P. 1
Perpres No.15 tahun 2010 - Percepatan Penanggulangan Kemiskinan

Perpres No.15 tahun 2010 - Percepatan Penanggulangan Kemiskinan

|Views: 3,611|Likes:
Dipublikasikan oleh infid
Perpres No.15 tahun 2010 - Percepatan Penanggulangan Kemiskinan
Perpres No.15 tahun 2010 - Percepatan Penanggulangan Kemiskinan

More info:

Published by: infid on Mar 17, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/04/2013

pdf

text

original

.N1i A Mi-r*ffiy\q?. S n 4 \\.

'7 W
-I\\.rr'ilt'E

..^/4*K^)\"

i{,'1,. \ ilol-y' Pq ,ii/ \hJlr.f
REPU;5F.iREH*=.,o
PERATURAN PRESIDEN REPI]BLIK INDONESIA

NOMOR 15 TATITINaOLO
TENTANG PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDOI{ESIA. Menimbang : bangsa yang a. bahwa kemiskinan merupakan permasalahan penanganan dan mendesakdan memerlukanlangkah-langkah yang sistematik,terpadu dan menyeluruh,dalam pendekatan hak-hakdasarwarga bebandan memenuhi rangkamengurangi inklusif, berkeadilan, layakmelaluipembangunan negarasecara dan berkelanjutan untuk mewujudkan kehidupan yang bermartabat; kemiskinan penanggulangan b . bahwa dalam upaya percepatan lintas terpadu secara koordinasi perlu dilakukan langkah-langkah pelaku dalam penyiapan perumusan dan penyelenggataan kemiskinan; kebijakanpenanggulangan kemiskinan penanggulangan percepatan c . bahwauntuk melakukan sasaran, yang meliputi penetapan diperlukanupayapenajaman program,monitoringdan evaluasi, perancangan keterpaduan dan serta efektifitas anggaran, perlu kelembagaan di tingkat dilakukan penguatan yang menangani

nasional

penanggulangan kemiskinan;
d. bahwa .. .

.'faRu $41ffi$9 \S.(r,-.illV
PIlE$IDEN RHPIJBLIK INDONESIA

padahuruf a, huruf hat-haltersebut dengan d . bahwasehubungan Presiden Peraturan perlu menetapkan b, dan huruf c, dipandang Kemiskinan; Penanggulangan tentangPercepatan
Mengingat : 1. Pasal4 ayat(1), Pasal28 C ayat (1), dan Pasal34 Undang-

Tahun1945; RepublikIndonesia UndangDasarNegara Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan 2 . Undang-Undang Negara (LembaranNegara Republik IndonesiaTahun 2003 LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 47, Tambahan Nomor 4286); 3 . Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor L04, Tambahan Nomor 4421); NegaraRepublikIndonesia Lembaran
+.
A

undang-undangNomor 32 Tahun 2004 tentangPemerintahan Daerah (LembaranNegara Republik IndonesiaTahun 2004 Nomor I25, TanfiahanLembaranNegaraRepublik Indonesia kali diubah,terakhir telah Nomor 4437)sebagaimana beberapa Nomor 1,2 Tahun 2008 (Lembaran dengan Undang-Undang Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan NegaraRepubtikIndonesia Nomor 4849; NegaraRepublikIndonesia Lembaran

Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan 5 . Undang-Undang Daerah KeuanganAntara PemerintahPusat dan Pemerintahan Tahun2004Nomor 126, (Lembaran NegaraRepublikIndonesia Nomor 4438); NegaraRepublikIndonesia Tambahan Lembaran 6. Undang-...

