Anda di halaman 1dari 18

Susunan Acara Pernikahan, Ahad, 17 Januari 2016

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang
diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang
biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan
(mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan
silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu
sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu
rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda
bagi kaum yang berfikir.

Muhammad Kamil, A.Md putra ke-5 dari Bapak Zainuddin dan Ibu Nurjannah dengan
Desianne Diana Ade putri pertama dari Bapak Bambang Susanto dan Ibu Daimah
Bertempat di Gedung GOR SKB Pangkalan Jati, Jakarta Selatan
Akad 09.00 s.d 10.00, Resepsi 11.00 s.d 17.00
Anak kambing di tepi hutan
ditembak pemburu, kena di kaki.
Selamat datang kami ucapkan,
kepada rombongan yang dinanti.
Bungan mawar tumbuh di taman,
taruh setangkai dalam jambangan.
Terima kasih kami ucapkan,

kepada rombongan dan undangan.


1. Rombongan datang diiringi Hadrah dan Pembukaan Palang Pintu
2. Sambutan Penyerahan dari calon pengantin pria yang diwakili oleh K.H. Ahmad
Riva`i, Lc
Membelah rotan ditengah hutan
Memasang tenda daun keladi
Barang hantaran telah disampaikan
Tanda ikatan cinta dan kasih abadi
3. Sambutan penerimaan dari calon pengantin wanita yang diwakili oleh Bapak
Marzuki
4. Pengalungan Bunga Melati oleh Ibu dari calon pengantin wanita kepada calon
pengantin pria dan langsung dibimbing menuju meja akad nikah
5. Pemberian seserahan secara simbolis yang diwakili oleh K.H. Ahmad Rivai
kepada Bapak Marzuki
6. Pembacaan ayat suci Al-Qur`an oleh Sdr. Bikri Musthofa
7. Akad Nikah
a. Pembacaan Khutbah Nikah oleh Ust. Muhammad Amin, S.Pd.I
b. Acara Puncak, Akad Nikah yang akan dipimpin oleh Bapak Penghulu
Saksi CPP
= K.H. Usman Syarif
Saksi CPW = Bapak, Herianto
Wali Nikah = Oleh Orang Tua Kandung CPW, Bpk. Bambang Susanto
8. Penyerahan mas kawin berupa emas dan seperangkat alat sholat
Bulan Januari Biasanya Hujan
Waspada banjir masuk kerumah
Dua insan telah dinikahkan
Semoga sakinah, mawaddah, warahmah
9. Mau`idzhotul Hasanah dan Doa oleh K.H. Ahmad Rivai, Lc
Dengan demikian selesailah acara akad nikah saudara kamil dan saudari desi
Pengantin pria dipersilakan menjemput dan memakaikan cincin pernikahan
Pengantin wanita untuk dibawa ke pelaminan.
Sungguh indah sayap kupu-kupu
Riang gembira menari-nari
Selamat Menempuh Hidup Baru
Hari bahagia telah menanti

Acara di pelaminan
10. Kepada kedua orang tua dipersilakan untuk duduk di sisi pelaminan yang telah
disediakan.
11. Kepada kedua mempelai dipersilakan untuk meminta doa restu kepada para
orang tua, dimulai dari kedua orang tua mempelai wanita.
12. Para hadirin sekalian dipersilakan mencicipi hidangan yang telah disediakan
SESI FOTO dan DOKUMENTASI BERSAMA KELUARGA DAN KERABAT
13. Sesi pertama adalah foto bersama Orang Tua kedua mempelai
14. Foto bersama dengan
15. Foto bersama dengan
16. Foto bersama dengan
17. Para hadirin dipersilakan memberikan doa dan bersalaman dengan pengantin di
pelaminan.

