Anda di halaman 1dari 21

Risma Lestari Siregar

102012426

Disuatu
perusahaan
yang
bergerak
dibidang
konstruksi, mempunyai proyek pembangunan small
dimana laryawan yang bekerja ada sekitar 500 orang
terdiri dari berbagai bisang pendidikan dan jabatan. Ada
sekitar 200 orang sebagai tenaga pelaksana kasar,
yang pendidikan nya hanya SD yang berasal dari
desa. Dari laporan tenaga kesehatan diperusahaan
tersebut, telah terjadi beberapa kecelakaan kerja,
terutama yang tersering adalah kaki tertusuk paku,
padalah perusahaan sudah menetapkan setiap pekerja
yang masuk ke kompleks pembangunan diharuskan
memakai helm dan sepatu khusus, selain itu sudah ada
sekuriti yang mengawasi pekerja tersebut, tetapi sering
kali para karyawan tidak mematuhi aturan untuk
memakai alat pelindung diri (APD) tersebut.

Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 03/Men/98:


kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga
sehingga dapat menimbulkan korban jiwa dan atau
harta benda.

Jamsostek, kecelakaan kerja adalah risiko yang harus


dihadapi oleh tenaga kerja dalam melakukan
pekerjaannya.

Menurut OHSAS 2007, kecelakaan kerja adalah kejadian


akibat kerja yang dapat menyebabkan cedera atau
kesakitan atau kejadian yang dapat menyebabkan
kematian.

Teori
Teori
Teori
Teori
Teori

kebetulan umum ( pure chance theori)


kecenderungan (accident prone theori)
Tiga Faktor (Three Main Factor)
Dua Faktor (Two main Factor)
Faktor Manusia (Human Factor Theory

Teori ini mengatakan bahwa suatu kecelakaan


terjadi dari suatu rangkaian kejadian .
Ada lima faktor yang terkait dalam rangkaian
kejadian tersebut yaitu:
- lingkungan
- kesalahan manusia
- perbuatan atau kondisi yang tidak aman
- kecelakaan
- cedera atau kerugian.

Heinrich dengan Teori


Dominonya menggolongkan
penyebab kecelakaan
menjadi 2 :
1.Unsafe Action
2.Unsafe Condition

Perbuatan yang tidak


aman
(unsafe action)

Kondisi yang tidak aman


(unsafe condition)

Segala tindakan manusia


yang dapat memungkinkan
tejadinya kecelakaan pada
diri sendiri maupun orang
lain

suatu kondisi lingkungan


kerja yang dapat
memungkinkan terjadinya
kecelakaan

- Tidak menggunakan alat


yang telah disediakan.

Kondisi fisik, mekanik,


peralatan.

- Salah menggunakan alat


yang telah disediakan.

Kondisi permukaan tempat


berjalan dan bekerja.

- Menggunakan alat yang


sudah rusak

Kondisi penerangan,
ventilasi, suara dan getaran.

- Metode kerja yang salah


dan
Tidak mengikuti prosedur

Kondisi penataan lokasi yang


salah.

Faktor Manusia
Faktor Lingkungan
Faktor Individu

1. Umur/usia
usia muda relative lebih mudah terkena
kecelakaan kerja dibandingkan dengan usia lanjut
yang mungkin dikarenakan sikap ceroboh dan tergesa-gesa
2. Jenis Kelamin
Tingkat kecelakaan akibat kerja pada perempuan akan
lebih tinggi daripada pada laki-laki. kapasitas kerja
perempuan rata-rata sekitar 30% lebih rendah dari laki-laki.
Tugas yang berkaitan dengan gerak berpindah, laki-laki
mempunyai waktu reaksi lebih cepat daripada perempuan

3. Pengalaman Kerja
Semakin banyak pengalaman kerja dari seseorang,
maka semakin kecil kemungkinan terjadinya
kecelakaan akibat kerja.
4. Kelelahan
Kelelahan dapat menimbulkan kecelakaan kerja pada
suatu industri. Kelelahan disebabkan oleh berbagai hal,
antara lain kurang istirahat, terlalu lama bekerja,
pekerjaan rutin tanpa variasi, lingkungan kerja yang
buruk serta adanya konflik.

FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN


KERJA Faktor lingkungan
1. Lokasi/tempat kerja
Tempat kerja yang baik apabila lingkungan kerja aman dan sehat.
tor
2. Shift kerja
shift kerja adalah bekerja di luar jam kerja normal, dari Senin
sampai Jumat termasuk hari libur. Shift kerja malam biasanya
lebih banyak menimbulkan kecelakaan kerja dibandingkan
dengan shift kerja siang, tetapi shift kerja pagi-pagi tidak
menutup kemungkinan dalam menimbulkan kecelakaan
akibat kerja.

1.

2.
3.
4.

Kurangnya partisipasi pekerja untuk


pengambilan keputusan.
Komunikasi yang buruk di tempat kerja.
Jenjang karir yang tidak jelas.
Kurangnya dukungan dari rekan kerja
maupun atasan.

Diagram FishBone

Lingkungan kerja yang baik


Pemeliharaan peralatan
Keadaan gedung yang baik
Perencanaan yang baik

Pengendalian teknis atau rekayasa


Eliminasi, substitusi, minimalisasi, dan
isolasi

Pengendalian Administrasi (administrative


control)
Penggunaan alat pelindung diri (APD)

Enak dipakai.
Tidak mengganggu
kerja.
Memberikan
perlindungan efektif
terhadap jenis
bahaya.

Komitmen manajemen dan keterlibatan


pekerja.
Analisis risiko di tempat kerja.
Pencegahan dan pengendalian bahaya.
Pelatihan untuk pekerja, penyelia dan
manager.

Mengurangi tingkat kecelakaan kerja Untuk


mencapai derajat kesehatan tenaga
Memelihara peralatan, bahan dan hasil
produksi
Menciptakan lingkungan kerja yang aman
dan nyaman

Klasifikasi kecelakaan kerja

Jenis kecelakaan
Penyebab
Sifat luka
Kelainan serta letak

Investigasi
Untuk memperoleh informasi

Penyebab kecelakaan
Penyelidikan
evaluasi

Kecelakaan kerja merupakan kejadian yang tidak


terduga dan tidak diharapkan. Kecelakaan bisa
terjadi kondisi tidak membawa keselamatan kerja.
Jadi, defenisi kecelakaan kerja adalah setiap perbuatan
atau kondisi tidak selamat yang dapat
mengakibatkan kecelakaan.
Adapun penyebab kecelakaan melalui beberapa teori
yang dikemukakan oleh para pakar. Oleh karena itu,
untuk mencegah terjadinya kecelakaan digunakan
suatu sistem manajemen K3.