Anda di halaman 1dari 21

TEORI

PEMESINAN
Danar Susilo Wijayanto
Prodi Pendidikan Teknik
Mesin JPTK FKIP UNS

Aturan main
Nilai :

(UK1) (UK 2) (UK 3) (UK 4)


NA
4

Quis-quis
Tugas-tugas

Kuliah :
Min 75% kehadiran (dilarang titip
absen!!!)
Maksimal 15 menit setelah kuliah
dimulai, kecuali ada pemberitahuan
sebelumnya
Danar SW

Aplikasi Teori Pemesinan

Job sheet = praktek


Gear, pulley, poros, gigi anjing, snap ring, washer, hub sleeve,
clutch hub, syncromesh, dll (Transmisi)
Mur baut
Ulir
Poros
Tracker
Handle hammer/palu
geram/tatal
Kartal/kartel
Alur
pahat
Dll/etc
Danar SW

Unsurunsur Proses
Produksi
Material

: bahan baku dan alat /

mesin.
Manusia : engineer, operator, dll.
Metode : cara mengolah bahan seperti
ditempa, dilas, dibubut, dicat, dll.
Money : dana yang dibutuhkan untuk
operasional.
Danar SW

Klasifikasi Proses Manufaktur


Proses untuk mengubah bentuk bahan/material

Proses untuk memotong benda kerja agar sesuai


dengan dimensi yang dikehendaki

Ekstraksi bijih (mengolah bijih)


Pengecoran
Pengerjaan panas dan dingin
Metalurgi serbuk
Pencetakan plastik
Extruding

Pemesinan tradisional, dengan pembentukan geram


Pengikisan logam

Proses untuk penyelesaian permukaan


polishing, abrasive grinding, electroplating, lapping, anodising, metal spraying

Proses untuk menyambung bagian atau bahan


welding, soldering, riveting, screw fastening

Proses untuk mengubah sifat fisis


heat treatment
Danar SW

Perubahan Bentuk
Umumnya bentuk mula produk logam adalah batangan
(ingot) yang diperoleh sebagai hasil proses
pengolahan bijih logam. Logam cair dituangkan dalam
cetakan logam menghasilkan ingot dengan ukuran
tertentu sehingga mudah dibentuk pada proses
selanjutnya. Adapun proses mengubah bentuk logam
di antaranya :
proses pengecoran proses penempaan
proses ekstrusi
proses pengerolan
proses penarikan
proses penekanan
proses penumbukan proses tusuk-tekan
proses pembengkokan
proses pengguntingan
proses putar-tekan proses tarik-tekan
proses rol-bentuk
pemotongan nyala
pembentukan serbuk logam
Danar SW

Penyelesaian Permukaan
Untuk menghasilkan permukaan yang halus dan rata, atau untuk
menghasilkan lapisan pelindung, dapat dilakukan berbagai operasi
penyelesaian permukaan sebagai berikut :
proses menghilangkan geram dengan menggulingkan
proses polis
proses gosok amril
pelapisan listrik
penghalusan lubang bulat
penggosokan halus
penghalusan rata
pelapisan semprot logam
lapisan anorganik
pelapisan fosfat (Parkerizing)
anodisasi
seradisasi.

Proses-proses di atas terdapat proses yang hampir-hampir tidak


mengubah dimensi khususnya, tetapi hanya menyelesaikan
permukaan saja. Proses lain seperti menggerinda, penghilangan
logam akan menghasilkan benda dengan dimensi yang diinginkan
sekaligus menghasilkan penyelesaian permukaan yang baik. Dalam
proses seperti koter, lap, dan polis permukaan dihaluskan dan
goresan-goresan dihilangkan dan dapat dikatakan bahwa hampirhampir tidak ada perubahan dimensi. Pelapisan dan proses sejenis
itu ditujukan untuk menghasilkan korosi atau permukaan yang lebih
halus dan tidak mengubah dimensi.
Danar SW

Penyambungan
Produk yang terdiri dari dua atau lebih bagian memerlukan
proses penyambungan. Proses-proses penyambungan antara
lain :
pengelasan
solder
mematri
sinter
penyambungan
pengelingan
penyambungan dengan baut
perekatan dengan lem.
Pada proses pengelasan, bagian logam dijadikan satu dengan
cara mencairkannya. Di sini diperlukan panas dengan atau tanpa
tekanan. Solder dan mematri adalah dua proses sejenis, di
antara dua potong logam ditambahkan logam lain dalam
keadaan cair. Proses sinter akan mengikat partikel logam dengan
cara pemanasan. Perekat dalam bentuk serbuk, cairan, bahan
padat, dan pita banyak dipergunakan untuk menyambung logam,
kayu, gelas, kain, atau plastik.
Danar SW

Pemesinan
Proses pemotongan geram tradisional, meliputi :

pembubutan
penyerutan
pengetaman
penggurdian
pengeboran
pelebaran
penggergajian
potong tarik
pengefraisan
penggerindaan
hobbing

Proses pemesinan non tradisional, meliputi :

ultrasonik
erosi loncatan listrik (elektro discharge machining)
elektro kimia
frais kimia
pemotongan abrasi
proses pemesinan oleh berkas elektron
proses busur plasma
Danar SW

