Anda di halaman 1dari 23

ADC & DAC

BETTI DELMIFIANA
0910442045

ABSTRAK
Eksperimen ADC (Analog to Digital Converter) dan DAC (Digital to Analog
Converter ) dilakukan di Laboratorium Elektonika dan Instrumentasi jurusan Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Andalas. ADC
merupakan sebuah piranti yang akan menerima tegangan dalam rentang tertentu
(biasanya 0 5V) pada bagian inputnya, dan kemudian mengonversi nilai tegangan
menjadi bilangan biner yang sesuai. Sedangkan Digital to Analog Converter (DAC)
merupakan perangkat untuk mengkonversi sinyal masukan dalam bentuk digital
menjadi sinyal keluaran dalam bentuk analog (tegangan). Praktikum ADC dan DAC
ini bertujuan untuk memperkenalkan konversi data dari analog ke digital dan dari
data digital ke analog. Berdasarkan dari pengolahan data yang telah dilakukan,
didapatkan bahwa hasil konversi ADC dan DAC secara praktek sama dengan hasil
konversi pada teorinya. Secara grafik, hubungan input (decimal ) dan tegangan baik
secara praktek maupun teori akan menghasilkan bentuk yang linear.
Kata Kunci : ADC, Bilangan Biner, DAC

I. PENDAHULUAN
Sebelum sinyal dari transduser (yang merupakan sinyal tegangan analog)
dapat disimpan atau dianalisis oleh mikrokomputer, sinyal tersebut harus dikonversi
terlebih dahulu ke bentuk digital dengan mengunakan piranti pengonversi analog ke
digital (analog to digital converter, ADC). Piranti ini akan menerima tegangan dalam
rentang tertentu (biasanya 0-5V) pada bagian inputnya, dan kemudian mengonversi
nilai tegangan (yang dinyatakan dalam sistem bilangan desimal) itu menjadi bilangan
biner yang sesuai. Sebuah bilangan biner (a binary number) tersusun atas angka-

angka biner (binary digits, bit), yaitu angka 0 dan 1. Berdasarkan jumlah bilangan
biner yang dapat ditmpilkannya, kita mengenal istilah ADC 8-bit, ADC 12-bit, dan
ADC 16-bit. ADC 8 bit, sebagai contoh, dapat mrenghasilkan bilangan biner dari
0000 0000 hingga 1111 1111, yang jika dikonversi ke desimal menjadi 0 hingga 255.
Jika kita mengunakan ADC 8 bit dengan rentang input 0 hingga 5 volt, maka
bilangan decimal yang dapat dihasilkan adc tersebut adalah sebanyak 2 8(=256)
bilangan, yaitu 0 (untuk 0 V) hingga 255 (untuk 5 V). dengan demikian perubahan
terkecil tegangan yang dapat dideteksi adc tersebut adalah (5V)/(255) = 10,6 mV;
dikatakan bahwa ADC 8 bit itu mempunyai resolusi 19,6 mV/bit.

resolusi

Vref
2n 1

Resolusi adalah jumlah bit output pada ADC. Sebuah rentang sinyal analog
dapat dinyatakan dalam kode bilangan digital sehingga menyatakan sebuah sinyal
analog dalam rentang 16 skala (4 bit) adalah lebih baik resolusinya dibanding
membaginya dalam rentang 8 skala (3 bit). Karena besar resolusi sebanding dengan
2N (N adalah jumlah bit output digital pada rangkaian pengubah) semakin besar
jumlah bit, resolusi akan semakin bagus.
Selain mengenal adanya resolusi, pada ADC juga dikenal istilah waktu
konversi. Waktu konversi adalah waktu yang dibutuhkan untukmengubah tegangan
input analog ke output digital.Kebanyakan tipe ADC menggunakan proses
multitingkat dalam konversinya sehingga sinyal analog yangdiubah tidak muncul
menjadi digital dengan spontan.Biasanya, butuh waktu dalam mikro detik sampai

skala detik untuk tiap pengubahan. Waktu konversiberkaitan dengan jumlah bit,
dimana semakin besarbit maka waktu konversi akan semakin lama.
Dan data digital yang dihasilkan ADC 8 bit adalah (Vin * 255)/Vref

Vin * (2 n 1)
data digital
Vref
Pada percobaan ini akan diperkenalkan ADC0804, yaitu sebuah konverter
A/D 8 bit yang mudah diinterfacekan dengan sistem mikrokontroller. A/D ini
menggunakan metode approksimasi berturut-turut untuk mengkonversikan masukan
analog (0-5V) menjadi data digital 8 bit yang ekivalen. ADC0804 mempunyai
pembangkit clock internal dan memerlukan catu daya +5V dan mempunyai waktu
konversi optimum sekitar 100us. Konfigurasi pin ADC dapat di lihat pada gambar 1.

