Anda di halaman 1dari 20

IMANGING RADIOLOGY IN TROPICAL DISEASES

dr. Ana Majdawati, DIKULIAHKAN SENIN 6 OKTOBER 2014


PENDAHULUAN
Didalam Tropical Medicine pemeriksaan radiologi dapat dilakukan pada penyakit
malaria, dengue fever/dengue haemorrhagic fever, typhoid fever, tuberculosis
(mycobacterium tuberculosis, mycobacterium leprae), leptospirosis, filariasis, morbili,
difteri, pertusis, tetanus, torch, varicella, cysticercosis dan mikosis.
Pada penyakit infeksi secara umum, pemeriksaan radiologis dapat dilakukan
untuk mendeteksi mikroorganisme seperti bakteri, virus, parasit atau mikosis, dalam
tropical medicine bisa dilakukan untuk mendeteksi mikroorganisme penyebab penyakit
tropis seperti mycobacterium tuberculosis penyebab TBC, mycobacterium leprae
penyebab leprosy/lepra, salmonella typhi penyebab typhoid fever, dengue viral
penyebab dengue fever dan dengue haemorrhagic fever, dan plasmodium penyebab
malaria.
Kegunaan imaging radiologi untuk penyakit tropis dapat digunakan sebagai alat
bantu diagnosis (pemeriksaan penunjang diagnosis), alat bantu terapi, dan sebagai alat
skrining atau alat bantu evaluasi terapi.
1. Tuberculosis

Di Dunia, Indonesia ada dalam


urutan ke 4 terbanyak untuk penderita
Tuberculosis (TBC) (10%), setelah China
(15%), negara lainnya (28%) dan India
(30%).

Apa fungsi pemeriksaan radiologi untuk TBC?


o Sebagai alat bantu untuk menegakkan diagnosis TBC (lihat kriteria diagnosis TBC
menurut WHO pada materi tentang TBC, apa yang harus dilakukan ketika
pemeriksaan sputum hasilnya negatif?);
o Sebagai alat skrining pengobatan penderita TBC dan;

o Sebagai alat untuk mengevaluasi hasil pengobatan.


Gambaran radiologi yang ditemukan pada TBC, bisa bersifat tipikal dan bisa
bersifat atipikal. Gambaran tipikal TBC adalah gambaran yang biasa ditemukan pada
TBC (pola-pola tertentu), tetapi gambaran atipikal TBC adalah gambaran yang tidak
biasanya ditemukan pada penderita TBC yang biasanya muncul karena keterlambatan
diagnosis atau keterlambatan pengobatan dikarenakan kurangnya pengetahuan ahli
radiologi (bisa dibilang komplikasi lah yaa).
Mari kita lihat kembali sedikit tentang cara penularan TBC dan patofisiologi-nya
(gambar doang yaa, karena patof yangg lengkapnya kan udah ada dimateri lain) :

Jadi semuanya diawali dari droplet nuklei dari mycobacterium tuberculose yang
tidak sengaja terhirup oleh manusia normal, droplet tersebut kemudian masuk kedalam
paru-pari dan nyangkut di alveolus paru-paru, kemudian datang makrofag alveolar,
karena tugasnya si makrofag sebagai penjaga tubuh kita dari serangan luar, maka ia
memerangi droplet tadi dengan cara ditelan (fagositosis), eh karena si bakterinya terlalu
kuat si makrofag malah terinfeksi, dan si bakteri ber-replikasi didalam makrofag sampai
makrofagnya mati (lisis), kekalahannya makrofag alveolar menyebabkan terbentuknya
ghons focus disekitar daerah bakteri tadi masuk, semacam monumen untuk

memperingati makrofag yang gugur gitu lah -_-, karena sudah nothing-to-do-here
akhirnya si bakteri bermigrasi ke saluran limfatik, terjadilah limfangitis, terus dia masuk
ke KGB regional dan terjadi limfadenopati dan membentuk kompleks primer (rankhe)...

(1) TBC Primer


Yang ditemukan pada TBC primer pada plain chest radiology:
Ghon focus;
Limfadenitis pada hilus dan mediastinal;
Opak dibagian segmental paru;
Calcified healed primary complex;
Hematogenous dissemination pada miliary dan pleuritis eksudatif.
(2) TBC Primer Tipikal
Karakteristik :
Lesi parenkim
Lokasi : di mana saja, tersering di lapang tengah, lapang bawah,
atau segmen anterior lobus atas;
Konsolidasi atau nodul;
Penyembuhan komplit, fibrosis, kalsifikasi.
Limfadenopati perihiler atau paratrakhea
Unilateral atau bilateral;
Konsolidasi (+) / (-);
Penyembuhan kalsifikasi.

LIMFADENOPATI :

(darisananya udah dalam bentuk gambar yaa...)

