Anda di halaman 1dari 67
DIKTAT OBAT DAN PENGARUHNYA TERHADAP TUBUH MANUSIA OLEH Dra. Eddy Sulistyowati, Apt., MS. JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA FMIPA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2010 DAFTAR ISI Kata Pengantar Bab, Perjalanan obat di dalam badan ‘A. Batasan obat dan cara penggunaan obat B. Aspek-aspek biofarmasi Bab Il. Pengaruh / Efek obat A. Bfek penggunaan obat B. Efek yang tidak diinginkan dari penggunaan obat, Data Fuel halaman 1. Pengantar Sesuai dengan judulnya, dalam modul ini Anda akan dibawa untuk memahami tentang seluk beluk obat, perjalanan obat didalam badan, baik mengenai aspek-aspek biofarmasi, absorbsi, distrbusi, metabolisme maupun ekskresi obat di dalam badan. Sedang pada rmodul selanjutnya nanti akan dipelajari mengenai edek obat terbadap badan, serta snubungan struktur dan aktivitas obat, Dalam modul pertama ini akan dibahas mengensi betasan obst dan cara-cara ppenggunaan obat yang akan anda jumpai pada Kegiatan Belajar 1 serta proses yang ‘erjadi setelah obat masuk ke dalam badan yang akan anda jumpai dalam Kegiatan ’ Belajar2.. # Dengan demikian pada akhir modul ini, Anda dibarapkan dapat memaharni hal- ‘hal umum tentang obat dan proses yang dialami obat dalam badan. 2. Tyjuan Instruksional Umum ‘Dengan mempelajri modul pertama ini, dibarapkan Anda akan memahami hal-hal ‘umum tentang obat, dan proses yang teradi dalam badan 3. Tojuan Instruksional Khusus Scéelah Anda menyelesaikan modu! ini, dibarapkan Anda dapat ‘4. merurmuskan batasan obat b,-menguraikan cara-cara penggunaan obat . menjelaskan aspek-aspek biofarmasi ae ae ‘4, menguraikan absorpsi obat €. menjelaskan dstibusi obat £ menguraikan metabolisme obat ‘8 menjelaskan ekskresi obat 4. Kegiotan Belajar 5. 4.1 Kegiatan Belajar 1 BATASAN OBAT DAN CARA PENGGUNAAN OBAT 4.1.1. Uraian dan Contoh s Batasan Obat Definisi obat ilah suatu zat yang digunakan untuk diagnosa, pengobatan, rmelunakkcan, penyembuhan atau pencegahan penyakit pada manusia atau pada hewan. ‘Meskipun obat dapat menyembubkan tctapi terdapat kejadian bahwa seseorang ‘menderta keracunan obat. Olch karena i dapat dikatakan tbahwa obat dapat bersifat sebagai obat dan juga dapat bersfat scbagai racun. Obat akan bersifat sebagai obat bile tepat digunakan dalam pengobatan suatu penyakit dengan dosis dan waktu yang tepat. Apabila digunakan salah dalam pengobetan atau overdosis akan menimbulkan keracunan, Bila dosisnya lebih keil tidak diperoleh penyembuhan. (Obat-obat modern adalah begitu efektif dalam penyembuban dan dapat disamakan dengan ‘pisau bedah yang apabila digunakan oleh ahli bedsh akan dapat ‘menghilangkan begien tubuh yang sakit tetapi jika bukan ahli yang menggunakan ‘kan membunuh si sakit, Begitu pula jika obat digunakan tidak menurut aturan yang, telah ditentukan oleh shlinya justru akan dapat membunuhnya, Oleh karena itu dalam ‘menggunaken obat peru diketahui efek obat tersebut, penyakit apa yang diderita, ‘berapa dosisnya sera kepan dan dimana obat digunakan. Batasjarak sebagai obat dan racun adalah pendek sekali, tergantung dari cara dan dosis. |Aksi dan efek setiap obat pada badan adalah berbeda. Obat yang tergolong oksitosik menstimulir (memacu)aktivitas oto rahim. Tetapi beberapa obat lain secara terplih bekesja sebagai pengendor ototrahim. Obat yang tergolong midriatik bekerja, relebarkan pupil mata sedangkan bat golongan miotik mengecifkan pupil mata, Ada chat yng igmalan untuk mencepah peda yt glogan Hemost aan koagunalisa yang menjadikan darsh menjendal, tetapi ada pula obat yang justru mencegah darah jangan sampai menjendal, hal ini diperlukan saat transfusi darah atau pada waktu operas jantung. ‘Obat dapat digunakan untuk mengurangi sakit kepale, rasa skit tidak bisa tudur (Gnsomnia), kelebihan asam di lambung dan depresi (tekanan ) mental. Obat dapat pula digunekan untuk menurunkan tekanan darah tinggi, atau menaikkan tekanan darah rendah. Obat dapat melawan penyakit infeksi, membunuh kuman atau sebagai penawar racun akibat keracunan obat Iain, Obat dapat digunakan untuk menentukan penyakit diabetes, hati, tuberkulosis atau kehamilan. Juga obat digunakan untuk menambsh kekurangann tadan ekan vitamin, enzim dan elektrolit protein. Obat digunakan pula ‘untuk mencegah penyakit cacar, gabak polio dan kehamilan. Proses pembedahan ‘menjadi mudah berkat tersedianya obat general aneste‘ik atau pembiusan umum, analgesik = mengurangi rasa sakt, antibiotik ~ pembunuh kuman dan transfusi darah cairanintravena dan makanan (ntrisi, Dengan demikian obat yang sering disebut sebagai obat modem adalah suatu behan yang dimaksudkan untuk menetapkan suatu diagnosa, mencegah, mengurangkan, imenghilangken, menyembuhkan