Gambar 1. Konfigurasi pin ADC


DAC adalah perangkat untuk mengkonversi sinyal masukan dalam bentuk
digital menjadi sinyal keluaran dalam bentuk analog (tegangan). Tegangan keluaran

yang dihasilkan DAC sebanding dengan nilai digital yang masuk ke dalam
DAC.Pengubahan digital ke analog merupakan proses sederhana dan jauh lebih
mudah daripada pengubahan Analog ke digital. Dasar konversi D/A bias dibuat
dengan mengunakan op Amp dan resistor.

Gambar 2. Rangkaian sederhana DAC


Rangkaian DAC untuk praktikum dapat dilihat seperti gambar 4. dengan
mengkombinasikan tegangan input 0 dan 1 ke A1-A8 pada DAC, output DAC akan
keluarberupa arus pada pin 4. arus kemudian akan dihubungkan ke opAmp untuk
menghasilkan Vout dengan persamaan:
A8
A1 A2
Vout Vref

.....
4
256
2

II. METODE PERCOBAAN


2.1 DAC
Ada beberapa alat dan bahan yang diperlukan pada praktikum ADC dan DAC
ini, antara lain adalah satu set catudaya, rangkaian konverter (ADC/DAC), kit
praktikum, dan kabel kabel penghubung (jumper). Percobaan yang akan dilakukan
pertama adalah pada rangkaian ADC. Awalnya komponen di rangkai seperti pada
gambar 2 (kit I), kemudian Vref/2 (pin 9) diatur = 2,5 Volt. Setelah itu tegangan
masukan dari ADC divariasikan dan dicatat keluarannya. Langkah tersebut diulangi
untuk Vref/2 = 1 Volt.
2.2 ADC
Pada rangkaian DAC, hal yang pertama dilakukan adalah sama seperti
rangkaian ADC yaitu merangkai komponen komponen seperti pada gambar terlebih
dahulu.

Setelah itu arus Iref diatur dengan menghubungkan konektor dengan

menggunakan ampermeter, dan potensiometer diatur untuk memberikan referensi


arus tertentu sekitar 2mA. Jumper dipasang pada konektor I ref, dan input digital dari
DAC divariasikan dan kemudian dicatat keluarannya. Untuk selanjutnya komponen
dirangkai seperti pada gambar 3 (kit 3), dan input digital dari DAC divariasikan dan
dicatat keluarannya.

LEMBAR DATA
DAC & ADC
1. ADC (Analog to Digital Converter)

2. DAC (Digital to Analog)

Padang, 31 Maret 2012


Asisten 1,

Asisten 2,

Tri Kusmita

Zasvia Hendri

Praktikan,

Betti Delmifiana

III. PEMBAHSAN
3.1 Perhitungan ADC
1. Praktek
Vref = 4.07 volt
1. 0000 0000 = 0x20 + 0 x 21 +
=0
2. 0100 0000 = 0x20 + 0 x 21 +
= 64
3. 0001 0000 = 0x20 + 0 x 21 +
= 16
4. 0100 1000 = 0x20 + 0 x 21 +
= 72
5. 0010 0000 = 0x20 + 0 x 21 +
= 32
6. 1010 0000 = 0x20 + 0 x 21 +
= 160
7. 0010 0100 = 0x20 + 0 x 21 +
= 36
8. 0010 1100 = 0x20 + 0 x 21 +
= 44
9. 0010 0010 = 0x20 + 1 x 21 +
= 34
10. 1111 0000 = 0x20 + 0 x 21 +
= 240
11. 1001 1000 = 0x20 + 0 x 21 +
= 152
12. 1110 1000 = 0x20 + 0 x 21 +
= 232
13. 0010 1110 = 0x20 + 1 x 21 +
= 46
14. 0011 1110 = 0x20 + 1 x 21 +
= 62
15. 0011 0001 = 1x20 + 0 x 21 +
= 49
16. 0010 1000 = 0x20 + 0 x 21 +
= 40
17. 0011 1000 = 0x20 + 0 x 21 +
= 56
18. 0010 0100 = 0x20 + 0 x 21 +
= 36
19. 1111 0110 = 0x20 + 1 x 21 +

