Anda di halaman 1dari 8

IDefinisi Proses Manajemen

Proses manajemen adalah serangkaian kegiatan yang diperlukan


untuk mencapai tujuan. Proses manajemen terdiri dari :
1. Planing
2. Organizing
3. Actuating
4. Controlling
Untuk melaksanakan proses tersebut , sarana dan prasarana yang
diperlukan antara lain:
1. Kekuasaan
2. Tujuan
3. Orientasi
4. Sumber daya
Jenis kekuasaan antara lain :
Legitimasi power = formal karena posisi atau jabatan
Koersif power = kekuasaan memaksa atau menghukum
Reward power = kekuasaan memberi penghargaan
Referensi power = kekuasaan yang timbul karena keunggulan
seperti kepandaian, pengetahuan, pengalaman, kemampuan dan
ketrampilan.
II.2. Macam Macam Proses Manajemen
I. PERENCANAAN/ PLANING
Empat langkah pokok planning adalah :
1. Tetapkan tujuan
2. Rumuskan keadaan saat ini
3. Identifikasi pendukung dan penghambat tujuan
4. Kembangkan rangkaian tindakan untuk mencapai tujuan

Tipe perencanaan antara lain :


1. Strategis (jangka panjang)
2. Taktis (menengah)
3. Operasional (rendah)
Sedangkan manfaat perencanaan yaitu :
1. Mengurangi pengaruh ketidakpastian dan perubahan
2. Memfokuskan perhatian pada tujuan
3. Mendapatkan operasi yang ekonomis
4. Memudahkan pengendalian
5. Memudahkan koordinasi
6. Memudahkan pemahaman keseluruhan gambaran kerja
II. ORGANIZING
Pengorganisasian menghasilkan struktur organisasi dengan
unsur :
1. Pembagian kerja
2. Anggota organisasi
3. Lingkungan tempat pelaksanaaan kerja
4. Keterkaitan antara anggota
III. ACTUATING
Pelaksanaanya adalah :
1. Usaha mengatur semua anggota kelompok agar mau dan
berusaha mencapai
tujuan
2. Usaha mobilitas sumber sumber daya yang dimilki organisasi
agar dapat

bergerak dalam satu kesatuan dengan merancang yang telah


dibuat
Hal hal yang diperlukan adalah :
a. Motivasi b. Kepemimpinan c. Komunikasi d. Dinamika kelompok
a. Motivasi
Proses iterative antara kebutuhan dari dalam diri manusia dan
dorongan untuk bertindak / berperilaku
Teori motivasi menurut moslow, ada 5 kebutuhan dasar. Yaitu :
1. Biologis
2. Keamanan
3. Social
4. Harga diri
5. Aktualisasi diri
b. Kepemimpinan
Yaitu hubungan dimana satu orang yakni pemmpin mempengarhi
pihak lain untuk bekerja sama secara suka rela dalam usaha
mengerjakan tugas tugas yang berhubungan untuk mencapai
hal yang diinginkan oleh pemimpin tersebut.
Ada lima kerangka dasar kekuatan :
1. Kekuatan berdasarkan paksaan
2. Kekuatan untuk member penghargaan
3. Kekuatan yang sah
4. Kekuatan karena keahlian
5. Kekuatan referensi
Kepemimpinan timbul dari sejumlah hubungan kompleks yang
terdapat antara :

1. Pemimpin 2. Pihak yang dipimpin 3. Organisasi yang


bersangkutan 4. Nilai nilai social dan kondisi ekonomi serta politik.
Ada berbagai macam gaya kepemimpinan yang dikemukakan
oleh (Psikolog Industrial) Blake dan Mouton.
Tipe Desertur (Gaya Kepemimpinan terburuk)
Kurang perhatian, baik terhadap produksi maupun terhadap
manusia.
Tipe Missionaris (Gaya yang berorientasi pada manusia)
Kurang sekali perhatian terhadap produksi, perhatian terbesar
terhadap manusia.
-Tipe Otokrat (Gaya yang berorientasi terhadap produksi)
Kurang sekali perhatian terhadap manusia, perhatian berpusat
di produksi
Tipe Kompromis (Gaya berimbang, yang kini berlaku)
Perhatian yang seimbang terhadap produksi dan manusia.
-Tipe Eksketif (Gaya kepemimpinan yang paling baik)
Perhatian terbesar, baik terhadap produksi maupun manusia.
Beberapa factor factor yang mempengaruhi kepemimpinan antara
lain :
Motivasi yang tinggi
Keterlibatan
Sifat sifat manusia yang positif.
Kualitas-kualitas yang umumnya dikehendaki dan dimiliki oleh
seorang pemimpin adalah :
Realitas
Banyak akal
Dapat mengambil inisiatif

Emosional stabil
Seorang komunikator yang terampil
Percaya diri
Partisifatif dalam bidang social.
c. Komunikasi
Berkomunikasi merupakan salah satu diantara pembantu
terpenting aktivitas-aktivitas managerial. Ada lima macam tipe
komunikasi managerial, yaitu :
1. Komunikasi Formal
Komunikasi formal meliputi rantai perintah organisasi formal.
Untuk komunikasi formal ini bersifat resmi, jalur transmisi telah
digariskan, dan format telah ditetapkan.
2. Komunikasi Informal
Komunikasi informal biasanya dinamakan pohon anggur, karena
kebanyakan manager menggunakannya untuk melengkapi
komunikasi formal.
3. Komunikasi Nonformal
Dapat disebabkan karena kondisi tidak sengaja dari organisasi
formal yang menyebabkan terjadinya tindakan secara tidak
disengaja. Komunikasi nonformal bersifat efektif, ia hamper selalu
terdapat pada sebuah kelompok besar yang bekerja sama dan ia
cenderung bersifat kontinyu dan permanen.
4. Komunikasi Teknis
Digunakan oleh orang-orang yang bekerja dalam bidang yang
sama.
5. Komunikasi tentang prosedur dan peraturan
Dalam bidang komunikasi harus terdapat :
Pengirim ( giver )
Berita ( Message)

