Anda di halaman 1dari 9

BAB I

DATA PERSONAL

Nama

: Binti Amanah

NPM

: 1314111014

TTL

: Rajabasa Lama Satu, 06 Desember 1994

Alamat

: Rajabasa Lama Satu, Labuhan Ratu, Lampung Timur,


Bandar Lampung

E-mail

: Bintiamanah5@gmail.com

Nomor Telepon

: 085789585042

Hobi

: Menulis, Memasak dan Travelling

Riwayat Pendidikan :
Sekolah
Nama Institusi

Jurusan
Tahun Masuk-Lulus

SD
SD N 1

SMP
SMP N 1

SMA
SMA N 1

Rajabasa Lama Labuhan Ratu

Labuhan Ratu

satu
2001-2007

IPA
2010-2013

2007-2010

Pengalaman di bidang Kewirausahaan :


No

Nama Pertemuan

Judul Artikel Ilmiah

Waktu dan Tempat

Ilmiah/Seminar
Seminar Nasional

Bangkitkan semagat

14 Mei 2014 Di

Kewirausahaan

generasi muda dalam Gedung Serba Guna

1.

berwirausaha

Universitas Lampung.

Penghargaan yang di peroleh selam 10 Tahun terakhir :


No

Jenis penghargaan

Institusi Pemberi

Tahun

.
1.

2.

10 besar olimpiade

Penghargaan
Dinas Pendidikan dan

Matematika Tingkat

Olahraga

Kabupaten
7 Besar Olimpiade Sains

Universitas Lampung

Kerohanian Tingkat
Provinsi

BAB 2
JENIS USAHA

2011

2012

Usaha yang akan dirintis atau akan dijalani ini adalah usaha di bidang kuliner
yang memanfaatkan kelimpahan alam yaitu pelepah pisang kepok (Multicida L)
sebagai olahan makanan sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Olahan
ini berbentuk Abon yang diberi nama Abon Pepisa (Abon Pelepah Pisang).
Di era modern ini masyarakat selalu mencari dan menemukan hal-hal baru.
Kemajuan teknologi ikut menciptakan kreatifitas-kreatifitas dan inovasi-inovasi
yang dalam hal ini dapat lihat dari sisi kebutuhan manusia yang paling mendasar
dan semakin meningkat yaitu makanan. Berbicara tentang makanan unik, siapa
pun akan tertarik untuk mengetahuinya. Banyak jenis makanan pendamping, salah
satu makanan pendamping seperti abon.
Abon merupakan salah satu jenis makanan olahan yang pada umumnya terbuat
dari serat daging. Tetapi tidak banyak orang yang mengetahui bahwa abon dapat
dimodifikasi menjadi jenis abon lain yang tidak kalah nikmatnya daripada abon
biasa. Salah satu hasil modifikasi abon yang dapat dikembangkan adalah abon
yang terbuat dari bahan dasar pelepah pisang yang akan yang akan menghasilkan
nilai jual yang lebih tinggi. Abon biasanya dimakan sebagai lauk taburan di atas
nasi atau bubur ayam, atau sebagai isi lemper

