Anda di halaman 1dari 5

A.

Definisi Retina
Retina merupakan bagian dari mata yang bertanggung jawab pada kemampuan
melihat manusia. Pola dari pembuluh darah yang membentuk retina mata sama
uniknya dengan sidik jari.
B. Definisi Retina Scanning
Retinal Scan merupakan salah satu biometri tertua dari beberapa teknologi
biometri yang ada. Pada tahun 1930 riset mengusulkan teknologi yang dapat
mengditeksi pembuluh darah pada selaput mata. Tetapi teknologi tersebut
membutuhkan waktu yang sangat lama untuk digunakan dan tepatnya pada tahun
1984 alat ini mulai dikembangkan dan digunakan oleh perusahaan perusahaan
tertentu.
Pengertian dari retinal scan itu sendiri adalah salah satu teknologi biometri
yang memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi yang mampu meneliti lapisan
pembuluh darah dibelakang selaput mata. Tapi tingkat akurasi dari retinal scan sendiri
bisa menurun apabila terjadi gangguan pada selaput mata. Contohnya, bila mata sudah
mulai rabun atau parahnya lagi ( katarak ) maka alat yang digunakan untuk
mengditeksi taidak dapat mengenali identitas si pengguna.
C. Prinsip Retina Scanning
Prinsip pemindaian retina Retinal scanning berdasar pada jaringan kapiler
halus yang memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi bagi retina. Pembuluh darah ini
menyerap cahaya dan dengan mudah dapat divisualisasikan dengan penerangan yang
tepat. Untuk itu, diperlukan jarak yang dekat antara mata dengan scanner , posisi mata
terhadap scanner yang pas dan tidak ada pergerakan mata seperti berkedip atau
melirik. Agar posisi mata pas, terdapat sebuah titik kecil berwarna hijau yang harus
dilihat oleh mata sebagai titik acuan. Cahaya koheren intensitas rendah ditransmisikan
pada mata kemudian refleksi image pola pembuluh darah kapiler retina dicatat oleh
komputer.
D. Autitentikasi Retina Scanning
Autentikasi adalah suatu langkah untuk menentukan atau mengonfirmasi
bahwa seseorang (atau sesuatu) adalah autentik atau asli. Melakukan autentikasi
terhadap sebuah objek adalah melakukan konfirmasi terhadap kebenarannya.
Sedangkan melakukan autentikasi terhadap seseorang biasanya adalah untuk
memverifikasi identitasnya. Pada suatu sistem komputer, autentikasi biasanya terjadi

pada saat login atau permintaan akses. Contoh identifikasi pada retina scan adalah
PIN, sedangkan verifikasinya menggunakan retina mata.
E. Cara kerja Retina Scanning
Cara kerja dari retinal sendiri cukup sederhana yaitu ketika si pengguna
menggunakan alatnya maka sinar inframerah yang berada pada digital pengditeksi
langsung secara otomatis mengditeksi sel saraf yang berada pada selaput mata
belakang dan biasanya berlangsung 10 15 detik.

Dari gambar di atas kita bisa melihat cara kerja dari retinal scan dengan sensor
dari inframerah yang melewati atau memaparkan cahayanya ke saraf retina dan secara
otomatis alatnya akan mengantarkan ke digital sensor tersebut bahwa si pengguna
telah menunjukkan identitasnya. Seperti yang sudah dijelaskan diatas kalau setiap
teknologi tidak ada yang sempurna. Sama halnya dengan alat sensor untuk retinal
scan, alat ini tidak bisa mengenal atau mengdeteksi 100% pemakainya mungkin
disebabkan adanya gangguan pada saraf selaput mata. Dan di sisi lain alat ini bisa
mengenalinya namun dengan pemakai yang salah.
Semakin banyak informasi, atau faktor, yang diminta dari subjek, semakin
menjamin bahwa subjek adalah benar-benar entitas yang diklaimnya. Oleh karenanya,
otetikasi dua faktor lebih aman dari otentikasi faktor tunggal. Masalah yang timbul
adalah bila subjek ingin mengakses beberapa sumber daya pada sistem yang berbeda,
subjek tersebut mungkin diminta untuk memberikan informasi identifikasi dan
otentikasi pada masing masing sistem yang berbeda. Hal semacam ini dengan cepat
menjadi sesuatu yang membosankan. Sistem Single Sign-On (SSO) menghindari
login ganda dengan cara mengidentifikasi subjek secara ketat dan memperkenankan
informasi otentikasi untuk digunakan dalam sistem atau kelompok sistem yang
terpercaya. User lebih menyukai SSO, namun administrator memiliki banyak tugas
tambahan yang harus dilakukan. Perlu perhatian ekstra untuk menjamin bukti-bukti
otentikasi tidak tidak tersebar dan tidakdisadap ketika melintasi jaringan. Beberapa
sistem SSO yang baik kini telah digunakan. Tidak penting untuk memahami setiap

