Anda di halaman 1dari 13

ACARA 3

ANALISA JENIS TEKSTUR DAN


REAKSI MINERAL DALAM
BATUAN BEKU DAN GUNUNGAPI
PRAKTIKUM PETROGRAFI

PENDAHULUAN
Objektif praktikum
Mahasiswa diharapkan mengetahui dan memahami jenis tekstur sebagai hasil
reaksi mineral pada
kondisi tertentu, yang digunakan untuk mengetahui genesa terjadinya.
Materi berisikan beberapa jenis tekstur yang umum terdapat pada batuan beku
dan gunungapi,
disertai pendekatan untuk petrogenesanya
Durasi praktikum
Praktikum dilaksanakan dalam 100 menit, yang terbagi menjadi :
pembukaan (presensi) : 10 menit
review materi praktikum : 10 menit
Pre Test dan Kuis : 10 menit
Pengamatan sayatan : 60 menit
Penutupan dan tugas laporan : 10 menit
Target pencapaian praktikum
Mahasiwa mampu mengamati dan menghitung persentase komposisi beberapa
objek dalam 1
(satu) conto sayatan tipis jenis batuan beku koheren dan 1 (satu) sayatan tipis
jenis batuan piroklastika.

Referensi
1) Bowen, N. L., 1928, The Reaction principle in petrogenesis,
The Journal of Geology, Vol.
30, No. 3, pp. 177-198
2) Philpotts A.R., 1989, Petrografi of Igneous and Metamorphic
Rocks, Prentice-Hall, Inc,
Engewood Cliffs, New Jersey, 179 p.
3) Mackenzie, W., S., Donaldson, C.H., Guilford, C., 1982, Atlas
of Igneous Rocks and their
Texture.
4) McPhie, J., Doyle, M. & Allen, R., 1993, Volcanic Textures : A
guide to the interpretation
of textures in volcanic rocks, CODES, Univ. of Tasmania, Hobart,
196 p.
5) Best, M., G., 2003, Igneous and Metamorphic Petrology,
Blackwell Science Ltd, 760 p.
6) Le Maitre, R., W., International Union of Geological Sciences,
2002, Igneous Rocks A
Classification and Glossary of Terms, Cambridge University

Asosiasi mineral
Mineral dalam batuan hasil kristalisasi magma, dapat terjadi dengan
berbagai cara
sehingga menghasilkan keberagaman. Batuan beku sub-alkalin yang
berasosiasi dengan
fraksinasi kristalisasi seperti pada tataan tekntonik subduksi akan
menghadirkan mineralogi
normal seperti pada seri reaksi bowen (Bowen, 1922) yang merupakan
rangkaian seri reaksi
mineral secara fisik dan kimia, yang saling berasosiasi. Konsep asosiasi
mineral dalam batuan
beku lebih tepat menggunakan seri reaksi Bowen.

Tekstur batuan beku


Tekstur dalam batuan beku merupakan hubungan antar mineral
atau mineral dengan masa gelas yang membentuk masa yang
merata pada batuan. Selama pembentukan tekstur dipengarui oleh
kecepatan dan stadia kristalisasi. Yang kedua tergantung pada suhu,
komposisi kandungan gas, kekentalan magma dan tekanan. Dengan

1.Derajat kristalisasi
Derajat kristalisasi merupakan keadaan proporsi antara masa kristal dan
masa gelas dalambatuan. Dikenal ada tiga kelas derajat kristalisasi, yaitu :
a ) Holokristalin : apabila batuan tersusun seluruhnya oleh masa
kristal
b) Hipokristalin : apabila batuan tersusun oleh masa kristal dan
gelas
c) Holohylalin : apabila batuan seluruhnya tersusum oleh masa gelas

2. Granularitas
Granularitas merupakan ukuran butir kristal dalam batuan beku, dapat
sangat halus yang tidak dapat dikenal meskipun menggunakan mikroskop,
tetapi dapat pula sangat kasar. Umumnya dikenal dua kelompok ukuran butir,
yaitu afanitik dan fanerik.
A. Afanitik Dikatakan afanitik apabila ukuran butir individu kristal sangat
halus, sehingga tidak dapat dibedakan dengan mata telanjang.
b. Fanerik
Kristal individu yang termasuk kristal fanerik dapat dibedakan menjadi
ukuran-ukuran :

