Anda di halaman 1dari 7

1.

PENDAHULUAN

1.1 Pengantar
Operasi riset adalah suatu pendekatan ilmiah pada pendekatan ilmiah pada
pengambilan keputusan yang selalu berusaha menetapkan arah tindakan terbaik (optimum)
dari sebuah masalah keputusan di bawah pembatasan sumberdaya yang terbatas. Model
matematis adalah inti dari operasi riset, dimana pembuatan model matematika didasarkan
pada suatu permasalahan yang sedang dihadapi dengan menggunakan sebuah proses atau
prosedur yang dapat diprogram untuk mendapatkan solusinya.
Model-model pemrograman matematika yang banyak digunakan adalah
pemrograman linear (linear programming), pemrograman bilangan bulat (integer
programming), pemrograman non-linier (non-linear programming), analisis jaringan dan
pemrograman dinamis (dynamic programming). Model-model tersebut dipakai untuk
permasalahan deterministik dimana teori probabilitas tidak dibutuhkan.
Masalah Set Covering (penutup himpunan) merupakan bagian penting dalam
masalah pemrograman bilangan bulat (integer programming), penyelesaian masalah Set
Covering ini adalah banyak cara, tergantung pada kebutuhan dan ketepatan memilih
metodenya.

1.2 Set Covering


Masalah Set Covering (penutup himpunan) adalah suatu masalah klasik dalam ilmu
komputer dan teori kompleksitas. Masalah set covering punya banyak aplikasinya dalam
kehidupan sehari-hari, contohnya yaitu: masalah penjadwalan kru/awak pesawat terbang,
masalah pengalokasian fasilitas, rute kendaraan, masalah penugasan, dan lain-lain.
Pada intinya, set covering adalah belajar soal masalah penempatan dalam suatu
lokasi, bagaimana caranya agar supaya biaya yang dikeluarkan tersebut dapat diminimalisir
tapi di setiap lokasi syaratnya terpenuhi.
Masalah set covering adalah salah satunya yang sangat penting dalam masalah
optimisasi diskrit karena set covering adalah sebuah model untuk masalah nyata yang
dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Masalah nyata yang dihadapi dalam kehidupan
sehari-hari. Masalah nyata yang dapat dimodelkan sebagai masalah set covering termasuk
masalah penempatan fasilitas, penjadwalan kru pesawat terbang, masalah penjadwalan
perawat, alokasi sumber, rute kendaraan, dan lain-lain.

2. PEMBAHASAN

2.1 Dasar teori


Masalah Set Covering (penutup himpunan)
Misalkan (X,F) pada masalah set covering terdiri dari himpunan tertentu X dan
sebuah himpunan F dari sub himpunan X. Kita asumsikan bahwa setiap elemen X
muncul sekurang-kurangnya satu dari subhimpunan F,

Himpunan S dikatakan menutup setiap elemen-elemennya. Masalah set covering


meminta kita untuk menentukan ukuran minimum subhimpunan F yang menutup
semua elemen X. Dengan kata lain, diberikan suatu contoh (X,F), kita diminta untuk

menemukan suatu himpunan , sehingga

Misalkan pada masalah set covering diwakili pada persamaan pertama seperti yang
dapat dilihat dalam persamaan 1, ukuran minimum set cover untuk contoh ini adalah 3
(contoh, S2, S5, S6) masalah set covering memiliki banyak aplikasi praktis dan berguna
sebagai contoh pikirkan masalah pemilihan sebuah panitia sehingga anggota-anggota
panitia, sebagai sebuah kelompok, memiliki semua keahlian yang diminta untuk
melaksanakan tugas tertentu. Biaya atau pertimbangan yang lain dapat memungkinkan
untuk memilih sebuah panitia dalam jumlah yang minimal. Masalah ini dapat
dimodelkan seperti persamaan 1 dan 2. Asumsikan bahwa tugas yang diminta adalah
suatu himpunan keahlian (skill) yang kita tunjukkan dengan X. Setiap orang p yang
mungkin secara potensi dapat dipilih untuk ada dalam kepanitiaan. Beberapa himpunan

adalah keahlian-keahliannya. Jika kita tentukan F = U p S p , kemudian ini jelas


bahwa minimal set cover untuk contoh ini (X,F) pada masalah set covering dengan tepat
sesuai dengan panitia untuk jumlah terkecil yang dapat menyelesaikan tugas.

S1, S3 dan S4 adalah penutup himpunan (set covering) dan S2, S5 dan S6 adalah sub
himpunan yang ditutup oleh set covering.

