ac. Agung. Jakarta: PT.pdf Akhmad.

hubungan komunikasi verbal dan non verbal perawat terhadap tingkat kepuasan pasien/ [ 5 Februari 2013 ]. Gartinah. Gillies. Mutu Pelayanan Kesehatan di Rumah sakit.com/200 6/02/mutu pelayanan kesehatan di rs ..com/2011/04/unit gawat darurat ugd. Edisi ke dua. 2008. 2009. Philadelphia: Wb Saunders Co.citraharapan. Manajemen Keperawatan. Djojosugito.html . Penanggulangan Penderita Gawat Darur at. Jakarta: Depkes RI. T.blogspot. Departemen Kese hatan RI. Keperawatan gawat darurat Online availab le: repository./1/JURNAL. Unit Gawat Darurat. G. Yogyakarta: tarsito. Online available: http://www.ac. T.unri.. 2009. Online available: http://bidan2006. 2006. Pedoman Kerja Pe rawat Instalasi Gawat Darurat di Rumah Sakit. A.id/bitstream/. 2007. Citra. 2010. 2011. Handout Keperawatan Medikal Bedah: Emergency Care.pdf Heriandi. Jakarta: FIK UI. Graha.

Jacobalis.ugm. Peran F u ngsi dan Tugas Perawat di Unit Gawat Darurat.dan. 2009.blogspot. Nursalam 2008. Metode penelitian keperawatan dan teknik analisis data.html [ 7 Februari 2013 ]. 2008. Jakarta: Depkes RI. Munijaya. R .html [ 16 Februari 2013 ]. Mutu Pel ayanan kesehatan.wordpress. Jakarta : PERSI Junadi. Jakarta: Salemba Medika. Kepuasan pasien. 2007.9_Eka%20Yuli a% 20Fitri_10_07_WPS. A. 10 Prabowo. Manajemen Kesehatan. Kepuasan Pasien terhadap pelayanan Rumah Sakit. A. Jakarta: Buku Kedokteran: EGC. Manajemen Keperawatan Rumah Sakit. 2009. Kuntjoro. Online available: http://bidan2006. Jakarta: Salemba Medika. T. Hidayat. 2007. 2007.pdf [ 20 Februari 2013 ].com/2006/02/mutu pelayanan kesehatan. G.com/2008/12/28 /kepuasan pasien terhadap pelayanan rumah sakit/ [ 21 Februari 2 013 ]. Kamsi. Online available: http://klinis. 2004.ac. Online available: http://lrc kmpk. Konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan.id/id/UP PDF/_working/No.

unair. 2009. Jakarta: Gramed i a. Online available: http://www. 2010.html [ 18 Februari 2013 ]. Umi. Kepuasan pasien di Rumah Sakit Online available: http://adln.id/pdf/5FIKESS1KEPERAWATAN/1010712012/BAB%2 0I.library.blo gspot. 2008.php?id=jiptunair gdl s2 2003 hanik2c 724 jabatan&node=257&start=66&PHPSESSID =e99ecec43aeb91a73c0e368ce140cf5f [ 16 Februari 2013].ugm.lib.upnvj. 2008. Online available: http://bidan2006. Mutu Pelayanan Pasien di RS.id/id/UP PDF/_working/No. pdf [ 16 Februari 2013 ].ac. Keperawatan gawat darurat. Manajemen Administrasi Rumah Sakit.ac. Robertson. 2009. Tjiptono.9_Eka% 20Yulia%20Fitri_10_07_ WPS. . . Jakarta: EGC. Trimumpuni.com/2006/02/mutu pelayanan kesehatan di rs dan. Suryani. Measuring Customer Satiscaftion.id/go.ac. 2008. Kepuasan Pasien Online available: http://lrc kmpk.a ngkuti.pdf [ 16 Februari 2013 ]. H.

Jakarta: Gramedia Utama.Widodo. Pelayanan Kep erawatan. 2007. Djoko. 2009. Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan. . Wijono. Surabaya: Airlangga University Press.