Anda di halaman 1dari 9

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Usia lanjut atau lanjut usia bukanlah merupakan suatu penyakit, meskipun
hal tersebut dapat menimbulkan masalah sosial. Di beberapa negara, terutama di
negara-negara maju umur harapan hidup telah bertambah panjang sehingga wargawarga yang berusia lebih dari 65 tahun juga bertambah.Tanda-tanda masa tua
disertai dengan adanya kemunduran-kemunduran kemampuan kerja panca indera,
gangguan fungsi alat-alat tubuh, perubahan psikologi serta adanya berbagai
penyakit. Dengan banyaknya perubahan yang terjadi pada lansia banyak pula
masalah kesehatan yang dihadapi. Untuk mempertahankan kesehatan perlu adanya
upaya-upaya baik besifat perawatan, pengobatan, pola hidup sehat dan juga upaya
lain seperti senam lansia.
Dalam upaya untuk semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan
timbulnya penyakit yang di derita oleh para Lansia seperti penyakit rematik, Asma
dan pentingnya perawatan yang tepat untuk mengatasinya.
Rematik merupakan penyakit yang menyerang persendian dan struktur di
sekitarnya serta dapat diderita oleh setiap orang, baik tua maupun muda, laki-laki
maupun perempuan.

Dalam tingkat yang parah, rematik bahkan dapat

menimbulkan kecacatan tetap, ketidakmampuan, dan penurunan kualitas hidup.


Saat ini jumlah penderita rematik di dunia sekitar 1%, angka yang terlihat cukup
kecil namun terus meningkat, khususnya pada jenis kelamin perempuan.
Sedangkan Asma merupakan gangguan penyakit bagian pernafasan yang sering
dialami oleh para Lansia.
Sampai saat ini, penyakit rematik yang sering dijumpai di masyarakat
adalah osteoarthritis yang sering timbul pada kelompok lansia. Dan kelompok
lansia ini sangat rentan akan efek samping dari obat yang dikonsumsinya.

Secara umum, gerakan-gerakan senam rematik dan Asma dimaksudkan


untuk meningkatkan kemampuan gerak, fungsi, kekuatan, dan daya tahan otot,
kapasitas aerobik, keseimbangan, biomekanik sendi, dan rasa posisi sendi. Untuk
mencapai hasil yang maksimal, senam rematik dan asma baiknya dilakukan tiga
hingga lima kali dalam seminggu, namun harus dipastikan bahwa dalam
melakukan senam rematik ini, penderita harus berada dalam pengawasan dokter
agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, jelas dr. Siti Annisa Nuhoni
SpRM.
Dengan kombinasi pengobatan dan senam yang tepat, diharapkan radang
persendian dan rasa sakit akibat penyakit rematik serta asham dapat berkurang
serta penderita dapat menjalani aktivitasnya sehari-hari yang pada akhirnya dapat
meningkatkan kualitas hidup mereka. Lebih dari itu, dengan pengetahuan dan
kesadaran yang mendalam mengenai penyakit rematik, diharapkan masyarakat
dapat lebih cepat dalam bertindak mengatasi penyakit ini sehingga prevalensi
penyakit rematik di Indonesia dapat berkurang.
2.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian senam lansia?
2. Apa saja tujuan senam lansia?
3. Apa saja manfaat senam lansia?
4. Apa saja jenis-jenis senam lansia?
5. Apa saja prinsip-prinsip olahraga pada lansia?
6. Apa saja tujuan latihan fisik pada lansia?
7. Bagaimana langkah-langkah senam lansia?
2.3 Tujuan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Mengetahui pengertian dari Senam bagi Lansia.


Mengetahui tujuan dari Senam bagi Lansia
Mengetahui beberapa manfaat dari senam lansia.
Mengetahui jenis-jenis dari senam lansia
Mengetahui prinsip-prinsip olahraga pada lansia
Mengetahui beberapa tujuan latihan fisik pada lansia
Mengetahui lankah-langkah senam lansia
BAB 2
KAJIAN TEORI

2.1 Pengertian
Senam lansia adalah satu bentuk latihan fisik yang memberikan pengaruh
baik terhadap tingkat kemampuan fisik manusia, bila dilaksanakan dengan baik
dan benar. Senam atau latihan fisik sering diidentifikasi sebagai suatu kegiatan
yang meliputi aktifitas fisik yang teratur dalam jangka waktu dan intensitas
tertentu. Senam merupakan bagian dari usaha menjaga kebugaran termasuk
kesehatan jantung dan pembuluh darah, dan sebagai bagian dari program
retabilitas bagi mereka yang telah menderita. (puslitbang Depkes RI, 2003:6).
2.2 Tujuan
Untuk menjaga tubuh dalam keadaan sehat dan aktif untuk membina dan
meningkatkan kesehatan serta kebugaran kesegaran jasmani dan rohani. Tujuan
lain adalah:
1.
2.
3.
4.

