Anda di halaman 1dari 22

2.

2 Tanda-tanda Kehamilan
Tanda-tanda kehamilan merupakan saat yang paling dinantikan oleh seorang
perempuan yang menginginkan dirinya memiliki seorang buah hati dambaan keluaga
(family hoping). Dengan terjadinya kehamilan menandakan bahwa pasangan suami isteri
memiliki tingkat kesuburan yang baik dan hal ini juga menandakan bahwa mereka tidak
memiliki masalah kesehatan yang berarti.
hadirnya

seorang

buah

hati

dalam

Dengan datangnya tanda-tanda kehamilan,

keluarga

mereka

tinggalah

menunggu

waktu.

Namun ada kalanya, pasangan suami isteri belum mengetahui secara betul mengenai
tanda-tanda kehamilan ini. Mereka kadang masih bingung membedakan mana tanda-tanda
kehamilan (pregnancy symptoms) sebenarnya dengan

tanda akan datang menstruasi,

karena banyak kasus terjadi bahwa tanda-tanda kehamilan biasanya mirip dengan tandatanda akan datang menstruasi.
Ketidaktahuan mengenai hal ini juga menyebabkan beberapa kasus terjadinya keguguran
(miscarriage).
Hal ini disebabkan masih dilakukannya suatu aktivitas atau konsumsi makanan yang
seharusnya tidak boleh dilakukan selama kehamilan, padahal sebetulnya dia sudah
mengalami

kehamilan.

Dengan

ketidaktahuan

akan

tanda-tanda

kehamilan

juga

mengakibatkan persiapan yang matang menyongsong kehamilan menjadi terabaikan.


Sebaliknya, banyak kasus para keluarga stress karena tanda-tanda yang sudah dianggapnya
sebagai sebuah tanda kehamilan, ternyata sesudah dilakukan beberapa kali test ternyata
hasilnya negatif. Bayangan dan dambaan kehamilan yang mereka tunggu akhirnya menjadi
sirna. Banyak para perempuan menilai bahwa tanda-tanda kehamilan hanya melihat dari
satu sisi saja, yaitu terlambat datangnya menstruasi. Memang betul, salah satu tanda-tanda
kehamilan ini adalah terlambatnya menstruasi. Namun, terlambat menstruasi ini juga bukan
hanya disebabkan oleh kehamilan saja, banyak hal yang mempengaruhinya, pola makan,
stress, kecapaian, adanya gangguan hormonal dsb.

2.2.1 Tanda-tanda Kehamilan Tidak Pasti


a.

Amenore
Amenore merupakan salah satu tanda kehamilan tidak pasti karena amenore bisa

terjadi pada wanita yang siklus menstruasinya tidak teratur baik pengaruh hormonal
maupun pola makan, stress dan kecapaian.
b.

Mual

Sekitar 50% perempuan yang mengalami kehamilan akan memiliki tanda-tanda ini.
Pemicunya adalah peningkatan hormon secara tiba-tiba dalam aliran darah. Hormon
tersebut adalah HCG (Human chorionic Gonadotrophin). Selain dalam darah, peningkatan
hormon ini juga terjadi pada saluran air kencing. Makanya, alat test pack kehamilan
dilakukan melalui media air seni, hal ini dilakukan untuk mengukur terjadinya peningkatan
kadar hormon HCG tersebut. Peningkatan hormon ini akan mengakibatkan efek pedih pada
lapisan perut dan menimbulkan rasa mual. Rasa mual ini biasanya akan menghilang
memasuki kehamilan trimester kedua.
3
Jika, rasa mual dan muntah masih terjadi pada usia kehamilan trimester kedua,
sebaiknya periksakan dan konsultasikan mengenai hal ini ke dokter anda, karena akan
mengganggu kehamilan anda. Mual dan muntah ini biasa morning sickness karena biasanya
terjadi pada saat di pagi hari. Namun kenyataannya, mual dan muntah dapat terjadi pada
siang dan malam hari juga. Bahkan morning sickness terjadi hanya ketika si ibu mencium
aroma atau wewangian tertentu.
Meskipun 50% mual dialami oleh wanita yang sedang hamil tetapi gejala mual ini bukan
merupakan tanda pasti pada kehamilan kerena mual seperti ini bisa dialami oleh selain
wanita hamil dengan berbagai faktor penyebab terjadinya mual tersebut.
c.

Mengidam
wanita hamil biasanya menginginkan makanan-makanan tertentu. Ini terjadi bulan-

bulan pertama hal inilah yang sering kita kenal dengan mengidam. Sudah tidak asing lagi
mendengar kata ini saat ada seseorang yang sedang hamil. Mau ini, mau itu lalu tiba-tiba
Anda ingin makan buah-buahan yang rasanya asam, padahal sebelumnya sangat benci
terhadap buah yang rasanya asam. Jika Anda menjadi pemerhati masalah makanan,
mungkin ini adalah tanda-tanda sedang hamil. Tetapi mengidam bukan salah satu tanda
pati bahwa wanita mengalami kehamilan.
d.