penyakit dan gejala penyakit, luka ata kelainan badaniah dan rohanish peda manusia dan hewan, memperelok badan atau bagian badan Istlah-istlah/batasan obat yang perlu kita ketabui ‘4 Obat tradisional : obat jadi atau obat berbungkus yang berasal dari bahan tumbuh- tumbuhan, hewan, mineral dan atau sediaan galerik atau campuran dari bahan-behan fersebut yang ustha pengobatannya berdasarkan pengalaman (Per, Menkes 'No.179/Menkes/Per/VIV/1976). b. Obat Asli Indonesia: adalah obat yang didapat langsung dari bahan-bahan alamiah, ‘terolah secara sederhana atas dasar pengalaman dan dipergunakan dalam pengobatan ‘radisional (UU No 7/1963 tentang farmas). © Obst jadi: yakni obat dalam keadaan mumi atau campuran dalam bentuk serbuk, cairan, salap, tablet, pil, suppositoria atau benfuk lain yang mempunyai nama teknis sesuai dengan F.1 atau buku lain, ‘4. Obat Paten: yakni obat jadi dengan nama degang yang terdaftar ata nama si pembuat atau yang dikuasakannya dan dijual dalam bungkus asli dari pabrik yang. ‘memproduksinya, Contoh obat paten ‘Nama Paten ‘Nama generik spin (Bayer) ‘Asetosal ‘Naspro (Nicholas) Enterovroform(Ciba) Penbritin(Beecham) ‘Aritipen( Organon) € Obat Bar: alah obat yang tei atau bersisuatu zat bak sebagai bagian yang berkhasat, maupun yang tak berkhasiat, mislnya lapisan penis, pela, bahan pembantu (vehculum) atau Komponen Iain yang belum dikenal £ Obat Essensial: adalah obat yang paling dibutubken untuk pelaksanaan pelayanan keseatan bagi masyarakatkebanyakan yang meliputi diagnos, profilaksi, trap dan rebabilts & Obst Generik Berlogo: adalsh obat estensial yang tercantum dalam Daftar Obat Essensial Nasional (DOEN) dan mutunye terjamin karena diproduksi sesusi dengan persyaratan Cara Pemakaian Obat yang beik dan dikajiulang oleh Pusat Pemeriksaan ‘Obat dan Makanan Departemen Kesehatan Bentuk Obat Zataktf obat tidak dapat digunakan begitu saja untuk pengobatan, teapi harus dibuat ‘satu bentuk yang cocok serta pula diplih rute penggunaan obat yang sesuai agar tyjuan pengobatan dapat tercapa. Benfuk sediaan obat mempengaruhi kecepatan absorpsi obat ‘tersebut. Ketersediaan hayati adalah prosentasi obat yang diabsorpsi tubub dari suatu dosis yang diberikan dan tersedia untuk memberiefek terapetikaya, Urutan berkurangnya ‘ketrersediaan hayati dari bentuk obet adalah: Iarutan ~ suspensi oral ~ capsule — tablet ~ tablet bersalut, Bentuk obat yang memberiaksi onset cepat tidak selalu menguntungkan Sedang obat yang diabsorpsi lambat akan memberi aktivitas obat yang lebih panjang, ‘Untuk itu pemilihan bentuk obst memerlukan pertimbangan terhadap banyak faktor. + Bentuk obat peda : tablet, kapsul, serbuke 1, Macam-macam tablet ialah a. Tablet Kempa Tablet kunyah, tablet besar yang tidak ditelan tapi dikunyah. Contoh tablet antasid cc. Tablet salut, Macam salut Salut gla, dist dengan arutan gla Sat eka, dust dengan sia Salt i, dibuat dengan saat plimer Salut enteric (slut yang dapat tan than trap asam lambung dan tablet hanya dapat hancur uss), salt tbat dari asm Maat, resin dan sam stearat 2, Macam-macam kapsul: ‘a Kapsul_ gelatin keras, terdiri atas dasar sebagai wadah obat dan tutupnya, Bentuknya keras schingga orang benyak menyangka kaca yang tidak dapat hhancur, Tetapi bila kapsul ini kena air akan mudah funak dan hancur. '. Kapsul gelatin lunak, tertutup dari pabrik dan obatnya sudah dari dulu diisi pabrik Agar menarik kapsul in diberi warna-warni Macam-macam Serbuk 4 Serbuk teragi, bemuk serbuk ini berpy bunghuran serbuk dalam eras perkamen sau dalam kantong-kantong plastik Kei, isp bugles merupakan 1 oss 1 Serbuk tak eta, sertuk dalam jumlah yang banyak itempatkan dalam dos, tol mut ear . Serbuk efersen,srbuk yang Berupa ganulkecl yang mengandung asm sat un natu bikasbona Beatuk bat aie ‘Lanutan : merupakan sits larutan cbt, dan sebagai pelaut adalah sir tau dtambah 12a air Ininnya seperti sediktslisern, alkohol dan sebagsinya ksi, adalah suatu larutan alkoholis dan diberi pemanis, mengandung obat dan iver bahan pemibau Scbaga plart adalah gliscrn, snp atau larutan sorbitol Sirup, adalah suatu larutan obat dalam leutan gula yang jenuh, biasanye disebut esen Emulsi, adalah suatu campuran dua zat cair yang tidak mau campur,biasanys minyak dan sit, dimana zat coir terispersi dalam zat cair yang lain dengan bantuan cemulgatr. Suspensi ora, adalah suatu campuran obat berupa zat padat tebagi halus yang terdispers dalam medium caran, Bentuk suspen oral dapat berupa :suspens oa, mixture, magma dan gel = Suspensi oral, adalah bentuk sedaancair yang diberi bahan pembau dan prasa ‘mengandung obet padat yang terbagi halus dan tidak laut. Untuk menjaga 2at pat