0 x 2 2 + 0 x 23 + 0 x 2 4 + 0 x 25 + 0 x 2 6 + 0 x 27
0 x 22 + 0 x 23 + 0 x 24 + 0 x 25 + 1 x 26 + 0 x 27
1 x 22 + 0 x 23 + 1 x 24 + 0 x 25 + 0 x 26 + 0 x 27
0 x 22 + 1 x 23 + 0 x 24 + 0 x 25 + 1 x 26 + 0 x 27
0 x 22 + 0 x 23 + 0 x 24 + 1 x 25 + 0 x 26 + 0 x 27
0 x 22 + 0 x 23 + 0 x 24 + 1 x 25 + 0 x 26 + 1 x 27
1 x 22 + 0 x 23 + 0 x 24 + 1 x 25 + 0 x 26 + 0 x 27
1 x 22 + 1 x 23 + 0 x 24 + 1 x 25 + 0 x 26 + 0 x 27
0 x 22 + 0 x 23 + 0 x 24 + 1 x 25 + 0 x 26 + 0 x 27
0 x 22 + 0 x 23 + 1 x 24 +1 x 25 + 1 x 26 + 1 x 27
0 x 22 + 1 x 23 + 1 x 24 + 0 x 25 + 0 x 26 + 1 x 27
0 x 22 + 1 x 23 + 0 x 24 + 1 x 25 + 1 x 26 + 1 x 27
1 x 22 + 1 x 23 + 0 x 24 + 1 x 25 + 0 x 26 + 0 x 27
1 x 22 + 1 x 23 + 1 x 24 + 1 x 25 + 0 x 26 + 0 x 27
0 x 22 + 0 x 23 + 1 x 24 + 1 x 25 + 0 x 26 + 0 x 27
0 x 22 + 1 x 23 + 0 x 24 + 1 x 25 + 0 x 26 + 0 x 27
0 x 22 + 1 x 23 + 1 x 24 + 1 x 25 + 0 x 26 + 0 x 27
1 x 22 + 0 x 23 + 0 x 24 + 1 x 25 + 0 x 26 + 0 x 27
2 x 22 + 1 x 23 + 1 x 24 + 1 x 25 +1 x 26 + 1 x 27

= 246
20. 1111 1110 = 0x20 + 1 x 21 + 1 x 22 +1 x 23 + 1 x 24 + 1 x 25 +1 x 26 +1 x 27
= 254
21. 1111 0001 = 1x20 + 1 x 21 + 0 x 22 + 0 x 23 + 1 x 24 + 1 x 25 + 1 x 26 + 1 x 27
= 241
22. 1111 1001 = 1x20 + 1 x 21 + 0 x 22 + 1 x 23 + 1 x 24 + 1 x 25 + 1 x 26 + 1 x 27
= 249
23. 1110 1101 = 1x20 + 0 x 21 + 1 x 22 + 1 x 23 + 0 x 24 +1 x 25 + 1 x 26 + 1 x 27
= 237
24. 1111 1101 = 1x20 + 0 x 21 + 1 x 22 + 1 x 23 + 1 x 24 + 1 x 25 +1 x 26 + 1 x 27
= 253
25. 1110 0101 = 1x20 + 0 x 21 + 1 x 22 + 0 x 23 +0 x 24 + 1 x 25 + 1 x 26 +1 x 27
= 229
26. 0011 0100 = 0x20 + 0 x 21 + 1 x 22 + 0 x 23 + 1 x 24 + 1 x 25 + 0 x 26 + 0 x 27
= 52
27. 1110 0011 = 1x20 + 1 x 21 + 0 x 22 + 0 x 23 + 0 x 24 + 1 x 25 + 1 x 26 + 1 x 27
= 227
28. 1111 1011 = 1x20 + 1 x 21 + 0 x 22 + 1 x 23 + 1 x 24 + 1 x 25 + 1 x 26 + 1 x 27
= 251
29. 1110 0111 =1x20 + 1 x 21 + 1 x 22 + 0 x 23 + 0 x 24 + 1 x 25 + 1 x 26 + 1 x 27
=231
30. 1111 1111 = 1x20 + 1 x 21 + 1 x 22 + 1 x 23 + 1 x 24 + 1 x 25 + 1 x 26 +1 x 27
= 255
2. Teori