BAB 3
DETAIL PRODUK

3.1 Alat dan Bahan


Alat dan bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan Abon Pelepisa ini
adalah sebagai berikut :
Bahan baku yang digunakan pelepah pisang 5 kg, sedangkan bahan yang
pelengkapnya yaitu bawang putih sebanyak kurang lebih 200 gram, ketumbar
halus atau bubuk sebanyak 225 gram, bawang merah sebanyak kurang lebih 25
gram, daun salam segar kualitas bagus sebanyak 10 lembar, gula pasir putih
sebanyak 175 gram, lengkuas kualitas bagus sebanyak 5-7 gram, asam jawa
sebanyak 25 gram, santan kentalnya saja sebanyak 1000 ml, sereh yang sudah
dimemarkan sebanyak 5 potong, air bersih sebanyak 3000 ml, minyak secukupnya
untuk menumis dan menggoreng.
Alat yang digunakan diantaranya kompor, gas 3 kg, alat penggorengan, blender,
cobek, talenan, pisau, panci, baskom, alat pengepres, plastik, alat pengemas.
3.2 Proses Pembuatan
Proses pembuatan Abon Pepisa ini adalah sebagai berikut :
1. Ambil pelepah pisang kemudian dibersihkan, dipotong kecil-kecil lalu
direndam dengan menggunakan minyak atau asam jawa agar menghilang
getahnya, setelah itu dihancurkan menggunakan blender, dan dihilangkan
kadar airnya.
2. Ambil cobek atau uleg uleg dan haluskan bawang merah, bawah putih dan
ketumbarnya.
3. Siapkan penggorengan dengan api kecil. masukkan minyak goreng
secukupnya dan tumis bumbu bumbu yang sudah dihaluskan di atas.
4. Setelah harum masukkan lengkuas, sereh, asam jawa, daun salam dan gula
jawanya. Aduk semua bahan tersebut sampai rata.
5. Masukkan santan dan aduk terus sampai mendidih.
6. Masukkan sedikit demi sedikit pelepah pisang ke dalam rebusan santan dan
bumbu diatas dengan api kecil.
7. Terus diaduk jangan sampai santan pecah dan sampai pelepah pisang
setengah kering.
8. Angkat pelepah pisang setengah kering di atas dan siapkan penggorengan
baru.

9. Masukkan minyak secukupnya dan goreng pelepah pisang abon diatas sampai
kering.
10. Tiriskan sampai benar benar kering dan tunggu sampai dingin sebelum abon
pelepah pisang dimasukkan ke dalam kemasan.

3.3 Kapasitas
Pembuatan abon pepisa ini dengan menggunakan bahan pelepah pisang sebanyak
5 kg akan menghasilkan produk kurang lebih sebanyak 200 kemasan. Dimana
dalam satu kemasan berisi 25 gram abon pepisa. Maka untuk tiap bulan dapat
memproduksi 800 kemasan karena dalam satu bulan dilakukan empat kali
produksi.

BAB 4
TARGET PASAR

Meninjau target pasar pemasaran prodak abon pepisa ini sangat berkaitan dengan
peluang pasar dimana melihat dari produk dan potensi pasar maka pelaksanaan
usaha ini memiliki peluang yang tidak ada matinya dan memiliki nilai

berkelanjutan. Apalagi produk yang akan buat ini akan sajikan dalam bentuk
berbeda karena biasanya para konsumen hanya bisa mengkonsumsinya hanya dari
daging saja. Maka dengan produk yang berbeda ini akan menarik minat para
konsumen untuk mengkonsumsiabon pepisa yang tidak kalin nikmat dengan abon
dari daging.

Adapun target pasar abon pepisa diantaranya adalah :


1. Universitas
Universitas merupakan lingkungan yang dekat dengan kehidupan mahasiswa
sehingga proses pemasaran akan lebih mudah dan cepat dalam memulainya.
Di dalam Universitas juga terdapat Koperasi Mahasiswa yang menyediakan
berbagai alat tulis dan makanan, jadi produk ini dapat di pasarkan melalui
Koperasi Mahasiswa Universitas Lampung.
2. Masyarakat Umum
Dalam lingkungan masyarakat banyak sekali yang menggemari abon, karena
makanan tersebut sangat cocok untuk lauk makan. Maka abon pepisa ini
dengan mudah dapat dipasarkan di pasar-pasar tradisional sesuai dengan daya
jangkau masyarakat. Selain itu juga abon pepisa ini juga dapat di pasarkan di
pasar-pasar modern seperti di super market.