terdspersidiberi bahan pensuspensi, misalnya : gum, CMC = Mixture adalah sediaancair yang mengandung partkelobat padat yang terbagi talus, patkelnyasangat haus, mudah terdispers = Magma adalah sedinan cai yang mengandung particel obst padat yang tecagi talus terdispersi dalam cairan, karena zat padatnya banyak maka sangat vskos ‘maka tidak mengandung bahan pensuspensi,Contoh milk magma = Gel merupakan obat padat yang mempunyai daya seraptechadap air yang besar (hidrasi) dan ukuran partikelnya sangat kecil (koloid), sangat viskos dan tanpa bbahan pensuspensi. Contoh : kaolin gel, pectin gel sebagai obat anti diare. Bentuk sediaan obat dan rute penggunasnnya dapat dilihat pada Daftar 1 sebagai berikut: DDaflar 1. Bentuk sediaan obat dan rute penggunaan obat Beatak Obat Tate pagan “Fable, Kapsul, larutan, sip, ksi | Oral e coral, suspensi, emulsi, magma, gel serbuk "Tablet permen obet, wohkis ‘Sublingual Tajeksi Gerupa larutan, suspensi dan | Parenteral emulsi ‘Salep, krim, pasta, plester, Kompres, | Epikutan, perkutan (permukaan kulit, aerosol, inimen smasuk kalit) Salep ‘Konjungtival (selep mata) Tansy tes saspensiieies Tetras) 7. Tarutanltetes, suspensiltetes Tntraanular(telinga) 8 Carutan/tetes, ialasi, semprot, salep | Intranagal(hidung) [9° Lanitan, slep, supposit Rekial (dubur) 10. Tarutan, basila Uretra(lubang dari saluran kencing) Ti Larutan, salep, busa, emulsi tabiet | Vaginal(iubang kemaluan wanita) Penggolongan obat Penggolongan obat dimaksudkan untuk peningkatan keamanan dan ketepatan penggunsan serta pengamanan distribusi obat. Untuk mengawasi penggunaan obst ‘oleh rakyat serta untuk menjage Keamanan penggunaannya, maka pemerintah menggolongkan obet menjadi 4 golongan, yaita 1. Obat yang dapat dijual bebas. 2. Obat yang termasuk dalam golongan obst bebas terbatas (obat daar W), yaitu cobat keras dengen batasan jumlah dan kadar isi berkhasiat dan harus ada Tanda Peringatan (P), boleh dijual bebas 3. Obat keras( obst daftar G-gervaarljk= berbahaya) yaitu obat berkhasiat keras ‘yang untuk memperolehys harus dengan resep dokter. 4. Obst narkotik(obat daftar O-opiat) . Untuk memperolehnya harus dengan resep dokter dan apotik diwajibkan melaporkan jumlah dan macamnys. Selain tersebut datas diawasi pula penggunaan Obat/Bahan Psikotropik: ‘4 Sebagai contoh obat bebas: 1. Tablet Vit. € 100 mg, 50 mg, 25 mg; Tablet B kompleks, Tablet BI 100 mg, 50 mg, 25 mg; Tablet multivitamin, calcivit syrup, erceevit syrup 2. Boorwater 2-4 salap, salep boor 3. Julapium,buikdrank, staaldrank, dsb 'b. Scbagai contoh Obat Bebas Terbatas 1, Ammonia 10% kebawah (P5) 2, Aqua plumbi goulardi (P3) 3, Tinctura iodi (P3) = antiseptik 4, Liquor burowi (P3) = obat kompress 5. Gorgarisme kan (P2) = obet kumur 6, Rokok asthma (P4)= obat asthma 7. Antimo (P1) = anti muntah dalam perjalanan 8, Tablet emeinum 2 mg (P1) = obat anti disentri 9. Tablet ephedriaum 25 mg (P1) = obat asthma 10, Lysol (P5) = atiseptk 11, Larutan mercurochrome (P3) ~ antiseptik lokal 12, Tablet phenolptaleinum 100 mg, contoh Brooklax (P1) ~ laksan 13, Tablet santonin 30 mg (P1) = obat cacing 14, Serbuk sulfanilamidum = S.A. <5 mg dalam bunghus = antiseptik = anti bakterilokal 15. Teblettablet sulfaguanidium, phtalysulfathiazolum, succinil sulfathiazolam 600 mg~ antidiare 16, Suppositoria untuk wasir = anusol (P6) = obat ambein 10 17. Tablet cthoroprophenpyridamin maleas [CTM = pehaclor 4 mg dan tidak lebih ‘dari 20 tablet setiap bungkus atau 120 mi syrup setiap botol (PD) ~ antihistamin| 18. Ovula sulfanilamidum (PS) = anti infeksi di vagina 19, Tablet atau kapsul Vit E. 120 mg =juvelon = evion (P1) = anti stelitas 20. Salep sulfailamidum 11 % (P3) ~ anti bakter lokal 21, Tablet yang mengandung methionium 120 mg = litrison (P1) 22. Tablet vt. K 1,5 mg (P1) ~anti perdarahan 123, Tablet chloroquin ~ nivaquin 160 mg tidak lebih dari 4 tablet setiap wadab (Pt) anti malaria 24, Tablet tetramisolu ascaridil 150 mg (PI) ~ obat cacing 125. Tabel dextromethorphani hydrobromidum = code 15 < 16 mg (PI) ~ obst Datuk pengganti codein 126. Tablet pyrtinoli ydrochloridum = encephabol 120 mg (P1) = stimulasi otak 77 Sirup ~ sirup yang mengandung prometazium 1,5 mg setiap ml dan tidak tbib ari 120 mi tiap botol (P1) = obat batuk. Dalam brosur ditulis peringatan SSelama meminum obat ini tidak boleh mengendarai kendaraan bermotor tau menjalankan mesin” 28. Sediaan yang mengandung noscepinum 30 mg tap tablet (P1) atau 6 me tap ‘ml larutan/sirup (P1) = obat batuk 29. Sediaan yang mengandung piperazinum 600 mg tap tablet (P1) atau 200 mg tiap ml larutan/sirup (P1) = Obat eacing 30, Sediaan yang mengandung ephedrinam 30 mg tiap tablet atau takaran dan 4 tidak