Pingsan
Mungkin Anda sering menonton adegan wanita hamil yang pingsan. Namun faktanya

ini dapat terjadi karena kadar jumlah gula di tubuh yang rendah. Oleh karena itu, pastikan
anda cukup makan dan tentunya banyak minum supaya tidak kekurangan cairan tubuh. Dan
gejala pingsan ini tidak menjadi tanda pasti kehamilan karena pingsan bisa dialami oleh
siapapun baik yang sedang mengalami gangguan kesehatan dll .
e.

Anoreksia

Memalingkan hidung dari suatu makanan tertentu biasanya merupakan tanda-tanda


awal bahwa sedang hamil. Bahkan bau makanan tertentu bisa menyebabkan rasa mual di
awal kehamilan.
Satu studi mengatakan bahwa ibu hamil biasanya tidak suka pada bau kopi di mingguminggu awal kehamilannya. Daging, produk yang mengandung susu Dan makanan
berbumbu tajam adalah objek yang biasanya paling tidak disukai pada saat kehamilan.
f.

Mamae menjadi tegang dan besar


Pengaruh hormon estrogen dan progesteron yang merangsang duktuli
dan alveoli di mamae. Kelenjar Montgomery tampak lebih jelas.tetapi ini
bukan merupakan tanda pasti kehamilan karena hal seperti ini juga bisa
terjadi pada wanita yang akan mengalami menstruasi.

g.

Sering kencing
Karena pada kandung kencing saat bulan-bulan pertama tertekan oleh
uterus yang mulai membesar. Pada akhir triwulan ketiga, gejala ini timbul lagi
karena kepala janin menekan kandung kemih.

h.

Varises
Terdapat pada kaki, betis, vulva biasanya dijumpai pada triwulan
terakhir.tetapi varisespun bisa terjadi pada wanita bukan hamil.

i.

Pigmentasi kulit
Pengaruh hormon kortikostroid plasenta yang merangsang nelanofor
dan kulit. Dijumpai pada muka (chlosma gravidarum) areola mamae menjadi
lebih hitam, leher dan dinding perut (linea nigra = grisea).

2.2.2 Tanda Kemungkinan Hamil


a.

Pembesaran, perubahan bentuk dan konsistensi rahim.


Pemeriksaan dalam diraba bahwa uterus membesar dan makin lama makin bundar

bentuknya.

Tanda piscazek, uterus membesar ke salah satu jurusan hingga


menonjol jelas.

Konsistensi rahim menjadi lebih lunak terutama daerah isthmus


uteri yang disebut tanda Hegar

Tanda piscazek, uterus membesar ke salah satu jurusan hingga


menonjol jelas.

Konsistensi rahim menjadi lebih lunak terutama daerah isthmus


uteri yang disebut tanda Hegar.

b.

Perubahan pada serviks.

Di luar kehamilan konsistensi serviks keras, seperti ujung


hidung.

Dalam kehamilan serviks menjadi lunak, seperti bibir atau


ujung bawah daun telinga.

c.

Kontraksi Braxton hicks.

Waktu palpasi uterus yang lunak menjadi keras karena


berkontraksi

d.

Balotemen.

Dapat ditentukan dengan pemeriksaan luar maupun dengan jari


yang melakukan pemeriksaan dalam.

Pada bulan keempat dan kelima janin itu kecil dibandingkan


dengan banyaknya air ketuban maka kalau rahim didorong dengan
sekonyong-konyong atau di goyang maka anak akan melenting ke
dalam rahim.

e.

Meraba bagian anak.

Dapat dilakukan bila anak sudah besar.

Kadang-kadang tumor yang padat seperti myoma, fibroma,


dapat menyerupai bentuk anak.

f.

Pembesaran perut.

Setelah bulan ketiga, rahim dapat diraba dari luar dan mulai
pembesaran perut.

g.

Tanda Chadwick.

h.

Warna selaput lendir vulva dan vagina menjadi ungu.

Hasil positif pada tes kehamilan


Anda tidak akan tahu pasti apakah anda menjadi seorang ibu sampai anda melakukan
tes kehamilan. Jika Anda mendapatkan hasil negatif dan masih belum mendapatkan haid,
mungkin itu hanya saja anda terlalu dini untuk melakukan tes kehamilan.
Tunggu beberapa hari dan coba lagi Dan jika itu positif selamat anda akan menjadi
seorang ibu!

2.2.3 Tanda-tanda Kehamilan Pasti

a.

Gerakan janin yang dapat dilihat atau dirasa/ diraba juga bagian janin.
b.

Denyut jantung janin:

Didengar dengan stetoskop monorae leanec.

Dicetak dan didengar alat Doppler.

c.

Dicetak dengan alat /foto elektro kardiogram.


Dilihat dengan USG.
Kelihatan tulang-tulang janin dalam foto Roentgen

Perubahan Fisiologi dan Psikologis


pada Masa Kehamilan
LEDY TUNJUNG SARI (201204054)
PRODI D-IV BIDAN PENDIDIK
STIKES KARYA HUSADA
PARE KEDIRI
2013

1.1

Pengertian Kehamilan
Kehamilan adalah suatu keadaan fisiologis, akan tetapi pentingnya diagnosis
kehamilan tidak dapat diabaikan (Cunningham, etc) alih bahasa Hartono, dkk,
2006 : 23).

