Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Manusia sebagai makhluk sosial senantiasa membutuhkan orang lain. Meskipun hidup penuh
kecukupan, kecerdasan yang cukup dan kekuatan fisik yang cukup, ia akan selalu membutuhkan
lingkungan dimana dia bisa berbagi, saling memberi support dan bergotong royong. Dia tidak
hanya membutuhkan agama, ilmu pengetahuan, atau hiburan atau kesenian, tapi juga
kebersamaan. Semuanya diperlukan. Karena dengan agama hidup lebih terarah, dengan
pengetahuan hidup akan lebih mudah, dengan seni hidup lebih indah dan dengan kebersamaan
hidup akan lebih berfaidah.
Dalam definisi singkat, teamwork merupakan serangkaian nilai, sikap dan perilaku dalam sebuah
tim. Sehingga tidak selalu terdiri dari sekumpulan orang dengan gaya, sikap, maupun cara kerja
yang sama. Perbedaan antar tim justru merupakan potensi yang akan membuat sebuah tim
menjadi kreatif dan inovatif. Untuk mencapai kerjasama tim yang baik perlu ditumbuhkan sikapsikap positif di antara anggota tim. Antara lain kebiasaan untuk saling mendengarkan sehingga
tercipta komunikasi yang baik, memberikan dukungan kepada anggota tim yang membutuhkan,
dan apresisasi terhadap kontribusi dan pencapaian yang diperoleh dari setiap anggota tim.
Sebuah team work akan menjadi penentu mulus tidaknya perjalanan organisasi. Sebab itu sangat
diperlukan adanya kerjasama yang baik dalam melaksanakan tanggung jawab dalam
keorganisasian.
Melalui kerjasama dan saling berbagi pengetahuan serta ketrampilan, sebuah tim seringkali
mampu menyelesaikan tugas secara efektif, ketimbang dilakukan oleh seorang individu. “A team
is a group organized to work together to accomplish a set of objectives that cannot be achieved
effectively by individuals”. Tim boleh jadi merupakan kelompok kerja yang relatif permanen,
namun juga bisa bersifat temporer yang bertugas untuk menyelesaikan sebuah proyek
tertentu.Tim yang relatif permanen biasanya dinamakan “natural team work”, sedangkan yang
temporer banyak disebut sebagai “a cross-functional action team”biasanya terdiri dari orangorang dari berbagai bagian atau departemen. Bentuk tim yang dianggap paling maju adalah “selfdirected”, karenanya tim semacam ini kurang memerlukan pengawasan, dan memiliki otoritas
penuh dalam penyelesaian tugas-tugasnya. Agar tim bisa bekerja secara efektif dalam
mengembangkan motivasi, kedekatan, dan produktivitas, banyak organisasi yang memandang
pembangunan tim merupakan salah satu aspek dari pengembangan organisasi.
Kelompok dan Tim adalah dua konsep berbeda. Kelompok atau groups didefinisikan sebagai dua
atau lebih individu yang saling bergantung dan bekerjasama, yang secara bersama berupaya
mencapai tujuan. Kelompok kerja (work groups) adalah kelompok yang para anggotanya saling
berinteraksi terutama untuk saling berbagi informasi untuk membuat keputusan guna membantu
satu sama lain dalam wilayah kewenangannya masing-masing. Kelompok kerja tidak memiliki
kebutuhan ataupun kesempatan untuk terlibat di dalam kerja kolektif yang memerlukan upaya
gabungan dari seluruh anggota tim. Akibatnya, kinerja mereka sekedar kumpulan kontribusi
parsial dari seluruh individu anggota kelompok. Tidak ada sinergi positif yang menciptakan

Model keefektifan Tim kerja. Sementara itu. Tim Kerja mengembangkan sinergi positif melalui upaya yang terkoordinasi. Pengelolaan Tim Kerja. Bagaimanakah konsep tentang Tim Kerja ? 2. Mengubah individu menjadi pemain Tim. 3.2. . Rumusan Masalah Berdasarkan identifkasi masalah diatas maka dapat dirumuskan masalah yang akan diuraikan dalam makalah ini sebagai berikut : 1. Bagaimanakah mengubah individu menjadi pemain Tim Kerja ? 4. Bagaimanakah membentuk Tim Kerja ? 3. 1. Pengertian Tim Kerja.tingkat kinerja keseluruhan yang lebih besar ketimbang totalitas input yang mereka berikan.3. Upaya individual mereka menghasilkan suatu tingkat kinerja yang lebih besar ketimbang totalitas input para individunya. 1. 4. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas. Isu kontemporer dalam mengelola Tim. maka dapat di identifikasikan masalah sebagai berikut : 1. 2.

