Anda di halaman 1dari 32

PENYAKIT PARKINSON

Susi Sugiarti
10.2014.267
ANAMNESIS

Identitas pasien
Keluhan utama :
kedua tangan gemetar sejak 1 tahun lalu
Keluhan penyerta :
badan smakin kaku, berjalan semakin lambat dan bungkuk,
bicara makin tidak jelas
Riwayat penyakit dahulu
Riwayat pengobatan
Riwayat kesehatan keluarga
Riwayat sosial
PEMERIKSAAN FISIK

Perhatikan tingkat kesadaran pasien


Lakukan pemeriksaan neurologis
Ukur skala koma glasgow
PEMERIKSAAN FISIK NEUROLOGIS

Pemeriksaan pupil dan gerakan mata


Pemeriksaan tanda rangsang meningeal
Pemeriksaan saraf kranial
Pemeriksaan motorik
Pemeriksaan reflek patologis
Pemeriksaan koordinasi
PUPIL DAN GERAKAN MAA

Pupil:
Ukuran: normal, miosis, midriasis, isokor
(kanan=kiri)/anisokor (kanan, kiri tdk sama)
Refleks cahaya (mesensefalon)

Gerakan bola mata:


Dolls eye manouver (mesensefalon, pons)
Test Okulosvestibuler/Test Kalori
Dolls eye maneuver
Refleks Okulovestibuler/Test Kalori

Batang otak utuh Lesi di pons

Syarat: Cara:
Gendang telinga utuh Kepala posisi 30 derajat
Masukan 5cc air dingin (100cc
Liang telinga bersih
air suhu 30 derajat) di liang
telinga.
PEMERIKSAAN TANDA RANGSANG MENINGEAL

Kaku Kuduk Tanda Laseque

Tanda Brudzinski Tanda Kernig


PEMERIKSAAN SARAF PEMERIKSAAN MOTORIK
KRANIAL

Yang diperiksa : Yang diperiksa :


N.III, IV, VI Tonus otot

N.VII Kekuatan otot

N.XII
PEMERIKSAAN REFLEK PEMERIKSAAN
PATOLOGIS KOORDINASI

Yang diperiksa : Yang diperiksa :


Babinski Pemeriksaan telunjuk

Test Romberg hidung


Test romberg
Refleks Babinski
Klonus kaki (ankle clonus)
SKALA COMA GLASGOW
PEMERIKSAAN PENUNJANG

CT Scan dan MRI


EEG
PET (Positron Emission Tomography)
SPECT (Single Photon Emission Computed
Tomography)
WORKING DIAGNOSIS

Penyakit parkinson primer :


- Bersifat kronis
- Penyebabnya belum jelas
- 7 dari 8 kasus parkinson termasuk jenis ini
DIFFERENTIAL DIAGNOSIS

Parkinson Sekunder atau Iatrogenik (akuisita)


- Biasanya timbul setelah terpajan suatu penyakit atau zat.
- Dapat disebabkan pasca ensefalitis virus atau pasca infeksi lain
- Efek samping obat penghambat reseptor dopamine dan obat
yang menurunkan kadar dopamine
DIFFERENTIAL DIAGNOSIS

Parkinson plus (Hidrocephalus Normo tensif)


- gejala Parkinson timbul bersamaan dengan gejala
neurologi lain
ETIOLOGI

Faktor genetik
Lingkungan
Usia
Ras
Cedera kraniosereberal
Stress emosional
Toksin (seperti 1-methyl-4-phenyl-1,2,3,6-
trihidroxypyridine (MPTP), CO, Mn, Mg, CS2,
methanol, etanol dan sianida), penggunaan
herbisida dan pestisida, serta jangkitan.
EPIDEMIOLOGI

Insiden : Wanita= pria


5 10 % sebelum usia 40 tahun
Rata-rata menyerang penderita pada usia 65 tahun.
Faktor usia mencapai 1 % di seluruh dunia dan 1,6 %
di Eropa
Meningkat dari 0,6 % pada usia 60 64 tahun
sampai 3,5 % pada usia 85 89 tahun
PATOFISIOLOGI