melebihi 20 tablet atau 120 mi tiap botol (PI), atau < 0,5 mg dalam ‘kemasan tidak melebihi 30 ml sebagai obat luar atau tetes mata/hidung (P1) = cobat asthma, atau melegakan hidung atau melebarkan pupil ‘Tanda Peringatan berwama hitam dengan tulisan putih, ukuran panjang 5 cm, lebar 2 cm dengan tulisan P.Nol ie P.No2 ‘Awas! Obat Keras ‘Awas! Obat Keras Bacalah Aturan Hanya untuk dikumur, ‘memakainya jangan ditelan Ditelan te i P.No 5 [Pinos ‘Awas! Obat Keras ‘Awas! Obat Keras Tidak boleh ditelan bat Wasir, jangan dtelan ‘Slain itu ada * Tanda Khusus untuk Obat Bebas dan Obat Bebas Terbatas” ysitu {Tanda Kiusus Obat Bebas "Tanda Khusus Obat Bebas ‘Terbatas ‘wama hijaa) ‘Gwarna bir) ‘Semua obat Bebas dan Obat Bebas Terbatas divajibkan didalam bungkusnya disertakan brosur yang menerangkan: ‘Cara pemakaian obat ', Dosis Gumlah takaran), kontra indikasi ¢. Kemungkinan adanya gangguan slergi terhadap obat seta gejala-gejalanya ‘Apabila tidak dipenuhi, maka obat tersebut dinyatakan sebagai obst Keras, yang tidak boleh dijual tanpa resep. ¢. Sebagai contoh Obat Daftar G: 1 2. 10. un 12 b. M4. 15. 16 ‘Sema obatinjeksi, ‘Obat antibiotika, misalnya chlorampenicel, peniclin, tetracyctin, ampicilin, a (bat antibakteri seperti sulfadiazin, sulfasomidin = elkosin,tisufa, dll Amphetaminum Antazolinum = antistin = obat antihistamin Digitoxin, lanatosid C = cedilanid, digitalis foi = obatjantung “Hydantinum = obat anti epilepsi ‘Reserpinum = obat antihipertensi ‘Vitamin K = anti perdarahan ‘Yohimbin = aphrodisiaka ‘Meprobamatum = penenang, Isoniazidum = [NH = anti TBC Nitroglicerinum = obat jantung, Benzodiazepinum contoh diazepan = tranqualizer = hipnotik Indomethacinum = obat rematik Tripelanamin hydrochloridum = antihistamin 4. Sebagai contoh Obat Narkotik 1 2 Opium Sediaan opium = Tinctura, extractum, Puly, Doveri, dl Kokain dasar dan ecganin Morfin,diasetil morfin, Kokain dan garamnya ‘Cannabis indicac = ganja dan sediannya: daun, ekstrak dan tinctura Kodein, thebain dan juga preparat dai dikodid, ilaudid, eukodal, dll, Daun koka dan senyawa serta sediaan galenin yang dibuat drinya, (Oba bius sintetis, misalnya a Dolantin, pethidid, demero! b. Amidon, metadon, symoron, dit ‘Untuk obat yang digunakan dalam terapi dapat dibagi dalam tiga golongan besar ‘4. Obat farmakodinamik, yang bekerja teshadap tuan rumah dengan jalan mempercepet atau memperlambat proses-proses fisiologi atau fungsi-fungsi biokimia dalam tubuh, ‘misalnya hormon-tormon, diurtika hipnotika dan obat-obat otonom '. Obat kemoterapetik, obat ini dapat membunuh parast dan kuman didalam tubuh tuan rumah, Hendaknya obat ini memiliki kegiatan farmakodinamika yang. sekecil- keecilnya dan berkhasiat membunuh kuman sebesar-besurnya terhadap sebanyak mungkin jenis parasit dan kuman, ‘c. Obat diagnostik, merupakan obet pembantu untuk melakukan diagnosis (pengenalan peayakit), miselnya dari saluran lambung-usus (barium sulft), saluran empeda (ratrium iodopanoat dan asam iod organik Isinnya) dan sebagainya “4 B. Cara-Cara Penggunaan Obat Pemberian Obat Dalam pemberian obat perlu pertimbangan mengenai mesalah-masalah berikut 1. Efeke apa yang dikehendaki,lokal atau sistemik 2. “Onset” yang bagaimane yang dikehendaki yang lamba stau cxpat 3. “Duration” yang bageimana yang dikehendaki, yang lama atau yang singkat 4. Apakah obstnya tidak rusak di dalam lambung dan atau di usus 5, Rute mana yang mau digunakan yang relatif aman, Melalui mulut, suntiken atau ‘melalui dubur. 6. Melalui jalan mana yang menyenangkan bagi dokter atau pasien. Ada orang yang sukar menelan dan ada orang yang takut disuntik, Dan waktu muntah orang sukar ‘untuk minum obat 7. Obat mana yang harganya relatif murah Dengan berbagei pertimbangan tersebut, dapat dipilih antara pelbagai cara untuk smemberikan obat a. Bfek sistemis 1. Oral Pemberian obat melalui mulut (secara peroral) adalah cara yang pling lazim, arena sangat proktis, madeh dan aman, Namun tidak semua obat dapat diberikan peroral, misalnys obat yang bersifat merangsang (emetin, aminofilin) atau yang 1s diuraikan oleh getah lambung (benzilpenisillin, insulin, oksitosin). Kerugiannya adalah beberapa obat akan mengalami perusakan oleh cairan lambung atsu usus. Pada keadaan pesen muntah-muntah, koms atau dikchendaki onset yang cept, pemberian obat scar orl idk memungkinkan.Seingaliresorpsi cba setlah pemberian orl tidak teratur dan dak lengkap meskipun formulasinya optimum, risalnya.senyawa-senyawa amonium kwartener (thazinamiam), ttraskin osaslin dan digoksin, Keberatan lnimnys adalah obat sel resorpsi harus ralui ha, dimana dapat tej inatives, sebehim dicdrkan ke tempat ejanya Kecepatan absorbs cbt melalui oral tergantung