Anda di halaman 1dari 2

Essay ini dibuat sebagai salah satu persyaratan pengajuan beasiswa Tanoto Foundation.

Nama saya Sally Ayunda Siahaan, seorang gadis yang beberapa bulan yang lalu genap berumur
sebilan belas tahun. Berbeda dengan anak-anak biasa nya yang menimba ilmu setinggi mungkin
untuk mendapat pekerjaan di kantoran, aku lebih menginginkan diriku untuk dapat membantu
dan membahagiakan orang lain. Aku mulai menyadari nya saat duduk di bangku SMP. Pada saat
itu, aku berharap suatu saat nanti aku dapat berada ditengah-tengah anak-anak yang tidak
mampu, membantu dan menciptakan senyum ditengah keadaan mereka yang serba kekurangan.
Haiti dan Afrika Selatan merupakan beberapa dari negara yang sangat ingin ku kunjungi.
Aku mempunyai tekat agar aku mampu berada di sana dan membantu mereka, tak sadar
bagaimana keadaan bangsaku yang kenyataan nya masih serba kekurangan. Aku bercita cita
untuk dapat merubah dunia. Apapun yang terjadi aku harus mampu menjadi perwakilan dari
Indonesia untuk membantu negara lain.
Tuhan kemudian menempatkan ku pada keadaan yang sangat sulit untuk ku terima pada
awalnya. Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial, pelabuhan terakhir upah kerja kerasku selama ini.
Aku berusaha untuk menerima semuanya dan menjalani hari-hari sebagai mahasiswa Ilmu
Kesejahteraan Sosial Universitas Sumatera Utara. Hari-hari berganti, akhirnya aku menemukan
ketertarikan terhadap ilmu ini. Melalui pembelajaran yang telah ku lalui selama dua tahun ini,
aku mengetahui bahwa aku dapat mewujudkan keinginan ku sekaligus menyadari bagaimana
keadaan bangsa ku, ketidakadilan yang mereka alami, sulitnya kehidupan mereka. Hingga pada
akhirnya timbul lah keinginan ku untuk membantu mereka, setidaknya aku harus berbuat dahulu
terhadap negara ku sebelum membantu masyarakat di luar sana.
Biaya pendidikan yang tinggi terkadang menjadi penghalang seseorang untuk mengejar
mimpi dan cita-cita nya, tak terkecuali aku. Aku terlahir dari keluarga yang pas-pasan. Ibu ku
bekerja sebagai pegawai negeri sipil, sedangkan ayah ku hanya seorang pengangguran. Ibu ku
merupakan satu-satunya tulang punggung keluarga kami, yang harus membiayai tiga orang anak
dan seorang suami. Ia harus berkerja keras untuk memenuhi kebutuhan pokok kami sehari-hari
dan juga biaya pendidikan saya. Aku menyadari betapa sulitnya hal itu. Namun hal ini

mendorong ku untuk semakin bersemangat dalam mencapai cita-citaku sebagai pekerja sosial
tanpa mengecewakan mereka.
Menjadi Pekerja Sosial tidak hanya memerlukan ilmu pengetahuan yang luas, tetapi juga
kemampuan dan jiwa kepemimpinan yang tinggi. Selama ini, aku tidak memiliki pengalaman
organisasi yang kuat, hanya sebagai anggota pasif. Namun aku memiliki keinginan untuk
mengetahui bagaimana menjadi seorang pemimpin.
Ada nya beasiswa yang ditawarkan oleh Tanoto Foundation merupakan suatu kesempatan
bagi saya untuk dapat membantu meringankan beban orangtua saya dari segi biaya, bukan hanya
itu, pelatihan kepemimpinan yang disediakan juga dapat membantu saya untuk mempersiapkan
diri sebagai calon penerus bangsa. Saya menyadari beasiswa ini diberikan kepada orang yang
pantas dan membutuhkan, dan saya percaya, saya adalah salah seorang dari calon penerima
beasiswa yang pantas mendapatkan beasiswa ini. Terbukti dari keaktifan saya sebagai mahasiswa
selama tiga semester perkuliahan yang saya lewati dengan mendapatkan IPK 3,47 dan saya akan
berusaha untuk meningkatkan nya. Sekian essay yang dapat saya paparkan, saya mengucapkan
terimakasih.