Anda di halaman 1dari 7

Laporan Praktikum

Pengenalan GNU/Linux
Diajukan untuk Memenuhi Laporan Kegiatan Praktikum Fisika Komputasi

Disusun oleh :
Nama
NIM
Hari, Tanggal Praktikum
Asisten

:
:
:
:
:

Muhammad Nabiel Arzyan


14/366825/P A/16257
Rabu, 16 Maret 2016
Rizky Zul Ashary Hasibuan
Muhammad Yusrul Hanna

LABORATORIUM FISIKA KOMPUTASI


DEPARTEMEN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2016

0.1

Pendahuluan

0.1.1

Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan zaman, ilmu Fisika telah banyak mengalami perubahan. Jika sebelumnya masalah fisis di alam dianalisa menggunakan pendekatan analitik, di era yang serba digital ini penggunaan komputer canggih tentu bukan hal yang aneh bila digunakan untuk memecahkan berbagai persoalan fisis yang sangatlah kompleks dan terlalu rumit
bila dikerjakan secara analitik.Salah satu sistem operasi komputer yang
menyediakan aplikasi untuk melakukan analisa terhadap fenomena fisis
adalah GNU/Linux.
GNU/Linux merupakan salah satu sistem operasi yang cukup banyak
digunakan, di mana sistem tersebut mencakup ratusan program, termasuk kompiler, interpreter, editor dan utilitas. Perangkat bantu yang mendukung konektifitas, ethernet, SLIP dan PPP dan interope rabilitas. Tidak
seperti sistem operasi pada umumnya, GNU/Linux tersedia secara bebas di
internet sehingga banyak pihak yang menggunakan sistem operasi ini.
Semenjak dirintis pertama kali oleh Linux Torvalds pada 1991 silam,
sistem operasi ini banyak digunakan oleh berbagai lembaga riset maupun
universitas ternama di berbagai belahan dunia dalam rangka melakukan
riset berkenaan dengan sains dan teknologi. Salah satu pihak yang menggunakan GNU/Linux untuk keperluan riset adalah Laboratorium Fisika
Atom-Inti Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada dengan beberapa pertimbangan di antaranya ketersediaannya GNU/Linux yang bebas sangat
membantu finansial pihak universitas, menghindari permasalahan hak cipta
bila menggunakan salinan sistem operasi lain yang marak beredar secara
ilegal, sejumlah lembaga akademik dan riset terkemuka juga menggunakan
sistem ini sehingga memudahkan akses untuk memperoleh informasi.

0.1.2

Tujuan

Memahami cara kerja dari sistem operasi GNU/Linux


Mengoperasikan program aplikasi dari sistem operasi GNU/Linux

0.2

Dasar Teori

Pada GNU/Linux sendiri terdapat sebuah bahasa pemrograman yang lazim


digunakan, yakni Fortran yang merupakan sebuah bahasa pemrograman
yang pertama kali dikembangkan pada tahun 1956 oleh John Backus dari
perusahaan IBM. Bahasa pemgrograman ini lazim digunakan oleh para peneliti
di bidang sains dan teknologi. Adapun tujuan dikembangkannya bahasa
pemrograman Fortran adalah mempermudah pembuatan aplikasi matematika, ilmu pengetahuan, dan teknik. Fortran juga merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi pertama dan prosedural, akan tetapi versi-versi ter-

0.3. METODE EKSPERIMEN

baru dari Fortran kemudian dikembangkan dengan memasukkan kemampuan object-oriented programming (paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek). Fortran sendiri memiliki kenggulan pada dukungan dalam menangani berbagai bentuk perhitungan, termasuk bilangan
kompleks. Sedangkan kelemahannya yakni kode sumbernya sulit dipahami
bila dibandingkan bahasa pemrograman tingkat tinggi lainnya.

0.3

Metode Eksperimen

1. Membuka KWrite dengan melakukan panggilan dalam console.


2. Mengetik program sebagaimana yang terdapat pada lampiran dalam
bahasa Fortran 90.
3. Melakukan compile agar program dapat berjalan.
4. Masukkan variasi nilai 50, 100 150, dan 35.25 ke dalam program
5. Mencatat hasil perhitungan dari program dan menganalisanya.