pada Ketesediaan ob erhadap cairan biologik yang disebut ketersodiaan haya, Urtan berkurangaya Ketersediaan hayati dari benuk obat ila: lrutan ~ suspens oral — kapul ~ able ~ tablet bert. Untuk mencap ek fkal dalam usus juga digunakan pemberian oral, misalnys obst cacing dan antibotika untuk menstritkan Jambung-usus pada infeksi stax schelam operasi (streptomisn, kanamisi, scomisin, beberapasulfonamida). Obat-obt ni justru tidak boleh diresorsi, beta pola zat konras R@ntgen yang dipaks untuk membuat foo lambung dan vue Sublingual (bat dkuyahhahus dan dtarh dbawah fia (ubtingual, dimana berlangsune resorpai oleh sclaput lendirsetempst ke vens-vena fidah yang sangat banyak ‘Koumungannya ilah dengan car ini obt langsung masuk Ke peredaran darah besar tanpa melalui hat, Kekurangannya adalah Kurang praktis untuk digunakan 16 terusmenerus dan dapat merangsang selaput lendir mulut. Hanya obat yang bersifatipofl dapat diberikan dengan jalan ini Injeksi Pemberian obat secera parenteral (berarti “diluar usus”) biasanya dipilih bila dikehensaki efek yang cepat dan kust. Atau untuk obat yang merangsang, atau pat dirusak oleh getah lambung, atau tidak diresorpsi usus (streptomisin), begita puls pada keedean pasien yang tidak sadar atau tidak mau bekerjasama. Kekuranganaye adalah lebih mahal dan nyeri, sukar digunakan untuk pasien sendiri,Terdapat bahaya infeksi dengan kuman (harus stril) dan bahaya merusak ppembuluh atau syaraf jika tempat suntikan tidak dipitin dengan tepat. Macam- ‘macam ruteobat secara parenteral ialah = injksi intrakutan/intradermal (ik/i.d) disumtikkan sedikit (0,1-0,2 ml) dalam ‘kulit untuk tujuan diagnosa yaitu menentukan penyakit = injeksi subkutan/hipodermik (kh) disuntikkan dibawah kulit kedalam alveola dan obstnys lambat diabsorbsi jadi intensitas ef sistemiknya dapat diac. = Injeksi intra muskuler (.m.) disuntikkan masuk otot daging. Injeksi dapat Derupe larutan, suspensi stau emulsi, Dipakai jenis suspensi dan emulsi dimaksudkan untuk memperoleh efek yang diperpanjang, ” ‘= nj inant) suka lngsung hedlam pembulsh dah, Lara ini ans jemih, Inf, vol cana yang bs, beyak mengandng ett, mengandang ans nis casi ala a ty conto nk nave 9 Inet invatekalik), inp intastal, dsian Neda smsum twang, ela (atara3-4ata 54 embarverce) yang a aan erro 1 nj inrapeitoncal Gp) chs, pdr distin Kedalam pir, datas loramete, psi penutup oak eran don samsum ang elas ‘= Inrasternalis) suntan eda dtr scum lang ela dst ak "naar angsng ke clam jantung 1 Implants subhaton (Oat cam beta pallet ser (bl ins Kai) dimaruan di tava ait dengan sata lat Khas (ea) Tertama diguakan untuk fk semis lana, misalya homonsarmon Aetaminestacl dan esosteroe) dan DOCA. Akiba resort yang lat st pet dopa ‘reps at hifi scare eta staal Laman eta Femberian bt mela rerum (iba) yak salt umok bet yang merngsang st yang eat rw sam lambun,basnys dalam bent sappostoriam (pl tt, kadang kadang stupa cairan Roma: 2-10 ml, Lnvemen: 10-10, Seighali dgunakan pods psn yang mal tay munih-nniah (mabok jalan, mig) sta yang teams sit ani menclan tablet. Ads alana joa un fk loka, mislne nksane (ont fk sept) dan sma Cored atau neomisi), Basyk ost idk desma tert dan lenghap ar eam, imal feral, Horamfniol sulfmanid (hanya 20%) dan scegsinon. Schinges sche divran dois yang mecbihi doi ol dan sigaskan Bil eum se pet ‘engin ina, Akan tp sth ba resorption eh tear Sundinghan dengan peor 18 Ek Lokal 1. Intronat Scar intl (pela hing) ipa es hing pod scons unk menu smukos yang tenga (cfihn, kilometre dan scogsiny). Kadang hang jogs ck sistema mialyavspesn dn hrthostrtds lames, 2. Inka (as dan a testang esingal iberkan staal ins, yi aan db yang dsemprtkan te dalam ut dengan at srs Sempra ca inp dengan wd dan scp ej leh mukoss mut, enggrokan, dan slam aft, Tang mel hai ott dengan pat resi peredaran dh an menghasihan cay, Yang digas nals ah sect mum (cte-haltn) dan chat obatasma (arena sprenalin, deamon ean Iekionetson) dengan mad meng Kast stomp yang tng dengan fk tthe women, Crs ln: aren anes tang pad ain hss seb tutyp hing. Uop yang ‘intl isp ntl), Cara made : mengenatan twp hidung don ipasang pode mesin a. 3. Mana mata dan tinge ‘Ott mata can slp aka! uta mengoatpeyait mata ata lings, Oat tees mata aa teosana arent ot apt eure Rada dah on menmbullan ef wks, mileya nop 4 Inteeginal Untuk mengst sca nal ganguan vagina ed skp sta alt yang ars dima 1 dalam vagine don maa sit, misln metromidszol dan pimasrin pda vaginalis (eatng) sitet parc porasit ishomonas dan candida, Obst dapat pula digunakan sags ‘wisn unk enceah Achuman, di mana zat spemisid (memati sell mani) Sasa alae tablet ets rim ase foam koala vagina 1 Kuttaopitaly Penggunaan obat pada Lalit