Anda di halaman 1dari 16

CAMPAK

ANATOMI FISIOLOGI
INTEGUMEN
EPIDERMIS
Epidermis merupakan
struktur lapisan kulit
terluar
Tersusun atas 5
lapisan
Stratum Korneum
Stratum Lucidum
Stratum
Granulosum
Stratum Spinosum

Dermis atau kutan


(cutaneus)
merupakan
lapisan kulit
dibawah
epidermis
Tersusun atas dua
lapisan dengan
batas yang tidak
nyata, yaitu
stratum papilare
Pada dermis terdapat sel
mast yang mengeluarkan dan stratum
reticular
histamine
Pada seluruh

HIPODERMIS
Subkutis terdiri dari
kumpulan-kumpulan
sel-sel lemak yang
disebut penikulus
adiposus

Berfungsi sebagai shock breaker atau pegas


bila tekanan trauma mekanik yang menimpa
pada kulit, isolator panas atau untuk
mempertahankan suhu, penimbunan kalori,
dan tambahan untuk kecantikan tubuh.

FUNGSI KULIT

Proteksi
Sensasi
Termoregulasi
Metabolisme
Keseimbangan Air
Fungsi Respon Imun

Definisi
Mansjoer,
(2000 : 47)

WHO

Morbili adalah penyakit infeksi virus akut,


menular yang ditandai dengan 3 stadium,
yaitu stadium kataral, stadium erupsi,
dan stadium konvalesensi.

Penyakit campak adalah penyakit


menular dengan gejala kemerahan
berbentuk mukolo papular selama tiga
hari atau lebih yang disertai panas
380c ataulebih dan disertai salah satu
gejala batuk, pilek, dan mata merah

Epidemiologi

Biasanya penyakit ini timbul pada masa


anak dan kemudian menyebabkan
kekebalan seumur hidup
Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang pernah
menderita morbili akan mendapat
kekebalan secara pasif (melalui plasenta)
sampai umur 4-6 bulan
seseorang wanita hamil menderita morbili
(abortus, BBLR, atau lahir mati kelainan
bawaan)

Etiologi
Penyebabnya adalah
virus morbili yang
termasuk dalam
famili
Paramiksoviridae
dan genus
Morbilivirus
Menular melalui
droplet infeksi dan
kontak

PATHWAY

Manifestasi Klinis
1. Stadium Kataral (Prodormal)
Berlangsung selama 4-5 hr
Gejala : panas, malaise,
batuk, fotofobia,
konjungtivitis
Menjelang akhir stadium
kataral dan 24 jam
sebelum timbul enantema,
timbul bercak koplik
berwarna putih kelabu

2. Stadium Erupsi
.Terjadinya eritema yang
berbentuk macula papula
disertai menaiknya suhu badan
Terdapat pembersaran kelenjar
getah bening
Tidak jarang disertai diare dan
muntah.
3. Stadium konvalensensi
Erupsi berkurang meninggalkan bekas
yang berwarna lebih tua
( hiperpigmentasi )
Suhu menurun

Pemeriksaan Diagnostik
Pemeriksaan Serologi : mendeteksi adanya
antibodi spesifik dari virus campak, yaitu
IgM + yang terbentuk optimal dalam
waktu 4-28 hari setelah rash
Pemeriksaan Isolasi : Untuk mengetahui
tipe virus campak,
Pemeriksaan Darah : Jumlah leukosit
normal atau meningkat apabila ada
komplikasi infeksi bakteri.

Penatalaksanaan
Pencegahan Imunisasi
Penataksanaan Medis farmakologi
- Penurun panas (antipiretik):
- Pengurang batuk (antitusif)
- Vitamin A dosis tunggal
Umur

Pada

Diagnosis
100 000 IU

bulan

11

Saat

di

Hari
berikutnya
100 000 IU

Jika penderita
mempunyai
mata,
berikan

12
200 000 penyakit
IU
200.0
IU
dosis ketiga 2 4 minggu setelah dosis kedua.
bulan
Utk bayi
berusia 0-6 bln (yg masih ASI) tidak perlu
diberikan vitamin A , kecuali bayi tsb tdk minum
ASI,diberikan dosis 50.000 IU, hari berikutnya 50.000
IU

Komplikasi

Bronkopneumonia
Encephalitis
Subacute Slcerosing Panencephalitis(SSPE)
Laringitis akut
Kejang Demam
Konjungtivitis
Otitis Media
Diare
Laringotrakheitis
Jantung (Miokarditis dan perikarditis)
Black measles

Prognosis
Campak merupakan penyakit self
limiting sehingga bila tanpa disertai dengan
penyulit maka prognosisnya baik tetapi
prognosis buruk bila keadaan umum buruk, anak
yang sedang menderita penyakit kronis atau bila
ada komplikasi.

KONSEP ASKEP