(3) TBC Postprimer


Seseorang yang pernah terinfeksi TBC, sekarang bisa terinfeksi lagi, atau
karena reaktifasi TBC nya yang dulu, atau dulu pas menderita TBC minum obat
yang resisten, ini disebut TBC postprimer, yeeey! Ciri-ciri gambaran
radiologisnya :
Mostly in the apical-posterior segments of the upper lobe;
Fine-coarse nodular infiltration;
Cloudy-homogeneous opacification;
Cavitation;
Calcification;
Fibrosis;
Tuberculoma;
Pleural effusion.
(4) TBC Tipikal Postprimer
Karakteristik
Lesi konsolidasi dengan preferensi lokasi:
Air space consolidation patchy atau konfluen;
95% segmen apikal atau posterior lobus superior segmen superior
lobus inferior.
Kavitas
Tanda-tanda kronik
Fibrosis volume loss;
Kalsifikasi.

(5) TBC Pascaprimer


B

Wanita berusia 82 tahun dengan sputum BTA positif : (a) Pada foto toraks
tampak bercak di lobus superior disertai dengan kalsifikasi. (b) Pada CT scan
tampak infiltrat disertai nodul-nodul kalsifikasi (panah) di daerah segmen apikal.

(6) TBC Paru Atipikal


Beberapa batasan TB paru atipikal :
Gambaran TB primer pada orang dewasa;
Gambaran TB paru yang tidak khas baik dari lokasi maupun gambaran
radiologisnya.

(7) Ekstrapulmanary TBC

CT-Scan

(8) Tuberkulosis Arthritis


Terutama menginfeksi sendi-sendi besar seperti lutut, pinggul, bahu,
sendi sakroiliaca, dst;
Ada Phemisters triad : juxta-articular osteoporosis, marginal bone
erosion, gradual loss of joint space.

(9) Intrakranial TBC


Melibatkan leptomeninges (meningitis) dan parenchym (granulomas,
abscesses, atau cerberitis);
Results of hematogeneous dissemination from a focus in the thorax,
abdomen ,or genitourinary tract;
Basal cisterns are most frequently affectedhydrocephalus.

(10)

TBC in Genitourinary Track


Biasanya berasal dari paru atau tulang;
Radiologic imaging ditemukan :
Kalsifikasi hampir disemua tempat;
Autonephrectomy;
Kavitas di sistem caliceal;
Penyempitan pelvis dan ureter.

Kalsinosis
(pengapuran)

Kalsinosis

Filing defect

(11)

TBC in Gastrointestinal Track


Seringnya berasal dari regio ileo-caecal;
Ketidakbiasaannya berada pada terminal ileum, terdapat kontraksi dan
retraksi dari caecum ;
Ascites, peritonitis, and limphadenopathy ( US dan CT biasanya lebih
sensitif).

2. Dengue Haemorhagic Fever

3. Malaria

4. Mumps (Campak)

5. Cytomegalo virus

6. Typhoid Fever
Fungsi radiologi untuk demam tifoid untuk melihat komplikasi
Hepatomegali (tapi lebih bagus pake USG -..-) dan melihat Perforasi usus :
radiologi Abdomen 3 posisi.
7. Varicella

Contoh Kasus :
Seorang Anak, 8 tahun ada benjolan sebesar biji jagung di punggung sejak 3 bulan
yang lalu. Anak tak bisa jalan. Setelah dilakukan pemeriksaan radiologi ternyata didapat
gambaran sebagai berikut :

Benjolan yang tumbuh di tulang belakangnya menekan sum-sum tulang sehingga


si anak gak bisa jalan. Dx nya adalah TBC paru atipikal pada tulang belakang...

Contoh Kasus lagi :


Seorang laki-laki 23 tahun dibawa ke rumah sakit karena mengalami gangguan
kesadaran. Dilakukan CT-Scan didapat gambaran sebagai berikut :

CT-Scan kepala sebelum dilakukan terapi...

Kemudian dilakukan terapi.... setelah dilakukan terapi, tuberkuloma pun bisa


disembuhkan... (Dx nya meningoencephalitis dengan tuberculomata)

KELUHAN CNS:
BAYI-ANAK :
- GANGGUAN TUMBUH KEMBANG
- HYDROCEPHALLUS
- GANGGUAN KESADARAN
REMAJA-DEWASA:
- GANGGUAN KESADARAN
- NYERI KEPALA KONTINYU
8. Infeksi Jamur
Khasnya ada abses nocardia cerebri (tuh gambar dibawah yang warna
opak bentuk bulet2

Aspergillosis (tuh liat yang opak dikiri atas itu jamurnya...


9. Infeksi Parasit ; Cysticercosis

A. CT Scan kepala dengan contrast.


Tampak
adanya
kista-kista
subependym (SE), dalam parenchym
otak (P).
B,C,D. MRI T1W,T2W,dan PDW; Baik
CT Scan maupun MRI, menunjukkan
adanya kista-kista yang berisi larva
scolices. Tidak tampak adanya edema
dan tidak ada hydrocephalus.

Toksoplasmosis & Hidrocephalus pada bayi usia 7 bulan (atas)

Sistiserkosis pada bayi berusia 3,5 tahun.

Osteomyelitis akibat infeksi parasit