Anda di halaman 1dari 5

4) Sifat-Sifat Alkohol

a) Sifat Fisika

Mempunyai titik didih lebih tinggi dari eter. Hal ini disebabkan antara
molekul alkohol terjadi ikatan hidrogen.

Metanol, etanol, dan propanol mudah larut, alkohol lainnya hanya sedikit
larut.

b) Sifat Kimia
Dapat bereaksi dengan logam (Na, K, Mg, Al) melepas H2.
Dengan asam karboksilat membentuk ester (reaksi esterifikasi).
Dapat bereaksi dengan PX3, PX5, atau SOX2 membentuk alkil halida. (R
X)
Dengan asam halida (HX) membentuk alkil halide
Dapat Dioksidasi
Dapat mengalami dehidrasi dengan H2SO 4 pekat.
5) Kegunaan Alkohol dan Dampak Alkohol
1. Metanol
a)

Metanol digunakan untuk membuat metanol sebagai bahan plastik.

b)
Metanol digunakan untuk pelarut dan bahan pembuat ester, serta bahan
bakar alternatif. Disamping kegunaan metanol, terdapat dampak dari
penggunaan metanol, yaitu sangat beracun. Keracunan metanol dapat melalui
pernapasan (menghirup uapnya) dan dapat melalui kulit.
2. Etanol
Etanol digunakan sebagai pelarut, desinfektan, bahan pembuatan ester dan
sebagai bahan bakar (di Brasil telah banyak kendaraan dengan bahan bakar
etanol). Minuman beralkohol menimbulkan dampak negatif antara lain metanol
menyebabkan mabuk dan mengantuk karena menekan aktivitas otak. Selain itu
etanol bersifat adiktif yaitu menye-babkan kecanduan atau ketagihan, sehingga
bila minum minuman beralkohol sulit untuk meninggalkan, padahal minum
minuman beralkohol dilarang oleh agama dan pemerintah.
3. Glikol Pada negara atau daerah bermusim dingin, glikol digunakan untuk
zat anti beku pada radiator mobil. Glikol juga digunakan sebagai bahan baku
dalam industri serat sintesis dan pelarut.
4. Gliserol Gliserol digunakan untuk pelarut obat-obatan, dan bahan
pembuatan gliserol trinitrat yaitu suatu bahan peledak.
3) Sifat-Sifat Eter
a) Sifat Fisis

Berupa zat cair (kecuali metil eter) berbau harum dan mudah menguap.

Dengan jumlah atom C yang sama, titik didih eter lebih rendah dari titik
didih alkohol.

Sukar larut dalam air.

b) Sifat Kimia

Tidak bereaksi dengan logam Na dan PCl 3 dengan demikian dapat untuk
membedakan alkohol dengan eter.

Bereaksi dengan PCl5, tetapi tidak membebaskan HCl (reaksi ini dapat
digunakan untuk membedakan alkohol dengan eter).

Bereaksi dengan HX (X = F, Cl, Br, I).

Dengan HI berlebih dan pemanasan menghasilkan R I dan H 2O.

Eter mudah terbakar membentuk gas CO2 dan uap air.

4) Kegunaan eter
- Eter digunakan sebagai pelarut senyawa organik, untuk obat bius pada operasi
dan desinfektan (tetapi sekarang tidak digunakan lagi sebagai obat bius).
- MTBE (metil tersier butil eter) ditambahkan ke dalam bensin untuk
meningkatkan bilangan oktan.
2) Sifat-Sifat Aldehid
a) Sifat Fisis
Suku pertama aldehid pada suhu kamar berwujud gas yang berbau
merangsang, sedangkan suku berikutnya berwujud cair yang berbau harum
dengan semakin panjang rantai karbonnya.
b) Sifat Kimia
(1) Bila direduksi (ditambah H2) menghasilkan alkohol primer.
(2) Dapat mengadisi HCN
(3) Bila dioksidasi menghasilkan asam karboksilat.
(4) Dapat mereduksi larutan fehling membentuk endapan merah dan mereduksi
pereaksi tollens membentuk endapan perak (Ag).
3) Kegunaan Aldehid
a) Larutan 37% formaldehid (metanal) dalam air disebut formalin digunakan
untuk mengawetkan benda-benda anatomi.
b) Formaldehid untuk membuat damar buatan, plastik, dan insektisida. c) Etanol
sebagai bahan karet dan damar buatan serta zat warna.