1.2
1.2.1
1.

Tanda Tanda Kehamilan


Gejala Kehamilan Tidak Pasti :
Tidak haid adalah gejala pertama yang dirasakan oleh seorang wanita yang
menyadari kalau dirinya sedang hamil. Penting untuk dicatat tanggal hari pertama
haid terakhir guna menentukan usia kehamilan dan memperkirakan tanggal
kelahiran. Rumus sederhana menentukan tanggal kelahiran yaitu tanggal ditambah
7 sedangkan bulan dikurangi 3, dihitung dari tanggal pertama haid terakhir.

2.

Mual dengan diikuti muntah ataupun tidak sering terjadi pada bulan bulan pertama
kehamilan.

3.

Mengidam atau menginginkan sesuatu baik itu makanan, minuman atau hal hal
yang lain.

4.

Gangguan buang air besar karena pengaruh hormonal.

5.

Sering kencing terutama bila kehamilan sudah besar.

6.

Kadang kadang wanita hamil bisa pingsan di keramaian terutama pada bulan
bulan awal kehamilan.

7.
1.2.2
1.

Tidak ada nafsu makan, mungkin ada hubungannya dengan mual mual diatas.
Tanda Kehamilan Pasti :
Perubahan warna kulit menjadi lebih gelap dari sebelumnya yang kira kira terjadi
diatas minggu ke 12 kehamilan.

2.

Keputihan atau keluarnya cairan berlebihan dari vagina karena pengaruh


hormonal.

3.

Perubahan payudara menjadi lebih tegang dan membesar.

4.

Pembesaran perut terutama tampak jelas setelah kehamilan 14 minggu.

5.

Tes kehamilan memberikan hasil positif.

6.

Pada perabaan di bagian perut dirasakan adanya janin serta gerak janin.

7.

Bila didengarkan menggunakan alat Doppler maka akan terdengar detak jantung
janin.

8.

Pada pemeriksaan USG dilihat gambaran janin.

9.

Pada pemeriksaan rontgen terlihat gambaran rangka janin.

1.3
1.

Perubahan Perubahan Fisiologi


Rahim atau Uterus

Perubahan fisiologis selama kehamilan pada uterus adalah uterus akan membesar
pada bulan bulan pertama dibawah pengaruh estrogen dan progesteron yang
kadarnya meningkat. Berat uterus normal 30 gram, pada akhir kehamilan (40
minggu) menjadi 100 gram, dengan panjang 20 cm dan dinding 22,5 cm.
Hubungan antara besarnya uterus dengan tuanya kehamilan sangat penting
diketahui, antara lain untuk membuat diagnosis apakah wanita tersebut hamil
fisiologik, atau hamil ganda, atau menderita penyakit seperti mola hidatidosa dan
sebagainya (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 89). Sumber lain juga
menyebutkan "rahim yang semula besarnya sejempol atau beratnya 30 gram akan
mengalami hipertropi dan hiperflasia sehingga beratnya menjadi seberat 1000
gram saat akhir kehamilan" (Manuaba, 1998 : 106).
2.

Serviks uteri
Perubahan fisiologis selama kehamilan pada serviks uteri terjadi juga karena
pengaruh hormon estrogen. Akibat kadar estrogen meningkat dan dengan adanya
hipervaskularisasi maka konsistensi serviks menjadi lunak (Hanifa, Abdul Bari dan
Trijatmo, 2005 : 89).

3.

Vagina dan Vulva


Perubahan fisiologis selama kehamilan pada vagina dan vulva juga terjadi akibat
hormon

estrogen

yang

mengalami

perubahan.

Adanya

hipervaskularisasi

mengakibatkan vagina dan vulva tampak lebih merah, agak kebiru-biruan (livide).
Tanda ini disebut tanda Chadwick. Warna porsiopun tampak livide (Hanifa, Abdul
Bari dan Trijatmo, 2005 : 95).
4.

Ovarium
Pada permulaan kehamilan masih terdapat korpus luteum graviditatis sampai
terbentuknya plasenta pada kira-kira kehamilan 16 minggu.

korpus luteum

graviditatis berdiameter kira-kira 3 cm. Kemudian mengecil setelah plasenta


terbentuk (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 95).
5.

Mamma

Mamma

akan

membesar

dan

tegang

akibat

hormon

somatomammotropin,

estrogen, dan progesteron, akan tetapi belum mengeluarkan air susu. Dibawah
pengaruh

progesteron

dan

somatomammotropin

terbentuk

lemak

disekitar

kelompok-kelompok alveolus sehingga mamma menjadi lebih besar. Papila mamma


akab lebih membesar, lebih tegak, dan tampak lebih hitam, seperti seluruh aerola
mamma karena hiperpigmentasi (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 95).
Sumber lain menyebutkan "sedikit pembesaran payudara, peningkatan sensitivitas
dan ras geli mungkin dialami khususnya oleh primigravida, pada kehamilan minggu
ke-4. Cairan yang jenrnih ditemukan dalam payudara pada usia kehamilan 4 minggu
dan kolostrum dapat diperah keluar pada usia kehamilan16 minggu (Farrer, 2001 :
64).
6.

