Anda di halaman 1dari 3

TEMA: Interview and Workplace

Nama

: Kameliya Hani Millati

Nama Pembicara

NPM
Departeme
n

: 1206202034
: Teknik Kimia

Tanggal Kuliah

Ahmad
Rizal
Soulisa
3 September 2015

1. Uraian
Setiap mahasiswa yang sudah lulus atau wisuda dan ingin langsung bekerja, pasti melalui proses
recruitment atau penerimaan tenaga kerja baru. Beberapa hal penting terkait penerimaan tenaga kerja
baru adalah sebagai berikut:
1) Perusahaan selalu menerima tanaga kerja baru walaupun dalam keadaan resesi (saat produksi
sepi).
Suatu perusahaan selalu melakukan penerimaan tenaga kerja baru, namun ada waktu saat peak
dan slow down. Oleh karena itu, para calon pekerja seperti mahasiswa tingkat akhir harus melakukan
scouting dan memasukkan CV sebelum lulus atau wisuda. Saat penerimaan tenaga kerja baru
mencapai masa peak, lowongan pekerjaan dapat dilihat dimana-mana seprti surat kabar. Namun,
ketika mencapai masa slow down, lowongan pekerjaan hanya diketahui oleh beberapa orang saja.
Oleh karena itu, link kenalan dengan orang-orang di perusahaan, alumni, dan sebagainya sangat
penting.
2) Mencari informasi kapan suatu perusahaan mulai melakukan penerimaan tenaga kerja.
Mahasiswa tingkat akhir harus aktif dalam mencari informasi tentang kapan suatu perusahaan
sedang membuka lowongan pekerjaan. Memasukkan CV ke suatu perusahaan tidak harus ketika
sudah lulus atau wisuda, malah hal ini dianggap sudah telat. Memasukkan CV ke suatu perusahaan
dapat dilakukan dari tahun terakhir kuliah dengan mencantumkan perkiraan jumlah SKS dan tahun
lulus. Idealnya, memasukkan CV dilakukan setelah sidang skripsi dan mengetahui apakah sidang
tersebut lulus atau tidak, sehingga dapat memberikan jaminan ke perusahaan.
3) CV yang baik dapat membuka pintu dibandingkan dengan CV yang memiliki nilai IPK lebih
tinggi.
Saat HRD melihat ada CV yang memiliki IPK lebih tinggi sebagai contoh antara 3,2 dengan 3,4
maka akan lebih didahulukan CV dengan IPK 3,4. Namun CV dengan IPK 3,2 dapat menjadi
pertimbangan jika CV tersebut menarik dan dapat membuat HRD ingin memanggil calon tenaga kerja
baru tersebut untuk interview.
Penjelasan singkat tentang CV yang baik adalah sebagai berikut:
1) CV harus singkat namun dapat memberikan informasi menarik tentang diri kita (pelamar
pekerjaan) yaitu sekitar 1 sampai 2 halaman.
2) CV harus memiliki cukup informasi yang tepat dan benar sehingga perusahaan dapat
menghubungi pelamar pekerjaan dengan mudah dan cepat. Pada umumnya, perusahaan akan
langsung menelepon pelamar pekerjaan baru setelah itu mengirimkan email untuk konfirmasi
jawaban dari pelamar pekerjaan. Tujuan langsung menelpon adalah untuk memperoleh respon
jawaban dan balasan email dari pelamar pekerjaan secara cepat karena suatu perusahaan
menerima banyak email. Tidak jarang suatu perusahaan lupa dengan alasan kenapa memanggil
seorang pelamar pekerjaan. Oleh karena itu, setelah mendapatkan telepon dari perusahaan,
pelamar pekerjaan harus segera membalas email dari perusahaan tersebut.
3) CV harus sesuai dengan posisi yang dilamar. Sebagai contoh jika ingin bekerja di EPC, maka CV
harus menunjukkan bahwa pelamar pekerjaan menguasai perancangan alat dan perancangan
pabrik. Namun jika melamar pekerjaan di bank, kemampuan ini tidak akan dilihat.
4) CV harus menunjukkan pekerjaan yang pelamar pekerjaan bisa lakukan sekarang sesuai dengan
posisi yang dilamar, bukan pekerjaan yang dapat pelamar pekerjaan bisa lakukan 5 tahun yang
akan dating. Sebagai contoh seorang pelamar pernah mengerjakan proyek membuat separator 3
fasa, namun pelamar tersebut hanya mengerjakan line deisgn saja maka sebaiknya dijelaskan

