Anda di halaman 1dari 4

UJI HIPOTESIS BEDA PROPORSI

1. Konsep Uji Hipotesis


Pengujian hipotesis mengenai proporsi populasi yang didasarkan atas informasi (data)
sampelnya. Tahap-tahap Pelaksanaan Uji Hipotesis
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Membuat hipotesis Ho dan hipotesis alternatif H1


Menentukan
Menentukan statistik uji
Menentukan daerah kritis
Menghitung statistik uji dengan data sampel
Mengambil kesimpulan ( tolak Ho atau gagal tolak Ho)

Berikut ini jenis uji hipotesis nol vs hipotesis alternatif


a. Uji dua sisi

b.

Uji 1 sisi ( sisi kiri )

c. Uji sisi kanan

2.

Konsep uji hipotesis beda proporsi dan Uji


1 proporsi uji z
Uji beda proporsi adalah salah satu cara yang dapat di gunakan untuk meneliti atau
mencari tahu beda proporsi antar dua kelompok atau lebih. Uji proporsi bisa dilakukan

untuk beda 2 proporsi atau 1 proporsi. Contoh kita punya data nominal atau katerogikal,
terdiri dari 2 kelompok. Misal kita mau meneliti proporsi penyakit gizi buruk. Contoh, di
solo prevalensi gizi buruk 15%, lalu kita melakukan intervensi setelah itu cek
prevalensinya, apakah sudah berbeda atau tidak ini namanya uji beda proporsi, dengan 2
proporsi. Sedangkan 1 proporsi digunakan untuk mengecek pendapat, anggapan, atau
standar terhadap kasus tertentu. Dilakukan pengecekan untuk melihat kenyataannya misal
: seorang ahli yang mengatakan jika di daerah solo yang ikut program KB hanya 80%
Lalu kita lakukan penelitian untuk membantah pendapat ahli tersebut. Berapa yang
disurvey dan berapa yang ikut KB. Kita lihat apakah proporsi yang ikut KB sama dengan
yang dikatakan ahli tersebut
Tapi yang sering dilakukan itu uji beda 2 proporsi. Karena uji 1 proporsi hanya untuk
menguji yang dikatakan pakar benar atau tidak. Uji beda proporsi paling mudah
menggunakan chi square.
3. Uji beda > dari 2 proporsi
a. Konsep uji chi square (chi-kuadrat) atau X2
1. Tujuan : Untuk menguji perbedaan proporsi antara 2 atau lebih kelompok. Uji Chi
Square berguna untuk menguji hubungan atau pengaruh dua buah variabel
nominal dan mengukur kuatnya hubungan antara variabel yang satu dengan
variabel nominal lainnya (C = Coefisien of contingency).
2. Indikasi:
1) Membandingkan proporsi dua kelompok
2) Menganalisis hubungan dua variabel kategorikal atau analisis fakor risiko
3. Misal:
1) Membandingkan proporsi anemia pada remaja putri di Kota dan di Desa
2) Membuktikan apakah merokok merupakan faktor risiko penyakit jantung
koroner (PJK)
4. Kegunaan uji chi square :
1) Ada tidaknya asosiasi antara 2 variabel (Independent test)
2) Apakah suatu kelompok homogen atau tidak (Homogenity test)
3) Uji kenormalan data dengan melihat distribusi data (Goodness of fit test)
5. Prinsip dasar uji chi square :
1) Membandingkan frekuensi yang terjadi (observasi) dengan frekuensi harapan
(ekspektasi)
2) Pembuktian dengan uji chi square menggunakan formula: Pearson Chi Square
6. Karakteristik Chi-Square:

Nilai ChiSquare selalu positip.


Terdapat beberapa keluarga distribusi ChiSquare, yaitu distribusi Chi

Square dengan DK=1, 2, 3, dst.


Bentuk Distribusi ChiSquare adalah menjulur positip.

Rumus Chi-square :

Dimana :
= nilai Chi
kuadrat
o= frekuensi yang diperoleh atau diamati
= frekuensi yang diharapkan
7. Keterbatasan Uji Chi Square :
1) Uji chi quare hanya membuktikan bahwa ada hubungan (P-value)
2) Tidak menggambarkan kekuatan hubungan.
3) Untuk menggambarkan hubungan digunakan ukuran OR (Odds Ratio) dan RR
(Relative Risk)
b. Aplikasi uji chi square untuk uji assosiasi, uji homogenitas, uji kesesuaian
a) Uji assosiasi
Uji Korelasi atau Uji Asosiasi pada dasarnya adalah sebuah cara dalam
pengolahan data statistic yang digunakan untuk menganalisis apakah sebuah
variabel mempunyai hubungan yang signifikan dengan variabel lainnya.
Kemudian jika ada hubungan, bagaimana keeratan hubungan tersebut, serta
seberapa jauh variabel tersebut mempengaruhi variabelnya .
b) Uji homogenitas
Uji homogenitas bertujuan untuk mencari tahu apakah dari beberapa
kelompok data penelitian memiliki varians yang sama atau tidak. Dengan kata
lain, homogenitas berarti bahwa himpunan data yang kita teliti memiliki
karakteristik yang sama. Sebagai contoh, jika kita ingin meneliti sebuah
permasalahan misalnya mengukur pemahaman siswa untuk suatu sub materi
dalam pelajaran tertentu di sekolah yang dimaksudkan homogen bisa berarti
bahwa kelompok data yang kita jadikan sampel pada penelitian memiliki
karakteristik yang sama, misalnya berasal dari tingkat kelas yang sama.
c) Uji kesesuaian
Uji kesesuain adalah pengujian untuk mengetahui apakah dua atau lebih
populasi adalah sama atau homogeny (Abdul Hakim, 2002). Menurut Richard
Lungan (2006), uji kesesuaian merupakan suatu uji yang akan menentukan apakah
secara teoritis suatu populasi mempunyai sebaran tertentu atau tidak.
Uji kesesuain bertujuan untuk mengetahui tentang sebaran populasi. Suatu
contoh acak dipilih dari populasi yang bersangkutan, kemudian informasi contoh
tersebut digunakan untuk menguji kebenaran sebaran populasi tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Rakhma. 2010. Uji Chi Kuadrat. http://rakhma.staff.gunadarma.ac.id. Diakses pada tanggal
11 Mei 2016.
Saleh,

Jainar

Moh.,dkk.

2015.

Uji

Hipotesis

untuk

Proporsi.

https://wadianforever.files.wordpress.com/2015/03/proporsi-1.pdf . Diakses pada tanggal 11


Mei 2016.
Usman, H. & R. Purnomo Setiady Akbar. 2000. Pengantar Statistika. Jakarta: Bumi Aksara.