Anda di halaman 1dari 1

Insan kamil bersal dari kata Insan dan Kamil.

Secara harfiah insan berarti manus


ia dan kamil berarti sempurna. Dengan demikian insan kamil bearti manusia yang s
mpurna.
Arti insan kamil dalam kalangan mutashowifin sangan beraneka ragam. Diantaranya
yang telah dikemukakan oleh Ibnu Arabi, beliau mengatakan bahwa manusia utama at
au insan kamil adlah manusia yang sempurna yang karena adanya realsasi wahdah as
asi dengan Tuhan yang adanya sifat-sifat keutamaan Tuhan padanya.Menurut Jalalud
in Rumi insan kamil adalah seorang yang sadar tentang keakuannya yang transenden
t ( faaiq) dan abadi yang tak diciptakan dan bersifat Ilahi.Berikutnya menurut J
amil Shaliba mengatakan bawa kata insan menunjukkan pada sesuatu yang secara khu
sus digunakan untuk arti manusia dari segi sifatnya bukan fisiknya.
Selanjutnya kata insan dijumpai di Al-Qurâ an dab dibedakan dengan istilah an-nas d
an basyar :
1. An-Nas
an-nas merupakan jamak dari kata insan. Kata insan mempunyai tiga asal kata yait
u :
Annasa, mempunyai arti melihat, mengetahui, dan minta izin. Dan arti semua ini b
erkaitan dengan kemampuan manusia dalam bidang penalaran, pengajaran sehingga da
pat menerima pengajaran.
Nasiya, mengandung arti lupa dan menunjukkan adanya kaitan dengan kesadaran diri
. Manusia lupa terhadap sesuatu karena ia kehilangan kesadaran terhadap hal ters
ebut.
An-Nus, berarti jinak mengandung arti bahwa manusioa sebagai makhlik yang dapat
hidup berdampingan dan dapat dipelihara, jinak.
Menurut Musa Asyâ ari lapangan kegiatan insan ada 6 bidang yaitu :
Manusia menerima pelajaran dari Than tentang apa yang tidak di ketahuinya (Qs. 9
6 : 1 â 5).
Manusia mempunyai musuh yang nyata yaitu setan (Qs. 12 â 15).
Manusia memikul amanat dari tuhan (Qs. 105 : 1 â 3).
Manusia harus menggunakan waktu dengan baik ( Qs. 105 : 1 â 3).
Manusia hanya akan mendapatkan bagian dari apa yang telah dikerjakannya (Qs. 53
: 39).
manusia mempunyi keterkaitan dengan moral atau sopan santun ( Qs. 29 : 8).
2. Basyar
Manusia dalam pengertian basyar tergantung sepenuhnya pada alam, pertumbuhan dan
perkembangan fisiknya tergantung pada apa yang dimakannya.
B. Ciri-ciri insan kamil
Berfungsi akalnya secara optimal. Menurut kaum muâ tazilah manusia dapat mengetahui
bahwa segala perbuatan baik seperti adil, jujur, berakhlak, sesuai dengan esens
inya dan merasa wajib melakukan semua itu walaupun tidah diperintahkan oleh wahy
u.
Berfungsi intuisinya. intuisi ini dalam pandangan ibnu sina disebut jiwa manusia
(rasional soul). Menurutnya jika yang berpengaruh dalam diri manusia adalah jiw
a manusianya, maka orang itu hampir menyerupai malaikat dan mendekati kesempurna
an.