Sirkulasi Darah
Perubahan fisiologis selama kehamilan pada terjadi pula pada sirkulasi darah.
Perubahan sirkulasi darah ini terjadi akibat adanya sirkulasi ke plasenta, uterus
yang terus membesar dengan pembuluh darah yang membesar pula, mamma dan
alat lainnya yang memang berfungsi berlebihan dalam kehamilan. Volume darah ibu
bertambah secara fisiologik dengan adanya pencairan darah yang disebut hidremia.
Volume darah akan bertambah banyak kira-kira 25%, dengan puncak kehamilan 32
minggu, diikuti dengan cardiac output yang meninggi sebanyak kira-kira 30%
(Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 96).

7.

Sistem Respirasi
Seorang wanita hamil pada kelanjutan kehamilannya tidak jarang mengeluh tentang
rasa sesak dan pendek napas. Hal ini ditemukan pada kehamilan 32 minggu ke atas
oleh karena usus-usus tertekan oleh uterus yang membesar kearah diafragma
sehingga diafragma kurang leluasa bergerak. Untuk memenuhi kebutuhan oksigen
yang meningkat kira-kira 20%, seorang wanita hamil selalu bernafas lebih dalam
(Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 96).

8.

Traktus digestivus
Pada bulan-bulan pertama kehamilan terdapat perasaan enek (nusea). Mungkin ini
akibat kadar hormon estrogen yang meningkat. Tonus otot-otot traktus digestivus

menurun, sehingga motilitas seluruh traktus digestivus juga berkurang. Tidak jarang
dijumpai pada bulan-bulan pertama kehamilan gejala muntah (emesis). Biasanya
terjadi pada pagi hariyang dikenal sebagai morning sickness (Hanifa, Abdul Bari dan
Trijatmo, 2005 : 96).
9.

Traktus Urinarius
Pada bulan-bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekan oleh uterus yang
mulai membesar, sehingga timbul sering kencing. Keadaan ini hilang dengan makin
tuanya kehamilan bila uterus gravidarum keluar dari rongga panggul. Pada akhir
kahamilan bila kepala janin mulai turun ke bawah pintu atas panggul, keluhan
sering kencing akan timbul lagi karena kandung kencing mulai tertekan kembali
(Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 97.

10.

Kulit
Pada kulit terdapat deposit pigmen dan

hiperpigmentasi alat-alat tertentu.

Pigmentasi ini disebabkan oleh pengaruh melalnophore stimulating hormone (MSH)


yang meningkat. Di daerah leher sering terdapat hiperpigmentasi yang sama, juga
di daerah aerola mamma. Linea alba pada kehamilan menjadi hitam, dikenal
dengan linea grisea. Tidak jarang dijumpai kulit perut seolah-olah retak-retak,
warnanya berubah agak hiperemik dan kebiru-biruan, disebut striae albikantes
(Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 96). Sumber lain menyebutkan "pigmentasi
yang lebih gelap terjadi pada puting dan aerola mammae, wajah (kloasma-topeng
kehamilan) dan garis tengah abdomen (dari bagian atas umbilikus hingga rambut
pubis)-linea nigra (Farrer, 2001 : 65).
11.

Metabolisme dalam Kehamilan


Pada wanita hamil basal metabolic rate (BMR) meninggi, sistem endokrin juga
meninggi, dan tampak lebih jelas kelenjar gondoknya (glandula tireoidea) (Hanifa,
Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 98). Secara umum dampak dari metabolisme ini
akan terjadi kenaikan berat badan. Berat badan wanita hamil akan naik kira-kira
diantara 6,5-16,5 kg rata-rata 12,5 kg. Kenaikan berat badan ini terutama terjadi
dalam kehamilan 20 minggu terakhir. Kenaikan berat badan ini disebabkan oleh
hasil konsepsi (fetus, plasenta, dan likuor amnii) dan dari ibu sendiri (uterus dan

mamma yang membesar, volume darah yang meningkat, lemak dan protein lebih
banyak dan akhirnya adanya retensi air) (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 :
98).
12.

Edema
Edema tungkai bawah pada trimester terakhir dapat merupakan hal fisiologis.
Namun bila disertai edema di tubuh bagian atas seperti muka dan lengan, terutama
bila diikuti peningkatan tekanan darah, maka dapat dicurigai adanya preeklamsia
(Manjoer, dkk, 2001 : 258).

13.

Tulang dan Gigi


Persendian panggul akan terasa lebih longgar, karena ligamen-ligamen melunak
(softening).

Juga terjadi

sedikit pelebaran

pada ruang persendian.

Apabila

pemberian makanan tidak dapat memenuhi kebutuhan janin, kalsium maternal


pada tulang-tulang panjang akan berkurang untuk memenuhi kebutuhan ini. Bila
konsumsi kalsium cukup, gigi tidak akan kekurangan kalsium (Mochtar, 1998 : 38).