2.2 Contoh Kasus


Masalah set covering seperti yang telah dijelaskan dihalaman sebelumnya
berhubungan dengan masalah riil di kehidupan nyata.
MASALAH PENEMPATAN LOKASI
Kita amati masalah penempatan dalam suatu lokasi. Misalnya dalam suatu kota akan
mempertimbangkan lokasi stasiun pemadam kebakaran. Idealnya stasiun pemadam
kebakaran tersbut akan efektif bila dia dapat menjangkau lokasi daerahnya sendiri dan
daerah tetangga sekitarnya yang berbatasan. Masalahnya: bagaimana caranya supaya setiap
daerah tetangga/bersebelahan disekitarnya ada statsiun pemadam kebakaran. Artinya
berapa banyak stasiun pemadam kebakaran yang harus ditempatkan.
Berikut ini adalah gambar peta daerahnya
Pada gambar diatas, terdapat 11 daerah yang adalah calon-calon ditempatkannya
stasiun pemadam kebakaran. Idealnya tiap beberapa tempat harus minimal ada 1 stasiun
pemadam kebakaran yang akan ditempatkan. Dalam peta yang dapat kita lihat di atas lokasi
1 bersebelahan dengan lokasi 2, 3 , dan 4. Pada wilayah 2, lokasi 2 bersebelahan dengan
lokasi 1, 3 dan 5. Pada wilayah 3, lokasi 3 bersebelahan dengan lokasi 1, 2, 4, 5 dan 6. Maka
dalam hal ini kita harus menentukan daerah-daerah yang mana yang nantinya akan menjadi
daerah untuk ditempatkannya stasiun pemadam kebakaran. Masalah ini dapat terlebih
dahulu kita modelkan dalam bentuk IP (pemrograman integer)
Model IP-nya adalah sebagai berikut:
Minimumkan
• Z = x1+x2+x3+x4+x5+x6+x7+x8+x9+x10+x11
• Kendala :
• (1) x1+x2+x3+x4 ≥ 1
• (2) x1+x2+x3+x5 ≥ 1
• (3) x1+x2+x3+x4+x5+x6 ≥ 1
• (4) x1+x3+x4+x6+x7 ≥ 1
• (5) x2+x3+x5+x6+x8+x9 ≥ 1
• (6) x3+x4+x5+x6+x7+x8 ≥ 1
• (7) x4+x6+x7+x8 ≥ 1
• (8) x5+x6+x7+x8+x9+x10 ≥ 1
• (9) x5+x6+x8+x9+x10+x11 ≥ 1
• (10) x8+x9+x10+x11 ≥ 1
• (11) x9+x10+x11 ≥ 1
• xi Î {0,1} , i = 1,2,3, ….. ,11
kendala-kendala ini maksudnya masalah yang akan kita selesaikan pada kendala (1) )
x1+x2+x3+x4 ≥ 1 maksudnya pada lokasi 1, lokasi 2, lokasi 3 dan lokasi 4 minimal harus ada 1
stasiun pemadam kebakaran yang ditempatkan pada wilayah tersebut. Begitu pula pada
kendala (2) x1+x2+x3+x5 ≥ 1 pada lokasi 1, 2, 3, dan lokasi 5 minimal ada 1 stasiun pemadam
kebakaran yang ditempatkan pada wilayah kendala (2) begitu pula pada kendala-kendala
selanjutnya sampai kendala ke-11
disini kita menggunakan angka 0 dan 1, angka 0 dan 1 punya arti dalam pemrograman
integer :
1 = ada stasiun pemadam kebakaran yang ditempatkan
0 = tidak ada stasiun pemadam kebakaran yang ditempatkan
i = jumlah lokasi ke-i
kendala-kendala inilah yang menjadi pusat permasalahan set covering. Dimana kendala-
kendala tersebut menjadi titik tolak dalam penyelesaiannya. Dalam tulisan ini, penulis hanya
terbatas pada pemodelan IP-nya (model integer programming), dengan maksud agar kita
terlebih dahulu mengetahui bagaimana cara pemodelannya.
3. PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Masalah Set Covering adalah masalah bagaimana caranya meminimumkan atau
dengan kata lain memilih cost terkecil dari beberapa himpunan (misalkan himpunan daerah,
himpunan orang dan sebagainya) sehingga himpunan yang telah kita pilih mengandung
semua elemen yang juga ada dalam himpunan awal, dalam Set Covering kita ingin
meminimumkan biayanya. intinya masalah set covering ini adalah bagaimana caranya
meminimumkan biaya namun syarat-syarat yang diminta tetap terpenuhi dengan prinsip
efektifitas dan efisiennya.
DAFTAR PUSTAKA

Arifah, Eka Mukti. 2009. Penyelesaian Set Cover Problem dengan Algoritma Greedy. Pdf
Gouwanda, Darwin dan Ponnambalam, S.G.2008. Evolutionary Search Techniques to Solve
set covering Problems. Pdf
Isal, Yugo Kartono. 2008. Desain dan Analisis Algoritma. Pdf
Pabhavalkar, Rohit. 2009. The Set Covering Problem. Pdf