dan senang bergaul. 2001.Usaha-usaha individual mereka menghasilkan satu tingkat kinerja yang lebih tinggi daripada jumlah masukan individual. b. 3. antara lain : 1. Tim kerja menghasilkan sinergi positif melalui usaha yang terkoordinasi. Tim ialah kelompok dengan keterampilan yang saling melengkapi dan berkomitmen untuk mecapai tujuan bersama secara efektif dan efisien. Allen (2004:21) pekerja tim atau tim kerja adalah orang yang sportif. serta mampu mengenali aliran emosi yang terpendam dalam tim dengan sangat jelas.1. Sedangkan menurut Hunsaker. .BAB II PEMBAHASAN 2. sensitive. Konsep Tentang Tim Kerja a. Timothy2008:406). 5. Perbedaan Tim Kerja dengan kelompok kerja Tim adalah suatu unit yang terdiri atas dua orang atau lebih yang berinteraksi dan mengkoordinasi kerja mereka untuk tujuan tertentu. 2003:171). 4. Sebuah tim (team) adalah sebuah unit yang terdiri dari 2 orang atau lebih yang berinteraksi dan mengkoordinasikan pekerjaan mereka untuk menyelesaikan sebuah tugas yang spesifik (Daft. mendefinisikan team sebagai sekelompok kecil orang dengan keterampilan yang saling melengkapi yang berkomitmen untuk maksud bersama. Kinerja tim akan lebih unggul daripada kinerja individu jika tugas yang harus dilakukan menuntut keterampilan ganda. 2. Penggunaan tim secara ekstensif menghasilkan potensi bagi sebuah organisasi untuk membuahkan banyak hasil yang lebih besar tanpa peningkatan masukan. Definisi ini memiliki tiga komponen. Katzenbach dan Smith. Pengertian Tim Kerja Banyak pengertian/definisi tentang Tim Kerja yang dikemukakan oleh para ahli. Hal ini memiliki pengertian bahwa kinerja yang dicapai oleh sebuah tim lebih baik daripada kinerja per individu disuatu organsasi. Tim kerja adalah kelompok yang usaha-usaha individualnya menghasilkan kinerja lebih tinggi daripada jumlah masukan individual (Stephen.

Kelompok kerja tidak perlu untuk melakukan kerja kolektif yang menuntut upaya gabungan. c. kontrol kolektif atas langkah kerja. Tim ini bahkan memilih anggotanya sendiri dan menyuruh anggota itu untuk saling menilai kinerja.Pertama. orang – orang dalam sebuah tim memiliki tujuan kinerja yang sama. Tim Lintas Fungsional. Mereka mengizinkan orang untuk bergabung secara langsung dengan menggunakan komunikasi langsung diantaranya seperti . Suatu kelompok kerja adalah kelompok yang terutama berinteraksi untuk berbagi informasi dan mengambil keputusan untuk membantu tiap anggota berkinerja dalam bidang tanggung jawabnya. 1. Tidak ada sinergi positif yang akan menciptakan suatu tingkat keseluruhan kinerja yang lebih besar daripada jumlah masukan. 1. tetapi dari tempat pekerjaan yang berbeda. Tipe/Jenis-jenis Tim Tim dapat diklasifisikan berdasarkan sasarannya. membuat keputusan operasi dan mengambil tindakan atas permasalahan. Ketiga. Dalam tim pemecah masalah. Tim ini mencakup kerja tentang perencanaan dan penjadwalan kerja. Bentuk yang paling umum digunakan dalam organisasi atau perusahaan adalah : 1. anggota bernagi gagasan atau menawarkan saran mengenai bagaimana proses dan metode kerja dapat diperbaiki. dibutuhkan dua orang atau lebih. Jadi kinerja mereka sekedar jumlah kinerja sumbangan individual dari tiap anggota kelompok. Tim lintas fungsional adalah tenaga kerja dari tingkat hirarki yang sama. 1. Tim Pemecah Masalah Tim ini terdiri dari 5 sampai 12 karyawan jam-jaman dari suatu departemen yang bertemu selama beberapa jam tiap pekan untuk membahas perbaikan kualitas. efisiensi dan lingkungan kerja. Kedua. Tim Virtual Tim Virtual adalah tim yang menggunakan teknologi komputer untuk mengikat secara fisik secara bersama membagi anggota untuk mencapai tujuan bersama. Tim Kerja Pengelola