W

,.'41-KF\n,

PRESIDEN .REPUBLIK INDONESIA

Nomor 11 Tahun 2005 tentang Pengesahan 6. Undang-Undang On Covenant Economic,Socialand Cultural Rights International (KovenanInternasional tentangHak-hak Ekonomi, Sosial dan NegaraRepublik IndonesiaTahun 2005 Budaya) (Lembaran LembaranNegaraRepublikIndonesia Nomor 118, Tambahan Nomor 4557); Nomor LZ Tahun 2005 tentangPengesahan 7. Undang-Undang On International Convenant Civil and Politic Right (Konvenan Internasionaltentang Hak-Hak Sipil dan Politik (Lembaran Tahun2005 Nomor 119, Tambahan NegaraRepublikIndonesia Nomor4558); Indonesia Republik Negara Lembaran 8 . Undang-UndangNomor I7 Tahun 2007 tentang Rencana JangkaPanjangNasional 2005-2025(Lembaran Pembangunan Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan NegaraRepublikIndonesia Nomora700): Indonesia Republik Negara Lembaran Nomor 11 Tahun 2009 tentangKesejahteraan 9 . Undang-Undang Sosial (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2049 LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 12, Tambahan Nomor 4967);

1 0 .Undang-UndangNomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan
Pubtik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 LembaranNegaraRepublik Indonesia Ncjmor ILZ, Tambahan Nomor5038); MEMUTUSKAN:

W
PRESIDEN REPUBI-Ii< INDONiHgIi\

4

MEMUTUSKAN: Menetapkan: PERATURAN PRESIDEN TENTANG PERCEPATAN

PENANGGULANGAN KEMISKINAN.

BAB I KETENTUAN I.IMI.iN{
Pasal 1" Dalam PeraturanPresidenini, yang dimaksud dengan :

1.

Kemiskinan adalah kebijakan dan program Penanggulangan pemerintah dan pemerintah daerah yang dilakukan secara terencana, bersinergidengandunia usahadan dan sistematis, jumlah pendudukmiskin dalam untuk mengurangi masyarakat rakyat. derajat kesejahteraan rangkameningkatkan

2.

kemiskinan adalah kegiatan yang Program penanggulangan dilakukan oleh pemerintah,pemerintahdaerah, dunia usaha, serta masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan

masyarakatmiskin melalui bantuan sosial, pemberdayaan pemberdayaan usahaekonomi mikro dan kecil, masyarakat, serta program lain dalam rangka meningkatkankegiatan ekonomi. 3, Tim...

W
PRESIDEN FIEPUBLIK .{DONts$IA

.,'/{-K\0,

3.

Tim

Nasional Percepatan PenanggulanganKemiskinan

kepentingan tim merupakan lintas sektordan lintas pemangku penanggulangan di tingkat pusatuntuk melakukanpercepatan kemiskinan. 4. KemiskinanProvinsi adalah Tim Koordinasi Penanggulangan wadah koordinasi lintas sektor dan lintas pemangku kemiskinan di tingkat kepentingan untuk penanggulangan provinsi. 5. Kabupaten/Kota Kemiskinan Tim KoordinasiPenanggulangan adalah wadah koordinasi lintas sektor dan lintas pemangku kemiskinan di tingkat kepentingan untuk penanggulangan kabupaten/kota.

BAB II ARAH KEBIJAKAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN
Pasal 2

(1) Arah

kebijakan penanggulangankemiskinan nasional

Panjang. Jangka pada Pembangunan berpedoman Rencana (2) Arah kebijakan penanggulangan kemiskinan daerah

Jangka Panjang berpedomanpada Rencana Pembangunan Daerah. BABIII ...

{ffi
-)jl{.*;

.,,|'{(ii}Sr,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

6

BAB III STRATEGI DAN PROGRAM KEMISKINAN PERCEPATAN PENANGGT.ILANGAN
Bagian Kesatu Strategi Penanggulangan Kemiskinan

Pasal3 dilakukandengan: penanggulangan kemiskinan Strategipercepatan miskin; pengeluaran masyarakat beban 1. mengurangi miskin; masyarakat dan kemampuan pendapatan 2. meningkatkan UsahaMikro dan dan 3. mengembangkan menjaminkeberlanjutan Kecil; 4. mensinergikan kebijakan dan kemiskinan. program penanggulangan