dimaksudlan wntak memperleh cfek pods atau dalam kul, enuk obatnya dapat berup pt car dan semi pot, Kalit yang shat da wu shar seal liasuki ob. Tet tla ads herasakan, respi dapat trad. Ek ssemis yang menyusul dang berth tertama bila digunakan scare cous, raya tenatyp dengan plat: Salep lan Finimen (ob gosok) banyak digunalan unak meringanan rsa myer atau kak tot setempat sib ematk tau ganggna ai, Fangs! sep: = pembawvacbut untuk pengobatan lit + pumas pada it + pelndung ead rangsang pa kit, baer dn legen. ate penggunaan bet selengkapaya dpa diliat dalam daar 2 sebagai brit 50 Tata {Tia wank da alan sorb bat 1] Rererleran ‘maka malat mani laran acainal Gambon, penerpan cat meat membres musa pd ombung onus, member fk sitemik i | Sobingst imasldan aibevah ids penyerspan bat mel smembran mutoss. member ck sstemik it | Paral at inh ‘cao sain joan lambung dengan merbek bebe jacingan Irena mask pembutoh Imraan smenembas aun. member ek ma Intakt enemas alt, member fk item 4. mbiatan ‘bona kit member fo sistem «atmo rmcnembus tt ding member fk sistem iy | Aural licen pda aang tings, member fk oka 20 | inate “Tice pad wat, member eek Teka vii | Imearesprtril ‘nhalasberupa gis masukpar-por, member fk oa viii | Rekat imaskan ke dalam dub, dopat member fk loka ata sisemik ix | vagina imasuldan ke dalam Ing Kemaluan wanita, member fe kal x | Urea | pecah >} edistibusi |p) reseptor di Zataktit ekskres tempat teriepas kerja obat dan rut fase biofermasi/ fase frmakokinetika fase farmakodinamia farmasetik 1. Fase farmasetik, meliputi hancumya bentuk sediaan obat dan larutnya bahan obat dimana kebanyakan digunakan bentuk sediaan berupa obat padat. Fase ini ditentukan olch sifat-sifat galenik obat. Secara skematis mekanismenya adalah sebagai berikut 3 2, ‘Fase farmakokinetka, termasuk bagian proses invasi dan proses eliminasi atau evasi Yang dimaksud dengan Evasi adalah proses-proses yang. berlangsung pada pengambilan suatu bahan obst kedalam organisme (sbsorpsi, distibusi, sedangkan jinasi merupakan proses-proses yang menyebabkan penurunan konsentrasi obat dalam organise (biotransormasi,ckskres) Fase farmakokinetika adalah pejolanan bat mui ik mask obst kedalam badanhingga mencapal tempat aksnys, Poses, absorp, distribu, metaboisme dan ekskresi (A.D.MLE) biasanya berjelan besama vwaktunya socara langsung atau tak languung biasanya metipui pejlanan oat rns sel membran, Sebelim mencapaiKonsentrsi fei pa tempat aks, obat hans melakukan peetras beberap rintangan. 3. Fase frmakodinamia, Pads fase ini_morupakanineraksiobst dengan rescptor dan jngn prose-proses yang tebat dimana akhir dari efk farmakolgi tera, Aksi struktur khusus oba,potensinya berhubungan dengan intraksi yang teria dengan strultur kiss Ietanya, Oleh karen ible struktur tempat aksinya dapat ikea maka dapat dpi obat yang mempunysi struktur yang dapat nteraksi dengan tempat aslnya B. Absorps obat [Absorpsi suataobat al pengambian obat dari permukaan tbh (ermasuk mukosa seluran cera) atau dari tempat-tempat tetents dalam organ dalam kedlam alrandarah atau Kedalam sistem pembuluh Hinge. Dari alan darah atau sistem pembuluh limfe texndi distibusi obat Kedalam orgaisme Kescluruhan. Obat baru dapat berkhasiat agobila berhasil mencapi konsentrasi yang sesusi pada tempat kejanya, maka suaty absorsi yang cukup merupakan syarat untuk suatu efek trapeutik,sejuh bet tidak 34 igunakan secre intranasal atau tidak lengaung dipaka pada tempat kerenya. Absorps tidak mungkin tejadi tanpa suatu transport melalyi membran, Olch karena itu, perht diketahui mengenai struktur membran sel dan mekanisme fisika kimi yang terjadi dalam perjalanan obat melintasi membran dengan bersama-sama faktor yang mempengaruhi proses ini yang meliputiabsorpsi,distribusi, metabolisme, ekskresi termasuk perjalanan bat beserta produ pecahannya melintasi membran sl 1. Mekanisme absorpsi obat Penetrasi senyawa melalui membran dapat terjadi sebagai berikut ‘4 Difusi(pasif muri, ilah perjalanan zat langsung melalui lipid atau saluran berair. ». Difusi tefisiltasi ( melalui pembawa), pada difisi ini, moleku! hidrofil misalnya ‘ruktose berikatan dengan suatu pembawa yang merupakan protein membran Khusus, Pembawa dan komplcks pembawa substrat dapat bergerak bebas dalam membran, schingga penetrasi zat yang ditranspor melalui membran sel lipofl kedalam bagian dalam sel dipermudah ©. Transport akif atau disebutdifsi faites, yatu pemindahan molckul poler dengan ‘media alat pengangkut. Pada transport aktif, suatu senyawa harus ditransport melawan landaran konsentrasi dalam arti sustu transport dakigumung_ melalui ‘membran, Proses yang membutuhkan energi dapat ditambat secara kompetiti oleh seayawa