Diri Tim kerja pengelola diri adalah kelompok karyawan (biasanya 10 sampai 15 orang) yang memikul tanggung jawab dari mantan penyelia mereka. Kelompok tidak sama dengan tim. Tetapi jarang tim-tim diberi wewenang untuk melaksanakan secara sepihak setiap tindakan mereka yang disarankan. mengembangkan gagasan baru dan memecahkan masalah. Tim lintas fungsional merupakan cara efektif yang memungkinkan orang-orang dari aneka bidang dalam suatu organisasi (atau bahkan antar organisasi) untuk bertukar informasi. orang – orang dalam sebuah tim memiliki interaksi regular. Kelompok didefinisikan sebagai dua individu atau lebih. serta mengkoordinasikan proyek yang rumit. yang bergabung bersama-sama untuk mencapai sasaran. yang berinteraksi dan saling bergantung.

dan komposisi tim. atau pihak – pihak luar lainnya. Jika semua anggota tim mendayung ke arah yang sama. sehingga kontribusi yang mereka berikan juga bisa optimal. 1. pemasok. norma – norma. Kepuasan berkenaan dengan kemampuan tim untuk memenuhi kebutuhan pribadi para anggotanya dan kemudian mempertahankan keanggotaan serta komitmen mereka. Karakter tim yang penting adalah jenis. jika semua ingin menjadi pendayung. struktur. lingkungan budaya. Hasil produktif berkenaan dengan kualitas dan kuantitas hasil kerja seperti yang didefinisikan oleh tujuan – tujuan tim. 2. berlawanan. dan konflik supaya dapat membangun tim yang efektif. Ciri-ciri tim yang efektif : 1. struktur. Faktor – faktor yang mempengaruhi efektifitas tim yaitu konteks organisasional. Karakteristik – karakteristik tim ini mempengaruhi proses internal tim. Sebaliknya. Antusiasme yang tinggi. setiap anggota tim harus mempunyai peran dan tanggung jawab masing-masing yang jelas. sehingga mereka yakin ke arah mana harus mendayung. Jika semua ingin menjadi pemimpin. mereka juga diberi kesempatan untuk menunjukkan keahlian mereka dengan menjadi diri sendiri. yang kemudian mempengaruhi hasil dan kepuasan. strategi. Salah satu keuntungan utama tim virtual adalah kemampuan untuk dengan cepat mengumpulkan kelompok orang yang paling tepat untuk menyelesaikan proyek yang kompleks. hasil produktif dan kepuasan pribadi. Tim virtual sering meliputi para pekerja lepas. maka tidak akan ada yang mendayung. pastikan bahwa tim memiliki tujuan dan semua anggota tim Anda tahu benar tujuan yang hendak dicapai bersama. . Membentuk Tim Kerja yang Efektif Efektifitas tim kerja didasarkan pada dua hasil. Tujuannya adalah agar mereka tahu kontribusi apa yang bisa mereka berikan untuk menunjang tercapainya tujuan bersama yang telah ditentukan sebelumnya. maka akan terjadi kekacauan karena tidak ada yang memberi komando untuk kesamaan waktu dan arah mendayung. anggota organisasi rekanan. 1.2. Para pemimpin harus memahami dan mengatur tingkat – tingkat perkembangan. Pendayung akan mendayung lebih cepat jika mereka memiliki antusiasme yang tinggi. video konfrensi dan e-mail. memecahkan masalah tertentu. Intinya. ataupun tidak mendayung sama sekali karena bingung ke arah mana harus mendayung. Tim virtual terdiri atas anggota – anggota yang tersebar secara geografis dan organisasional yang terikat terutama oleh kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi. atau mengekploitasi peluang strategis tertentu. Tujuan yang sama.lokasi jaringan kerja. kekompakan. dari pada jika ada anggota tim yang mendayung ke arah yang berbeda. Jadi. konsultan. dan system penghargaan. Antusiasme tinggi bisa dibangkitkan jika kondisi kerja juga menyenangkan: anggota tim tidak merasa takut menyatakan pendapat. pasti kapal yang didayung akan lebih cepat sampai ke tempat tujuan. pelanggan. Peran dan tanggung jawab yang jelas.