Vout =

Vin x 255
V ref

1. Vout =
2. Vout =
3. Vout =
4. Vout =
5. Vout =
6. Vout =
7. Vout =
8. Vout =

0 volt x 255
= 0 volt
4.07
0.02 volt x 255
= 1.25 volt
4.07
0.06 volt x 255
= 3.75 volt
4.07
0.25 volt x 255
= 15.7 volt
4.07
0.08 volt x 255
= 5.01 volt
4.07
0.10 volt x 255
= 6,27 volt
4.07
0.53 volt x 255
= 33,20 volt
4.07
0.77 volt x 255
= 48,2 volt
4.07
9

9. Vout =
10. Vout =
11. Vout =
12. Vout =
13. Vout =
14. Vout =
15. Vout =
16. Vout =
17. Vout =
18. Vout =
19. Vout =
20. Vout =
21. Vout =
22. Vout =
23. Vout =
24. Vout =
25. Vout =
26. Vout =
27. Vout =
28. Vout =
29. Vout =

0.98 volt x 255


4.07
0,16 volt x 255
4.07
0,33 volt x 255
4.07
0,37 volt x 255
4.07
1.60 volt x 255
4.07
1.69 volt x 255
4.07
1.93 volt x 255
4.07
2.06 volt x 255
4.07
2.18 volt x 255
4.07
2.35 volt x 255
4.07
1,35 volt x 255
4.07
1,50 volt x 255
4.07
1,75 volt x 255
4.07
1,97 volt x 255
4.07
2,14 volt x 255
4.07
2.20 volt x 255
4.07
3.30 volt x 255
4.07
2.42 volt x 255
4.07
2.71 volt x 255
4.07
2,86 volt x 255
4.07
3,10 volt x 255
4.07

= 61,4volt
= 10,0 volt
= 20,7 volt
= 23,2 volt
= 100,2 volt
= 106.4 volt
= 121.5 volt
= 129.7 volt
= 137.3volt
= 147.9 volt
= 84,58 volt
= 93,98 volt
= 109,6 volt
= 123,4 volt
= 134,0 volt
= 137,8volt
= 206,7 volt
= 151,6 volt
= 169,8 volt
= 179,0 volt
= 194,2 volt

10

30. Vout =

4,02 volt x 255


4.07

= 251,8 volt

3.2 Perhitungan DAC


1. Praktek
Vref = 4.07 volt
1. 0000 0000 = 0 x 20 + 0 x 21 + 0 x 22 + 0 x 23 + 0 x 24 + 0 x 25 + 0 x 26 + 0 x 27
=0
2. 0100 0000 =0 x 20 + 0 x 21 + 0 x 22 + 0 x 23 + 0 x 24 + 0 x 25 + 1 x 26 + 0 x 27
= 64
3. 0001 0000 =0 x 20 + 0 x 21 + 0 x 22 + 0 x 23 + 1 x 24 + 0 x 25 + 0 x 26 + 0 x 27
= 16
4. 1110 0000 = 0x 20 + 0 x 21 + 0 x 22 + 0 x 23 + 0 x 24 + 1 x 25 + 1 x 26 + 1 x 27
= 224
5. 0010 0000 = 0 x 20 + 0 x 21 + 1 x 22 + 0 x 23 + 0 x 24 + 1 x 25 + 0 x 26 + 0 x 27
= 32
6. 1010 0000 = 0 x 20 + 0 x 21 + 0 x 22 + 0 x 23 + 0 x 24 + 1 x 25 + 0 x 26 + 1 x 27
= 160
7. 1000 0110 = 0 x 20 + 1 x 21 + 1 x 22 + 0 x 23 + 0 x 24 + 0 x 25 + 0 x 26 + 1 x 27
= 134
8. 1110 0000 = 0 x 20 + 0 x 21 + 0 x 22 + 0 x 23 + 0 x 24 + 1 x 25 + 1 x 26 + 1 x 27
= 224
9. 1000 1000 = 0 x 20 + 0 x 21 + 0 x 22 + 1 x 23 + 0 x 24 + 0 x 25 + 0 x 26 + 1 x 27
= 136
10. 1111 0000 = 0x 20 + 0 x 21 + 0 x 22 + 0 x 23 +1 x 24 + 1 x 25 + 1 x 26 + 1 x 27
= 240
11. 1001 1000 = 0 x 20 + 0 x 21 + 0 x 22 + 1 x 23 + 1 x 24 + 0 x 25 + 0 x 26 + 1 x 27
= 152
12. 1110 1000 = 0 x 20 + 0 x 21 + 0 x 22 + 1 x 23 + 0 x 24 + 1 x 25 + 1 x 26 + 1 x 27
=232
13. 1111 1000 = 0 x 20 + 0 x 21 + 0 x 22 + 1 x 23 + 1 x 24 + 1 x 25 + 1 x 26 + 1 x 27
= 248
14. 1111 0100 = 0 x 20 + 0 x 21 + 1 x 22 + 0 x 23 + 1 x 24 + 1 x 25 + 1 x 26 + 1 x 27
= 244
15. 1111 1100 = 0 x 20 + 0 x 21 + 1 x 22 + 1 x 23 + 1 x 24 + 1 x 25 + 1 x 26 + 1 x 27
= 252
16. 1111 0010 = 0 x 20 + 1 x 21 + 0 x 22 + 0 x 23 + 1 x 24 + 1 x 25 + 1 x 26 + 1 x 27
= 242
17. 1110 1010 = 0 x 20 + 1 x 21 + 0 x 22 + 1 x 23 + 0 x 24 + 1 x 25 + 1 x 26 + 1 x 27
= 234
18. 1111 1010 = 0 x 20 + 1 x 21 + 0 x 22 + 1 x 23 + 1 x 24 + 1 x 25 + 1 x 26 + 1 x 27
= 250
19. 1111 0110 = 0 x 20 + 1 x 21 + 1 x 22 + 0 x 23 + 1 x 24 + 1 x 25 + 1 x 26 + 1 x 27
= 246