1.4
1.4.1

Perubahan perubahan Psikologis


TRIMESTER I
Trimester pertama sering dianggap sebagai periode penyesuaian terhadap
kenyataan bahwa ia sedang mengandung. Sebagian besar wanita merasa sedih dan
ambivalen tentang kenyataan bahwa ia hamil.
Perasaan ambivalen ini biasanya berakhir dengan sendirinya seiring ia
menerima kehamilannya, sementara itu, beberapa ketidaknyamanan pada trimester
pertama, seperti mual , kelemahan, perubahan nafsu makan, kepekaan emosional,
semua ini dapat mencerminkan konflik dan defresi yang ia alami dan pada saat
bersamaan hal-hal tersebut menjadi pengingat tentang kehamilannya.
Trimester pertama sering menjadi waktu yang menyenangkan untuk melihat
apakah kehamilan akan dapat berkembang dengan baik. Hal ini akan terlihat jelas
terutama pada wanita yang telah beberapa kali mengalami keguguran dan bagi

para tenaga kesehatan profesional wanita yang cemas akan kemungkinan terjadi
keguguran kembali atau teratoma. Berat badan sangat bermakna bagi wanita hamil
selama trimester pertama. Berat badan dapat menjadi salah satu uji realitas
tentang keadaannya karena tubuhnya menjadi bukti nyata bahwa dirinya hamil.
Pembuktian

kehamilan

dilakukan

berulang-ulang

saat

wanita

mulai

memeriksa dengan cermat setiap perubahan tubuh, yang merupakan bukti adanya
kehamilan. Bukti yang paling kuat adalah terhentinya menstruasi.
Hasrat seksual pada trimester pertama sangat bervariasi antara wanita yang
satu dan yang lain. Meski beberapa wanita mengalami peningkatan hasrat seksual,
tetapi secara umum trimester pertama merupakan waktu terjadinya penurunan
libido dan hal ini memerlukan komunikasi yang jujur dan terbuka terhadap
pasangan 4 masing-masing. Banyak wanita merasakan kebutuhan kasih sayang
yang besar dan cinta kasih tanpa seks. Libido secara umum sangat dipengaruhi
oleh keletihan, nausea, depresi, payudara yang membesar dan nyeri, kecemasan,
kekhawatiran, dan masalah-masalah lain merupakan hal yang sangat normal terjadi
pada trimester pertama.
a.

Merasa tidak sehat dan benci kehamilannya.

b. Selalu memperhatikan setiap perubahan yang terjadi pada tubuhnya.


c.

Mencari tanda-tanda untuk lebih meyakinkan bahwa dirinya sedang hamil.

d. Mengalami gairah seks yang lebih tinggi tapi libido turun.


e.
f.

Khawatir kehilangan bentuk tubuh.


Membutuhkan penerimaan kehamilannya oleh keluarga.

g. Ketidakstabilan emosi dan suasana hati.


h. Mencari tanda-tanda untuk meyakinkan bahwa dirinya hamil
i.

Hasrat untuk melakukan hubungan seks pada trimester pertama berbeda2,


kebanyakan wanita hamil mengalami penurunan pada periode ini

Pada trimester I atau bulan-bulan pertama ibu akan merasa tidak berdaya
dan merasa minder karena ibu merasakan perubahan pada dirinya. Segera setalah
konsepsi kadar hormon estrogen dan progesterone meningkat, menyebabkan mual
dan muntah pada pagi hari, lemah, lelah dan pembesaran payudara

1.4.2

TRIMESTER II
Trimester kedua sering dikenal sebagai periode kesehatan yang baik, yakni
periode ketika wanita merasa nyaman dan bebas dari segala ketidaknyamanan
yang normal dialami saat hamil. Namun, trimester kedua juga merupakan fase
ketika wanita menelusur ke dalam dan paling banyak mengalami kemunduran.
Trimester kedua sebenarnya terbagi atas dua fase: pra-quickening dan pascaquickening. Quickening menunjukkan kenyataan adanya kehidupan yang terpisah,
yang menjadi dorongan bagi wanita dalam melaksanakan tugas psikologis
utamannya pada trimester kedua, yakni mengembangkan identitas sebagai ibu bagi
dirinya sendiri, yang berbeda dari ibunya.
Pada trimester kedua, mulai terjadi perubahan pada tubuh. Orang akan
mengenali Anda sedang hamil . Sebagian besar wanita merasa lebih erotis selama
trimester kedua, kurang labih 80% wanita mengalami kemajuan yang nyata dalam
hubungan seksual mereka dibanding pada trimester pertama dan sebelum hamil.
Trimester kedua relatif terbebas dari segala ketidaknyamanan fisik, dan ukuran
perut wanita belum menjadi masalah besar, lubrikasi vagina semakin banyak pada
masa ini, kecemasan, kekhawatiran dan masalah masalah yang sebelumnya
menimbulkan ambivalensi pada wanita tersebut mereda .
Selain itu tanda tanda lain adalah :

Ibu sudah mulai merasa sehat dan mulai bisa menerima kehamilannya.
Mulai merasakan gerakan bayi dan merasakan kehadiran bayi sebagai seseorang di
luar dirinya.
Perut ibu belum terlalu besar sehingga belum dirasa beban.

Libido dan gairah seks meningkat.