Jika Anda tidak yakin bahwa tiap anggota tim tahu bagaimana melakukan ataupun menyelesaikan suatu tugas. Bandingkan dengan paduan suara yang memiliki anggota dengan berbagai jenis suara yang berbeda (sopran. Resolusi Konflik. tiap anggota tim perlu diberikan kesempatan untuk menjadi ”pemimpin”. Tetapi konflik ini tidak harus menjadi sumber kehancuran tim. but the presence of justice. tenor dan bas). Keahlian. Peace is not the absence of conflict. 1. pantas mendapat apresiasi. maka pasti ada ketidak beresan dalam tim yang lambat laun akan membuat tim menjadi tidak efektif. Jadi. Sebaliknya. Rasanya hal ini berlaku pula pada pencapaian sebuah tujuan. konflik yang ada perlu segera dikendalikan. alto saja. jangan didiamkan ataupun dihindari. Jadi. ataupun perubahan yang memang diperlukan untuk melaju lebih cepat ke arah tujuan. Shared power. Ini merupakan pendapat Martin Luther King. jika ada anggota tim yang terlalu banyak menganggur. atau bas saja. Tentu saja apresiasi yang diberikan dengan tulus . Komunikasi yang efektif. jangan berasumsi mereka tahu.1. atau telah memberikan kontribusi positif bagi keuntungan tim. Dalam proses meraih tujuan. jangan berasumsi. melainkan informasikan atau tujukanlah kepada mereka cara melakukannya. atau sebaliknya. konflik ini yang dapat dikelola dengan baik bisa dijadikan senjata ampuh untuk melihat satu masalah dari berbagai aspek yang berbeda sehingga bisa diperoleh cara baru. Strateginya: Jangan berasumsi. Dalam mencapai tujuan mungkin saja ada konflik yang harus dihadapi. Berbagai keahlian yang berbeda tersebut dapat saling menunjang sehingga pekerjaan menjadi lebih mudah dan lebih cepat diselesaikan. Jika ada anggota tim yang terlalu dominan. alto. Artinya. Tiap anggota yang telah berhasil melakukan apa yang menjadi tanggung jawabnya dengan baik. tenor saja. Tim yang terdiri dari anggota-anggota dengan berbagai keahlian yang saling menunjang akan lebih mudah bekerja sama mencapai tujuan. Demikian pula dengan tim kerja. Sehingga mereka merasa ikut bertanggung jawab untuk kesuksesan tercapainya tujuan bersama. Bayangkan sebuah paduan suara dengan anggota memiliki satu jenis suara saja: sopran saja. inovasi baru. Paduan suara yang dihasilkan pasti akan lebih harmonis. Konflik yang tidak ditangani secara langsung akan menjadi seperti kanker yang menggerogoti semangat tim. tanyakan langsung kepada mereka dan berikan informasi yang mereka perlukan. 1. menunjukkan ”kekuasaannya” di bidang yang menjadi keahlian dan tanggung jawab mereka masing-masing. Komunikasi juga perlu dilakukan secara periodik untuk tujuan monitoring (misalnya: sudah seberapa jauh tugas diselesaikan) dan correcting (misalnya: apakah ada kesalahan yang perlu diperbaiki dalam menyelesaikan tugas yang telah ditentukan). Anggota tim dengan keahlian yang berbeda juga bisa saling memperluas perspektif and memperkaya keahlian masing-masing Apresiasi. sehingga segala sesuatu dilakukan sendiri. Tentu suara yang dihasilkan akan monoton. Jika terjadi konflik. jika Anda tidak yakin semua anggota tim tahu apa yang harus menjadi prioritas utama untuk diselesaikan. 1. harus ada komunikasi yang efektif antar-anggota tim.