3) Sifat-Sifat Alkanon
a) Sifat Fisis
Alkanon suku rendah pada suhu kamar berwujud cair tidak berwarna,
berbau harum, dan mudah larut dalam air. Suhu yang lebih tinggi sukar larut
dalam air, sedangkan alkanon suku tinggi berwujud padat.
b) Sifat Kimia
(1) Dapat direduksi (ditambah H2) menjadi alkohol sekunder
(2) Dapat mengadisi HCN :
(3) Tidak dapat mereduksi larutan fehling dan tollens (sehingga dapat digunakan
untuk membedakan aldehid dengan alkanon).
4) Kegunaan Alkanon
Alkanon digunakan sebagai pelarut dan bahan pembuat zat organik lain,
misalnya kloroform dibuat dengan mereaksikan aseton dengan gas klor dan
NaOH.
3) Sifat-sifat Asam Karboksilat
a) Sifat fisis
Asam karboksilat suku rendah berwujud cair encer dan suku yang lebih
tinggi berwujud cair agak kental, serta asam karboksilat suku tinggi berwujud
padat.

b) Sifat-sifat kimia
(1) Asam karboksilat merupakan asam lemah, semakin panjang rantai karbon
semakin lemah sifat
asamnya.
(2) Dapat bereaksi dengan basa membentuk garam.
(3) Dapat bereaksi dengan alkohol membentuk ester.
(4) Asam formiat dapat dioksidasi menjadi CO 2 dan H2O
(5) Dengan halogen terjadi subsitusi atom H pada C alfa oleh atom halogen.
4) Kegunaan Asam Karboksilat
a) Asam formiat digunakan dalam industri tekstil, penyamaan kulit, dan untuk
menggumpalkan getah karet (lateks).

b) Asam asetat (cuka) digunakan sebagai pengasam makanan.


3) Sifat-Sifat Ester
a) Sifat Fisis
(1) Ester memiliki titik didih dan titik beku yang lebih rendah dari titik didih dan
titik beku asam karboksilat asalnya.
(2) Ester suku rendah berupa zat cair yang berbau harum (beraroma buahbuahan).
b) Sifat Kimia
(1) Ester bersifat netral dan tidak bereaksi dengan logam natrium maupun PCl 3.
(2) Ester dapat mengalami hidrolisis menjadi asam karboksilat danalkohol.
(3) Hidrolisis ester suku tinggi dengan NaOH atau KOH menghasilkan sabun dan
gliserol (reaksi penyabunan).
(4) Ester dapat mengalami reduksi menjadi alkohol.
(5) Reduksi terhadap ester tak jenuh suku tinggi (minyak atau lemak cair) yang
menghasilkan mentega.
4) Kegunaan Ester
a) Sebagai esens buatan, misalnya:
CH3COOC2H5 : etil asetat berbau pisang selai.
CH3COOC2H11: amil asetat berbau buah nanas, juga sebagai pelarut damar.
C4H9COOC8H17: oktil asetat berbau buah jeruk. C
C4H9COOC5H11: amil valerat berbau buah apel.
b) Sebagai bahan pembuat kain (Polister).
c)

Bahan pembuat sabun (untuk ester suku tinggi).

Aroma pisang pada makanan atau minuman dapat diperoleh dengan


menambahkan ester amil asetat. Benzilasetat memberikan aroma strawberry
pada makanan atau minuman.
c. Kegunaan Haloalkana
1) Tetra kloro metana CCl4 digunakan sebagai pelarut nonpolar.
2)Kloroform CHCl3
dapat digunakan sebagai zat anestesi (obat bius), tetapi dapat menyebabkan
kerusakan hati sehingga sekarang tidak digunakan lagi.

2)

Iodoform (CHI3) digunakan sebagai antiseptik.