pantun nasehat pernikahan


Indah sungguh syair barzanji
Ditambah merdu lagu marhaban
Berumah tangga ikuti tuntunan nabi
Niscaya sakinah mawaddah, akan didapatkan
Susunan barzanji indah berangkai
Berisi pujian kepada nabi
Perintah allah janganlah dilalai
Bisa celaka binasa diri
Jika ada acara walimah
Marhaban dilantun menambah semarak
Jika suami sholih, istri sholihah
Insya allah menurun kepada anak
Sholawat nabi adalah pujian
Bagi rasul junjungan ummat
Istri yang sholihah adalah hiasan

Membawa berkah sampai akhirat


Mari kita membaca sholawat
Kepada nabi pemberi syafaat
Kepada suami hendaklah taat
Rumah tangga nikmat, hiduppun berkat
Allah taala kholiqul alam
Alam dicipta sangat indahnya
Suami istri jangan saling memendam
Bersikaplah berbuka dan bijaksana
Nabi muhammad sayyidul anam
Rasul junjungan nan bijaksana
Kalau masalah rumah tangga, suka dipendam
Jika meledak jadi bencana
Nabi muhammad lahir dikota makkah
Menyinari dunia dengan hidayah
Ciptakan mawaddah, penuhi sakinah
Niscaya allah limpahkan berkah
Siti aminah ibunda rasul
Adalah mawar suku quraisy
Hindari tengkar saling memukul
Karena itu bisikan iblis
Quran adalah pedoman hidup
Dari dunia sampai akhirat
Jauhi sifat dengki dan khianat
Niscaya hidup akan selamat
Sungguh cantik sibunga mawar
Tumbuh subur didalam taman
Pengantin baru ditepung tawar

Mengiringi restu handai dan taulan


Nabi adam adalah rasul pertama
Dari rusuknya dicipta hawa
Jika rumah tangga ingin bahagia
Resepnya hanya tuntunan agama
Nabi kedua bernama idris
Dilangit keempat rasulullah berjumpa
Berumah tangga hindari bisikan iblis
Jika diturut membawa bencana
Rasul ketiga adalah nabi Nuh
Manusia yang sangat panjang umurnya
Suami istri jangan saling menuduh
Hadapi masalah dengan bijaksana
Nabi hud adalah rasul keempat
Kepada kaum ad ia diutus
Jangan dicela nikmat yang dapat
Terima dengan hati yang tulus
Nabi sholeh adalah rasul kelima
Diutus allah kekaum tsamut
Terimalah rizqi apa yang ada
Rizqi orang lain janganlah hasud
Nabi ibrahim adalah rasul keenam
Ayahnya azar pemahat patung
Hidup banyaklah budi ditanam
Dimanapun berada membawa untung
Rasul ketujuh adalah nabi luth
Kepada kaum sadum diutus allah
Rahasia rumah tangga janganlah pecah dimulut

Simpanlah rapat didalam rumah


Nabi ismail anak nabi ibrahim
Dia rasul yang kedelapan
Menjadi suami janganlah zholim
Karena itu perbuatan syaitan
Rasul kesembilan bernama ishaq
Anak ibrahim dari istrinya sarah
Dalam keluarga laksanakan yang haq
Supaya menjadi ahli jannah
Di negeri kanan diutus yakub
Beliau rasul yang kesepuluh
Berasyarakat janganlah bersifat ujub
Nanti semua orang akan menjauh
Rasul kesebelas bernama yusuf
Beliau ahli menawil mimpi
Jangan paksakan yang tidak sanggup
Karena akan membebani diri
Nabi ayub rasul keduabelas
Diuji allah sangatlah sabar
Hindari tengkar saling membalas
Akan membuat masalah semakin besar
Nabi syuaib diutus kekaum madyan
Beliau rasul yang ketigabelas
Suami yang baik jadi teladan
Membuat istri dan anak mempunyai azas
Keempat belas adalah nabi zulkifli
Basyar itu nama aslinya
Dalam keluarga jauhi caci dan maki