kedua berkaitan dengan komposisi tim. Rancangan kerja ini menggambarkan motivasi karena meningkatkan rasa tanggung jawab anggota dan pemilik pada pekerjaan dan karena membuat pekerjaan lebih menarik untuk dikerjakan. Komponen penting untuk menciptakan tim yang efektif dapat digolongkan dalam empat kategori umum. dan bekerja dalam tugas atau proyek yang berpengaruh secara substansial dengan yang lain. Evaluasi. riset karyawan. penyelesaian konflik. Evaluasi juga bisa dilakukan tidak sekadar untuk koreksi. jika mereka tidak menyediakan waktu sejenak untuk melakukan evaluasi? Evaluasi yang dilakukan secara periodik selama proses pencapaian tujuan masih berlangsung bisa membantu mendeteksi lebih dini penyimpangan yang terjadi. tetapi untuk mencari cara yang lebih baik. umpan balik. evaluasi keluhan pelanggan yang masuk. Banyak bentuk apresiasi lain yang bisa diberikan. kemampuan untuk menyelesaikan dan mengidentifikasi semua tugas atau produk. suatu tim menuntut tiga tipe keterampilan yang berbeda. Pertama. ”Saya sangat menghargai ketulusan Anda membantu pelanggan memilih produk kita yang paling tepat untuknya. Kelompok rancangan kerja meliputi variabel-variabel seperti kebebasan dan otonomi. atau sekedar polling pendapat pada saat meeting. Kedua. riset pelanggan. ketiga adalah sumber dan konstekstual lain yang menciptakan tim menjadi efektif. Apresiasi tidak harus diberikan dalam bentuk uang. keuntungan pada kegunaan keahlian berbeda dan talenta. membangkitkan alternatif . perlu orang dengan keterampilan pemecah masalah dan pengambilan keputusan agar mampu mengidentifikasi masalah. misalnya: promosi. Komposisi Kategori ini memasukkan variabel yang terkait bagimana tim dapat dibentuk menjadi staf. Kemampuan anggota Untuk bekerja dengan efektif. mengevaluasi alternatif. sehingga bisa segera diperbaiki. interview. a. Rancangan pekerjaan Keefektifan tim membutuhkan kerjasama dan menempatkan tanggung jawab bersama untuk melaksanakan tugas penting. 1. Apresiasi bisa menambah semangat anggota tim yang bersangkutan untuk terus berprestasi. tim memerlukan orang dengan keterampilan mendengarkan dengan baik. Ketiga. bonus dalam berbagai bentuk (wisata keluarga yang dengan menggunakan fasilitas transportasi dan vila perusahaan. dan membuat pilihan yang kompeten. Terakhir. Bagaimana sebuah tim bisa mengetahui sudah sedekat apa mereka dari tujuan. dan keterampilan antar pribadi lainnya. tim perlu orang-orang dengan keahlian teknis. beasiswa bagi anak). Evaluasi bisa dilakukan dalam berbagai cara: observasi.akan lebih terasa dampaknya.” merupakan satu bentuk apresiasi sederhana berupa kata-kata tulus. Komposisi tim yang efektif terdiri dari : 1. evaluasi diri. proses variabel yang menunjukkan sesuatu yang terjadi dalam tim yang mempengaruhi efektifitas. b. . Kategori pertama rancangan pekerjaan.