0.4

Hasil Eksperimen

Gambar 1. Variasi 1 dengan memasukkan usia 50

4
Gambar 2. Variasi 2 dengan memasukkan usia 100

Gambar 3. Variasi 3 dengan memasukkan usia 150

Gambar 4. Variasi 4 dengan memasukkan usia 35,25

Gambar 5. Variasi 5 dengan memasukkan usia dengan hasil perhitungan lebih


dari 8 digit

0.5. PEMBAHASAN

Gambar 7. Variasi 6 dengan memasukkan usia dengan lebih dari 2 angka di


belakang koma

0.5

Pembahasan

Pada praktikum Pengenalan GNU/Linux ini, praktikan menggunakan


aplikasi Fortran yang merupakan salah satu bahasa pemrograman yang
populer di kalangan akademisi. Walau pada saat melakukan praktikum
menggunakan Fortran, pada kenyataannya praktikan justru menggunakan
aplikasi Plato yang mana merupakan bahasa pemrograman Fortran yang
bisa dijalankan dalam sistem operasi yang digunakan oleh praktikan seharihari.Dalam menggunakan Fortran (pada saat praktikum) praktikan membuat sebuah coding sederhana untuk menentukan jumlah hari bilamana
kita memasukkan suatu nilai dari tahun (sebagai catatan 1 tahun adalah
365 hari pada umumnya). Untuk detail pemrograman telah disebutkan
pada gambar 6 yang berada pada lampiran.
Pada gambar 6 disebutkan Implicit NONE, fungsinya untuk memberitahu compiler agar mengabaikan fortran implicit bahwa variable yang diawali dengan a-h atau 0-z adalah real sedangkan yang diawali dengan l-n
adalah integer. Untuk REAL maksudnya praktikan mendefinisikan angka
tahun yang nantinya diinput dan hari yang menjadi hasil perhitungan nantinya
adalah bilangan real. Sedangkan PRINT maksudnya agar menampilkan
tulisan Masukkan umur Anda dalam tahun untuk selanjutnya hal itu
berkaitan dengan READ yang berfungsi memasukkan nilai angka untuk
melakukan proses perhitungan. Adapun dalam program ini praktikan akan
memperoleh nilai keluaran berdasarkan perhitungan usia (dalam tahun) x
365 yang bisa ditampilkan berkat PRINT 10, hari. Perlu diketahui bahwa
format hasil perhitungan yang mampu ditampilkan program adalah nilai
yang memiliki maksimal 7 digit angka (atau dengan kata lain tidak boleh
sama dengan atau lebih dari 8) dengan 2 angka di belakang koma, hal ini
berkaitan dengan 10 FORMAT (1x, Anda berumur , f8.2, hari.) di mana
f8.2 menentukan bahwa nilai yang mampu ditampilkan maksimal adalah
tidak boleh sama dengan 8 atau lebih digit dengan 2 angka di belakang

6
koma. Yang terakhir adalah END PROGRAM contoh1 adalah perintah untuk mengakhiri program tersebut.
Pada variasi yang pertama praktikan memasukkan nilai 50 tahun di
mana diperoleh hasil 50 x 365 adalah 18.250,00 hari. Pada variasi kedua dimasukkan nilai 100 tahun di mana diperoleh hasil 100 x 365 adalah
36.500,00 hari. Pada variasi ketiga dimasukkan nilai 150 tahun dan diperoleh hasil 150 x 365 adalah 54.750,00 hari. Selanjutnya pada variasi keempat,diberi nilai 35,25 tahun di mana diperoleh hasil 35,25 x 365 adalah
12.866,25 hari. Pada keempat variasi yang telah disebut tidak ditemukan
permasalahan dikarenakan nilai hasil perhitungan yang diperoleh masih
memenuhi syarat di mana tidak boleh lebih dari 7 digit angka dan memiliki 2 angka di belakang koma.
Selanjutnya praktikan menambahkan 2 variasi tambahan bilamana syarat
yang telah disebutkan tidak dapat dipenuhi. Pada variasi yang kelima dimasukkan data 123456 dan seharusnya diperoleh hasil perhitungan 123456
x 365 adalah 45.061.440,00. Mengingat hasil perhitungan terdiri 8 digit
angka (atau dengan kata lain tidak memenuhi persyaratan), maka program
tidak mampu menampilkan hasil perhitungan. Sedangkan pada variasi
yang keenam dimasukkan nilai 100,1234567890 (memiliki 10 digit angka
di belakang koma), seharusnya dari hasil perhitungan 100,1234567890 x
365 akan diperoleh 36.545,06173 (ada 5 digit angka di belakang koma),
tapi yang ditampilkan di program adalah 36.545,06. Dengan kata lain, terjadi pembulatan angka di belakang koma agar memenuhi persyaratan dari
program, yakni 2 angka di belakang koma.

0.6

Kesimpulan

Dari pemaparan di atas diketahui hasil sebagai berikut:


1. Variasi 1 18.250,00 hari
2. Variasi 2 36.500,00 hari
3. Variasi 3 54.750,00 hari
4. Variasi 4 12.866,25 hari
5. Variasi 5 tidak berhasil
6. Variasi 6 36.545,06 hari
Sehingga bisa disimpulkan bahwa hasil perhitungan yang bisa ditampilkan adalah yang memiliki digit angka di bawah 8 serta memiliki 2 angka di belakang koma. Sedangkan yang tidak memenuhi persyaratan tersebut tidak bisa ditampilkan

Bibliography
[1] Pekik Nurwantoro, 2001. Petunjuk Praktikum Fisika Komputasi, Universitas Gadjah Mada:Yogyakarta.
[2] Fahrudin Nugroho,2014.Pemrograman dan Metode Numerik,Universitas
Gadjah Mada:Yogyakarta.
[3] https : //id.wikipedia.org/wiki/Fortran diakses pada tanggal 22 Maret
2016.

Lampiran

Gambar 6. Coding program dengan menggunakan Plato