3. Kemas
Kemas meliputi bentuk butir dan susunan hubungan kristal dalam suatu
batuan.
a. Bentuk kristal Ditinjau dari pandangan dua dimensi, dikenal tiga
macam :
- Euhedral, apabila bentuk kristal dan butiran mineral mempunyai
bidang kristal yang
sempurna, dibatasi oleh bidang kristal mineral tersebut.
- Subhedral, apabila bentuk kristal dari butiran mineral dibatasi oleh
sebagian bidang kristal
yang sempurna (bidang kristal mineral tersebut)
- Anhedral, apabila bentuk kristal dari butiran mineral dibatasi oleh
sebagian bidang kristal
yang tidak sempurna, dan dibatasi oleh bidang kristal mineral lainnya.
Secara tiga dimensi dikenal :
- Equidimensional, apabila bentuk kristal ketiga dimensinya sama panjang.
- Tabular, apabila bentuk kristal dua dimensi lebih panjang dari satu dimensi
lain.
-.Irregular, apabila bentuk kristal tidak teratur.
b. Relasi
Merupakan hubungan antara kristal satu dengan yang lain dalam suatu

Panidiomorfik granular, yaitu sebagian besar mineral berukuran


seragam dan euhedral.
Bentuk butir euhedral merupakan penciri mineral-mineral yang terbentuk
paling awal, hal ini
dimungkinkan mengingat ruangan yang tersedia masih sangat luas sehingga
mineral-mineral
tersebut sampai membentuk kristal secara sempurna.
Hipiodiomorfik granular, yaitu sebagian besar mineralnya
berukuran relatif seragam dan
subhedral. Bentuk butiran penyusun subhedral atau kurang sempurna yang
merupakan penciri
bahwa pada saat mineral terbentuk, maka rongga atau ruangan yang
tersedia sudah tidak
memadai untuk memadai untuk dapat membentuk kristal secara sempurna.
Allotiomorfik granular, yaitu sebagian besar mineralnya berukuran
relatif seragam dan
anhedral. Bentuk anhedral atau tidak beraturan sama sekali merupakan
pertanda bahwa bahwapada saat mineral-mineral penyusun ini terbentuk
hanya dapat mengisi rongga yang tersedia saja. Sehingga dapat ditafsirkan
bahwa mineral-mineral anhedral tersebut terbentuk paling akhir dari
rangkaian proses pembentukan batuan beku.
2) Inequigranular, apabila mineralnya mempunyai ukuran butir tidak

Tekstur khusus batuan beku dan piroklastik


Tekstur dalam batuan beku dan piroklastik, memiliki beragam jenis yang
terbentuk oleh kondisi
berbeda-beda dan asoisasi mineral yang berbeda juga. Hal inilah yang
menjadikan pengamatan
tekstur pada batuan beku menjadi penting, untuk kegunaan lebih lanjut.

Beberapa jenis tekstur batuan beku, pada jenis vulkanik dan plutonik

Jenis-jenis tekstur khusus batuan beku dan deskrip sisingkatnya.


Gambar

Deskripsi
Spherulitic
Adalah tekstur yang memancar dari array berserat (seperti jarum,acicular)
kristal yang umum di kaca batuan vulkanik felsic. Spherulites biasanya duamineral agregat (terutama kuarsa dan feldspar), Spherulites terbentuk selama
disebut proses devitrifikasi ("de-gassing"proses) dalam obsidan, kaca alami.
Selama devitrifikasi kaca perlahan mengkristal untuk mineral

seperti

kristobalit dan feldspars.

Intersertal
Tekstur batuan beku yang ditunjukkan oleh susunan intersertal antarkrista
lplagioklas ;mikrolit plagiklas yang berada di antara / dalam massa dasar gelas
interstitial

Basalt dengan groundmassintergranular

Intergranular
Tekstur ini memiliki kenampakan berupa adanya kumpulan mineral mafik
(biasanya piroksen) dengan ukuran relatif lebih kecil di

antara mineral

plagioklas yang tersusun secara acak dan tidak teratur. Proses pendinginan
berlangsung secara bertahap dari mineral Ca plagioklas selanjutnya mineral
piroksen yang terbentuk pada proses pendinginan lebih cepat. Karena
mineral piroksen terbentuk setelah plagioklas, mineral ini cenderung mengisi
ruang-ruang antara plagioklas.

trakitikintrusitrakit di G. Muria

Trakitik

Tekstur ini memiliki kenampakan yang cukup menarik berupa adanya mikrolit atau
crypto crystalline plagioklas yang menunjukkan kesejajaran di antara mineral lain.
Tekstur trakhitik sering di temukan pada batuan beku vulkanik.
Tekstur ini terbentuk akibat adanya aliran magma atau lava yang membuat orientasi
penyusunan mineral menjadi sejajar. Hal ini cenderung disebabkan karena bentuk
kristal plagioklas yang cenderung memanjang akan lebih mudah mengikuti arah
aliran lava atau magma sesuai dengan arah memanjang nya kristal..

