Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

HAND HYGIENE DAN MEMANDIKAN PASIENTIDAK SADAR


DI TEMPAT TIDUR

R. 26 IPD RSSA-Malang

Oleh :
Kelompok 12 A
Lita Diana Anggraeni
Faradilah Satriandani
Ika Yesika Sari
Farchia Yunitasari

(1301100047)
(1301100048)
(1301100049)
(1301100050)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPULIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN
PRODI D III KEPERAWATAN MALANG
2015

SATUAN ACARA PENYULUHAN


Pokok Bahasan

: Hand Hygiene dan Memandikan Pasien Tidak Sadar di


Tempat Tidur

Sasaran

: Seluruh pasien dan keluarga pasien yang di rawat di


ruang 26 IPD RSSA

I.

Tempat

: R. 26 IPD RSSA-Malang

Waktu

: Rabu, 2 SEPTEMBER 2015 pukul 10.00 WIB

Durasi

: 30 menit

Metode

: Ceramah dan tanya jawab

Media

: Leaflet dan Demontrasi

Penyuluh

: Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

LATAR BELAKANG
Kebersihan diri adalah upaya individu dalam memelihara kesehatan diri
yang meliputi kebersihan rambut, gigi dan mulut, mata, telinga, kuku, kulit dan
kebersihan dalam berpakaian. Dalam upaya pemeliharaan kebersihan diri ini,
pengetahuan akan pentingnya akan pentingnya kebersihan diri tersebut sangat
diperlukan. Karena pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat
penting dalam membentuk tindakan seseorang.
Tangan merupakan pembawa utama kuman penyakit. Praktek CTPS
(Cuci Tangan Pakai Sabun) setelah ke jamban dan sebelum menjamah makanan
dapat menurunkan hampir separuh kasus diare dan sekitar seperempat kasus
ISPA. Praktek CTPS juga dapat mencegah infeksi kulit dan mata.
Mencucui tangan terbukti lebih efektif mengontrol virus dibandingkan
dengan obata. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal The Cochrane Library
yang mengatakan bahwa mencuci tangan dengan sabun dan air adalah cara
paling sederhana dan efektif untuk menahan penyebaran virus dan bakteri, mulai
dari virus penyebab flu, bakteri penyebab diare hingga virus dan bakteri yang
mematikan seperti penyebab Hepatitis A.
Cuci tangan pakai sabun merupakan salah satu intervensi kesehatan
yang paling murah dan efektif dibandingkan hasil intervensi kesehatan dengan
cara lainnya serta telah terbukti mampu mengurangi resiko penyakit bukan

hanya yang terkait dengan diare, namun juga beberapa penyakit berbahaya
lainnya seperti kolera, dan disentri sampai dengan 48-59%.
Pengetahuan masyarakat yang minim akan kesehatan seakan menjadi
penyulit terbesar dalam meningkatkan taraf hidup dan kesehatan masyarakat.
Oleh karena itu , diperlukan adanya sosialisasi dan pendidikan kesehatan
kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan cara yang minimal,
murah, namun menimbulkan dampak yang maksimal dengan menjaga
kesehatan.
Kegiatan mencuci tangan memiliki peranan penting untuk pencegahan
infeksi nosokomial di rumah sakit. Pada klien yang sedang mendapatkan terapi
di rumah sakit, kegiatan mencuci tangan dapat mencegah mereka dari penularan
berbagai virus dan bakteri yang ada di ruamh sakit. Pada klien yang harus
menjalani intervensi kemoterapi, CTPS sangat dianjurkan untuk dilakukan
karena salah satu efek samping dari kemoterapi adalah penurunan kekebalan
tubuh sehingga tindakan pencegahan dengan menjaga kebersihan diri mutlak
diperukan.
Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat
pentingdan

harus

diperhatikan

karena

kebersihan

akan

mempengaruhi

kesehatan dan psikis seseorang. Kebersihan itu sendiri sangat berpengaruh


diantaranya kebudayaan, ocial,keluarga,

pendidikan. Persepsi seseorang

terhadap kesehatan,serta perkembangan (Wartonah, 2006).


Praktik

hygiene

sama

dengan

peningkatan

kesehatan.

Dengan

implementasi tindakan hygiene pasien, atau membantu anggota keluarga untuk


melakukan tindakan itu dalam lingkungan rumah sakit, perawat menambah
tingkat kesembuhan pasien. Dengan mengajarkan cara hygiene pada pasien,
pasien akan berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan dan partisipan dalam
perawatan diri ketika memungkinkan (Perry & Potter, 2005).
Jika

seseorang

sakit,

biasanya

masalah

kebersihan

kurang

diperhatikan.Hal ini terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah


masalah sepele, padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi
kesehatan secara umum (Wartonah, 2006).