Karena itu bukan ajaran agama


Rasul kelimabelas yunus bin matta
Beliau pernah ditelan ikan
Jadilah istri yang bijaksana
Niscaya rumah tangga terasa nyaman
Nabi musa diutus kenegeri mesir
Rasul keenambelas masa firaun
Jika berkata dulukan fikir
Itu tanda orang yang santun
Nabi harun saudara musa
Rasul ketujuhbelas fasih bicara
Suami istri hendaklah bersikap terbuka
Niscaya hilang syak wasangka
Kedelapan belas rasul bernama ilyas
Menghadapi bani israil kaum durhaka
Kebaikan orang tua usahakan balas
Semoga berkah doa-doanya
Anak angkat ilyas bernama ilyasak
Rasul kesembilan belas diutus allah
Jika bertindak fikir yang masak
Supaya tidak membawa susah
Nabi daud rasul keduapuluh
Mengalahkan jalut raja yang kuat
Kepada suami hendaklah patuh
Insya allah selamat dunia akhirat
Nabi keduapuluh satu bernama sulaiman
Raja yang adil dan bijaksana
Didalam dada kokohkan iman

Karena itu modal utama


Zakaria rasul keduapuluh dua
Dikaruniakan anak diusia tua
Rizqi yang sedikit lapangkan dada
Rizki yang banyak, diri janganlah lupa
Rasul keduapuluh tiga bernama yahya
Diusia muda dibunuh raja
Jika rumah tangga ingin ibarat surga
Tuntunan nabi itu kuncinya
Nabi isya rasul kedua puluh empat
Siti maryam nama ibunya
Kepada allah dan rasul hendaklah taat
Niscaya selamat masuk kesurga
Nabi muhammad shollallahu alaihi wasallah rasul terakhir
Penghulu sekalian nabi dan rasul
Berumah tanggalah, sampai hayat berakhir
Dipisahkan hanya oleh tembilang dan cangkul
Pantun pernikahan
Anak kambing di tepi hutan
ditembak pemburu, kena di kaki.
Selamat datang kami ucapkan,
kepada rombongan yang dinanti.
Bungan mawar tumbuh di taman,
taruh setangkai dalam jambangan.
Terima kasih kami ucapkan,
kepada rombongan dan undangan.

Kita bersyukur kepada Allah,


hari ini kelihatan cerah.
Calon pengantin berbaju merah,
kita saksikan akad nikah.
Kapal berlabuh lemparkan sauh,
Nakoda, penumpang, turun ke darat.
Dua keluarga tadinya jauh,
Dengan perkawinan menjadi dekat.
Pantun yang dapat digunakan dalam Acara Perkawinan Adat Melayu
Talam tertindih dengan badik, alam tertulang dengan apik
Buah sage direntak mati
Dalam sirih kami nan secarik, dalam pinang kami nan seracik
Ade niat dan kehendak hati.
Besar langsat kuale betung
Rampak rumput dari jerami
Besarlah hajat nan kami kandung
Menjemput hadirin ke majelis ini.
Sudah lame air surut di tanjung
Sampan tertambat tali bersimpul
Sudah lame niat dikandung
Insya Allah kini kian terkabul.
Tertunduk malu puteri dipingit
Wajahnya sendu bernasib malang
Bertangkup bumi dengan langit
Adat Melayu tak akan hilang.
Laut luas terbentang dimate
Tempat nelayan mencari ikan
Kite hidup dibumi segantang lade
Adat Melayu hendaklah dilestarikan.