Penerima ( receiver )
Dinamika Kelompok
Kelakuan kelompok merupakan entitas tersendiri, bukan sekedar
penjumlahan dari
kelakuan kelakuan individu yang membentuk kelompok tersebut.
Suatu kelompok lebih memiliki sejumlah sifat yang bersifat
eksklusif.
.
7. Pada umumnya dapat dikatakan bahwa anggota kelompok
yang berusaha sekuat tenaga untuk mempengaruhi anggota yang
lain merupakan orang yang paling cenderung menerima
pandangan-pandangan pihak lain.
IV. CONTROLLING
Pengawasan yang berarti mendeterminasi apa yang telah
dilaksanakan, maksudnya mengevaluasi prestasi kerja dan
apabila perlu, menerapkan tindakan-tindakan korektif sehingga
hasil pekerja sesuai dengan rencana.
Apabila pengawasan jelas menunjukan bahwa perencanaan
tersebut tidak diimplementasikan maka harus diperkembangkan
sebuah rencana baru atau rencana yang dimodifikasi yaitu;
Prinsip Pengawasan:
Pengawasan efektif membantu usaha-usaha kita untuk mengatur
pekerjaan yang direncanakan untuk memastikan bahwa
pelaksanaan pekerjaan tersebut berlangsung sesuai dengan
rencana.
Proses Pengawasan:
Pengawasan terdiri dari pada suatu proses yang dibentu dari tiga
macam langkah yang bersifat universal yakni: jumlah kesatuan
yang diproduksi, jumlah kartu yang diisi dan jumlah sampel yang

dibagikan merupakan pengukuran-pengkuran yang bersifat


tangible.
Prinsip kekecualian (Principle Of Exception)
Pengawasan dibantu oleh tindakan memusatkan perhatian dan
kekecualian-kekecualian, atau penyimpangan-penyimpangan
yang luar biasa, dari hasil atau standar yang diharapkan. Prinsip
tersebut penting dalam bidang pengawasan. Ia menunjukan
bahwa hanya kasus eksepsional memerlukan tindakan koreksi.
Mengoreksi Penyimpangan-Penyimpangan Melalui TindakanTindakan Remedial.
Apabila diketumukan Penyimpangan-Penyimpangan penting maka
tindakan-tindakan cepar dan efektif merupakan suatu keharusan.
Pengawasan efektif tidak dapat mentolerir keterlambatanketerlambatan yang tidak perlu, dialih-alih, kompromi-kompromis
tanpa kahirnya atau kekecualian-kekecualian secara berlebihan.
Pengawasan Yang Ditujukan Untuk Mengantisipasi
Setiap aktivitas dapat awasi sehubungan dengan faktor:
1. Jumlah
2. Kualitas
3. Pengguna waktu
4. Biaya
Petunjuk Pokok Untuk Melaksanakan Pengawasan Secara Efektif.
Adalah berguna untuk mengenal ciri-ciri dasar pengawasan
sehingga dengan demikian fungsi fundamental manajemen ini
dapat digunakan secara menguntungkan.
Disamping itu perlu dingat bahwa pengawasan terjadi pada titik
bidang dimana terjadi perubahan.proses pengawasan tidaklah
mencakup sebuah operasi secara keseluruhan.hal tersebut

menunjukkan bahwa lokasi titk-titik pengawasan harus dipilih


dengan hati-hati dengan terutama memperhatikan usaha
menghindari adany tekanan antara hubunganhubungan
organisatoris.
Hanya menciptakan pengawasan tertentu tidaklah merupakan
jaminan bahwa hal tersebut akan berhasil dengan baik.
Penciptaan dan penerapan pengawasan harus memberikan cukup
jaminan bahwa ia akan berhasil melaksanakan tugasnya. Ia harus
bersifat praktis dan ia harus memenuhi sebuah sarana yang
dikenal dan yang ditetapkan. Cirri lain adalah bahwa pengawasan
harus dapat dilaksanakan (apabila perlu dipaksakan).
Sebagai dasar bagi evaluasi dan standar tersebut harus
menggunakan bentuk pengukuran tertentu apabila mungkin alat
pengukuran kwantitatif. Pengawasan akan berkurang
efektifitasnya, apabila standar menjadi tidak eksak. Disamping
itu, pengawasan diperlukan dan harus dilanjutkan selama sebuah
rencana sedang diimplementasikan dan menyebabkan timbulnya
aktifitas-aktifitas.
Jenis-jenis pengawasan umum tersebut adalah:
- Pengawasan persediaan (Inventory control)
- Pengawasan produksi (Production control)
- Pengawasan pemeliharaan (Maintenance control)
- Pengawasan kualitas (Quality control)
- Pengawasan gaji (Salary control)
- Pengawasan penjualan (Sales control)
- Pengawasan biaya (Cost control)