II.

TUJUAN
Tujuan Umum

: Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan sasaran mampu


mengerti dan memahami tentang hand hygiene dan cara
memandikan pasien tidak sadar di tempat tidur.

Tujuan Khusus

:Setelah

dilakukan

penyuluhan

diharapkan

sasaran

mampu

III.

IV.

Menjelaskan tentang manfaat cuci tangan pakai sabun.

Menyebutkan 5 waktu cuci tangan pakai sabun.

Mempraktekkan 6 langkah cuci tangan pakai sabun.

Menjelaskan pengertian memandikan pasien tidak sadar di tempat tidur.

Menyebutkan cara memandikan pasien tidak sadar di tempat tidur.

SUB POKOK BAHASAN

Manfaat cuci tangan pakai sabun.

5 waktu cuci tangan pakai sabun.

6 langkah cuci tangan pakai sabun.

Pengertian memandikan pasien tidak sadar di tempat tidur.

Cara memandikan pasien tidak sadar di tempat tidur.

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

Tahap

Kegiatan Penyuluh

Kegiatan Sasaran

Pembukaan

Memperkenalkan diri

(5 menit)

Menyampaikan tujuan dan Memperhatikan

topik

dilaksanakannya

Menjawab salam

Metode &
Media
Ceramah

dan dan tanya


jawab
menjawab pertanyaan

penyuluhan

Menggali

pengetahuan

sasaran
Penyajian
(15 menit)

Menjelaskan

tentang Mendengarkan

manfaat cuci tangan pakai Mengajukan pertanyaan


sabun.

seputar materi

Ceramah
dan
jawab

tanya

Menyebutkan 5 waktu cuci

Leaflet dan

tangan pakai sabun.

power

Mempraktekkan 6 langkah

point

cuci tangan pakai sabun.

Menjelaskan

pengertian

memandikan pasien tidak


sadar di tempat tidur.

Menyebutkan

cara

memandikan pasien tidak

Penutup

sadar di tempat tidur.

(10 menit)

Membuka

Ceramah
Menjawab pertanyaan

untuk Menjawab salam

waktu

diskusi

Mengevaluasi

hasil

penyuluhan

Menjelaskan hasil evaluasi

Memberikan umpan balik

Membagikan

dan

tanya

jawab
Leaflet dan
power
point

leafleat,

salam penutup
V.

EVALUASI
a. Evaluasi Struktur

Materi dan media yang akan dibawakan pada saat penyuluhan telah
dikonsultasikan terlebih dahulu oleh pembimbing klinik dan telah
mendapat persetujuan.

Media yang diperlukan untuk penyuluhan sudah tersedia sebelum hari-H.

Penyuluh telah membuat janji dan menginformasikan waktu pelaksanaan


penyuluhan kepada setiap pihak yang terlibat.

b. Evaluasi Proses

Sasaran aktif bertanya dan menjawab selama penyuluhan berlangsung.

Sasaran dapat tenang dan berkonsentrasi terhadap materi yang


dipaparkan.

c. Evaluasi Hasil

Pengetahuan sasaran tentang pokok bahasan meningkat dibuktikan


dengan kemampuan sasaran dalam menjawab pertanyaan sebesar 80%.

Tingkat partisipasi dan keaktifan sasaran dalam kegiatan tinggi mencapai


80%.

VI.

MATERI (TERLAMPIR)

VII.

DAFTAR PUSTAKA

American Society Clinical Oncology, (2004). Criteria for facility and personnel for
administration of parenteral systemic antineoplastic therapy, Journal of
Clinical Oncology, 22 (22): 1 3
Wartonah, M, 2006 .Ilmu Keperawatan.EGC: Jakarta
Aziz Alimul Hidayat , 2002. Pengantar Dokumentasi Proses Keperawatan. EGC : Jakarta

HAND HYGIENE, CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS)


DAN MEMANDIKAN PASIEN TIDAK SADAR DI TEMPAT TIDUR
1.

Definisi dan Manfaat Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)


Menurut Perry & Potter (2005), mencuci tangan merupakan teknik dasar yang

paling penting dalam pencegahan dan pengontrolan infeksi. Cuci tangan adalah proses
membuang kotoran dan debu secara mekanik dari kulit kedua belah tangan dengan
memakai sabun dan air (Tietjen, et.al., 2004).
Menurut Susiati (2008), tujuan dilakukannya cuci tangan yaitu untuk mengangkat
mikroorganisme yang ada di tangan, mencegah infeksi silang (cross infection), menjaga
kondisi steril, melindungi diri dan pasien dari infeksi, memberikan perasaan segar dan
bersih.
2.