11

20. 1111 1110 = 0 x 20 + 1 x 21 + 1 x 22 + 1 x 23 + 1 x 24 + 1 x 25 + 1 x 26 + 1 x 27


= 254
21. 1111 0001 = 1 x 20 + 0 x 21 + 0 x 22 + 0 x 23 + 1 x 24 + 1 x 25 + 1x 26 + 1 x 27
= 241
22. 1111 0001 = 1 x 20 + 0 x 21 + 0 x 22 + 0 x 23 + 1 x 24 + 1 x 25 + 1 x 26 + 1 x 27
= 249
23. 1001 0110 = 0 x 20 + 1 x 21 + 1 x 22 + 0 x 23 + 1 x 24 + 0 x 25 + 0 x 26 + 1 x 27
= 150
24. 1111 1101 = 1 x 20 + 0 x 21 + 1 x 22 + 1 x 23 + 1 x 24 + 1 x 25 + 1 x 26 + 1 x 27
= 253
25. 1110 0010= 0 x 20 + 1 x 21 + 0 x 22 + 0 x 23 + 0 x 24 + 1 x 25 + 1 x 26 + 1 x 27
= 229
26. 1001 1001 = 1 x 20 + 0 x 21 + 0 x 22 + 1 x 23 + 1 x 24 + 0 x 25 + 0 x 26 + 1 x 27
= 153
27. 1110 0011 = 1 x 20 + 1 x 21 + 0 x 22 + 0 x 23 + 0 x 24 + 1 x 25 + 1 x 26 + 1 x 27
= 227
28. 1111 1011 = 1 x 20 + 1 x 21 + 0 x 22 + 1 x 23 + 1 x 24 + 1 x 25 + 1 x 26 + 1 x 27
= 251
29. 1110 0111 = 1 x 20 + 1 x 21 + 1 x 22 + 0 x 23 + 0 x 24 + 1 x 25 + 1 x 26 + 1 x 27
= 231
30. 1111 1111 = 1 x 20 + 1 x 21 + 1 x 22 + 1 x 23 + 1 x 24 + 1 x 25 + 1 x 26 + 1 x 27
= 255

2. Teori
Vref = 4.07 volt

A1 A2 A3 A 4 A 5 A6 A7 A 8
+
+
+ 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
20 21 22
2
2
2
2
2
0 0 0 0 0 0 0 0
= 4.07 ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2 2 2 2 2 2 2 2
=0
A1 A2 A3 A 4 A 5 A6 A7 A 8
2. 0100 0000 = Vref ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2
2
2
2
2
2
2
2
0 0 0 0 0 0 1 0
= 4.07 ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2 2 2 2 2 2 2 2
= 0.06
A1 A2 A3 A 4 A 5 A6 A7 A 8
3. 0001 0000 = Vref ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2
2
2
2
2
2
2
2
0 0 0 0 1 0 0 0
= 4.07 ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2 2 2 2 2 2 2 2
= 0.25
A1 A2 A3 A 4 A 5 A6 A7 A 8
4. 1110 0000 = Vref ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2
2
2
2
2
2
2
2
0 0 0 0 0 1 1 1
= 4.07 ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2 2 2 2 2 2 2 2
1. 0000 0000 = Vref (