Memperbaiki pasokan oksigen dan proses metabolisme.


Membangun kekuatan dan daya tahan.
Menurunkan lemak.
Meningkatkan kondisi otot dan sendi. (Depkes RI, 1997:2)

2.3 Manfaat senam


1. Sebagai pencegahan
Untuk mencegah timbulnya suatu penyakit.
2. Sebagai pengobatan (kuratif)
Penyakit yang dapat disembuhkan dan dikurangi dengan senam lansia
adalah kelemahan/kelainan sirkulasi darah, DM, kelainan infark jantung, kelainan
insufisiensi, koroner, kelainan pembuluh darah tepi, thromboplebitis dan
osteoporosis.

3.

Sebagai rehabilisasi
Dengan senam yang baik akan mempengaruhi hal-hal sebagai berikut:
a. Memperkuat degenerasi karena telah mengalami perubahan usia.
b. Mempermudah untuk menyesuaikan kesehatan jasmani dalam kehidupan.
c. Fungsi melindungi yaitu memperbaiki tenaga cadangan dalam bertambahnya
tuntutan (sakit).
Semua senam dan aktifitas olahraga ringan tersebut sangat bermanfaat

untuk menghambat proses degeneratif/penuaan. Senam ini sangat dianjurkan


untuk mereka yang memasuki usia pralansia (45 thn) dan usia lansia (65 thn ke
atas).
Senam lansia disamping memiliki dampak positif terhadap peningkatan
fungsi organ tubuh juga berpengaruh dalam meningkatkan imunitas dalam tubuh
manusia setelah latihan teratur. Tingkat kebugaran dievaluasi dengan mengawasi
kecepatan denyup jantung waktu istirahath yaitu kecepatan denyut nadi sewaktu
istirahat. Jadi supaya lebih bugar, kncepatan denyut jantung sewaktu istirahat
harus menurun (Poweell, 2000).
Dengan mengikuti senam lansia efek minimalya adalah lansia merasa
berbahagia, senantiasa bergembira, bisa tidur lebih nyenyak, pikiran tetap segar.
2.4 Jenis-jenis senam lansia
Jenis-jenis senam lansia yang biasa diterapkan, meliputi :
1. Senam anti stroke
2. Senam otak
3. Senam osteoporosis
4. Senam hipertensi
5. Senam diabetes mellitus
6. Olahraga rekreatif/jalan santai.

2.5 Prinsip prinsip olahraga pada lansia


1. Komponen kesegaran jasmani yang esensial dilatih adalah:
a. Ketahanan kardio pulmonal.Kelenturan (fleksibilitas)
b. Kekuatan otot
c. Komposisi tubuh (lemak tubuh jangan berlebihan)
2. Selalu mempertahankan keselamatan.
3. Latihan teratur dan tidak terlalu berat.
4. Permainan dalam bentuk ringan sangat diajurkan.
5. Latihan dilakukan dengan dosis berjenjang.
6. Hindari kompetisi kompetisi.
7. Perhatikan kontra indikasi latihan:
a. Adanya penyakit infeksi
b. Hypertensi sistolik lebih dari 180 mmHg dan diastolik 120 mmHg.
c. Berpenyakit berat dan dilarang dokter.
2.6 Latihan fisik untuk usia lanjut diarahkan pada beberapa tujuan yaitu
1. Membantu tubuh agar tetap dapat bergerak.
2. Secara lambat laun menaikkan kemampuan fisik.
3. Member kontak psikologis lebih luas agar tidak terisolir dari rangsang.
4. Mencegah cedera.
Oleh karena itu sesuai perubahan perubahan fisik yang ada lebih
diarahkan pada:
1. Perbaikan kekuatan atot.
2. Perbaikan stamina (aerobic capacity).
3. Perbaikan fleksibilitas.
4. Perbaikan komposisi tubuh yang

rasional

ditambah

mempertahankan portus yang baik.(Depkes RI, 1992:54)