Olivin dalam basalt dengan groundmass pilotassitic

Pilotasitik

Tekstur ini memiliki kemiripan dengan tekstur trakhitik dimana terdapat


penyejajaran mikroli-mikrolitplagioklas. Penyusunan mikrolit-mikrolitplagioklas
nya cenderung sub- paralel. Kehadiran mikrolit plagioklas ini juga sering disertai
mikrokristalin lain. Tekstur ini terbentuk juga karena aliran magma atau lava yang
memperngaruhi penyusunan mikrolit-mikrolitplagioklas pada batuan beku, namun
pengaruh aliran tidak terlalu dominan sehingga penyusunannya cenderung subparalel. Aliran seperti ini bisa terjadi karena aliran lambat atau aliran lava kental.

Ofitik pada doleritik (basal); mineral plagioklas dikelilingi oleh mineral olivin Ofitik
dan piroksen klino

Yaitu tekstur batuan beku yang dibentuk oleh mineral plagioklas yang tersusun secara
acak dikelilingi oleh mineral piroksen atau olivin. Jika plagioklasnya lebih besar dan
dililingi oleh mineral ferromagnesian, maka membentuk tekstur subofitic.
Dijumpai dalam batuan bekubasa-ultra basa, contoh basalt. Perubahan tekstur dari
intergranular ke subofitic dalam basalt dihasilkan oleh pendinginan yang sangat cepat,
dengan proses nuk leasikristal yang lebih lambat. Perubahan terstur tersebut banyak
dijumpai pada inti batuan diabasik atau doleritik (dikebasaltik).

Zoning
Adalah fitur dari kristal dimana zona pertumbuhan yang berbeda dari kristal memiliki
komposisi yang berbeda. Menunjukkan ketidak seimbangan karena untuk zona kimia harus
dipertahankan difusi kimia harus cukup terhambat untuk mencegah homogenisasi komposisi
kristal. Biasanya zonasi kimia menunjukkan tingkat pendinginan yang lebih tinggi.
Beberapa jenis zonasi kimia di identifikasi atas dasar perubahan dalam komposisi yang
terjadi dari satu zona pertumbuhan lain melalui kristal. Ini termasuk: (1) zonasi normal, (2)
zonasiterbalik, (3) osilasizonasi, (4) zonasisektor, (5)membelitzonasi, (6) zonasi terus
menerus, dan

(7) zonasiterputus-putus. Dapat terjadi pada Plagioklas, dan beberapa

kelompok piroksen.

Olivin dengan Corona dari Phlogopit

Corona
Adalah tekstur dimana kristal besar dikelilingi oleh satu atau lebih kristal mineral lain yang
lebih halus. Tekstur corona sering timbul karena reaksi antara kristalhost dan bahan
sekitarnya untuk menghasilkan fase mantling, namun, beberapa tekstur korona juga timbul
dengan pertumbuhan epitaxial melibatkan nukleasi fase mantling pada kristal tanpa reaksi.
Bukti untuk reaksi di tekstur corona termasuk embayments atau pembulatan dari kristal host,
atau rims berlapis-lapis yang terdiri dari beberapa tahapan muncul secara berurutan dengan
jarak dari kristal.

Anorthoklas dengan eksolusi lamellae

Eksolusi
adalah suatu proses dimana pada tunmixes fase solusi menjadi dua fase terpisah dalam
keadaan padat.
Exsolution hanya terjadi dimineral yang komposisi bervariasi antara dua atau lebih murni
komposisi endmember.

Mirmekitik pada granit

Mirmekitik
Tekstur dimana kuarsa yang berbentuk menjari di inklusi oleh
plagioklas asam (oligoklas)

Miarolitic Cavity
Adalah tekstur khusus pada batuan beku dimana lubang atau
cavities pada batuan beku yang terbentuk akibat dekompresi
selama pembekuan terisi oleh berbagai jenis mineral : berupa
epidot, klorit, kuarsa, muskovit dan mineral lain tergantung unsur
kimia yang terbawa oleh unsur volatil pada magma yang nanti
nya membentuk senyawa kimia sehingga membentuk mineral
Graphic
Adalah tekstur pada batuan beku dimana alkali feldspar dan
kuarsa tumbuh bersama(intergrowth), disini kuarsa berbentuk
runcing runcing.

Laporan sementara
Sketsa berwarna
Deskripsi mikroskopis (mineral ,tekstur dan presentase (kualitatif))
Deskripsi mineral
Deskripsi Tekstur

Laporan Resmi
Foto ppl dan xpl
Deskripsi mikroskopis (mineral , tekstur dan presentase (kualitatif dan kuantitat
Presentase kuantitatif dicantumkan grid 225(15x15) beserta tabel seperti acara
Lampiran laporan semestara.
Dikumpulkan acara selanjutnya

READY FOR MID TEST??


SEE YOU AGAIN !!!