12

= 3.56

A1 A2 A3 A 4 A 5 A6 A7 A 8
+ 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
0
2
2
2
2
2
2
2
2
0 0 0 0 0 1 0 0
= 4.07 ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2 2 2 2 2 2 2 2
= 0.51
A1 A2 A3 A 4 A 5 A6 A7 A 8
6. 1010 0000 = Vref ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2
2
2
2
2
2
2
2
0 0 0 0 0 1 0 1
= 4.07 ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2 2 2 2 2 2 2 2
= 2.54
A1 A2 A3 A 4 A 5 A6 A7 A 8
7. 1000 0100 = Vref ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2
2
2
2
2
2
2
2
0 0 1 0 0 0 0 1
= 4.07 ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2 2 2 2 2 2 2 2
= 1.05
A1 A2 A3 A 4 A 5 A6 A7 A 8
8. 1110 0000 = Vref ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2
2
2
2
2
2
2
2
0 0 0 0 0 1 1 1
= 4.07 ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2 2 2 2 2 2 2 2
= 3.56
A1 A2 A3 A 4 A 5 A6 A7 A 8
9. 1000 0110 = Vref ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2
2
2
2
2
2
2
2
0 1 1 0 0 0 0 1
= 4.07 ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2 2 2 2 2 2 2 2
= 3.05
A1 A2 A3 A 4 A 5 A6 A7 A 8
10. 1111 0000 = Vref ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2
2
2
2
2
2
2
2
0 0 0 0 1 1 1 1
= 4.07 ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2 2 2 2 2 2 2 2
= 3.82
A1 A2 A3 A 4 A 5 A6 A7 A 8
11. 1001 1000= Vref ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2
2
2
2
2
2
2
2
0 0 0 1 1 0 0 1
= 4.07 ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2 2 2 2 2 2 2 2
= 2.42
A1 A2 A3 A 4 A 5 A6 A7 A 8
12. 1110 1000 = Vref ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2
2
2
2
2
2
2
2
0 0 0 1 0 1 1 1
= 4.07 ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2 2 2 2 2 2 2 2
= 3.69
5. 0010 0000 = Vref (

13

A1 A2 A3 A 4 A 5 A6 A7 A 8
+
+
+ 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
20 21 22
2
2
2
2
2
0 0 0 1 1 1 1 1
= 4.07 ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2 2 2 2 2 2 2 2
= 3.94
A1 A2 A3 A 4 A 5 A6 A7 A 8
14. 1111 0100 = Vref ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2
2
2
2
2
2
2
2
0 0 1 0 1 1 1 1
= 4.07 ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2 2 2 2 2 2 2 2
= 3,88
A1 A2 A3 A 4 A 5 A6 A7 A 8
15. 1111 1100 = Vref ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2
2
2
2
2
2
2
2
0 0 1 1 1 1 1 1
= 4.07 ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2 2 2 2 2 2 2 2
= 4.01
A1 A2 A3 A 4 A 5 A6 A7 A 8
16. 1111 0010 = Vref ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2
2
2
2
2
2
2
2
0 1 0 0 1 1 1 1
= 4.07 ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2 2 2 2 2 2 2 2
= 3.85
A1 A2 A3 A 4 A 5 A6 A7 A 8
17. 1000 1110 = Vref ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2
2
2
2
2
2
2
2
0 1 1 1 0 0 0 1
= 4.07 ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2 2 2 2 2 2 2 2
= 3.50
A1 A2 A3 A 4 A 5 A6 A7 A 8
18. 1111 1010 = Vref ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2
2
2
2
2
2
2
2
0 1 0 1 1 1 1 1
= 4.07 ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2 2 2 2 2 2 2 2
= 3.92
A1 A2 A3 A 4 A 5 A6 A7 A 8
19. 1111 0110 = Vref ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2
2
2
2
2
2
2
2
0 1 1 0 1 1 1 1
= 4.07 ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2 2 2 2 2 2 2 2
= 3.90
A1 A2 A3 A 4 A 5 A6 A7 A 8
20. 1111 1110 = Vref ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2
2
2
2
2
2
2
2
0 1 1 1 1 1 1 1
= 4.07 ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2 2 2 2 2 2 2 2
= 4.04
A1 A2 A3 A 4 A 5 A6 A7 A 8
21. 1111 0001 = Vref ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2
2
2
2
2
2
2
2
13. 1111 1000 = Vref (

