Anda di halaman 1dari 4

Penetapan Harga Berbasis Biaya

(Biaya-Plus)
Selain menggunakan pendekatan berbasis pasar untuk keputusan penetapan
harga jangka panjang, para manajer terkadang menggunakan pendekatan
berbasis biaya. Rumus umum untuk menetapkan harga berbasis biaya
menambahan komponen markup ke basis biaya untuk menentukan harga jual
prospektif. Karena markup merupakan tambahan,penetapan, harga berbasis
biaya sering kali disebut penetapan harga biaya-plus (Cost-plus pricing) di mana
plus berarti komponen markup. Para manajer menggunakan rumus penetapan
harga biaya-plus hanya sebagai titik awal untuk membuat Keputusan penetapan
harga . karena itu, komponen markup tidak selalu merupakan angka yang kaku,
tetapi selalu fleksibel, bergantung ada perilaku pelanggan dan pesaing.
Komponen markup pada akhirnya ditentukan oleh pasar.

Tingkat Pengembalian atas Investasi Target Biaya-Plus


Diasumsikan bahwa para insinyur Astel Telah merancang Kembali Provalue
menjadi Provalue II dan bahwa Astel menggunakan 12% markup atas biaya per
unit penuh produk dalam mengembangkan harga jual prospektif
Basis Biaya (biaya per unit penuh Provalue II, Bagan 12-6)
$720,00
Komponen markup 12% (0,12 x $720)
86,40
Persentase markup sebesar 12% ditentukan dengan cara dengan memilih
markup untuk mendapatkan tingkat pengembalian atas investasi target. Tingkat
pengembalian atas investasi target (Target rate of return on Investment) adalah
target laba operasi tahunan yang merupakan sasaran perusahaan yang akan
dicapai dibagi dengan modal yang diinvestasikan. Modal yang diinvestasikan
dapat didefinisikan dalam banyak cara. Dalam bab ini, kita mendefinisikan modal
yang diinvestasikan sebagai aktiva total yaitu aktiva jangka panjang ditambah
aktiva lancar. Misalnya tingkat pengembalian atas investasi target Astel(sebelum
pajak) adalah 18% dan investasi modal Provalue II adalah $96 juta. Laba operasi
tahunan target untuk Provalue II adalah
Modal yang diinvestasikan
$96.000.000
Tingkat Pengembalian atas investasi target
18%
Laba Operasi tahunan target(0.18 x $96.000.000)
$17.280.000
Perhitungan ini menunjukkan bahwa Astel perlu memperoleh laba operasi target
sebesar $86,40 atas setiap unit Provalue II. Markup sebesar $86,40 dinyatakan

sebagai persentase biaya produk penuh per unit


12% ($86,40 : $720)

sebesar $720 sama dengan

Jangan rancu antara 18% tingkat pengembalian atas investasi target dan 12%
persentase markup

18% tingkat pengembalian atas investasi target menyatakan laba operasi


tahunan yang diharapkan Astel sebagai persentase dari investasi
12% markup menyatakan laba operasi per unit sebagai persentase dari
biaya produk penuh per unit.

Pertama Astel menghitung tingkat pengembalian atas investasi target dan


kemudian menentukan persentase markup

Metode Biaya-Plus Alternatif


Perusahaan terkadang sulit menentukan jumlah modal tertentu yang akan
diinvestasikan untuk mendukung produk tertentu. Hal ini disebabkan karena
menghitung jumlah modal tertentu yang diinvestasikan harus mengetahui,
misalnya, alokasi investasi dalam peralatan dan bangunan untuk membuat
produk tertentu menjadi sebuah tugas yang sulit dan agak bersifat arbitrer.
Beberapa perusahaan lebih suka menggunakan basis biaya dari persentase
markup alternatif yang masih menghasilkan pengembalian atas modal yang
diinvestasikan tetapi tidak memerlukan perhitungan eksplisit atas modal yang
diinvestasikan untuk menetapkan harga
Bab ini mengilustrasikan alternatif tersebut dengan menggunakan contoh Astel.
Bagan 12-7 memisahkan biaya per unit untuk setiap fungsi bisnis pada rantai
nilai ke dalam komponen biaya tetap dan biaya variabel (tanpa memberikan
Bagan 12-7
Estimasi Struktur Biaya Provalue II Tahun 2008
Estimasi
Biaya
Variabel
Fungsi Bisnis
per Unit
Penelitian dan pengembangan
$
8
Desain Produk/proses
10
Manufaktur
483
Pemasaran
25
Distribusi
13
Layanan Pelanggan
8
Total
$547
a