10

Pemesinan (lanj.)
Proses pemesinan bukan tradisional umumnya
diterapkan pada proses produksi yang memerlukan
ketelitian yang tinggi. Pada proses ini, logam dipotong
menjadi geram yang halus. Bentuk-bentuk yang tidak
mungkin dibuat dengan proses pemesinan tradisional
masih dimungkinkan untuk dibuat dengan proses pada
kelompok ini. Biaya yang harus dikeluarkan juga jauh
lebih mahal.
Pada proses pemesinan tradisional, dikenal istilah gerak
makan dan gerak potong. Secara mudah gerak potong
adalah gerak yang menghasilkan geram, sedangkan
gerak makan adalah gerak untuk membuat bidang
potong baru. Ilustrasi berikut akan memberikan
gambaran yang lebih jelas.
Danar SW

11

Mesin Perkakas
Mesin Perkakas : mesin di mana energi yang
diberikan dipergunakan untuk mendeformasikan
dan selanjutnya memotong material menjadi
bentuk dan ukuran produk sesuai dengan yang
dikehendaki. Pemotongan logam ini akan
menghasilkan serpih/tatal/geram/chip.
Jenis-jenis pekerjaan terpenting dalam produksi
dengan mesin perkakas adalah :
Membubut dengan mesin bubut
Mengefrais dengan mesin frais
Mengetam dengan mesin ketam
Mengebor dengan mesin bor
Mengasah dengan mesin pengasah
Danar SW

12

Pemesinan ???
Permesinan ???

Danar SW

13

Jenis jenis mesin perkakas

Menurut jenis gerakan utama

mesin perkakas dengan gerakan utama


berputar : mesin bubut, frais, bor, gerinda.
mesin perkakas dengan gerakan utama lurus :
mesin ketam

Menurut kegunaan

Mesin universal : segala macam pekerjaan yang


termasuk proses kerja yang bersangkutan
Mesin khusus : pengerjaan benda kerja dan
ukuran yang serupa
Mesin serba guna : disesuaikan dengan
prosedur pengerjaan yang dikehendaki dan
digunakan dalam produk seri
Danar SW

14

Gerakan pada mesin perkakas


Gerakan penyayatan / gerakan utama : menghasilkan
geram.
Gerakan bisa dilakukan perkakas (frais) atau benda kerja (bubut).
Gerakan bisa lurus (mengetam, menggergaji) atau berputar membubut,
mengebor, mengefrais).

Gerakan laju : melaksanakan kesinambungan bahan


untuk disayat.
Gerakan prinsipnya sama dengan gerakan penyayatan.
Menentukan tebalnya geram.

Gerakan penyetelan : menempatkan benda kerja dan


perkakas pada posisi yang benar.
Danar SW

15

Pemesinan (lanj.)

Danar SW

16

Gerak Makan dan Gerak Potong


GERAK

POTONG ?
Gerak yang menghasilkan geram

GERAK

MAKAN ?
Gerak yang menghasilkan bidang
potong baru
Danar SW

17

Daya Sayat dan Kecepatan Sayat


Daya sayat : volume geram yang dihasilkan
dalam satu menit.
Kecepatan sayat : kecepatan gerakan
penyayatan.
Pemilihan kecepatan sayat tergantung pada :

Benda kerja

Perkakas

bahan baku
bentuk

Penampang serpih

bahan baku
bentuk

ukuran
bentuk

Pendinginan

kuantitas
jenis
Danar SW

18

Danar SW

19

Bahan Bacaan
Amstead B.H., Ostwald, P.F. dan Begeman, M.L. 1990. Teknologi Mekanik Jilid 2. Diterjemahkan
oleh Bambang Priambodo. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Chernov N. 1975. Machine Tools. Moscow : MIR Publishers.
Daryanto. 2002. Mesin Perkakas Bengkel. Jakarta : PT Bina Adiaksara dan PT Rineka Cipta.
Marsyahyo, E. 2003. Mesin Perkakas Pemotongan Logam. Malang : Bayumedia Publishing.
Appold, H. dkk. 1987. Technology of Metal Trade. New Delhi : Wiley Eastern Limited.
Gerling, H. 1965. All About Machine Tools. New Delhi : Wiley Eastern Private Limited.
De Garmo E.P., Black J.T., dan Kohser A.R. 1988. Materials and Processes in Manufacturing.
New York : Macmillan Publishing Company.
Richard L.L. Metalworking Technology. New Delhi : Tata McGraw-Hill Publishing Company Ltd.
Kalpakjian, S. 1995. Manufacturing Engineering and Technology. New York : Addison-Wesley
Publishing Company.
Krar, S.F. dan Oswald, J.W. 1991. Technology of Machine Tools. New York : McGraw-Hill
International Editions.
Suhardi. 1997. BPK Teknologi Mekanik II. Surakarta : Universitas Sebelas Maret.
Sumantri. 1989. Teori Kerja Bangku. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Surbakty B.M. dan Barus, K. 1983. Membubut. Jakarta : CV. Genep Jaya Baru.
Surbakty B.M. dan Barus, K. 1983. Menyekrap, Mengebor dan Menggerinda. Jakarta : CV.
Genep Jaya Baru.
Sato, G.T. dan Sugiarto H.N. 1989. Menggambar Mesin Menurut Standar ISO. Jakarta : PT
Pradnya Paramita.
Wijayanto, D.S., dan Estriyanto, Y. 2005. Teknologi Mekanik : Mesin Perkakas. Surakarta :
UNS Press.
Bacaan-bacaan lain tentang pemesinan
Danar SW

20

Materi :
Pembubutan
Pengetaman
Pengeboran
Pengefraisan
Penggerindaan
Penggergajian
Cutting tool & cutting fluid
NTM, kecuali CNC
Danar SW

21