BAB 5
STRATEGI PEMASARAN
Adapun strategi pemasaran yang akan dilakukan dalam usaha ini adalah sebagai
berikut :
1. Media Sosial

Maraknya media sosial yang digunakan baik dikalangan mahasiswa dan


masyarakat umum maka kami menggunakan media sosial untuk
mempromosikan produk ini yaitu melalui via SMS, facebook, blog, web,
BBM dan lain-lain.
2. Media cetak
Media cetak yang digunakan untuk mempromosikan produk ini yaitu
dilakukan dengan membagikan brosur dan pamphlet kepada masyarakat serta
mahasiswa.

BAB 6
BIAYA PRODUKSI

6.1 Biaya Produksi


No
.

Jenis Pengeluaran

Anggaran

Biaya Peralatan Penunjang


1.
Alat Penggoreng
2.
Panci
3.
Kompor Gas
4.
Gas 3 Kg
5.
Baskom 4 Buah
6.
Blender
7.
Spiner Peniris
8.
Alat Pengemas Plastic
9.
Pisau
10. Cobek Atau Uleg
11. Talenan
12. Lap
Total
Biaya Bahan Baku Habis Pakai
1.
Bawang Putih
2.
Bawang Merah
3.
Minyak Goreng
4.
Santan
5.
Asam Jawa
6.
Sereh
7.
Daun Salam
8.
Gula Pasir
9.
Ketumbar
10. Lengkuas
11. Garam
Total
Biaya Operasional
1.
Gaji Tenaga Kerja
2.
Pengemasan
Total

90.000
45.000
1.500.000
145.000
60.000
160.000
900.000
725.000
20.000
7.000
5.000
10.000
3667.000
12.000
19.000
28.000
15.000
10.000
2.000
5.000
12.000
10.000
10.000
1.000
124.000
700.000
309.000
1.009.000

6.2 Kebutuhan Modal


No

Kebutuhan Modal

Anggaran

.
1.
Biaya Alat Penunjang
2.
Biaya Bahan Baku Habis Pakai
3.
Biaya Operasional
4.
Biaya Promosi
Total

3667.000
124.000
1.009.000
200.000
5.000.000

6.3 Proyeksi Pendapatan


Adapun proyeksi pendapatan per bulan
No

Rincian Biaya

Jumlah

Harga Satuan

Total

.
Hasil Penjualan
1.
Abon Pepisa
800
Total
Biaya Produksi per bulan
1.
Biaya Penyusutan
2.
Biaya Bahan Baku Habis Pakai
3.
Biaya Operasional
4.
Biaya Promosi
Total
Keuntungan per bulan

5.000

4.000.000
4.000.000
305.583
124.000
1.009.000
200.000
1.638.583
2.361.417

Analisis Payback Period


Estimasi jangka waktu pengembalian investasi usaha ini dapat ditunjukkan
dengan menghitung nilai payback period. Payback period usaha :
Payback period

= Nilai investasi / Keuntungan per bulan


= Rp. 5.000.000 / Rp. 2.361.417
= 2,0 bulan

Dari hasil perhitungan payback period di atas, dihasilkan angka sebesar 2,0 bulan.
Artinya, dalam jangka waktu 2,0 bulan modal ini akan kembali.
Analisis BEP
BEP unit adalah jumlah produksi yang dihasilkan untuk mencapai titik impas.
Nilai titik impas dari suatu usaha pengolahan atau pembuatan Abon Pepisa selama
1 bulan produksi adalah :
BEP Produksi
= Total Biaya Produksi per bulan / Harga per cup
= Rp.1638.583 / Rp. 5.000 = 328 pcs per bulan
BEP Produksi Abon Pepisa dicapai ketika jumlah produksi 800 pcs per bulan.
BEP Harga
= Total Biaya Produksi per bulan / Total Jumlah Produksi
= Rp. 1638.583 / 800 pcs = Rp.2.049 per pcs
BEP harga sebesar Rp 2.049 menunjukakan bahwa titik impas usaha Abon
Pepisa Rp2.049 dengan harga jual Rp 5.000 per pcs