dengan

2.7 Langkah-Langkah
1. Latihan kepala dan leher
Lihat keatap kemudian menunduk sampai dagu ke dada. Putar kepala
dengan melihat bahu sebelah kanan lalu sebelah kiri. Miringkan kepala ke bahu
sebelah kanan lalu kesebelah kiri.
2. Latihan bahu dan lengan
Angkat kedua bahu ke atas mendekati telinga kemudian turunkan kembali
perlahan-lahan. Tepukan kedua telapak tangan dan renggangkan lengan kedepan
lurus dengan bahu. Pertahankan bahu tetap lurus dan kedua tangan bertepuk
kemudian angkat lengan keatas kepala. Belakang dari leher kemudian satu tangan
menyentuh bagian raihlah punggung sejauh mungkin yang dapat dicapai.
Bergantian tangan kanandan kiri. Letakan tangan di punggung kemudian coba
meraih keatas sedapatnya.
3. Latihan tangan
Letakan telapak tangan diatas meja. Lebarkan jari-jarinya dan tekan ke
meja. Baliklah telapak tangan. Tariklah ibu jari melintasi permukaan telapak
tangan untuk menyentuh jari kelingking. Kemudian tarik kembali. Lanjutkan
dengan menyentuh tiap-tiap jari dengan ibu jari dan kemudian setelah menyentuh
tiap jari. Kepalkan tangan sekuatnya kemudian renggangkan jari-jari selurus
mungkin.
4. Latihan punggung
Dengan tangan disamping bengkokan badan kesatu sisi kemudian kesisi
yang lain. Letakan tangan dipinggang dan tekan kedua kaki, putar tubuh dengan
melihat bahu kekiri dan kekanan. Tepukan kedua tangan dibelakang dan
regangkan kedua bahu ke belakang.

5. Latihan paha
Latihan ini dapat dilakukan dengan berdiri tegak dan memegang sandaran
kursi atau dengan posisi tiduran. Lipat satu lutut sampai pada dada dimana kaki
yang lain tetap lurus, dan tahan beberapa waktu. Duduklah dengan kedua kaki
lurus kedepan. Tekankan kedua lutut pada tempat tidur hingga bagian belakang
lutut menyentuh tempat tidur. Pertahankan kaki lurus tanpa membengkokan lutut,
kemudian tarik telapak kaki kearah kita dan regangkan kembali. Tekuk dan
regangkan jari-jari kaki tanpa menggerakan lutut. Pertahankan lutut tetap lurus,
putar telapak kaki kedalam sehingga permukaannya saling bertemu kemudian
kembali lagi. Berdiri dengan kaki lurus dan berpegangan pada bagian belakang
kursi. Angkat tumit tinggi- tinggi kemudian putarkan.
6. Latihan pernafasan
Duduklah di kursi dengan punggung bersandar dan bahu relaks. Letakkan
kedua telapak tangan pada tulang rusuk. Tarik nafas dalam-dalam maka terasa
dada mengambang. Sekarang keluarkan nafas perlahan-lahan sedapatnya. Terasa
tangan akan menutup kembali.
7. Latihan muka
Kerutkan muka sedapatnya kemudian tarik alis keatas. Tutup mata kuatkuat, kemudian buka lebar-lebar. Kembangkan pipi keluar sebisanya. Kemudian
isap kedalam. Tarik bibir kebelakang sedapatnya, kemudian ciutkan dan bersiul

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan timbulnya
penyakit yang di derita oleh para Lansia seperti penyakit rematik, Asma dan
pentingnya perawatan yang tepat untuk mengatasinya.
Senam lansia adalah satu bentuk latihan fisik yang memberikan pengaruh
baik terhadap tingkat kemampuan fisik manusia, bila dilaksanakan dengan baik
dan benar. Senam atau latihan fisik sering diidentifikasi sebagai suatu kegiatan
yang meliputi aktifitas fisik yang teratur dalam jangka waktu dan intensitas
tertentu. Senam merupakan bagian dari usaha menjaga kebugaran termasuk
kesehatan jantung dan pembuluh darah, dan sebagai bagian dari program
retabilitas bagi mereka yang telah menderita.
3.2 Saran
Senam lansia tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada syarat-syarat bagi
mereka yang akan melakukan senam lansia, yaitu: tidak dalam keadaan sakit,
sesak dan batuk, tidak dalam serangan jantung, dan tidak dalam keadaan stamina
menurun akibat flu atau kurang tidur dan baru sembuh.

DAFTAR PUSTAKA
Aditya. 2012. Senam Lansia.
http://thatisour.blogspot.com/2012/12/senam-lansia.html. diakses
Minggu, 17 Maret 2013 jam 13.46.
Bintang Diawan. 2012. Satuan Acara Penyuluhan Senam Lansia.
http://bdiawan.blogspot.com/2012/01/satuan-acara-penyuluhansenam-lansia.html. Diakses Minggu, 17 Maret 2013 jam 13.48.