Banyak batang perkare batang


Batang putat hendak disatukan
Batang jarak dililit akar
Banyak hutang perkare hutang
Hutang adat hendak didahulukan
Hutang syara pule tak boleh ingkar.
Lah lame kite duduk dan bersile
Tentu gerah dan lapar kite rasakan
Hidangan pun telah lame tersedie
Silelah diambil marilah dirasekan.
Banyak batang perkare batang
Batang putat daunnya melempai
Banyak hutang perkare hutang
Hutang adat telah pun selesai.
CONTOH PANTUN MELAYU MEMINANG
Pucuk pauh ditepi permatang
buah berangan rasanya lazat
daripada jauh kami datang
datang dengan seribu hajat
buah beragan rasanya lazat
mari dibawa dari Rokan
kalau ada maksud dan hajat
nyawa dan badan kami serahkan
mari dibawa dari Rokan
berserta pula dengan halwa
jika nyawa badan serahkan
tidak terpisahkah jiwa dan raga
berserta pula dengan halwa
dengan ulam pucuk pegaga

jika tak berpisah jiwa dan raga


bagaimana kita nak masuk surga
Hilir air sungai landai
Dalam pulak paras dada
Bukan pulak menunjukkan cerdik pandai
Kerana hendak menyambut adat lembaga
Cantik memanjat pohon ara
Nampaknya cantik berseri laman
Besar hajat kami tidak terkira
Hendak memetik bunga di taman
Budak-budak memakai senglit
Pergi ke kedai membeli timba
Kalau tidak jalan berbelit
Tadi-tadi saya dah tiba
Katang-katang berisi manik
Manik berisi hampas padi
Encik-encik datang silalah naik
Inilah air pembasuh kaki
Dari pauh ke permatang
Tetak tengar papan kemudi
Dari jauh kami datang
Mendengar tuan yang baik hati
Tatang puan tatang cerana
Tatang biduk Seri Rama
Datang tuan datanglah nyawa
Jemputlah duduk bersama-sama
Cerita pinang ceriti
Cerana di atas papan

Sirih kami sirih bererti


Sukat makna baharulah makan
Saya tidak tahu berebana
Selisih telunjuk bertelekan
Saya tak tahu akan makna
Sirih diunjuk saya makan
Rumah besar alangnya besar
Rumah Datuk Perdana Menteri
Kalau tidak hajat yang besar
Kami tidak sampai datang kemari
Orang mengambil siput dilubuk
Airnya dalam banyak lintah
Datang membaiki atap yang tembuk
Hendak mengganti lantai yang patah
Orang mengambil siput dilubuk
Airnya dalam banyak lintah
Datang membaiki atap yang tembuk
Hendak mengganti lantai yang patah
Dari paya turun ke lembah
Petik pinang dipilih-pilih
Saya sudah mohonkan sembah
Adat meminang bertepak sirih
Teliti buah teliti
Terletak mari di atas papan
Tepak sirih sudah menanti
Minta sudikan datuk makan
Orang meracik burung tekukur
Racik benang kait-mengait

Sudikan datuk sirih sekapur


Pinangnya mabuk tembakaunya pahit
Pohon lemba di tepi bukit
Pokok pepaya di tepi jalan
Baik makan barang sedikit
Supaya jangan kecewa badan
Dalam air sungainya landai
Habis hanyut sarang tempua
Bukan saya menunjukkan pandai
Saya khabarkan orang tua-tua
Selilit pulau perca
Selembang Tanah Melayu
Sealam tanah Minangkabau
Sebengkah tanah terbalik
Sehelai akar yang putus
Sejenang kuda berlari
Dah patah pokok kedondong
Ditimpa pula pokok delima
Titah datuk saya junjung
Hukum yang baik saya terima
Orang menyungkur di Tanjung Jati
Kuala Pilah darat Melaka
Patah tumbuh hilang berganti
Pusaka berpindah kepada kita
Bersusun sirih gagang berkembar
Beratur-atur berbunga tanjung
Melintang duduk gunung Rembau
Sebagai napuh di hujung tanjung