Ibu merasakan adanya perubahan pada bentuk tubuh yang semakin membesar
sehingga ibu merasa tidak menarik lagi dan merasa suami tidak memperhatikan
lagi
Ibu merasakan lebih tenang dibandingkan dengan timester I karena nafsu makan
sudah mulai timbul dan tidak mengalami mual muntah sehingga ibu lebih
bersemangat
Biasanya ibu lebih bisa menyesuaikan diri dengan kehamilan selama trisemester ini
dan ibu mulai merasakan gerakan janinnya pertama kali.
1.4.3

TRIMESTER III
Trimester

ketiga

sering

disebut

periode

penantian

dengan

penuh

kewaspadaan. Pada periode ini wanita mulai menyadari kehadiran bayi sebagai
makhluk yang terpisah sehingga ia menjadi tidak sabar menanti kehadiran sang
bayi. Ada perasaan was-was mengingat bayi dapat lahir kapanpun. Hal ini
membuatnya berjaga-jaga sementara ia memperhatikan dan menunggu tanda dan
gejala persalinan muncul.
Trimester ketiga merupakan waktu, persiapan yang aktif terlihat dalam
menanti kelahiran bayi dan menjadi orang tua sementara perhatian utama wanita
terfokus pada bayi yang akan segera dilahirkan. Pergerakan janin dan pembesaran
uterus, keduanya

menjadi

hal

yang

terus

menerus mengingatkan

tentang

keberadaan bayi. Wanita tersebut lebih protektif terhadap bayinya. Sebagian besar
pemikiran difokuskan pada perawatan bayi. Ada banyak spekulasi mengenai jenis
kelamin dan wajah bayi itu kelak. Sejumlah ketakutan muncul pada trimester ketiga.
Wanita mungkin merasa cemas dengan kehidupan bayi dan kehidupannya sendiri.
Seperti: apakah nanti bayinya akan lhir abnormal, terkait persalinan dan pelahiran
(nyeri, kehilangan kendali, hal-hal lain yang tidak diketahui), apakah ia akan
menyadari bahwa ia akan bersalin, atau bayinya tidak mampu keluar karena
perutnya sudah luar biasa besar, atau apakah organ vitalnya akan mengalami
cedera akibat tendangan bayi.

Ia juga mengalami proses duka lain ketika ia mengantisipasi hilangnya


perhatian dan hak istimewa khusus lain selama kehamilan, perpisahan antara ia
dan bayinya yang tidak dapat dihindari, dan perasaan kehilangan karena uterusnya
yang penuh secara tiba-tiba akan mengempis dan ruang tersebut menjadi kosong.
Depresi ringan merupakan hal yang umum terjadi dan wanita dapat menjadi lebih
bergantung pada orang lain lebih lanjut dan lebih menutup diri karena perasaan
rentannya.
Wanita akan kembali merasakan ketidaknyamanan fisik yang semakin kuat
menjelang akhir kehamilan. Ia akan merasa canggung, jelek, berantakan, dan
memerlukan dukungan yang sangat besar dan konsisten dari pasangannya. Pada
pertengahan trimester ketiga, peningkatan hasrat seksual yang terjadi pada
trimester sebelumnya akan menghilang karena abdomennya yang semakin besar
menjadi halangan. Alternatif untuk mencapai kepuasan dapat membantu atau
dapat 6 Menimbulkan perasaan bersalah jika ia merasa tidak nyaman dengan caracara tersebut. Berbagi perasaan secara jujur dengan pasangan dan konsultasi
mereka dengan anda menjadi sangat penting.
Perubahan lainnya adalah :

Ibu tidak sabar menunggu kelahiran bayinya.

Ibu khawatir bayinya akan lahir sewaktu-waktu dan dalam kondisi yang tidak
normal.

Semakin ingin menyudahi kehamilannya.

Tidak sabaran dan resah.

Bermimpi dan berkhayal tentang bayinya.

Aktif mempersiapkan kelahiran bayinya.

PERUBAHAN FISIOLOGIS DAN PSIKOLOGIS IBU HAMIL


Perubahan yang terjadi meskipun yang fisiologis/normal dapat mempengaruhi
kondisi fisik maupun psikologis seseorang sehingga dapat berpengaruh juga pada
persepsi dan konsep diri masing2, diantaranya .
PERUBAHAN FISIOLOGIS DAN PSIKOLOGIS PADA IBU HAMIL
1. SISTEM REPRODUKSI
SERVIX
Kanalis servikalis dipenuhi mucus kental/Operkulum yang berfungsi menghambat
bakteri masuk ke dalam
uterus.
VAGINA/liang senggama
Sekresi meningkat berwarna putih/leucorrhea, bersifat asam. Sekresi vagina
merupakan
media yg menyuburkan Basilus Doderleins yg menhambat Candida Albicans pada
media alkali.
Adanya Kongesti pada vagina pelvix menyebabkan sensitifitas meningat shg
rangsangan sexual meningkat.
UTERUS
Pembesaran uterus karena pertumbuhan serabut otot dan jaringan yg berhubungan
akibat rangsangan estrogen
shg uterus dapat diraba pada minggu ke-8/tanda Hegars. Adanya kontraksi tidak
teratur pada trimester II/tanda
Braxton Hicks.
OVARIUM DAN TUBA FALLOPII
Ovulasi tidak terjadi dan maturasi folikel baru tertunda. Jaringan otot tuba fallopii
mengalami hipertrofi.
2. SISTEM INTEGUMEN/Kulit
PAYUDARA
Akhir mgg I kehamilan seringkali mengalami perasaan nyeri dan sakit pada
payudara. Setelah bulan II
payudara mengalami pembesaran dan noduler akibat hipertrofi alveolar dan suplai
darah, putting lebih besar,
pigmen bertambah/hiperpigmentasi, lebih erektil. Setelah tribulan II Colustrum
keluar (dengan pijatan
ringan/dikeluarkan), areola mammae lebih gelap/hiperpigmentasi dan luas,
payudara tersa lebih berat sehingga

muncul rasa tidak nyaman.