Lima Waktu Cuci Tangan


Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebaiknya dilakukan pada lima waktu penting,

yaitu:
(1) sebelum makan;
(2) sesudah buang air besar;
(3) sebelum memegang bayi;
(4) sesudah menceboki anak;
(5) sebelum menyiapkan makanan.
3.

Enam Langkah Cuci Tangan


Untuk mendapatkan hasil yang optimal, maka mencuci tangan haruslah dengan air

bersih yang mengalir, baik itu melalui kran air atau disiram dengan gayung,
menggunakan sabun yang standar, setelah itu keringkan dengan handuk bersih atau
menggunakan tisu.
Untuk penggunaan jenis sabun dapat menggunakan semua jenis sabun karena
semua sabun sebenarnya cukup efektif dalam membunuh kuman penyebab penyakit.
Teknik mencuci tangan yang benar harus menggunakan sabun dan di bawah air yang
mengalir dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a Basahi tangan dengan air di bawah kran atau air mengalir.
b Ambil sabun cair secukupnya untuk seluruh tangan, akan lebih baik jika
c
d
e

sabun yang mengandung antiseptik.


Gosokkan pada kedua telapak tangan.
Gosokkan sampai ke ujung jari.
Telapak tangan kanan menggosok punggung tangan kiri (atau sebaliknya)
dengan jari-jari saling mengunci (berselang-seling) antara tangan kanan dan
tangan kiri, gosokkan sela-sela jari tersebut. Hal ini dilakukan pada kedua
tangan.

Letakkan punggung jari satu dengan punggung jari lainnya dan saling

mengunci.
Usapkan ibu jari tangan kanan dengan punggung jari lainnya dengan

gerakan saling berputar, lakukan hal yang sama dengan ibu jari tangan kiri.
Gosokkan telapak tangan dengan punggung jari tangan satunya dengan
gerakan kedepan, kebelakang, berputar. Hal ini dilakukan pada kedua

tangan.
Pegang pergelangan kanan kanan dengan pergelangan kiri dan lakukan

j
k

gerakan memutar. Lakukan pula pada tangan kiri.


Bersihkan sabun dari kedua tangan dengan air mengalir.
Keringkan tangan dengan menggunakan tissue atau
menggunakan kran, tutup kran dengan tisu.

4.

Pengertian Memandikan Pasien Tidak Sadar di Tempat Tidur

handuk,

jika

Tindakann keperawatan di lakukan pada pasien yang tidak mampu mandi secara
sendiri dengan cara memandikan di tempat tidur.Tujuannya adalah menjaga kebersihan
tubuh ,mengurangi infeksi akibat kulit kotor ,memperlancar sistem peredaran darah , dan
menambah kenyamanan pasien.
5.

Alat dan Bahan Memandikan Pasien Tidak Sadar di Tempat Tidur


a. Baskom mandi dua buah, masing-masing berisi air dingin dan air hangat
b. Pakaian pengganti
c.

Kain penutup

d. Handuk besar
e. Handuk kecil untuk mengeringkan badan
f.

Sarung tangan pengusap/waslap

g. Tempat untuk pakain kotor


h. Sampiran
i.
6.

Sabun

Cara Memandikan Pasien Tidak Sadar di Tempat Tidur


a. Jelaskan prosedur pada pasien
b. Cuci tangan
c.

Atur posis pasien

d. Lakukan tindakan memandikan pasien yang diawali dengan membentangkan


handuk di bawah kepala, kemdian bersihkan muka, telinga, dan leher degan
sarung tangan pengusap. Keringkan dengan handuk.
e. Kain penutup diturukan, kedua tangan pasien diangkat dan pindahkan handuk
di atas dada pasien, lalu bentangkan. Kemudian kembalikan kdua tangan ke
posisi awal diats handuk, lalu basahi kedua tangan dengan air bersih.
Keringkan dengan handuk.
f.

Kedua tangan diangkat, handuk dipindahkan di

sisi pasien, bersihkan

daerah dada dan perut, lalu keringkan dengan handuk


g. Miringkan pasien ke kiri, handuk dibentangkan kebawah punggung sampai
glutea dan basahi punggung hingga glutea, lalu keringkan dengan handuk.
Selanjutnya miringkan pasien ke kanan dan laukan hal yang sama. Kemudian
kembalikan pasien pada posisi terlentang dan pasangkan pakaian dengan rapi.
h. Letakkan handuk di bawah lutut lalu bersihkan kaki. Kaki yang paling jauh
didahulukan dan keringkan dengan handuk..

i.

Ambil handuk dan letakkan di bawah glutea. Pakaian bawah perut dibuka,
lalu bersihkan daerah lipatan paha dan genitalia. Setelah selesai, pasang
kembali pakaian dengan rapi.

j.

Cuci tangan.