Asam kandis mari dihiris


Manis sekali rasa isinya
Dilihat manis dipandang manis
Manis lagi hati budinya

Pantun Pernikahan
1. Saat mempelai pria datang
Dihari petang memandang mentari
Awan berarak ke salatiga
Telah datang abang sang pujaan hati
Diarak rombongan sanak dan keluarga
Pergi keseberang membeli belati
Buah keranji terikat didahan
Telah datang abang sang pujaan hati
Memadu janji dalam ikatan pernikahan
2. Pantun pembaca acara
Daun salam dimeja makan
Untuk bumbu masakan dihari ini
Salam dan hormat saya haturkan
Untuk semua yang ada disini
Bukan pedang sembarang pedang
Pedang diasah tajam teruji
Bukan datang sembarang datang
Datang untuk memenuhi janji
3. Pantun saat selesai sambutan mempelai pria

Membelah rotan ditengah hutan


Memasang tenda daun keladi
Barang hantaran telah disampaikan
Tanda ikatan cinta dan kasih abadi
Sekapur sirih sebelah pinang
Diikat tali batang jerami
Sekapur sirih disampaikan akan dikenang
Tanda ikatan silaturrahmi
4. Pantun setelah akad nikah
Tiga kali tiga sama dengan sembilan
Lima kali lima sama dengan dua puluh lima
Dua insan telah dinikahkan
Semoga sakinah, mawaddah, warahmah
5. Pantun penutup
Sungai mahakam airnya bersih
Tempat orang memancing ikan
Cukup sekian dan terima kasih
Jika ada salah sudilah dimaafkan

Kumpulan Pantun Ucapan Selamat Menempuh Hidup Baru


Cendrawasih indah berbulu
Dilihat sangatlah manis
Selamat Menempuh Hidup Baru
Semoga menjadi keluarga harmonis
____________________________
Arjuna membawa panah
Memanah cinta putri ayu
Semoga menjadi keluarga sakinah

Selamat Menempuh Hidup Baru


____________________________
Kerlip bintang dilangit yang tinggi
Syahdu menggugah rasaku
Dua hati berjanji suci
Selamat Menempuh Hidup Baru
____________________________
Sungguh wangi melati putih
Disirami biar tak layu
Kebahagiaan akan kau raih
Selamat Menempuh Hidup Baru
____________________________
Terbang tinggi burung merpati
Menari-nari sangat lucu
Masa depan telah menanti
Selamat Menempuh Hidup Baru
___________________________
Sungguh indah sayap kupu-kupu
Riang gembira menari-nari
Selamat Menempuh Hidup Baru
Hari bahagia telah menanti
.
___________________________
PANTUN BUNGA RAMPAI
Pantun ini dapat dipersembahan saat pemberian bunga Rampai pada Perkawinan Adat
Melayu.
Dari ubi dibuat tapai
Tapai dimakan rasenye manis
Bunge di iris namenya bunge rampai
Untuk pewangi dalam majlis.

Bukan kajang sembarang kajang


Kajang di bentang penjemur bilis
Bukan bujang sembarang bujang
Bujang kami belum berkumis.
PANTUN MAS KAWIN
Batin limas memancing ikan
Ikan dipancing si ikan jahan
Seutas kalung emas kami serahkan
Sebagai mas kawin pernikahan.
Pergi belanje ke Batu Pahat
Jangan lupe beli buah kepayang
Kami serahkan seperangkat alat sholat
Untuk istri melaksanakan sembahyang
PANTUN PENGANTIN
Bukan kajang sembarang kajang
Kajang melayang ditiup angin
Bukan bujang sembarang bujang
Bujang ini lah yang nak kawin.
PANTUN TEPAK SIRIH
Tepak sirih tidak berkacip
Pinang nye kelat bile di makan
Sirih pinang kami tolong dicicip
Barulah hajat kami sampaikan.
Pergi Basrah beli kurme
Terase haus minum selasih
Barang-barang yang saye serahkan tolong diterime
Saya ucapkan terima kasih.

PANTUN DUDUK BERSANDING


Indah bunge bile berkembang
Bunge kapas elok rupenye
Adat lembage same dipegang
Membuke kipas ade syaratnye
Cantik sungguh rumah cik none
Banyak bunge penghias dinding
Uncang bertuah kami terime
Silekan cik abang duduk bersanding