KULIT
Striae Gravidarum terjadi karena adanya pembesaran abdomen
menyebabkan regangan serabut elastic lapisan
k ulit paling dalam menjadi terpisah dan terputus dan menyebabkan pruritus/gatal
dan tidak nyaman. Muncul
pada 50-90% wanita hamil akibat kerja dari adenokortikosteroid. Pigmentasi pada
bagian tertentu misalnya Linea
Nigra/Tian Biru berada pada Midline abdomen. Pigmentasi karena adanya
pengaruh dari estrogen dan
progesterone shg merangsang melanosit menyebabkan adanya Chloasma/Melasma
Gravidarum (topeng
kehamilan pada wajah, leher)
Prespirasi dan sekresi kelenjar lemak menyebabkan kelenjar sebasea/keringat
meningkat dan lebih aktif sehingga
produksi keringat berlebihan dan menimbulkan bau badan yang tidak enak, kulit
berkeringat dan berminyak shg
menjadi tidak nyaman.
3. SISTEM GASTROINTESTINAL/Pencernaan
Tonus dan gerakan traktus gastrointestinal berkurang sehingga pengosongan
lambung lebih lama dan menyebabkan
rasa penuh pada lambung. Sekresi saliva lebih asam dan lebih banyak
(Ptialismus)sehingga menyebabkan Pyrosis
/Heartburn rasa nyeri/terbakar pada epigastrium. Epulis dan perdarahan pada
gusi (gusi hiperemi, berongga dan
membengkak). Hemorrhoids terjadi karena adanya konstipasi dan peningkatan
tekanan vena daerah distal dari
uterus yg membesar, adanya mual muntah pada awal kehamilan karena adanya
peningkatan hormone kehamilan.
Adanya respon thd steroid plasenta pada akhir kehamilan dapat menyebabkan
timbulnya pruritus gravidarum
dengan atau tanpa ikterik
4. SISTEM PERKEMIHAN
Pada trimester I adanya pembesaran uterus yang menekan kandung
kemih/pembesaran uterus sama dengan
kandung kemih dan akhir/III kehamilan adanya penekanan bagian terendah dari
janin (kepala/bokong)
menyebabkan frekuensi berkemih meningkat. Gerakan urin ke kandung kemih
menurun shg terjadi stasis urin shg
dapat menyebabkan terjadinya infeksi saluran kemih (Pielonefritis). Patogenesis
urinary stress incontinence terjadi
karena kelemahan sfingter urethra akibat kehamilan dan/persalinan. Kapasitas
ginjal untuk mengeksresi air selama
mgg-mgg awal kehamilan lebih efisien daripada tahap kehamilan selanjutnya,

akumulasi cairan/air di tungkai bawah


pada tahap lanjut kehamilan menurunkan aliran darah ginjal dan GFR. Respon
diuretic thd akumulasi air dipicu saat
wanita berbaring, terutama baring miring dan akumulasi cairan kembali memasuki
sirkulasi umum. Akumulasi
darah di tungkai bawah ini kadang-kadang disebut Edema Fisiologis dan tidak
memerlukan pengobatan.
5. SISTEM PERSARAFAN
Rasa tidak nyaman karena perubahan tulang dan sendi (postur tubuh). Tulang
belakang semakin lama akan tertarik
ke depan mengikuti pembesaran usia kehamilan/hiperlordosis dan beban tubuh
yang semakin meningkat
menyebabkan keseimbangan tubuh dapat terganggu. Perubahan fisiologis spesifik
akibat kehamilan dapat
menyebabkan timbulnya gejala neurologist dan neuromuscular yaitu: Kompresi
saraf panggul perubahan sensori
tungkai bawah, Lordosis nyeri/kompresi akar saraf, Edema Carpal Tunnel
Syndrome selama trimester akhir
kehamilan (parestesia: sensasi abnormal missal rasa terbakar/gatal dan nyeri
menjalar ke siku serta yg terkena
adalah tangan yg dominant), Akroestesia (rasa tebal/baal dan gatal di tangan)
karena posisi bahu yg membungkuk,
Nyeri kepala (ringan-berat), Hipokalsemia (kram otot atau tetani).
6. SISTEM MUSKULOSKELETAL
Lordosis/hiperlordosis akibat kompensasi posisi ke depan uterus yg membesar shg
meggeser daya berat ke
belakang kearah kedua tungkai dan menimbulkan rasa sakit, pegal, lemah. Adanya
kram tungkai karena adanya
penimbunan kalsium dan fospor, drainage sisa metabolisme tidak seimbang.
7. SISTEM PERNAFASAN
Ukuran rongga dada berkurang karena adanya pembesaran uterus sehingga sering
menyebabkan sesak napas.
8. SISTEM KARDIOVASKULER DAN SIRKULASI
Pembesaran uterus dapat menekan vena-vena besar yg mengaliri pelvix dan
ekstermitas bawah sehingga terjadi
vena varicose pada tungkai, paha, vulva, rectum. Supine Hypotensive
Syndrome terjadi jika posisi ibu terlentang
shg uterus menekan V. Kava Inferior. Volume darah meningkat sampai 30-50%
diatas kondisi tidak hamil, hal ini
terjadi karena serum jumlahnya lebih banyak dari pertumbuhan sel
darah/hemodelusi shg menyebabkan terjadi
Pseudoanemia/anemia fisiologis kehamilan.
9. SISTEM ENDOKRIN
OVARIUM dan PLASENTA