Genetik predispositions
+
Environmental Factor
( exogenous and endogenous )
+
Trigger factor
( stress, infection , trauma , drugs , toxins )
+
Age related neuronal attrition and loss of anti-oxidative mechanism

Parkinsons Disease
MANIFESTASI KLINIS

Gejala Spesifik TRAP


Tremor
Rigiditas
Akinesia / bradi kinesia
Refleks Postural
MANIFESTASI KLINIS

Tanda non-motorik :
Inkontinensia

Dimensia

Dysphagia

Gangguan tidur
Konstipasi

Berkeringat
KRITERIA DIAGNOSIS (Hughes (1992))

Possible : didapatkan 1 dari gejala-gejala utama


Probable : didapatkan 2 dari gejala-gejala utama
Definite : didapatkan 3 dari gejala-gejala utama
KRITERIA STADIUM(Hoehn and Yahr (1967) )

STADIUM KETERANGAN
I Gejala dan tanda pada satu sisi, terdapat gejala yang
ringan, terdapat gejala yang mengganggu tetapi
menimbulkan kecacatan, biasanya terdapat tremor pada
satu anggota gerak, ayunan lengan berkurang.

II Terdapat gejala bilateral, terdapat kecacatan minimal,


sikap/cara berjalan terganggu

III Gerak tubuh nyata melambat, keseimbangan mulai


terganggu saat berjalan/berdiri, disfungsi umum sedang

IV Terdapat gejala yang berat, masih dapat berjalan hanya


untuk jarak tertentu, rigiditas dan bradikinesia, tidak
mampu berdiri sendiri
V Stadium kakhetik (cachactic stage), kecacatan total,
tidak mampu berdiri dan berjalan walaupun dibantu.
PENATALAKSANAAN

Farmakologi
1. Bekerja pada sistem dopaminergik
- L-dopa
- MAO dan COMT Inhibitor
- Agonis Dopamin
2. Bekerja pada sistem kolinergik
3. Bekerja pada Glutamatergik
4. Bekerja sebagai pelindung neuron
- Neurotropik faktor
- Anti-exitoxin
- Anti oksidan
PENATALAKSANAAN

Non Farmakologi
1. Perawatan
Pendidikan Rehabilitasi Diet
2. Pembedahan
Pallidotomi & Thalamotomi
3. Stimulasi otak dalam (Deep-Brain Stimulasi)
4. Transplantasi (Brain grafting)
KOMPLIKASI

Demensia
Depresi
Pneumoni
PENCEGAHAN

menghilangkan faktor risiko atau penyebab penyakit parkinson

Nutrisi umum yang baik dan kesehatan

Berolahraga, tetapi menyesuaikan tingkat aktivitas untuk memenuhi perubahan tingkat energy

Waktu istirahat teratur dan menghindari stress

Terapi fisik, terapi bicara, dan terapi okupasi

Railing atau pegangan tangga ditempatkan di daerah yang umum digunakan rumah.

Alat bantu, seperti peralatan khusus makan, kursi roda, tempat tidur lift, kursi mandi, pejalan
kaki, dan bar dinding

Pembedahan mungkin menjadi pilihan bagi beberapa pasien dengan penyakit Parkinson.
Operasi ini tidak menyembuhkan Parkinson, tetapi dapat membantu meringankan gejala.

Stimulasi otak dalam melibatkan menempatkan stimulator listrik di daerah tertentu dari otak
yang mengontrol gerakan.
PROGNOSIS

Dengan Perawatan = bonam


Tanpa Perawatan = dubia ad malam malam
KESIMPULAN

1. Tanpa perawatan, gangguan yang terjadi mengalami


progress hingga terjadi total disabilitas, sering disertai
dengan ketidakmampuan fungsi otak general, dan dapat
menyebabkan kematian.

2. Dengan perawatan, gangguan pada setiap pasien berbeda-


berbeda. Kebanyakan pasien berespon terhadap medikasi.
Perluasan gejala berkurang, dan lamanya gejala terkontrol
sangat bervariasi. Efek samping pengobatan terkadang
dapat sangat parah.