Anda di halaman 1dari 2

Nilai Konduktifitas

Daerah penelitian A mempunyai lima unit konduktifitas berdasarkan kesebandingan unit


konduktifitas pada lintasan Subi 1001, Subi MLF 13001 dan Subi 14001 3D. Unit-unit yang
menyusun daerah A yaitu unit A1 mempunyai perubahan amplitudo secara vertikal (ke bawah)
dimana pada bagian atas terdapat amplitudo yang kuat dengan konduktifitas lemah, amplitudo
sedang dengan konduktifitas sedang pada bagian tengah, dan amplitudo lemah dengan
konduktifitas tinggi yang diinterpretasikan terdapat sedimen yang mengkasar ke atas atau
kekerasan meningkat dari bawah hingga ke atas pada unit ini. Unit A2 Unit B memiliki
perubahan kekuatan amplitudo dari lemah dengan konduktifitas tinggi, menguat secara tiba-tiba
sehingga amplitudonya kuat dengan konduktifitas rendah, dan berubah menjadi amplitudo yang
sedang dengan konduktifitas sedang ke arah utara yang diinterpretasikan sebagai batuan tersebut
memiliki tingkat kekerasan yang lemah atau sedimen yang didominasi oleh material berukuran
butir lempung-pasir halus, ukuran butir sedimen atau kekerasan sedimen tersebut meningkat
secara tiba-tiba menjadi sedimen berukuran pasir kasar-kerikil, dan ukuran butir kembali
mengecil menjadi pasir sedang atau sedimen dengan kekerasan sedang ke arah utara. Unit A3
memiliki perubahan konduktifitas secara vertikal (ke bawah) dan horizontal (ke arah utara)
dimana pada bagian atas memiliki amplitudo yang kuat dengan konduktifitas lemah dan bagian
bawah memiliki amplitudo yang lemah dengan konduktifitas tinggi serta amplitudo sedang ke
arah utara yang diinterpretasikan sebagai batuan tersebut memiliki perubahan ukuran butir atau
tingkat kekerasan secara vertikal dari ukuran butir pasir kasar-kerikil pada bagian atas hingga
lempung-pasir halus pada bagian bawah serta pasir sedang ke arah utara. Unit A4 mempunyai
amplitudo yang lemah hingga sedang dengan konduktifitas sedang hingga tinggi diintepretasikan
batuan tersebut memiliki tingkat kekerasan yang lemah-sedang atau sedimen yang didominasi
oleh material berukuran butir lempung-pasir sedang. Unit A5 mempunyai amplitudo yang lemah
hingga sedang dengan konduktifitas sedang hingga tinggi diintepretasikan batuan tersebut
memiliki tingkat kekerasan yang lemah-sedang atau sedimen yang didominasi oleh material
berukuran butir lempung-pasir sedang.
Sedangkan, Daerah penelitian B mempunyai lima unit konduktifitas. Unit-unit yang
menyusun daerah B yaitu unit B1 mempunyai perubahan amplitudo secara vertikal (ke bawah)
dari amplitudo yang tinggi ke amplitudo lemah yang diinterpretasikan unit ini memiliki
perlapisan sedimen yang mengkasar ke atas. Unit B2 mempunyai perubahan amplitudo secara

vertikal ( ke bawah) dari amplitudo lemah pada bagian atas, amplitudo kuat pada bagian tengah,
dan amplitudo sedang pada bagian bawah yang diinterpretasikan bagian atas didominasi oleh
sedimen berukuran lempung-pasir halus, pasir kasar-kerikil pada bagian tengah, dan pasir sedang
pada bagian bawah unit ini. Unit B3 mempunyai perubahan dari amplitudo yang tinggi,
amplitudo lemah dengan konduktifitas tinggi, kemudian amplitudo menguat menjadi amplitudo
sedang dengan konduktifitas sedang yang diinterpretasikan batuan pada unit ini memiliki
perubahan dari tingkat kekerasan yang keras atau material sedimen berukuran pasir kasar-kerikil
ke tingkat kekerasan yang lunak atau material sedimen berukuran butir lempung-pasir halus,
kemudian menguat kembali menjadi pasir sedang, perubahan ini terjadi secara horizontal ke arah
timur. Unit B4 mempunyai perubahan ukuran butir dilihat dari perubahan amplitudo dari kuat
menjadi lemah secara vertikal (ke bawah) yang diinterpretasikan sebagai adanya perubahan
ukuran butir sedimen dari pasir kasar-kerikil ke berukuran butir lempung-pasir halus secara
vertikal ke arah bawah. Unit B5 mempunyai amplitudo yang lemah dengan konduktifitas tinggi
yang diinterpretasikan batuan pada unit ini memiliki tingkat kekerasan yang rendah atau sedimen
yang didominasi oleh material berukuran lempung-pasir halus