Terdapat sembilan peran potensial dalam tim yaitu . Sumber daya memadai Tim yang efektif memiliki sumber daya yang memadai untuk melaksanakan semua pekerjaan dalam mencapai tujuan. 1. pengorganisasi. memiliki anggota yang dapat menyelesaikan tugas yang lainnya. 1. menjadi sulit bagi mereka untuk menyelesaikan banyak hal. teknologi. pengontrol. karena merupakan perbaikan besar bagi penyesuaian dan membuat kurang percaya bagi anggota tunggal. Personalitas Personalitas mempengaruhi individu dalam perilaku. c. penghasil. dan penasehat. Mengalokasikan peran dan menggalakkan keanekaragaman Mempunyai kebutuhan berbeda. Bila anggotanya lebih dari 10 sampai 12. promosi. Hal ini meliputi pengaruh seperti informasi yang tepat waktu. para manajer harus menjaga agar anggotanya berkisar antara 5 sampai 12 orang. ketersediaan staf. berikan pilihan. pemelihara. Ukuran Tim kerja Tim kerja terbaik cenderung lebih kecil. Kefleksibelan anggota Tim menciptakan kefleksibelan individual. Macam-macam karakter personal dalam tim akan mempengaruhi kinerja tim secara keseluruhan. Tim yang berkinerja tinggi benar-benar mencocokkan orang dengan berbagai peran. kinerja tim yang tinggi seperti menggabungkan orang yang senang bekerja sebagai bagian dalam tim. dorongan dan asisten administrasi. 1. 1. Ini adalah hal positif bagi tim. pencipta. Jadi dalam merancang tim yang efektif. Konteks Ada tiga faktor kontekstual dalam kinerja tim yang efektif yaitu: 1. Pilhan anggota Tidak semua anggota merupakan pemain tim. Tim kerja yang berhasil adalah tim yang memiliki orang-orang untuk mengisi semua peran dan menyeleksi orang-orang untuk bermain dalam peran-peran ini berdasarkan pada keterampilan dan pilihan meraka. 1. penghubung.1. beberapa pekerja akan menyeleksi secara sendirinya keluar dari parstisipasi tim. Kepemimpinan dan struktur . penaksir. dan orang hendaknya diseleksi untuk sebuah tim berdasarkan pada kepribadian dan pilihan kesukaan mereka.

d. Kita menyebutnya kekuatan tim. Disamping itu tim perlu menetapkan bagimana jadwal ditentukan. dan bagaimana kelompok akan mengambil dan memodifikasi keputusan. bagimana kelompok akan memecahkan konflik. Tingkat konflik Konflik dalam tim tidak selalu merupakan hal yang buruk.Anggota tim harus sependapat mengenai siapa melakukan apa dan memastikan bahwa semua anggota menyumbang secara sama dalam berbagi beban kerja. 1.Tujuan-tujuan spesifik ini mempermudah komunikasi yang jelas. Tujuan juga membantu memelihara fokus mereka pada perolehan hasil. dan semacamnya. insentif individual. momentum dan komitmen untuk anggota sebagai suatu visi. Menyepakati mengenai hal-hal yang spesifik dari kerja dan bagimana hal itu cocok dalam memadukan keterampilan-keterampilan individual menuntut kepemimpinan dan struktur. tidaklah konsisten dengan pengembangan tim kinerja tinggi. Proses Hal lain yang berkaitan dengan keefektifan tim adalah variabel proses. . Oleh karena itu keefektifan tim dikarakteristikkan dengan suatu konflik yang pantas. Pada komponen ini halhal yang terkait adalah : 1. 1. insentif kelompok kecil. 1. Konflik tugas dalam tim wajar terjadi. keterampilan apa yang diperlukan untuk dikembangkan. dan dapat diambil suatu pilihan keputusan tim yang lebih baik. karena mendorong perbaikan dan pilihan secara kritis masalah. Kekuatan tim Keefektifan tim mempunyai kepercayaan tersendiri. berbagi hasil. 1. berbagi laba. Tujuan bersama Tim yang efektif mempunyai tujuan bersama dan sangat berarti dan memberikan pengarahan. Eavaluasi kinerja dan sistem ganjaran yang benar Evaluasi kinerja individual. dapat diukur dan spesifik. Jadi disamping mengevaluasi dan mengganjar karyawan untuk sumbangan individual mereka. juga memberi energi kepada tim. dan modifikasi-modifikasi sistem lain yang memperkuat upaya dan komitmen tim. upah per jam yang tetap. manajemen hendaknya mempertimbangkan penilaian berdasarkan kelompok. mereka percaya mereka dapat sukses. Tujuan membimbing individu ke kinerja yang lebih tinggi. Menegakkan tujuan spesifik Tim yang sukses menerjemahkan tujuan bersama mereka menjadi tujuan kinerja yang realistis.