dengan struktur kimia yang mirip dan secara tak kompettif oleh racun metabolisme, Asam amino, berbagsi gua, den asam nukleat diabsorpsi dengan cara 4 Pinositoss,fagositosis, dan persompsi, Pade pinositsis, tetesam-tetesen cairan kecil Tikus besar > Anjing > Manusia Hast meabolisme obst dapat dipengaruhi oleh jenis, schagei contoh alah betanidin icksesitan pada manusia tanpa berubah, pada anjng tej N-dimetilasi dan pada tikus besar mengalami cincin hidrokslas © Umer ‘Waktu paruh beberapa obat bagi bayi_ adalah lebih lama dibanding orang biass, hal inikarena pada bayi yang baru lahir Kekurangan enzim mikrosomal, sehinga obst ‘memilkiefek yang lama dan kuat sera reaksi yang berlawan dapat pula mak. Conoh onjugasi Koramtenikol dengan asam glukuronat lebih toss di bayi yang baru lair dibanding terhadap orang dewasa st £ Inhibisi dan induksi metabotisme ‘Adanya interaksi bersaing due substrat untuk enzim menimbulkan hambatan eazim rmemetabolisme obat. Ffek keseluruhan tergantung pada kadar relaif dari dua macam sulfat dan afiitasnya pada letak aktifnya, Pada tahap akhir kehamilan, kadar progesteron ddan pregnandiolyang tinggi akan menghambat metabolisme obat seperti Petidin, Barbital ddan Kumarin Pada pemulangan pemakaian beberapa obat, dapat tejasiinouksi,aktiftas coksidase yang merupakan fungsi campuran mikrosomal heti dan enzim lainnya.. Obat- ‘obat lain yang menginduksi pada manusia adalah; fenil butazon, gliseofurin, fenitoin, rivampisin, glutemida efeknya menjadi maksimal setelah 2-3 minggu dalam dosis ‘langan, Bila pemberian obat dihentikan dalam 3-4 minggu, kadar enzim akan menjadi normal Penginduksian kemungkinan disebabkan metabolisme obat yang lambat stax penginduksian dalam kadar obat yang tinggi dan menempati leak aktif dari enzim yang diinduksi untuk waktu yang ppanjang. Hal terscbut mengakibatkan penekanan fungsi gen dan dlikuti kenaikan sintesa protein enzim dan hasiinys akan memperbesar aktifitas ‘enzim, Akibat yang timbul karena induksi techadap efek obat tergantung pad aktifitas smetabolik yang tejadi dan jumlah kenaikan metaboli E. Ekskresi Obat [Ekskresi suatu obat menyebabkan penurunan konsentrasi bahan berkhasiat dalam tubuh 1. Organ tubuh yang berperanan ‘Organ terpenting untuk ekskresiobat adalah ginjal. Obatdickskresikan dalam struktur tidak berubah atau sebagai metabolit, Jalan lain yang utama adalah eliminasi obat melalui ‘empedu masuk kedalam usus kecil Obat atau metabolitnya dapat mengalami reabsorpsi 32 dan climinasi dalam fueses, Jalur ekskresi dengan jumlah obat sedikit adalah melalui Judah dan air susu merupakan suatu rute yang menimbulkan masalah bagi bayi yang 12) ‘umumnya terionisasi komplit pada pH fsiologis urine (pH : 4,8 ~ 7,5), atau klrensnya ‘tidak terpengaruh oleh perubahan pH urine, Sebaliknya asam organik dan base organik dapat dipengaruhi pH urine dan Kiirens ginjal berdasarkan hipotesa partsi pH. Bila 55 jonisasiobat yang bersifitasam menurun, maka reabsorpsi bat tesebut ak tan terambah, Obat yang benifit bas, seperti: anthistamin, amftamin, analgesic sekstresinya melalui ginjal dapat dinikkan dengan mengasamkan urine. dengan amo Kori, vitamin C dois besa atau dit protein yang tng Socara umum diktakan obat yang tak trionises, Kelastannya dalam lipid tings, dan jka bert molekalnya rendab akan eb suka masuk dalam air dah, banding bat yang keartannya dalam lipid rendah EFEK UTAMA DAN EFEK SAMPING PENGGUNAAN OBAT 1, Pengantar Bentuk sediaan obat, dengan zat aktif akan mengalam fase biofarmasctik,terjad! ‘ketersediaan farmasi, dimana zat alti siap diabsorpsi. Selanjutnys mengalami fase farmakokinetik, tradi ketersediaan hayati dimana zat aktf dapat memberiefek dar khirnya obat akan mengalami fase farmakodinamik dimana terjadiimeraksi dengar resepior badanditempat kerja, schingga ef& terapi yang dikehendaki tejad. Dalam modul kedua ini akan dibehas mengenai mekanisme kerja obat dan efek ferapetik dari obat yang dapat anda jumpai pada kepiatan belajar satu serta eftk yang tidak diinginkan peda penggunaan obet yang akan anda temui pada kegiatan belajar ua 2, Tujuan Instraksionsl Umum Dengan mempelajari modul kedua ini, diharapkan anda dapat memahami mengenai cefek penggunaan obat yang benar seria efek samping obat yang tidak termasik kegunaan trai “Tebess Mec shee hs Setclah anda menyelesaiken modul ini, diharapkan anda dapat 4 menguraikan dengan benar mekanisme kerja obt, , menguraiken dengan bens, eftk teapetikobat, ‘¢menguraikan dengan benar,efek yang tidak diinginkan pada penggunaan bat. 4. Kegiatan Beajar 6s sities EFEK PENGGUNAAN OBAT 4.1.1. Uraian dan conto ‘A. Mekanisme kerja obat Meskipun sudah banyak diketahu, tentang efek obat dalam tubuh