BagianKedua Kemiskinan Penanggulangan Program Percepatan Pasal4 penjabaran merupakan kemiskinan Setiapprogrampenanggulangan kemiskinan sebagaimana dari arah kebijakan penanggulangan 2. dalamPasal , dimaksud

5 Pasal ...

W
PFIEISiIDEI\ DOhlr:.!)lA K RHt)l JB l.-l I l\,i

7

Pasal5 terdiri dari : kemiskinan penanggulangan (1) Program percepatan a. Kelompok program bantuan sosial terpadu berbasis hak keluarga, bertujuanuntuk melakukanpemenuhan kualitas bebanhidup, dan perbaikan dasar,pengurangan miskin; hidup masyarakat b. berbasis kemiskinan Kelompokprogrampenanggulangan pemberdayaan masyarakat, bertujuan untuk

mengembangkanpotensi dan memperkuat kapasitas kelompok masyarakat miskin untuk terlibat dalam pembangunan yang didasarkan pada prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat; a. berbasis kemiskinan Kelompokprogrampenanggulangan pemberdayaan usahaekonomimikro dan kecil, bertujuan ekonomi bagi aksesdan penguatan untuk memberikan mikro dankecil; pelakuusaha berskala d. lainnya yang baik secara langsung Program-program ataupun tidak langsung dapat meningkatkankegiatan miskin' masyarakat dankesejahteraan ekonomi (2) Pengelola kelompok program percepatanpenanggulangan padaayat(1) terdiri dari : dimaksud sebagaimana kemiskinan
... a. kementertanl

a.

pemerintahdan pemerintahdaerah kementerian/lembaga penanggulangan programpercepatan yang melaksanakan kemiskinan:

b.

organisasi masyarakat, dunia usaha, dan lembaga internasionalyang memiliki misi untuk percepatan penanggulangan kemiskinan.

BAB IV TIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN Bagian Kesatu Umum Pasal6 dengan (1) Percepatan penanggulangan kemiskinandilaksanakan menyusun kebijakan dan program yang bertujuan

mensinergikan kegiatan penanggulangankemiskinan di pengawasan serta berbagaikementerian/lembaga, melakukan dalampelaksanaannya. danpengendalian kemiskinan penanggulangan (2) Untuk melaksanakan percepatan padaayat (1), dibenfukTim Nasional dimaksud sebagaimana Kemiskinan. Percepatan Penanggulangan
Bagia n...

W
9

,,#lfft).:\1 ,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Bagian Kedua Tim Nasional Percepatan PenanggulanganKemiskinan Paragraf L Pembentukan, Kedudukan, dan Tugas

Pasal7 ini Presiden dibentukTim NasionalPercepatan DenganPeraturan Penanggulangan Kemiskinan.

Pasal8 Kemiskinanberadadi Penanggulangan Tim NasionalPercepatan jawabkepada Presiden. bawahdanbertanggung

Pasal9 : berfugas Kemiskinan Penanggulangan Tim Nasional Percepatan a. b. kemiskinan; dan kebijakan programpenanggulangan menyusun dan harmonisasi, melakukansinergi melalui sinkronisasi, penanggulangan kemiskinan di integrasi program-program kementerian/lembaga; c. program pelaksauaan pengawasan pengendalian melakukan dan penanggulangan dankegiatan kemiskinan.
Paragraf 2 ..,

PRESIDEN REPUBLIK INDOI.IESJIA

W
10
Paragraf 2 PasalL0

Keanggotaan

(1) KeanggotaanTim

Nasional Percepatan Penanggulangan

dunia masyarakat, terdiri dari unsur pemerintah, Kemiskinan usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dalam

penanggulangan kemiskinan. (2) Susunan keanggotaan Tim Nasional Percepatan

terdiri dari : Kemiskinan Penanggulangan a . Ketua b . Wakil KetuaI : Wakil Presiden Bidang MenteriKoordinator Rakyat Kesejahteraan c. Wakil KetuaII Bidang MenteriKoordinator Perekonomian Wakil Presiden Eksekutif DeputiSekretaris : d. Sekretaris Rakyat BidangKesejahteraan e. Anggota : 1. MenteriDalamNegeri; 2. MenteriKeuangan; Sosial: 3. Menteri 4. MenteriKesehatan;

5 . M e n t e r.i. .