Estrogen dan progesterone diproduksi oleh korpus luteum sampai terbentuk


plasenta dan fungsi ovarium
digantikan oleh plasenta.
Kelj TIROID
BMR meningkat hamper 20% karena olsigen yg digunakan lebih banyak. Kelj. Tiroid
membesar karena sel-sel
acinar membesar ukurannya tetapi jumlah hormonnya tetap. BMR kembali seperti
sebelum hamil pada hari ke-5
atau ke-6 pasca persalinan. Peningkatan tsb menunjukan adanya peningkatan
kebutuhan oksigen pada unit janinplasenta-uterus serta peningkatan konsumsi oksigen akibat peningkatan kerja
jantung ibu.
Kelj PARATIROID
Ukuran meningkat terutama mgg 15-30 karena kebutuhan kalsium lebih besar shg
metabolisme tulang
dan otot baik.
PANKREAS
Insulin diproduksi lebih banyak untuk mengimbangi kebutuhan yg meningkat juga,
Penggunaan insulin yg tidak
adekuat menyebabkan glukosa/glikogen dikeluarkan lewat urine.
Kelj PITUITARY
Lobus anterior kelenjar pituitary sedikit membesar sehingga
1. FSH ditekan oleh HCG sehingga ovulasi tidak terjadi
2. Hormon pertumbuhan berkurang, hormone melanotropik meningkat sehingga
terjadi hiperpegmentasi
3. Pembentukan prolaktin meningkat sehingga ASI terbentuk
Setelah janin matur, pembentukan prolaktin oleh lobus posterior meningkat untuk
menstimulir kontraksi otot
uterus pada proses persalinan.
Kelj ADRENAL
Ukuran meningkat terutama bag. kortikal yg membentuk kortin (mengatur jumlah
natrium dan kalium dlm darah)
10. PERUBAHAN PSIKOLOGIS
Kehamilan merupakan saat-saat krisis sehingga menyebabkan terjadinya:
1. Gangguan
2. Perubahan identitas
3. Perubahan peran anggota keluarga

Krisis adalah suatu ketidakseimbangan psikologis yg mungkin disebabkan oleh


situasi/oleh tahap suatu
ketidakseimbangan psikologis yg mungkin disebabkan oleh situasi/oleh
tahapkembangan.
Terdiri dari periode:
1. Syok/menyangkal
2. Kebingungan
3. Preokupation pda penyebab
4. Aksi yg menghasilkan solusi
5. Proses belajar dari pengalaman
Cara orang bereaksi thd krisis tergantung dari factor:
1. Persepsi thd kejadian
2. Dukungan situasional
3. Mekanisme koping
Intervensi krisis adalah bantuan yg ditawarkan oleh orang lain untuk
mempermudah kembali ke keadaan seimbang
dari gangguan.
Penyesuaian awal terhadap kehamilan meliputi:
1. Ketidaknyamanan terhadap kehamilan
2. Kekacauan antara kebanggan tentang kemampuan memberikan keturunan
dan perhatian tentang kesiapan untuk menerima peran baru (menjadi bapak,
ibu, kakek, nenek, dsb)
3. Kekacauan/persepsi yg tidak tepat thd kehamilan (hamil adalah suatu
penyakit, kejelekan, memalukan, periode pemenuhan tugas, perubahan
peran, dll.)

Tanda Tidak Pasti Kehamilan

Perut membesar

Uterus membesar, sesuai dengan umur kehamilan.

Tanda
Chadwicks,
mukosa
vagina
hipervaskularisasi hormon estrogen.

Discharge, lebih banyak dirasakan wanita hamil. Ini pengaruh hormon


estrogen dan progesteron.

Tanda Goodell, portio teraba melunak.

Tanda Hegar, isthmus uteri teraba lebih panjang dan lunak.

Tanda Piscaseck, pembesaran dan pelunakan pada tempat implantasi.


Biasannya ditemukan saat umur 10 minggu.

Teraba ballotement (tanda ada benda mengapung/ melayang dalam cairan),


pada umur 16-20 minggu.

berwarna

kebiruan

karena

Kontraksi Braxton Hicks, kontraksi uterus (perut terasa kencang) tetapi tidak
disertai rasa nyeri.

Reaksi kehamilan positif