bahwa pelamar trsebut bisa melakukan line deisgn tidak termasuk mendesain indikator dan
sebagainya.
5) CV harus menunjukkan potensi pelamar, maksudnya adalah menunjukkan potensi pelamar untuk
mengerjakan pekerjaan yang diberikan.
Jika CV sudah dikirimkan dan perusahaan tertarik dengan pelamar pekerjaan, maka akan dilakukan
tahap lebih lanjut yaitu interview atau wawancara. Untuk perusahaan seperti oil and gas, sebelum
dilakukan wawancara maka dilakukan
1) Aptitude test
Aptitude test adalah ujian yang bersifat teknis. Hal yang diujikan biasanya konsep sederhana.
Sebagai contoh pertanyaan aptitude test adalah sebagai berikut: berapa jumlah level indikator jika
ingin mendesain separator 3 fasa? Apa perbedaan kurva karakteristik pompa sentrifugal dengan
pompa reciprocate? Apa yang mempengaruhi pressure drop fluida? Biasanya, konsep dasar yang
diujikan dalam aptitude test adalah konsep yang applicable dalam melakukan pekerjaan tersebut.
2) Psychology test.
Psychology test adalah ujian yang bersifat mental. Hal yang dilihat saat psychology test adalah
tendency atau kecendrungan dari pelamar pekerjaan, apakah pelamar tersebut bisa tekun, fokus,
berkonsentrasi, dan sebagainya.
Setelah lolos dari aptitude test dan psychology test, barulah dilakukan wawancara. Tujuan utama dari
wawancara adalah untuk menilai. Hal-hal yang dinilai biasanya pengetahuan dari pelamar pekerjaan,
kestabilan emosi dari pelamar pekerjaan, kecocokan pelamar pekerjaan dengan tim kerja yang ada,
dan investasi pelamar pekerjaan untuk perusahaan. Maksud dari investasi pelamar pekerjaan untuk
perusahaan adalah berapa lama dia akan bekerja untuk perusahaan tersebut karena jika pelamar
tersebut hanya datang untuk mencari ilmu lalu pergi (dalam perusahaan senior pasti menurunkan ilmu
ke junior dalam mengerjakan suatu proyek baik secara langsung ataupun tidak langsung) maka
perusahaan tersebut akan rugi.
Beberapa metode wawancara yang biasanya dilakukan adalah sebagai berikut:
1) Multiple layers. Biasanya terdiri dari Human Research psychologist, direct user, contract
handler, dan big kahuna. Dalam metode ini, big kahuna biasanya datang secara tiba-tiba di
tengah-tengah wawancara untuk menanyakan pertanyaan singkat sambil mengamati mental
pelamar. Ketika wawacara sudah selesai, big kahuna akan menanyakan hasil wawancara ke
direct user dan memberikan beberapa saran.
2) Panels. Biasanya terdiri dari beberapa senior engineers, beberapa direct user, dan big kahuna
(jarang). Dalam metode ini, tidak jarang beberapa direct user bekerja sama menjatuhkan pelamar
ketika pelamar tidak bisa menjawab. Sebagai contoh, seorang direct user menanyakan jenis level
indicator dari separator 3 fasa namun pelamar tidak bisa menjawab lalu direct user lainnya purapura membantu padahal direct user tersebut akan menanyakan pertanyaan balik yang lebih susah.
3) One-on-One. Dalam metode ini, pelamar pekerjaan melakukan wawancara dalam suatu ruangan
kecil bersama seorang pewawancaa. Tidak jarang aptitude test disinggung kembali oleh
pewawancara. Sebagai contoh, seorang pelamar menjawab pertanyaan aptitude test dengan salah
lalu pewawancara meminta pelamar tersebut memperbaiki jawabannya saat itu juga.
Tipe pertanyaan dalam wawancara biasanya sebagai berikut:
1) Latar belakang. Sebagai contoh, dari lulusan universitas mana? Tinggal dimana? Apa itu process
engineer?
2) Peran dan tanggung jawab dari pekerjaan. Sebagai contoh, bagaimana desain dari separator?
Bagaimana sistem kerja pompa?
3) Teknis. Sebagai contoh, dapatkan Anda menjelaskan diagram kesetimbangan tiga fasa?
4) Pengetahuan tentang perusahaan. Sebagai contoh, lokasi perusahaan, area perusahaan, kapasitas
perusahaan, proses pabrik, dan sebagainya.
5) Rencana masa depan. Sebagai contoh, Anda ingin seperti apa dalam lima tahun mendatang?

Beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat wawancara yaitu datang terlambat, terlihat tidak rapi,
tidak mengetahui tentang perusahaan yang dilamar, tidak mengetahui suasana tempat bekerja,
berandai-andai (dreaming), berpura-pura mengerti pertanyaan yang tidak dimengerti (winging the
question), dan tidak melakukan pertanyaan balik ketika diminta. Di akhir wawancara biasanya
pewawancara memberikan kesempatan bertamya bagi pelamar. Pelamar harus bertanya ketika
diberikan kesempatan ini karena akan menunjukkan ketertarikan pelamar, pola berpikir pelamar, cara
berkomunikasi pelamar, dan kedewasaan pelamar.
Process engineer dapat bekerja di berbagai tempat seperti di industri (keramik, consumer goods,
rubber, perfume), perusahan listrik (PLN, lavarliv, B&V), energi (geotermal, fuel cell, OTEC, oil and
gas), process engineer (process, control, mechanical, LOSPE, HSSE, technical), ataupun di
perusahaan non engineer seperti bank, sales, SCM, dan marketing. Dalam menentukan gaji, maka
harus mempertimbangkan remunerasi yang terdiri dari gaji pokok, out-of-office allowances, health
insurance, annual vacation days, THR, bonus, dan keuntungan lainnya. Sedangkan komponen dari
gaji pokok terdiri dari gaji pokok, pajak gaji pokok, BPJS ketenagakerjaan, pajak JKM dan JKK,
BPJS ksehatan, pajak BPJS kesehatan, dan BPJS pensiun.
Beberapa saran untuk memperkecil kemungkinan buruk dalam bekerja yaitu memahami industri
tempat Anda bekerja, membangun jaringan pekerjaan dengan praktisi-praktisi industrial, berhati-hati
dengan reputasi, selalu bersikap sopan kepada siapapun termasuk petugas kebersihan, membangun
aura I am the greatest being in the universe namun tidak bersikap sombong, dan tidak boleh takut
dengan kata bodoh.
2. Kesimpulan
Fresh graduate harus mempersiapkan diri untuk melamar pekerjaan jauh sebelum lulus seperti
persiapan CV yang baik dan informasi tentang recruitment perusahaan. Pengiriman CV sebaiknya
dilakukan di tahun akhir kuliah atau setelah sidang skripsi pada waktu yang tepat bagi suatu
perusahaan seperti masa peak recruitment. Setelah CV diterima maka akan dilakukan tes wawancara.
Dalam melakukan tes wawancara, harus selalu dalam keadaan prepared baik untuk pengetahuan
teknis (aptitude test), pengetahuan tentang perusahaan, dan kondisi mental (psychology test). Setelah
diterima bekerja harus memperhatikan remunerasi dari perusahaan ketika penentuan gaji. Selama
bekerja, harus selalu menjaga lingkungan kerja, reputasi, dan sikap sopan-santun.
3. Komentar
Materi kapita selekta ini sangat tepat untuk pertemuan pertama. Pembicaranya sudah lima tahun
berkecimpung dalam bidang recruitment sehingga dapat memberikan contoh pertanyaan wawancara
dan suasana wawancara secara realistis. Sebagai tambahan referensi mahasiswa, ada baiknya jika
diberikan contoh CV pelamar pekerjaan yang diterima dan yang ditolak.