.^'9'{-fqi}*r,g
{

-EW{H

PRESIDEN r . iE P L , r i L I t ( l F .n o F l F s ! n l |

11

Nasional; 5 . MenteriPendidikan Umum; 6 . MenteriPekerjaan dan 7 . MenteriKoperasi Usaha Kecil danMenengah; Daerah 8 . Menteri Pembangunan Tertinggal; 9 . MenteriPerencanaan Nasional/KePala Pembangunan Perencanaan Badan Nasional; Pembangunan

1 0 .KepalaUnit Kerja Presiden
dan BidangPengawasan Pembangunan; Pengendalian Kabinet; 1 1 .Sekretaris

12,KepalaBadanFusatStatistik;
duniausaha, 1 3 .Unsurmasyarakat, kepentingan danpemangku oleh yangditetapkan Ketua,

Pasal11 perlu Ketua Tim apabiladipandang tugasnya, Dalam pelaksanaan dan/atau kementerian/lembaga Nasional dapat mengikutsertakan lainnya. kepentingan dan unsurmasyarakat pemangku
Paragraf 3 ...

W
PRESIDEN R E P L J B L I I ' <I N D O N E S I A

L2

Paragraf 3 SekretarisEksekutif Pasal12 (1) Dalam melaksanakan tugasnya, Tim Nasionai Percepatan Eksekutif" dibantuoleh Sekretaris Kemiskinan Penanggulangan (2) Sekretaris Eksekutif menjalankan fungsi mempersiapkan rumusan kebijakan dan program, menetapkan sasaran, melakukanmonitoring dan evaluasi, database, membangun serta melakukanberbagai analisis yang diperlukan, serta memberikandukunganteknis dan administrasikepadaTim Nasional. (3) Sekretaris Eksekutif dalam melaksanakan tugasnya

jawabkepada KetuaTim Nasional. bertanggung (4) Sekretaris Eksekutif dalam melaksanakan tugasnya

padaayat (1) dan ayat (2) menetapkan dimaksud sebagaimana dan keanggotaan, tata kerja Sekretariat pembentukan, susunan KetuaTim Nasional. sesuai arahan

4 Paragraf ...

.WrWV +gr@e
PRESIDENI REPLJBLI!<INDONIESIA

,.rgi'?5)\r1

13

Paragraf 4 KelompokKerja Pasal13 (1) Dalam melaksanakan tugasnya Tim Nasional Percepatan kerjayang dibantuolehkelompok Kemiskinan Penanggulangan pelaksanaan dan bertugasmengkoordinasikan mengendalikan programpenanggulangan kemiskinan. padaayat (1) dimaksud (2) Anggotakelompokkerja sebagaimana masyarakat,dunia terdiri dari unsur kementerian/lembaga, lairurya. kepentingan usaha,sertapemangku (3) Susunan keanggotaandan tata kerja kelompok kerja pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan dimaksud sebagaimana KetuaTim Nasional. arahan sesuai Eksekutif olehSekretaris

Paragraf 5 Tim Pembiavaan PasalI"4 (1) Dalam melaksanakan tugasnya Tim Nasional Percepatan Kemiskinandibantu oleh Tim Pembiayaan Penanggulangan pembiayaan perencanaan yang bertugas melakukan koordinasi kemiskinan. program penanggulangan bagipelaksanaan (2) Ketr:a ...