14

= 4.07 (

1 0 0 0 1 1 1 1
+ + + + + + + )
20 21 22 23 24 25 26 27

= 3.83

A1 A2 A3 A 4 A 5 A6 A7 A 8
+
+
+ 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
20 21 22
2
2
2
2
2
1 0 0 1 1 1 1 1
= 4.07 ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2 2 2 2 2 2 2 2
= 3.96
A1 A2 A3 A 4 A 5 A6 A7 A 8
23. 1001 0100 = Vref ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2
2
2
2
2
2
2
2
0 0 1 0 1 0 0 1
= 4.07 ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2 2 2 2 2 2 2 2
= 1.30
A1 A2 A3 A 4 A 5 A6 A7 A 8
24. 1111 1101 = Vref ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2
2
2
2
2
2
2
2
1 0 1 1 1 1 1 1
= 4.07 ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2 2 2 2 2 2 2 2
= 4.02
A1 A2 A3 A 4 A 5 A6 A7 A 8
25. 1110 0101 = Vref ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2
2
2
2
2
2
2
2
1 0 1 0 0 1 1 1
= 4.07 ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2 2 2 2 2 2 2 2
= 3.64
A1 A2 A3 A 4 A 5 A6 A7 A 8
26. 1001 0111 = Vref ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2
2
2
2
2
2
2
2
1 1 1 0 1 0 0 1
= 4.07 ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2 2 2 2 2 2 2 2
= 7.35
A1 A2 A3 A 4 A 5 A6 A7 A 8
27. 1110 0011 = Vref ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2
2
2
2
2
2
2
2
1 1 0 0 0 1 1 1
= 4.07 ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2 2 2 2 2 2 2 2
= 3.61
A1 A2 A3 A 4 A 5 A6 A7 A 8
28. 1110 0111 = Vref ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2
2
2
2
2
2
2
2
1 1 1 0 0 1 1 1
= 4.07 ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2 2 2 2 2 2 2 2
= 3.99
A1 A2 A3 A 4 A 5 A6 A7 A 8
29. 1110 0111 = Vref ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2
2
2
2
2
2
2
2
1 1 1 0 0 1 1 1
= 4.07 ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2 2 2 2 2 2 2 2
22. 1111 1001 = Vref (

15

= 3.67

A1 A2 A3 A 4 A 5 A6 A7 A 8
+ 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
0
2
2
2
2
2
2
2
2
1 1 1 1 1 1 1 1
= 4.07 ( 0 + 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 )
2 2 2 2 2 2 2 2
= 4.05

30. 1111 1111 = Vref (

3.3 Pembahasan
Praktikum kali ini bertujuan untuk mengenal lebih dalam tentang konversi
data dari analog kedigital (ADC) dan juga konversi data dari digital ke analog (DAC).
Data analog berasal dari tegangan power supply dan selanjutnya dikonversi menjadi
data digital yang berbentuk biner (1 atau 0, kondisi low atau kondisi high). Pada
bagian ADC data digital yang didapatkan nanti akan dihitung data teorinya. Sehingga
akan dibandingkan antara data secara praktek dengan data secara teori.
Pada ADC dengan Vref 4,07 volt, terdapat perbedaan nilai data desimal secara
praktek dan teori. Sementara secara praktek, nilai outputnya sangat dipengaruhi oleh
deretan binernya, dimana semakin besar susunan binernya maka akan semakin besar
juga nilai output yang dihasilkan. Hal ini juga dapat dilihat dari grafik hubungan
antara tegangan yang diberikan dengan data desimalnya, seperti pada grafik 1.
300

f(x) = 33.61x + 161.85


R = 0.28

250
200
Data dalam desimal

150
100
50
0
0

tegangan (volt)

16

Grafik 1 : Hubungan antara tegangan dengan data desimal secara praktek


Dari grafik dapat dilihat bahwa tegangan output dengan data desimal secara
praktek cukup jauh berbeda. Dari grafik diperoleh persamaan garis y = 33,06 x +
161,8, dengan koefsien regresi R2 = 0,276. Kecilnya koefisien restitusi tergambar
dari tidak semua titik berada ataupun mendekati garis linear, ada beberapa titik yang
melenceng jauh dari garis linear. Hal ini disebabkan karena variasi data analog yang
diberikan tidak dalam kelipatan tertentu atau di ambil acak.
Untuk hubungan antara tegangan dengan data desimal secara teori tidak
terlalu jauh berbeda, seperti yang ditunjukkan oleh grafik 2.

hubungan antara tegangan dengan data desimal secara teori


300
250

data dalam desimal

200 f(x) = 58.2x + 1.52


R = 0.92
150
100
50
0
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5
tegangan (volt)

Grafik 2 : Hubungan antara tegangan dengan data desimal secara teori.