manus, pade Kkebanyaken hal, mekanisme Kerjanya belum difehami dengan benar. Mekanisme ‘erja obat dapat digolongkan sebagai berikut 1. Mekanisme secare fisika Misalnya anestetika inhalasi, laksansia dan deuretika osmotik. Abtivitas ‘anestctike inhalesi berhubungan langaung dengan sifat lipofilnya Obst ini dianggap mclarut dalam lepisan lemak dari membran sel, hel ini menyebabker Iransfer normal dari oksigen dan zat-zat gici terganggu, dan abtivtes sel ‘erhambat, schingaga mengakibatkan hilangnys perassan. Pencahar osmotik (magnesium dan nstrum sulfat)lambat sekali diresorpsi usus, dan dengan proses osmosis menarik air dari sckitarnys, [si usus bertambah bess smerangsang dinding usus secara mekanis untuk mengeluaskan isinya 2. Mekanisme secara kimiawi Sebugai contoh antasida lambung dan zat-rat Khelasi Antasida sebagai contoh, natrium bikarbonat, aluminium dan magnesiu hidroksida, dapat _mengikat asam lambung yang berlebihan dengan reaks ‘netralisasi kimiawi, Zat-zat Kkhelasimengikat ion-ion logam erat pade rmolekulaya, dengan suatu ikatan kimia khusus. Komplek yang terbentuk tidak toksis lagi, dan mudah dickskresi ginjal. Contoh : dimerkaprol (BAL), natvium edetat (EDTA), dan penisilamin (dimetil sistgin) yang dapat berfungsi sebagai bat rematik 3. Dengan proses metabolisme Proses metabolisme berbagai macam misalnya, antibiotika mengganggu pembentukan dinding sel kuman sintesis protein, atau metabotisme asam nokleat Antimitotika (mencegah pembelahan inti sel) dan diuretike (menghambat proses, filtrasi atau mempertinggi). Probenest, sustu obat encok, yang dapat menyaingi ppenislin pada sekresi ubuler, sehingga ekskresinys dihambat, dan efekaya » MDK= az Dosis yang memberi terapi efektit MDK digunakan untuk mengevaluasi keamanan dalam penentukan dosis untuk manusia. 6. Efek teratogen Dari peredaran darah ibu, zat-zat gizi dan pertumbuhan masuk dalam sirkulas fetus (anin) dengan melintasi plasenta. Dalam plasenta terdapat membrar semipermeabel yang dapat merupakan rintangan seperti pada rintangan drat bila Kadar dalam plasma tings, dapat pula melintasi plasenta. Karena sistem climinasi dalam peredaran janin belum sempurna, maka obat akan lama dalam peredaran darah di janin Bick teratogen adalah efek obat yang pada dosis terapetik untuk ibu dapat mengakibatkan cacat pada janin, seperti fokomelia (kaki dan tangan seperti singe Ju), mata, telinga, saluran pencernaan dan saluran kemih rustk, Maka untuk ibe ‘yang hamil mada dalam mengatasi musl, morning sickness sodikit_ mungkir ‘menggunakan obat, Penggunaan obat tidur thalidomid oleh ibu hamit muda telah menyebabkar retusan bayi yang dilahirkan cact, yang pornah terjadi di Inggris dan Jerman Barat pada tahun 1960 sampai 1961. Obat-obat seperti antasida, asctosal, sulfonamid, diduga dapat menimbutkan efek teratogen. cy 7. Bfek pengulangan obat. Pada pengulangan atau perpanjongan penggunaanobst, dapat diperolehefek: ft yang kurang disenang atau tidak dinginkan, sepesti . reaksi hipersensitif, adalah reaksi alergik, merupakan respon abnorma ferhadap obat atau zat dimana pasen sebclumnya telah Kontak dengat bat terscbut, yang berkembang imbulnyasuat antibod b Kumulasi adalah, suatu fenomena pengumpulan obat dalam badan sebaga Isl pengulangan penggunaan obat dimana obat dickskresikan lebit Jambat dibanding dengan absorpsnya. Dengan demikian, walaupun dala pengulangan dosis terapi dengan adanya dosis terapi dapat terjadi efeh toksia . Toleransi adalah fenomena betkurangnya respon techadap dosis yang same dari obat, Agar trad fk terapetik yang sama, dosis yang, dierikar ‘harus diperbesar secara terus-menerus. Ada tiga macam toleransi ita = tolerant bawaan (primer, terdapat pada sebayian orang atau binatang tertenty, mislnyatoleransiterhadapatropin bagi keting + Toleransi prolchan (chunder) dichut pola fabituasi atau kebiasan rmerupakan ioleransi yang timbul setelah suatu obst digunakan untuk beberapa wakiu. Onganisme dapat menjadi kurang peks terhdap obst teracbut Hibituasi adalah sustu gala ketergamtungan psikologik terhadap satu obst Moounut WHO karakeristikhabiuas adalah 3 1), Reinginan untuk selau menggunakan suatu obat, 2) eda kecenderungan untuk menaikkan dosis, '3)-menimbutkan beborapa ketergantungan psikik, 4) seauatu ef yang merugkan tertutams pads individu ‘Toleransisilang, dapat terjadi antara zat-zat dengan struktur kimia yang serupa (fenobarbital dan butobarbital) atau kadang-kadang pada zat yang berlainen, misalnya alkohol dan barbital 4d. Tabbifilaksis. Merupakan fenomena berkurangnya kecepaten respon ‘erhadap aksi obat pada penggunaan pengulangan obat dalam dosis yang sama, Respon mula-mula tidak dapat diperolch meskipun dosisnys