.ffi@"v
\S.',;i-V
- z-: v-- \ ! g

.,'fiifiiro,

PRESIDEI\ REPUBLIK INDONESIA

T4

dimaksudpada ayat (1) (2) Ketua Tim Pembiayaan sebagaimana diketuai oleh Menteri Perencanaan Pembangunan

Nasional. Pembangunan Badan Perencanaan Nasional/Kepala (3) Susunan keanggotaandan tata kerja Tim Pembiayaan pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan dimaksud sebagaimana oleh Kefua Tim Pembiayaansesuai arahan Ketua Tim Nasional"

Bagian Ketiga Tim Koordinasi PenanggulanganKemiskinan Provinsi dan Tim Koordinasi PenanggulanganKemiskinan Kabupaten/Kota

PasalL5 penanggulangan kemiskinan Dalamupayameningkatkan koordinasi dibentukTim Koordinasi di tingkat Provinsidan Kabupaten/kota, yangselanjutnya disebut TKPK. Penanggulangan Kemiskinan

Pasal16 (1) Di tingkat provinsi dibentuk TKPK Provinsi, yang

berkedudukandi bawah dan bertanggungjawab kepada Gubernur.

(2) Di tingkat...

$4WN? NS*,4/
PRESIDEN REPUBI.-IK INDONESIA

#ff\

15

(2) Di tingkat kabupatenikota dibentuk TKPK KabupatenlKota, jawab kepada di yang berkedudukan bawahdan bertanggung Bupati/Walikota.

Pasal17 koordinasi melakukan bertugas TKPK ProvinsidanKabupaten/Kota sekaligus penanggulangan kemiskinandi daerah masing-masing pelaksanaan akandan programpenanggulangan kebij mengendalikan Tim sesuai Keputusan Nasional. kemiskinan

Pasal1,8 (1) Keanggotaan TKPK Provinsi terdiri dari unsur pemerintah, lainnya kepentingan dunia usaha,dan pemangku masyarakat, kemiskinan. dalampenanggulangan yangditetapkan (2) KetuaTKPK Provinsiadalah Wakil Gubernur olehGubernur. (3) SekretarisTKPK Provinsi adalahKepala BappedaProvinsi yangditetapkan oleh Gubernur" (4) Penetapantugas, susunan keanggotaan,kelompok kerja, Surat dan TKPK Provinsidiaturdengan sekretariat, pendanaan Keputusan Gubernur dengan memperhatikan Perafuran Presiden ini. Pasal19

W
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

16

PasalL9 (1) KeanggotaanTKPK Kabupaten/Kotaterdiri dari unsur pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan pemangku kemiskinan. lainnyadalampenanggulangan kepentingan (2) Ketua TKPK Kabupaten/Kota adalahWakil Bupati/Walikota yangditetapkan Bupati/Walikota. oleh (3) SekretarisTKPK Kabupaten/Kota adalah Kepala Bappeda yang olehBupati/Walikota. Kabupaten/Kota ditetapkan (4) Penetapantugas, susunan keanggotaan,kelompok kerja, diatur TKPK Kabupaten/Kota sekretariat,dan pendanaan dengan Surat Keputusan Bupati/Walikota dengan

Presiden ini. Peraturan memperhatikan

BAB V TIUBTNGAN KERJA DAN TATA KERJA Pasal20 (1) Pelaksanaan PenanggularLgarL tugasTim NasionalPercepatan Kemiskinan, TKPK Provinsi, dan TKPK Kabupaten/Kota dilakukan secaraterkoordinasi kebiiakan dalam satu kesatuan penanggulangan kemiskinan.

(2) TKPK...

PRESIDEN R E P I . J B L . I KI N D O N E S I A

W
t7

tugasnya (2) TKPK KabupateniKota hasil pelaksanaan melaporkan Bupati/Walikota TKPK Provinsi. dan kepada (3) TKPK Provinsi tugasnya kepada melaporkan hasilpelaksanaan dan Gubernur Tim Nasional. (4) Tata kerja dan penyelarasankerja, serta pembinaan dan kelembagaan sumberdaya manusiaTKPK Provinsi dan dan diatur lebih lanjut dilaksanakan TKPK Kabupaten/Kota olehMenteriDalamNegeri.