Estimasi
Biaya Tetap
Per Unita
$ 12
20
57
65
9
10
$173

Biaya
Fungsi
Bisnis
per Unit
$ 20
30
540
90
22
18
$720

Berdasarkan pada anggaran kapasitas tahunan sebesar 200.000 unit

rincian perhitungan).
Tabel berikut mengilustrasikan beberapa basis biaya alternatif untuk Provalue II
dengan menggunakan asumsi perentasi markup

Basis Biaya
Biaya Manufaktur variabel
Biaya Variabel produk

Estimasi
Persenta
Biaya per
se
Unit
Markup
(1)
(2)
$483,00
65%
547,00
45

Komponen
Markup
(3) = (1) x
(2)
$313,95
246,15

Harga Jual
Prospektif
(4) = (1) +
(3)
$796,95
793,15

Basis biaya dan persentase markup yang berbeda memberikan empat harga jual
prospektif yang berdekatan satu sama lain. Pada prakteknya, sebuah
perusahaan akan memilih basis biaya yang dipandangnya dapat diandalkan dan
persentase markup berdasarkan pengalamannya dalam penetapan harga produk
yang dapat memulihkan biayanya dan mendapatkan pengembalian atas
investasi. Sebagai contoh sebuah perusahaan memilih biaya penuh produk
sebagai basis jika tidak yakin tentang kemampuannya membedakan biaya
variabel dan biaya tetap.
Persentase markup dalam tabel sebelumnya sangat bervariasi,dari yang tinggi
sebesar 65% biaya manufaktur variabel hingga yang rendah sebesar 12% biaya
penuh produk. Mengapa variasinya begitu besar? Karena basis biaya yang
mencakup biaya yang memiliki lebih sedikit persentase markup yan lebih tinggi
untuk mengkompensasi biaya yang dikeluarkan dari basis itu. Persentase markup
juga bergantung pada luasnya persaingan di pasar. Markup dan marjin laba
cenderung lebih rendah dalam pasar yang lebih kompetitif.
Survei menunjukkan bahwa sebagian besar manajer menggunakan biaya penuh
produk untuk keputusan penetapan harga berbasis biaya yaitu, meliput baik
biaya variabel maupun tetap ketika menghitung biaya per unit. Para manajer
menyebutkan keunggulan berikut karena menyertakan biaya tetap per unit
dalam basis biaya untuk keputusan harga:
1. Pemulihan penuh semua biaya produk
Untuk keputusan penetapan harga jangka panjang, biaya penuh produk
menginformasikan para manajer tentang biaya minimum yang harus
dipulihkan agar tetap bertahan dalam bisnis itu. Penggunaan hanya biaya
biaya variabel sebagai basis tidak memberikan informasi ini kepada para
manajer.
2. Stabilitas Harga
Para manajer yakin bahwa mendasarkan harga pada biaya penuh produk
mendorong stabilitas harga, karena hal ini membatasi kemampuan dan
godaan tenaga penjual untuk memotong harga.
3. Kesederhanaan
Rumus biaya penuh untuk penetapan harga tidak membutuhkan analisis
yang rinci atas pola prilaku biaya guna memisahkan biaya-biaya menjadi
komponen tetap dan variabel bagi setiap produk

Penetapan Harga Biaya-Plus dan Penetapan Harga Target


Harga jual yang dihitung dengan penetapan harga biaya-plus merupakan harga
prospektif. Umpamakan desain produk awal Astel menghasilkan biaya $750

untuk Provalue II. Dengan mengasumsi markup 12%, Astel menetapkan harga
prospektif sebesar $840 ($ 750 + (0,12 x $750). Dalam pasar komputer
komputer pribadi yang kompetitif , reaksi pelanggan dan pesaing terhadap harga
ini dapat memaksa Astel untuk mengurangi persentase markup dan menurunkan
harga hingga $800. Mungkin Astel nanti ingin merancang kembali Provalue II
untuk mengurangi biaya menjadi $720 dan mencapai harga markup yang
mendekati 12% sementara tetap mempertahankan $800. Desain akhir dan harga
ditambah biaya yang dipilih haruslah menyeimbangkan trade-off antara biaya
markup dan reaksi pelanggan.
Pendekatan penentuan harga target mengurangi kebutuhan untuk bolak-baik
antara calon harga biaya-plus, reaksi pelanggan dan modifikasi desain.
Dibandingkan dengan penetapan harga biaya-plus, penetapan harga target lebih
dahulu menentukan karakteristik produk dan harga target berdasarkan
preferensi pelanggan dan respons yang diharapkan dari pesaing. Pertimbangan
pasar dan harga target memfokuskan dan memotivasi para manajer untuk
melakukan rekayasa nilai serta merancang produk demi mencapai biaya target.