Anda di halaman 1dari 7

Tujuan Penilaian Berbasis Kelas Seperti telah kita pahami bersama bahwa penilaian merupakan tangga yang harus

dilewati seorang pendidik sebelum dia melakukan pengambilan keputusan pendidikan, yang biasa dikenal dengan evaluasi. Tidak ubahnya dengan tujuan penilaian pada umumnya, penilaian berbasis kelaspun bertujuan untuk mengetahui kemajuan dan hasil belajar peserta didik, mendiagnosis kesulitan belajar, memberikan umpan balik/perbaikan pembelajaran, serta memotivasi dan merangsang peserta didik untuk melakukan usaha perbaikan. Fungsi Penilaian Berbasis Kelas Telah disampaikan sebelumnya, bahwa penilaian berbasis kelas merupakan hasil pergeseran paradigma dari pendekatan pendidikan. Dari pendekatan pendidikan yang berorientasi masukan (input oriented education) ke pendekatan pendidikan yang berorientasi hasil atau standar (outcome based education). Unjuk nyata kompetensi, itulah pesan moral yang sebenarnya ingin disampaikan oleh paradigma baru ini. Dimana hasil belajar seorang peserta didik dapat langsung dilihat secara kasat mata dan praktis, bukan berhenti hanya pada tataran skor yang tertera manis dalam kertas saja. Yah... intinya dengan menggunakan paradigma ini, paling nggak orang tua dan masyarakat tidak lagi berjudi saat memasukkan anaknya ke institusi pendidikan dan tidak membeli kompetensi dalam karung. Karena penilaian berbasis kelas jauh lebih transparan dari segi penilaian dan kompetensi yang akan dihasilkan pun akan jauh lebih teremboss (baca : terlihat). Peserta didik dan orang tua dapat berkolaborasi untuk menciptakan hasil pembelajaran atau kompetensi yang optimal dengan merujuk pada kriteria yang telah ditetapkan dalam setiap kompetensi pembelajaran yang akan dihasilkan. Itulah fungsi yang ditawarkan oleh penilaian berbasis kelas. Prinsip Penilaian Berbasis Kelas Ini dia nih rumusan yang harus dipegang seorang pendidik agar penilaian berbasis kelas yang akan dilancarkan dapat berjalan secara optimal. Motivasi. Penilaian berbasis kelas hendaknya dipandang sebagai upaya untuk mengenal kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh guru maupun peserta didik. Untuk mengenal kekuatan dan kelemahan tersebut, diperlukan usaha perencanaan terhadap perbaikan kegiatan pembelajaran secara terus menerus. Hal yang lebih penting, tujuan akhir penilaian berbasis kelas bukan terletak pada pencapaian angka yang tinggi, melainkan terletak pada cara bagaimana memotivasi peserta didik sehingga diperoleh hasil yang maksimum. Validitas. Harus menjamin tercapainya standar kompetensi, kompetensi dasar, maupun indikator. Kesesuaian antara penilaian berbasis kelas dengan tujuan akan meningkatkan validitas. Dengan demikian maka validitas merupakan suatu hal yang sangat perlu diperhatikan.