BAB VI PENDANAAN Pasal21 tugasTim (1) Semua yangdiperlukan bagi pelaksanaan pendanaan dibebankan Kemiskinan Penanggulangan NasionalPercepatan Negara. dan kepada Anggaran Pendapatan Belanja tugas (2) Semuapendanaan yarrgdiperlukanbagi pelaksanaan dan pada AnggaranPendapatan TKPK Provinsi dibebankan Belanja Daerah Provinsi. (3) Semua .,.

W
PRE.SIDEN R EPLJLil-..1 | t! D*r'l f-"$l,r\ l(

18

tugas yang diperlukan bagi pelaksanaan (3) Semuapendanaan Pendapatan padaAnggaran dibebankan TKPK KabupatenlKota Daerah Kabupaten/Kota. danBelanja

Pasal22 kemiskinan programpenanggulangan Pendanaan bagi pelaksanaan bersumber dari Anggaran Pendapatandan Belanja Negara, dan AnggaranPendapatan BelanjaDaerah,dan sumberpendanaan lain yang tidak mengikat sesuai dengan ketentuanperaturan perundang-undangan.

BAB VII KETENTUAN PERALIHAN Pasal23 pada penanggulangan kemiskinan program-program Tim pelaksana terkait dan satuantugaslain di Provinsidan kementerian/lembaga yang Kabupaten/Kota memilikitugasdalamrangka penanggulangan

... kemiskinan

W
PRESIDEN REPUBt.IK INDCNI|;$I/:\

19

kemiskinanyang sudahterbentuksebelumPeraturanPresidenini ini Presiden Perafuran dengan berlaku,sepanjang tidakbertentangan dalamwaknrpalinglama ketentuan dinyatakan tetapberlakudengan ini. Presiden dengan Peraturan 6 (enam) bulanwajib menyesuaikan

Pasal24 (1) Peraturanpelaksanaan dari PeraturanPresidenNomor 13 Kemiskinan, KoordinasiPenanggulangan Tahun 2009 tentang belum diubah dan/ataudiganti masih tetap berlaku sepanjang ini. Presiden peraturan Peraturan dengan baruberdasarkan (2) Pada saat mulai berlakunyaPeraturanPresidenini, seluruh jabatandi lingkungan jabatanbeserta pejabat yang memangku Nasional, TKPK Kemiskinan Penanggulangan Tim Koordinasi Peraturan berdasarkan Provinsi, dan TKPK Kabupaten/Kota Presiden Nomor 13 Tahun 2009 tentang Koordinasi fugas dan Kemiskinan,tetap melaksanakan Penanggulangan Peraturan diaturkembaliberdasarkan fungsinya sampai dengan Presiden ini.

BAB VIII ...

W
PRESIDEN R E P L ] B L . I I <I N D O I \ E S I A

20

BAB VIII KETENTUAN PENUTUP Pasal25 Presiden Peraturan Presidenini, maka Peraturan Denganberlakunya Nomor 13 Tahun 2009 tentang Koordinasi Penanggulangan tidak berlaku" Kemiskinan dicabutdandinyatakan

Pasal26 Pada saat berlakunya Peraturan Presiden ini segala kegiatan penanggulangan kemiskinanyang menjadi tugas Tim Koordinasi l(emiskinanNasional,TKPK Provinsi, dan TKPK Penanggulangan Kabupaten/Kotayang dibentuk berdasarkanPeraturan Presiden Nomor L3 Tahun 2009 tentang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dilanjutkan oleh Tim Nasional Percepatan Provinsi, dan TKPK

PenanggulanganKemiskinan, TKPK

ini. Presiden yang Perafuran Kabupaten/Kota dibentuk berdasarkan

Pasal27 ...

.ffi*Y
\htlrz \ 'L =S\\,v,i4lJ l t z

.,'/46>\r
-zr.a=

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

-21

Pasal2T ini Presiden mulai berlakupadatanggalditetapkan. Peraturan

Ditetapkan Jakarta di 2010 padatanggal25 Februari REPUBLIK IND ONESIA, PRESIDEN
fid.

YUDHOYONO DR.H. SUSLOBAMBANG

aslinya dengan Salinan sesuai

risKabinet

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->