Anda di halaman 1dari 5

PANDUAN
PRAKTIS
BERBAHASA
 1


Penggunaan Huruf Kapital: Masalah Anda = masalah anda

Pun, sudah 10 tahun berlalu artikel yang berjudul ‘Masalah


Anda’, ditulis oleh Sitok Srengenge, toh saya pun masih bingung
dengan alasan mengapa kata ‘Anda’ musti huruf kapital. Karena
tidak ada penjelasan sedikit pun tentang alasan mengapa kata
‘Anda’ harus huruf besar. Coba lihat laman Wikipedia: Pedoman
penulisan huruf kapital, EditorBahasa: Pemakaian Huruf Kapital,
Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang
Disempurnakan/Bab II – Wikisource, atau laman Penggunaan
Huruf Kapital – Pelitaku. Toh, hingga detik ini pun saya belum
menemukan jawaban pasti atas pertanyaan ‘mengapa’ tersebut.
Baiklah, mungkin diantara kita sudah pernah membaca
artikel di bawah ini, tapi tidak keliru juga seandainya saya
menampilkannya kembali di laman pribadi saya ini; (semoga
bermanfaat kembali)

Datum, 21 November 2005


Judul artikel: Masalah Anda
Ditulis oleh: Sitok Srengenge
Sumber: Majalah Tempo Daring

Masalah Anda


http://babang‐juwanto.blogspot.com/2010/08/penggunaan‐huruf‐
kapital‐masalah‐anda.html
1
Berpuluh tahun lalu saya sudah mengenal anda. Entah siapa
yang membawa anda sampai ke desa saya saat itu. Yang jelas
kami, saya dan teman-teman sepermainan menerima dan
menyebut anda dengan pengertian yang keliru. Dalam permainan
adu kuat (duel satu lawan satu), misalnya, seorang teman saya
yang dikenal sebagai jagoan desa sering mengumbar sumbar,
"Ayo, siapa berani melawan anda?" Kalimat tantangan itu,
dengan memberi tekanan pada kata anda, ia ucapkan sambil
bertepuk dada. Dengan demikian anda kami pahami bukan
sebagai pengganti orang kedua, melainkan orang pertama.

Saya pernah menuturkan kekeliruan itu kepada seorang teman


dan ia mengaku punya pengalaman serupa. Kata anda, katanya,
juga digunakan di kalangan permainannya sebagai pengganti
orang pertama. Misalnya ketika seseorang punya barang yang
dikagumi teman-temannya, ia akan bilang, "Terang saja bagus,
pilihan anda!" Memang kepongahan seperti itu hanya canda,
namun kata anda pada kalimat itu sungguh-sungguh dimaksudkan
sebagai aku atau saya.

Teman saya itu menduga, kata anda dikenal teman-teman


sepermainannya melalui radio. Dulu di kotanya ada stasiun radio
yang menyiarkan acara "Lagu Pilihan Anda". Selain itu, mungkin
juga karena sejumlah pariwara berusaha meyakinkan calon
"korban" dengan mengatakan bahwa barang dagangannya, yang
PANDUAN
PRAKTIS
BERBAHASA
 3


konon bermutu nomor satu, adalah (atau sesuai dengan) "pilihan


anda". Mungkin karena bahasa Indonesia datang sebagai sesuatu
yang baru, juga karena informasi yang disampaikan radio adalah
suara tanpa rupa, bisa didengar tak bisa dilihat, banyak anak tak
tahu ke mana kata anda itu sebenarnya mengacu.

Sekarang, berpuluh tahun kemudian, saya masih punya


masalah dengan anda. Di banyak media, huruf pertama kata anda
selalu ditulis dengan huruf kapital. Mungkin para penulisnya
merasa penulisan seperti itu benar karena sesuai dengan aturan.

Mengapa huruf pertama kata anda harus ditulis dengan huruf


kapital? Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang
Disempurnakan, sebuah aturan yang ditetapkan oleh Pusat
Bahasa (Nasional), tidak memberi penjelasan. Saya bertanya
kepada sejumlah pencinta bahasa dan mereka punya jawaban
yang hampir sama. Kata anda digunakan sebagai sapaan
sekaligus tanda penghormatan terhadap lawan bicara. Sebagai
kata sapaan, kita tahu, anda semakna dengan kamu, engkau,
dikau, kau, yang selalu ditulis tanpa huruf kapital, kecuali bila
kata-kata itu berada pada awal kalimat. Bahwa huruf pertama
kata anda harus ditulis dengan huruf kapital, dengan demikian,
tentu karena adanya faktor penghormatan. Baiklah, sepintas
alasan itu masuk akal.


http://babang‐juwanto.blogspot.com/2010/08/penggunaan‐huruf‐
kapital‐masalah‐anda.html
3
Tapi, bukankah penggunaan kata anda— tanpa huruf kapital
sekalipun— sudah merupakan suatu pengkhususan yang
membedakannya dengan kata ganti orang kedua lain seperti
kamu, engkau, dikau dan kau? Bila tidak berada pada awal
kalimat, kata sapaan atau kata ganti orang kedua seperti kamu,
engkau, dikau, dan kau hanya diawali dengan huruf kapital dalam
ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan. Maka, sekali
lagi, mengapa kata anda, yang tidak digunakan untuk menyapa
Tuhan, huruf pertamanya harus ditulis dengan huruf kapital?

Lazimnya, penghormatan tertinggi dipersembahkan kepada


Tuhan. Dan kenyataan bahwa orang tidak (atau jarang?)
menggunakan kata anda untuk menyapa Tuhan cukup dijadikan
landasan untuk meragukan adanya faktor penghormatan yang
melekat pada kata anda.

Banyak orang mungkin abai bahwa penggunaan kata anda


justru lebih mengesankan adanya jarak keakraban dan
kekerabatan antarpembicara. Orang-orang yang sangat akrab
biasanya saling menyapa cukup dengan kamu, kau, atau malah
menggunakan kata-kata yang lebih santai dari khazanah lain,
seperti ente atau lo. Apakah karena jarak itu sehingga perlu
digunakan kata khusus yang berkesan lebih sopan, demi
penghormatan? Saya kira tidak. Dalam praktek sehari-hari kita
PANDUAN
PRAKTIS
BERBAHASA
 5


menyapa orang yang benar-benar kita hormati tidak dengan kata


anda.
(Dikutip dari laman Rubrik Bahasa Majalah Tempo Daring)


http://babang‐juwanto.blogspot.com/2010/08/penggunaan‐huruf‐
kapital‐masalah‐anda.html
5