3. 1. pada dasarnya para manajer atau pimpinan mempunyai tiga pilihan :  Calon dapat menjalani pelatihan untuk membuat mereka menjadi pemain tim. menghadapi perbedaan-perbedaan dan memecahkan konflik-konflik. Seleksi Beberapa orang telah memiliki keterampilan antar pribadi untuk menjadi pemain tim yang efektif.  Mentransfer individu itu ke unit lain didalam organisasi tanpa tim. harus dipastikan pula bahwa calon dapat memenuhi peran tim mereka maupun persyaratan teknis. Bila menghadapi calon semacam ini. individu-individu harus mampu berkomunikasi secara terbuka dan jujur.  Tidak mempekerjakan calon itu. Mereka dapat menyibukkan diri dalam “kemalasan sosial” dan meluncur bersama upaya kelompok karena sumbangan individual mereka tidak dapat dikenali. b. budaya nasional sangat individualistik dan tim itu akan dimasukkan ke dalam suatu organisasi yang mapan yang secara historis menghargai prestasi individual.untuk berkinerja baik sebagai anggota tim. Banyak calon yang melamar pekerjaan tidak mempunyai keterampilan tim. Tantangan menciptakan pemain tim akan paling besar jika .1. tujuan dan pendekatan tim. 2. Ketika mempekerjakan anggota tim. Tim yang sukses membuat anggota-anggota secara individual maupun gabungan bertanggung jawab untuk maksud. Pelatihan . serta menghaluskan tujuan pribadi untuk kebaikan tim. disamping keterampilan teknis yang diperlukan untuk mengisi pekerjaan itu. Membentuk pemain tim Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengubah individu menjadi pemain tim : 1. Kemalasan sosial Individu-individu dapat bersembunyi dalam suatu kelompok. Sukses seorang karyawan tidak lagi didefinisikan dalam kinerja individu. Mengubah individu menjadi pemain tim a. Tantangan Penghalang besar dalam menggunakan tim kerja adalah penolakan individual.

Spesialis pelatihan menjalankan latihan-latihan yang memungkinkan karyawan untuk mengalami kepuasan yang dapat diberikan oleh kerja tim. Dalam merancang tim pemecah masalah dan kualitas sebaiknya tim memiliki kriteria sebagai berikut :  Tim harus cukup kecil agar efisien dan efektif  Dilatih dengan benar dengan keterampilan-keterampilan yang akan dibutuhkan anggotanya  Dialokasikan cukup waktu untuk bekerja pada masalah-masalah yang mereka rencanakan untuk ditangani  Diberikan otoritas (wewenang) untuk memecahkan masalah dan melaksanakan tindakan korektif  Masing –masing mempunyai seseorang yang bisa diandalkan untuk membantu tim menghindari hambatan-hambatan yang timbul. kenaikan upah dan bentuk-bentuk pengakuan lain hendaknya diberikan kepada individu untuk keefektifan mereka sebagai seorang anggota tim yang kolaboratif 2. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menyegarkan kembali tim yang mengalami kejenuhan dan penurunan kinerja adalah : . dan pelibatan karyawan merupakan bagian vital dari perbaikan proses. Menyegarkan kembali Tim Dewasa Tim yang berkinerja baik. 1.4. b. Hakikat TQM adalah perbaikan proses. Promosi. pada suatu waktu bukanlah jaminan akan terus demikian. Dengan kata lain TQM menuntut manajemen untuk memberikan dorongan kepada karyawan berbagi gagasan dan bertindak terhadap apa yang mereka sarankan. Isu kontemporer dalam mengelola Tim a.Total Quality Management) adalah penggunaan tim. Tim dan Manajemen Mutu Total Salah satu karakteristik sentral dari manajemen mutu total (TQM. Ganjaran Sistem ganjaran perlu diperbaiki untuk mendorong upaya kooperatif bukannya kompetitif.Sebagian besar orang yang dibesarkan pada lingkungan yang mementingkan prestasi individual dapat dilatih untuk menjadi pemaian tim. tim yang efektif dapat saja menjadi macet atau mengalami penurunan.