Dari grafik diperoleh persamaan garis y = 58,19 x + 1,517, dengan koefsien
regresi R2 = 0,921. Berdasarkan nilai koefisien restitusi, terlihat bahwa percobaan
yang dilakukan hampir mendekati hasil secara teori.

17

Pada DAC, dengan memvariasikan input data digitalnya yang berupa bilangan
biner, dapat ditentukan nilai output analognya. Dimana semakin besar nilai variasi
binernya maka akan diperoleh tegangan output analog yang besar juga. Hal ini
disebabkan karena Vin dan output yang dihasilkan memiliki hubungan yang
berbanding lurus.

Hubungan antara tegangan secara praktek dengan data input

desimal dapat dilihat pada grafik 3.

Hubungan antara Vp dengan Input desimal


300
200
data dalam desimal

f(x) = 22.07x + 32.11


R = 0.79

100
0
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
tegangan (volt)

Grafik 3 : Hubungan antara tegangan secara praktek dengan data input.


Dari grafik diperoleh persamaan garis y = 22,06 x + 32,10, dengan koefsien
regresi R2 = 0,791. Berdasarkan grafik tersebut terlihat bahwa masih ada data yang
jauh melenceng dengan tegangan secara praktek, Hal ini disebabkan karena variasi
data desimal yang diberikan tidak dalam kelipatan tertentu atau di ambil acak.
Untuk hubungan antara tegangan secara teori dengan data desimal dapat
dilihat pada grafik 4.

18

Hubungan antara data desimal dengan Vt


300
200
data dalam desimal

f(x) = 33.81x + 83.92


R = 0.57

100
0
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
tegangan (volt)

Grafik 4 : Hubungan antara tegangan secara teori dengan data desimal input.
Dari grafik diperoleh persamaan garis y = 33,81 x + 83,91, dengan koefsien
regresi R2 = 0,573. Secara teori, nilai output yang diperoleh sangat tergantung pada
variasi deret biner yang diberikan. Berdasarkan grafik terlihat bahwa, masih ada data
yang cukup berbeda, hal ini terlihat dari nilai koefisien restitusi yang masih cukup
kecil. Dilihat dari hasil antara praktek dengan teori, nilai yang diperoleh secara
praktek lebih besar koefisien restitusinya dibandingkan secara teori, hal ini bisa
disebabkan oleh kesalahan dalam perhitungan, karena data yang diambil cukup
banyak. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat dari grafik 5 dan 6.

19

300
250
200
Output Teori

150
100
50
0
Output Praktek

Grafik 5 : Hubungan Output Praktek dengan teori pada ADC

12
10
8
Output Teori

6
4
2
0
Output Praktek

20

Grafik 6 : Hubungan Output Praktek dengan teori pada DAC

IV. PENUTUP
Dari praktikum yang telah dilakukan dan data yang telah diolah maka terlihat
bahwa kenaikan input yang diberikan pada ADC akan mengakibatkan kenaikan
bilangan biner yang dihasilkan.

Kenaikan input system / bilangan biner yang

diberikan pada DAC akan mengakibatkan kenaikan tegangan keluaran yang


dihasilkan. Kelinieran DAC lebih besar dibandingkan dengan ADC, sehingga DAC
lebih baik dalam mengkonversi jika dibandingkan dengan ADC.

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Hakim, Rusman, Menjelajah Sistem Komputer dengan Debug, Jakarta: PT. Elex
Media Komputindo, 1994.
http://www.maximic.com, Understanding Flash ADCs
Ibrahim, KF, Prinsip Dasar Elektronika, Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, 1986.
Kleitz, W. 2005. Digital Electronics : A Practical Approach, Prentice Hall, Ohio

21

www.PrasetyoLabs.Co.Cc .Prasetyo Priadi. prasetyopriadi@yahoo.co.id. Diakses


pada hari selasa 27 Maret 2012

22

23