sistem SSO secara detail. Konsep-konsep penting dan kesulitan-kesulitannya cukup


umum bagi semua produk SSO.
F. Cara penggunaan Retina Scanning
1. Si pengguna memusatkan mata pada satu titik sampai ada cahaya inframerah
yang memaparkan cahayanya ke mata si pengguna dan secara otomatis akan
mengverifikasikan identitas si pengguna. Adapun langkahlangkah spesifiknya:
Subjek akan melakukan permintaan akses ke suatu objek kemudian objek akan
mengirimkan ID kepada subjek sesuai permintaan si subjek
2. Memanggil AS ( Authentication Service ) untuk melakukan otentikasi terhadap
subjek
3. Kemudian subjek mengirim permintaan akses bersama ID lengkapnya ke objek
4. Dan jika ke dua sisi sudah bersesuaian maka akses dikabulkan
Biasanya ini dilakukan 2 3 dalam satu minggu karena selain dari tuntutan juga
untuk menjaga kestabilan mata. Pemilik retina scan ditugaskan untuk memelihara
mata mereka demi melaksanakan kebijakan keamanan sesuai dengan procedure
yang telah disepakati oleh pemilik retina scan. Pemilik rerina scan sering kali
melupakan bahwa dia harus manjaga selaput matanya jika tidak bisa
menimbulkan problem yang fatal.
Pemilik data memikul tanggung jawab terbesar terhadap proteksi retinal scan.
Pemilik data umumnya adalah anggota manajemen dan berperan sebagai wakil dari
organisasi dalam tugas ini. Ia adalah pemilik yang menentukan tingkat klasifikasi
retina scan dan mendelegasikan tanggung jawab pemeliharaan sehari-hari kepada
pemelihara data. Jika terdapat pelanggaran keamanan, maka pemilik data-lah yang
memikul beban berat dari setiap masalah kelalaian.

Berikut gambar dibawah merupakan salah contoh ini cara penggunaan dari
retinal scan.

G. Kelebihan Retina Scanning

1. Sulit untuk di manipulasi karena menggunakan konsep something you are, berupa
keunikan retina mata. Dengan konsep Something You are , Retina Scan bekerja
atas mata seseorang . Ini sebuah terobosan baru di Indonesia untuk
penyempurnaan kelemahan PIN, Password dan SmartCard dalam Access Contol.
Autorisasi yang disediakan oleh Retina Scan lebih memberikan jaminan atas
pengendalian akses, sehingga resiko kecurangan, pembajakan password,
kehilangan data dan penipuan dapat dikurangi.
2. Mencegah individu yang tidak mempunyai otorisasi untuk melakukan akses
terhadap asset organisasi.
3. Memungkinkan dilakukan audit trail terhadap setiap kejadian yang ada , di mana
retina scan dapat diketahui siapa yang melakukan akses terhadap asset atau data
perusahaan (who ), di mana ( where ), kapan individu melakukannya (when ).
H. Kekurangan Retina Scanning
1. Retinal scan ini tidak bisa 100 persen akurat dan kurang cocok sebagai alat
keamanan universal karena meski biasanya seumur hayat manusia pola pembuluh
darah kapiler retinanya tidak berubah, namun penyakit diabetes, glaukoma, dan
katarak mampu mengubahnya.
2. Dalam perkembangannya retinal scan dianggap terlalu mengganggu untuk alat
deteksi keamanan karena mata harus sedekat mungkin dengan scanner. Selain itu,
efek negatif jangka panjang dari cahaya scanner jarak dekat terhadap mata
menjadi ganjalan teknologi ini. Karena kelemahan di atas, teknologi pemindaian
iris pun muncul sebagai kompetitor kuatnya.
3. Penggunaan retina mata lebih sulit dibandingkan dengan iris mata. Untuk
menganalisis retina mata, seorang pengguna harus menatap pada fokus yang telah
ditentukan dan proses analisis juga tidak akan dapat dilakukan bila user
menggunakan kaca mata. Lain halnya dengan iris mata. Teknologi dengan iris
mata tidak sesulit retina mata. User tidak perlu menatap lurus ke fokus. Dan
pengguna kaca mata masih dapat dikenali.
4. Penerapan Retina Scanning memang menuntut kesehatan mata users. Untuk yang
berkacamata, jika mau melakukan akses harus melepaskan kacamatanya dahulu.
Retina scan masih bisa berfungsi untuk para users yang sakit mata merah iritasi
ringan. Tapi, tingkat Akurasi Retina Scanning sendiri menurun bila terjadi
gangguan pada selaput mata contohnya : bila mata sudah mulai rabun atau
parahnya lagi katarak, maka alat ini tidak dapat mengenali identitas penguna.