Keterampilan yang berhasil untuk masalah mudah bisa tidak cukup untuk masalah yang lebih sukar. Seperti TQM. Dari hasil pembahasan yang telah dilakukan diatas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Ketiga. Dorong tim untuk memperlakukan pengembangan mereka sebagai suatu pengalaman belajar yang terus menerus. antar. Tim lintas fungsional dan Tim Virtual.1. Kelompok tidak sama dengan tim. Tim kerja pengelola diri. . Pertama. Ini dapat membantu anggota untuk memperoleh kembali kepercayaan dan keyakinan akan satu sama lain. 2. Tawarkan pelatihan lanjutan. Definisi ini memiliki tiga komponen. BAB III PENUTUP 3.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan makalah tentang “Memahami Tim Kerja” maka pada bab ini penulis akan mengemukakan beberapa kesimpulan berdasarkan hasil kajian pustaka dan teori yang telah dilakukan di bab terdahulu dalam makalah ini. Kelompok didefinisikan sebagai dua individu atau lebih. proses tim. orang – orang dalam sebuah tim memiliki interaksi regular.pribadi dan teknis yang lebih kuat. Tawarkan pelatihan penyegaran ulang. Jenis-jenis tim terdiri dari : Tim pemecah masalah. 3. 4. Siapkan anggota untuk menangani masalah kematangan atau kedewasaan. Jadi tim dewasa sering dapat mengambil manfaat dari pelatihan lanjutan untuk membantu anggota mengembangkan keterampilan pemecahan masalah. pemecahan konflik. 2. orang – orang dalam sebuah tim memiliki tujuan kinerja yang sama. tim hendaknya mendekatkan pengembangan mereka sendiri sebagai bagian dari pencarian perbaikan yang terus menerus. Suatu kelompok kerja adalah kelompok yang terutama berinteraksi untuk berbagi informasi dan mengambil keputusan untuk membantu tiap anggota berkinerja dalam bidang tanggung jawabnya. dan keterampilan serupa. Tim adalah suatu unit yang terdiri atas dua orang atau lebih yang berinteraksi dan mengoordinasi kerja mereka untuk tujuan tertentu. Kedua. yang berinteraksi dan saling bergantung. 3. Hendaknya mereka tidak kehilangan semangat atau kepercayaan akan konsep tim ketika konflikkonflik muncul kepermukaan. mungkin membantu untuk memberi mereka pelatihan penyegaran dalam komunikasi. Bila tim mulai macat. yang bergabung bersama-sama untuk mencapai sasaran. dibutuhkan dua orang atau lebih.

Shared power. dan Evaluasi. peran dan tanggung jawab yang jelas. keahlian.4. Proses  Tujuan secara umum  Tujuan khusus . Ciri –ciri tim yang efektif apabila : memiliki tujuan yang sama. Komponen-komponen untuk menciptakan tim yang efektif antara lain : 1. Konteks  Sumber yang memadai  Kepemimpinan  Penilaian kinerja dan ganjaran 4. Rancangan pekerjaan  Otonomi  Macam-macam keahlian  Identitas tugas  Kepentingan tugas 2. komunikasi yang efektif. antusiasme yang tinggi. Komposisi  Kemampuan  Personalitas  Aturan dan diversitas  Ukuran  Kefleksibelan  Pilihan pada kelompok kerja 3. Resolusi konflik. 5.

 Kemampuan diri  Konflik  Kemalasan sosial .