Anda di halaman 1dari 8

11/04/2011

Resume Pemodelan
Transportasi
Sistem dan Teknik Jalan Raya - ITB

• nilai dari model transportasi


• yang sudah diperoleh sejauh ini
• beberapa jenis model
transportasi
• prosedur pemodelan
• tingkat pemodelan
• apa yang dimodelkan?

1
11/04/2011

nilai model transportasi

“The Model is Always Wrong”

sumber-sumber kesalahan model


Sumber kesalahan Pengertian Contoh kesalahan
(galat/error)
Galat pengukuran Ketidaktepatan dalam Kesalahan pengamatan, penggunaan
(Measurement errors) menentukan/mengukur data alat/formulir, kesalahan interpretasi
tahun dasar data
Galat sampel (Sampling Adanya bias dalam proses Kesalahan akibat kekurangan sampel
errors) seleksi sampel dari populasi dan/atau bias antar data sampel

Galat perhitungan Adanya kesalahan aritmetika Kesalahan akibat kekurangan sumber


(Computational Errors) dalam proses kalibrasi daya (waktu, SDM, dan komputer)
dalam melakukan perhitungan
Galat spesifikasi Adanya ketidaktepatan Penyertaan variabel bebas yang tidak
(Specification errors) dalam struktur model relevan dan sebaliknya, pemilihan jenis
model yang salah
Galat transfer (Transfer Ketidaktepatan akibat Kesalahan estimasi akibat parameter
errors) penggunaan basis model dari model yang kurang representatif
lokasi lain
Galat pengelompokkan Ketidaktepatan akibat Kesalahan akibat agregasi individu ke
(Aggregation errors) aplikasi model pada tingkat kelompok, ex: zonasi perjalanan, arus
agregasi yang berbeda lalu lintas dalam smp/jam, dll

2
11/04/2011

nilai model transportasi


• Bonsall, P. W. (1997):
– Memprediksi kondisi do-nothing: seberapa besar
permasalahan yang akan timbul?
– Memprediksi kondisi do-something: seberapa besar
manfaat dari strategi/kebijakan/program yang
diterapkan?

• Immers, L.H. and Stada, J.E. (1998)


– Model, terutama dengan program komputer, dapat
menyertakan interaksi yang kompleks
– Secara cost-effective menggambarkan konsekuensi dari
sejumlah alternatif pilihan,

• Jadi:
– Model, merupakan platform bagi penilaian skenario-
skenario tinjauan
– Nilai-nilai yang diperoleh dari hasil model harus dilihat
secara benar (bukan merupakan nilai absolut)

yang sudah diperoleh sejauh ini


• Metoda-
Metoda-metoda pemodelan transportasi 4
tahap:

– Trip Generation

– Trip Distribution

– Modal Split

– Trip Assignment

3
11/04/2011

beberapa bentuk model transportasi


BENTUK MODEL CONTOH/FORMULASI MODEL CONTOH PENGGUNAAN
Simple Formulae y = k.x - Trip rate = trip/penduduk
- Parking rate = jml parkir/luas lantai
Time Series Model/ Model Trendline (Linier dan Non Linier) - Prediksi demand
Pertumbuhan - Prediksi jumlah kendaraan, dll
Averaging and (1) Moving average model Short term prediction jika data tidak
smoothing (2) Exponentially smoothed forecast memiliki trend yang jelas
Analisis Regresi Y = a + bX1 + cX2 + dX3 - Model bangkitan/tarikan
perjalanan per zona
- Simulatanuous/Direct demand
model
Model Elastisitas E = (∆Y/Y) / (∆X/X) Pricing policies (tarif parkir, bus, toll)
Demand Allocation (1) Diversion Curve: logit and probit - Model pemilihan moda
model - Model pemilihan rute
(2) All-or-Nothing
Optimation (1) Equilibrium Assignment - Model pemilihan rute
(2) Programa linear - VRP
Model Simulasi (1) Time slice - scheduling
(2) Micro Simulation - vehicle movements
Heuristic banyak - banyak
Sumber: Dikembangkan dari Bonsall, P. W. (1997)

penyusunan model
• Spesifikasi Model:
Model
pemilihan variabel apa
saja yang perlu dan
layak ditampilkan
dalam model

• Kalibrasi Model:
Model
penentuan fungsi
hubungan dan
parameter setiap
variabel

• Validasi Model:
Model
pengujian keabsahan
model sebagai alat
bantu prediksi

Sumber: Immers, L.H. and Stada, J.E. (1998)

4
11/04/2011

syarat model yang baik


Kompleksitas Model vs Akurasi vs Biaya
• Syarat model yang baik
(Immers, L.H. and Stada, J.E., 1998):
– Relevansi:
Relevansi dapat menampilkan
dampak alternatif kebijakan yang
diperiksi kinerjanya
– Akurasi:
Akurasi tingkat kesalahan yang
dapat diterima
– Theoretical foundation:
foundation formulasi
dalam model sebaiknya memiliki
dasar teori yang kuat
– Simpel:
Simpel makin simpel makin “robust”
karena lebih resisten terhadap
kesalahan input
Validation hasil model ≅ data
– Validation:
Sumber: Ortuzar and Willumsen (1994) observasi
– Practical Applicability:
Applicability dapat
dikerjakan sesuai dengan batasan
biaya, waktu, dan SDM

tingkat pemodelan
• Makro
– Cakupan wilayah luas
– Link-based
– Jumlah node banyak
– Statis

• Meso
– Cakupan wilayah sedang (bagian dari kota)
– Link-node based
– Jumlah node sedikit
– Statis-Dinamis

• Mikro
– Cakupan wilayah kecil
– Node based
– Jumlah node beberapa atau tunggal
– Dinamis

5
11/04/2011

apa yang dimodelkan?


• Trip Generation
– Orang, Barang, Kendaraan (perjenis atau smp)
– Pergerakan Tahunan, Bulanan, Harian, per jam,
dll.

• Trip Distribution
– Orang, Barang, Kendaraan (perjenis atau smp)
– Metoda analogi: pergerakan tahunan, bulanan,
harian, per jam, dll.
– Metoda Sintetis: harian atau per jam

• Modal Split
– Orang, Barang
– Pergerakan Tahunan, Bulanan, Harian, per jam,
dll.

• Trip Assignment
– Orang, Barang, Kendaraan (perjenis atau smp)
– AoN: Pergerakan tahunan, bulanan, harian, per
jam, dll.
– UE/SO: per jam

actual vs demand flow


Speed

Capacity
Flow

6
11/04/2011

actual vs model of travel time


Travel Time

Capacity
Flow

shortest path [1]

0
1 (10) 2 (10) 3

(10) (20) (10) (15) (25)

4 (15) 5 (10) 6

7
11/04/2011

shortest path [2]


Loose-End Table Tree Table

Next Lose Node Predesesor Node Cost


Node End
0 1 1 0 99 0
1 2 2 0 1 4 99 10 30
4 3 0 2 99 20
2 3 4 0 1 99 10
5 5 0 2 4 99 20 25
6 6 0 2 3 5 99 25 45 35
3 6
4 2
5 Spanning Table
5 6
6 - To Node Sequence
Node
1 1-0
2 2-1-0
3 3-2-1-0
4 4-1-0
5 5-2-1-0
6 6-2-1-0