Anda di halaman 1dari 16

Demam Berdarah Dengue

Yogi Adhitya Arganatha

Skenario

Seorang perempuan berusia 25 tahun datang


ke IGD karena demam sejak 5 hari yang lalu

Anamnesis

Identitas : Perempuan berusia 25 tahun

KU : Demam sejak 5 hari yang lalu

RPS : Demam tinggi serta pegal dan mual

RPD : Tidak diketahui

RPK : Tidak diketahui

Rsos : Tidak diketahui

Pemeriksaan Fisik

Keadaan Umum : Tampak sakit sedang

Kesadaran : Compos mentis

TTV : tek darah 110/80 mmHg, nadi 96


kali/menit, nafas 20 kali/menit, suhu 37,5 c

Head to toe : normal

Pemeriksaan khusus : Rumple leed test (+)

Pemeriksaan Fisik

Keadaan Umum : Tampak sakit sedang

Kesadaran : Compos mentis

TTV : tek darah 110/80 mmHg, nadi 96


kali/menit, nafas 20 kali/menit, suhu 37,5 c

Head to toe : normal

Pemeriksaan khusus : Rumple leed test (+)

Pemeriksaan Penunjang

WBC : Hb 12 g/dL, Ht 40%, Leukosit 6.000/uL,


trombosit 80.000/uL
Serologi

DD/
DBD

Derajat

DD

DBD

DBD

II

DBD

III

DBD

IV

Working Diagnosis
Gejala

Laboratorium

Demam dengan 2 atau lebih Leukopenia


Serologi
tanda : sakit kepala, nyeri Trombositopenia
Dengue
retro-orbital, mialgia, artralgia Kebocoran plasma positif
(-)
Gejala DD + uji bendung positif Trombositopenia
(<100.000/L)
Kebocoran plasma
(+)
Gejala DD + perdarahan Trombositopenia
spontan
(<100.000/L)
Kebocoran plasma
(+)
Gejala
DD
+
kegagalan Trombositopenia
sirkulasi (kulit dingin dan (<100.000/L)
lembab serta gelisah)
Kebocoran plasma
(+)
Syok berat + tekanan darah Trombositopenia
dan nadi tidak terukur
(<100.000/L)
Kebocoran plasma
(+)

Penatalaksanaan
Pemeliharaan volume carian sirkulasi merupakan
tindakan yang paling penting dalam penanganan
kasus DBD. Perhimpunan Dokter Ahli Penyakit Dalam
Indonesia (PAPDI) bersana dengan Divisi Penyakit
Trofik dan Infeksi dan Divisi Hematologi dan Onkologi
Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia telah
menyusun protokol penatalaksanaan DBD pada
pasien dewasa :

Lanjutan
Protokol ini terbagi dalam 5 kategori :
Protokol 1
Penanganan Tersangka (Probable) DBD dewasa tanpa syok
Protokol 2
Pemberian cairan pada tersangka DBD dewasa di ruang rawat
Protokol 3
Penatalaksanaan DBD dengan peningkatan hematokrit > 20%
Protokol 4
Penatalaksanaan Perdarahan Spontan pada DBD dewasa
Protokol 5
Tatalaksana Sindrom Syok Dengue pada dewasa

Etiologi
Virus Dengue
Genus Flavivirus
Famili Flaviviridae
Diameter: 30nm terdiri dr asam ribonukleat rantai
tunggal
4 serotipe: DEN-1,DEN-2,DEN-3,DEN-4 (paling banyak:
DEN-3)

Patofisiologi

Nyamuk aedes aegepti atau albopictus membawa


virus dengue menggigit manusia. Infeksi yang
pertama kali dapat memberi gejala demam dengue
Jika orang itu mendapat infeksi berulang oleh tipe
virus yang berlainan reaksi berbeda
DBD dapat terjadi bila seseorang yang telah terinfeksi
dengue pertama kali, mendapatkan infeksi berulang
virus engue lainnya
Virus akan bereplikasi di nodus limfatikus regional dan
menyebar ke jaringan lain, terutama ke sistem
retikuloendotelial dan kulit serta bronkogen maupun
hematogen

Epidemiologi

Tersebar

di wil.Asia
Tenggara,Pasifik barat dan
karibia.

Indonesia:

35 kasus per 100.000

penduduk
Vektor:

Genus Aedes (Terutama


A.aegyptii dan albopictus)

Gejala Klinis

Peningkatan suhu tiba-tiba disertai sakit kepala,


nyeri otot, dan tulang, mual dan muntah
Sakit kepala menyeluruh atau berpusat di
supraorbital

Otot-otot sekitar mata terasa pegal

Demam bifasik

Perdarahan termasuk uji bendung (+) seperti


ptekiae, epistakis, hematemesis
hepatomegali

Komplikasi

Dengue shock syndrome

Edema paru

Enselopati dengue

Prognosis
Dengan

penanganan yang adekuat, deteksi awal,


serta mengelakkan infeksi ulang, prognosis DBD
adalah baik.

Kalau

pasien sudah datang dengan syok berat,


prognosis akan lebih jelek.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil anamnesis pada kasus di


atas, pasien terinfeksi DBD derajat 2. karena
pemeriksaan uji bendung (+) dan terjadi
epitaksis atau perdarahan spontan