Adil. Penilaian berbasis kelas menekankn pada adanya perlakuan yang adil kepada semua peserta didik. Artinya, semua peserta didik harus mendapat kesempatan yang sama untuk dinilai tanpa membedakan latar belakang sosek, budaya, bahasa, dan jenis kelamin. Terbuka. Menekankan adanya keterbukaan, dimana semua pihak baik pendidik maupun peserta didik perlu mengenali kemampuan masing-masing, jenis penilaian, maupun format penilaian yang akan digunakan. Berkesinambungan. Harus dilakukan secara berencana, bertahap, dan terus menerus untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan belajar peserta didik. Hal ini dilakukan untuk melihat kesinambungan antara materi pokok yang satu dengan materi pokok yang lain. Bermakna. Penilaian berbasis kelas dapat melihat perkembangan kemampuan peserta didik secara holistik. Selain itu, penilaian berbasis kelas dapat ditindaklanjuti oleh semua pihak, terutama pendidik, peserta didik, dan orang tua. Menyeluruh. Penilaian berbasis kelas dilakukan dengan berbagai teknik dan prosedur untuk menjamin tersedianya informasi yang utuh dan lengkap tentang kinerja peserta didik, baik yang menyangkut aspek kognitif, efektif, dan psikomotorik. Jadi, sangat tidak mungkin jika pendidik hanya terpaku pada satu jenis penilaian saja, tertulis misalnya. Edukatif. Penilaian berbasis kelas tidak dimaksudkan untuk membuat keputusan akhir tentang nasib peserta didik atau hal-hal lain yang dapat menurunkan motivasi peserta didik dalam belajar. Pelaksanaannya didasarkan pada pertanyaan yang sangat mendasar, yaitu : bagaimana peserta didik memperoleh hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan perolehan hasil belajar sebelumnya ? dan bagaimana guru mengajar lebih efektif dibandingkan dengan pengajaran sebelumnya Karakteristik Penilaian Berbasis Kelas Penilaian berbasis kelas memiliki karakteristik istimewa, yaitu : 1. Pusat belajar dan berakar dalam proses pembelajaran Perhatian utama penilaian berbasis kelas tidak terletak pada perbaikan mengajar melainkan pada perhatian pendidik dan peserta didik dalam perbaikan hasil belajar. Adapun apabila guru melakukan perbaikan program pengajaran, tujuannya tidak lain adalah dalam rangka memperbaiki hasil belajar peserta didik. Penilaian berbasis kelas dapat dipandang sebagai suatu usaha untuk membangun pembelajaran yang lebih baik yang salah satunya dengan melakukan umpan balik pada belajar peserta didik, agar lebih sistematik, fleksibel, dan efektif. Penilaian berbasis kelas memberi suatu cara untuk melakukan penilaian secara menyeluruh dan sistematik dalam proses pembelajaran di kelas. Dengan demikian, penilaian berbasis kelas senantiasa berakar dalam proses pembelajaran. Karena difokuskan pada belajar, maka penilaian berbasis kelas memerlukan partisipasi aktif peserta didik. Dalam hal ini pendidik terus menerus memotivasi peserta didik agar hasil belajar mereka meningkat. 2. Umpan balik

Penilaian berbasis kelas dapat juga diartikan sebagai suatu alur proses umpan balik (feedback loop) di kelas. Pendidik maupun peserta didik dapat dengan cepat dan mudah menggunakan penilaian berbasis kelas sebagai umpan balik. Penilaian berbasis kelas bukan hanya untuk memberi nilai atau skor (grading) peserta didik, tetapi juga untuk mendapatkan informasi bagi perbaikan mutu belajar peserta didik. Tak kenal maka ta'aruf... kalau sudah kenal maka proses selanjutnya adalah paham... ujung-ujungnya mudah-mudahan akan timbul keterikatan batin dan kepala dengan penilaian berbasis kelas ini. Semoga saja.... Sumber : Arikunto, Suharsimi, Suhardjono, dam Supardi. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Bumi Aksara, 2008. Surapranata, Sumarna dan Muhammad Hatta. Penilaian Portofolio : Implementasi Kurikulum 2004. Bandung : Remaja Rosdakarya, 2004.

Ke 2 PENILAIAN KELAS MODEL PENILAIAN KELAS A. DASAR HUKUM 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; 2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional; 3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi; 4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan. B. BUKU SUMBER 1. Himpunan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia; 2. Model Penilaian Kelas, Badan Standar Nasional Pendidikan C. PENGERTIAN-PENGERTIAN. 1. Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik; 2. Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik; 3. Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran, dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik 4. Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih; 5. Ulangan tengah semester adalah kegiatan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepressentasikan seluruh KD pada periode tersebut; 6. Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut; 7. Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut; 8. Ujian Sekolah/Madrasah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. Mata pelajaran yang dujikan adalah mata pelajaran kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak dujikan dalam ujian nasional, dan aspek kognitif dan/atau psikomotorik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak

mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang akan diatur tersendiri dalam POS Ujian Sekolah/Madrasah; 9. Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan; 10. Kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar (KKB) yang ditentukan oleh satuan pendidikan. KKM pada akhir jenjang satuan pendidikan untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan nilai batas ambang kompetensi. 11. Penilaian kelas adalah suatu kegiatan yang dilakukan guru yang berkaitan dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi dasar setelah mengikuti proses pembelajaran. Penilaian kelas dilakukan melalui suatu proses dengan langkah-langkah perencanaan, penyusunan alat penilaian, pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar peserta didik, pengolahan, dan penggunaan informasi tentang profil peserta didik yang dilaksanakan melalui berbagai teknik atau cara, seperti penilaian unjuk kerja (performence), penilaian tertulis (paper and pencil test) atau lisan, penilaian proyek, penilaian produk, penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta didik (portofolio), penilaian diri (evadir), dan penilaian sikap. Sebagai mana format-format terlampir. D. MANFAAT PENILAIAN KELAS Manfaat penilaian kelas antara lain sebagai berikut : 1. Untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahannya dalam proses pencapaian kompetensi. 2. Untuk memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik dalam mencapai kompetensi. 3. Untuk umpan balik bagi pendidik dalam memperbaiki metode, pendekatan, kegiatan, dan sumber belajar yang digunakan. 4. Untuk masukan bagi pendidik guna merancang kegiatan belajar. 5. Untuk memberikan informasi kepada orang tua dan komite satuan pendidikan tentang efektivitas pendidikan. 6. Untuk memberikan umpan balik bagi pengambil kebijakan (Dinas Pendidikan) dalam mempertimbangkan konsep penilaian kelas yang digunakan. E. FUNGSI PENILAIAN KELAS Penilaian kelas memiliki fungsib sebagai berikut: 1. Menggambarkan sejauhmana seorang peserta didik telah menguasai suatu kompetensi 2. Mengevaluasi hasil belajar peserta didik dalam rangka membantu peserta didik memahami kemampuan dirinya, membuat keputusan tentang langkah berikutnya, baik untuk penilaian program, pengembangan kepribadian sebagai bimbingan. 3. Menemukan kesulitan belajar dan kemungkinan prestasi yang bisa dikembangkan peserta didik dan sebagai alat diagnosis yang membantu pendidik menentukan apakah seseorang perlu mengikuti remedial atau pengayaan. 4. Menemukan kelemahan dan kekurangan proses pembelajaran yang sedang berlangsung guna perbaikan proses pembelajaran berikutnya.

5. Sebagai kontrol bagi pendidik dan satuan pendidikan tentang kemajuan perkembangan peserta didik. F. PRINSIP-PRINSIP PENILAIAN KELAS 1. SAHIH, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur, dan alat ukur 2. OBYEKTIF, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subyektivitas penilai. 3. ADIL, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena kebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender. 4. TERPADU, berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. 5. TERBUKA, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. 6. MENYELURUH DAN BERKESINAMBUNGAN, berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik. 7. SISTEMATIS, berarti penilaian dilakukan dengan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku. 8. BERACUAN KRITERIA, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. 9. AKUTABEL, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prsedur, maupun hasilnya. 10. MENDIDIK, berarti penilaian dapat dijadikan dasar untuk memotivasi, memperbaiki proses pembelajaran bagi pendidik, meningkatkan kualitas belajar dan mebina peserta didik agar tumbuh dan berkembang secara optimal. G. TEKNIK DAN INSTRUMEN PENILAIAN Untuk mengumpulkan informasi atau data tentang kemajuan belajar peserta didik dapat dialakukan dengan beragam teknik, baik berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Teknik pengumpulan informasi atau data tersebut pada prinsipnya adalah cara penilaian kemajuan belajar peserta didik terhadap pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Penilaian satu kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikator-indikator pencapaian hasil belajar., baik berupa domain kognitif, afektif, maupun psikomotor. Berdasarkan indikator-indikator tersebut dapat dipilih teknik penilaian yang sesuai. Terdapat tujuh jenis teknik penilaian yang dapat digunakan untuk mendapatkan data tentang profil peserta didik, yaitu: penilaian unjuk kerja / perbuatan, penilaian tertulis dan lisan, penilaian proyek, penilaian produk, penilaian portofolio, dan penilaian diri. 1. Penilaian Unjuk Kerja Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai indikator pencapaian hasil belajar suatu kompetensi dasar yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti : praktek di laboratorium, praktek sholat, praktek olahraga, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/deklamasi dan lain-lain. Cara penilaian ini dianggap lebih otentik dari pada tes

tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya.