Anda di halaman 1dari 10

UNIVERSITAS MERCU BUANA PROGRAM KULIAH KARYAWAN

MATA KULIAH MATERI KULIAH MODUL PENYUSUN

: STATISTIKA TEKNIK : UKURAN DISPERSI (UKURAN PENYEBARAN) : KE VIII : IR. SUPRAPTO, M.SI

PROGRAM KULIAH KARYAWAN UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Suprapto M.Si.

STATISTIK INDUSTRI

Tujuan Instruksional Khusus


Mahasiswa diharapkan mampu : 1. Menghitung ukuran penyebaran untuk data yang tidak dikelompokkan dan yang dikelompokkan 2. Menghitung ukuran penyebaran relatif dan membuat diagram poligon hukum empirik.

Bahasan:
I. II. III. IV. V. Pengantar Ukuran Penyebaran Ukuran Penyebaran untuk Data yang tidak dikelompokkan Ukuran Penyebaran untuk Data Berkelompok Ukuran Penyebaran Relatif Hukum Empirik 3. 4. 8. 9. 9.

Daftar Pustaka

10.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Suprapto M.Si.

STATISTIK INDUSTRI

UKURAN PENYEBARAN I. PENGANTAR


Suatu ukuran baik parameter atau statistik untuk mengetahui seberapa besar penyimpangan data dengan nilai rata-rata hitungnya. Ukuran penyebaran membantu mengetahui sejauh mana suatu nilai menyebar dari nilai tengahnya, semakin kecil atau semakin besar. Penggunaan Ukuran Penyebaran Rata-rata bunga bank 11,43% per tahun, namun kisaran bunga antar bank dari 7,5% - 12,75% Rata-rata inflasi Indonesia 1995-2008 sebesar 18,2% dengan kisaran antara 6% - 78% Harga rata-rata saham Rp 470 per lembar, namun kisaran saham sangat besar dari Rp 50 - Rp 62.500 per lembar Beberapa Bentuk Ukuran Penyebaran
1. Rata-rata sama, penyebaran berbeda 2. Rata-rata berbeda dg penyebaran berbeda

1 0 8 6 4 2 0 2 3 46 . 5 6

1 0 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 2 3 4 . 6 5 6

K e jaK r a a Bog in r a y w n or K e jaK r a a Ta g r n in r a y w n n e a g

K ej K r a a B g r i ra aywn o o n K ej K r a a T n ea g i ra aywn a g r n n

3. Rata-rata berbeda dengan penyebaran sama


1 0 8 6 4 2 0 2 3 4 5 6 7

K ea a a a B g r i r Kr w o o nj y n K ea a a a T ne n i r K r w agr g nj y n a

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Suprapto M.Si.

STATISTIK INDUSTRI

II. Ukuran Penyebaran untuk Data yang Tidak Dikelompokkan


A. Range (jarak) Yaitu Range (jarak) : Nilai terbesar dikurang nilai terkecil. Contoh: Tahun 1994 1995 1996 1997 B. Deviasi Rata-rata Yaitu Rata-rata hitung dari nilai mutlak deviasi antara nilai data pengamatan dengan rata-rata hitungnya. Rumus: Pertumbuhan ekonomi (%) Negara maju Neg. Industri baru 3.2 7,6 2,6 7,3 2,1 -1,5 2,5 6,8

MD =
Ket. : X

X X
N

= Nilai setiap data pengamatan = Nilai rata-rata hitung = Jumlah data populasi /sampel

C. Varians dan Standar deviasi 1. Varians Yaitu Rata-rata hitung dari deviasi kuadrat setiap data terhadap rata-rata hitungnya. Rumus:

= ( X ) 2 / N atau 2 =

( X ) 2 N

Ingat bahwa : =

Dimana : X : Nilai setiap data/ pengamatan dalam populasi


PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Suprapto M.Si.

STATISTIK INDUSTRI

: Nilai rata-rata hitung dalam populasi


N : Jumlah total data/pengamatan dalam populasi Contoh :1 Hitung varians dari pertumbuhan Negara maju dan Indonesia a) Negara maju Tahun 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 Jumlah Rata-rata X 3,2 2,6 3,2 3,2 2,2 2,0 2,3 2,1
= 20 ,8

( X ) 2

0,6 0,0 0,6 0,6 -0,4 -0,6 -0,3 -0,5


= 2,6

X =
N

( X ) =1,94 = ( X ) / N = 0,24
2 2 2

0,36 0,0 0,36 0,36 0,16 0,36 0,09 0,25

Contoh 2. Hitunglah varians dari pertumbuhan ekonomi Indonesia Tahun 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 Jumlah Rata-rata X 7,5 8,2 7,8 4,9 -13,7 4,8 3,5 3,2
X

( X ) 2

X
=

= 26 ,2

X
N

= 3,3

Pertanyaan : Apa yang dapat disimpulkan dari nilai varians pertumbuhan ekonomi Negara maju dan negara Indonesia ?

2. Standar Deviasi

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Suprapto M.Si.

STATISTIK INDUSTRI

7 Yaitu Akar kuadrat dari varians dan menunjukkan standar penyimpangan data terhadap nilai rata-ratanya. Rumus:
=

( X )
N

Contoh: Jika varians = 44,47, maka standar deviasinya adalah: 3. Varians Sampel Rumus :
X X S2 = n 1 2

4. Standar Deviasi Sampel


XX S= n 1 2

Rumus :

Latihan Soal : Diketahu pertumbuhan ekonomi (%) negara Amerika dan Australia dari tahun 2001 sampai dengan 2004 terlihat pada table berikut : Perlu diketahui bahwa data semula berjumlah 10 data dan hanya diambil 4 data saja sebagai data sample. Tahun Pertumbuhan Ekonomi (%) Neg. Amerika 2,6 3,2 2,0 2,1 Pertumbuhan Ekonomi (%) Neg. Australia 8,2 4,9 4,8 3,2

2001 2002 2003 2004 Pertanyaan :

a). Hitung Varians dari dua Negara tersebut b). Hitung Standar Deviasi dari dua Negara tersebut c). Apakah ada arti secara ekonomi dan mengapa demikian ?

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Suprapto M.Si.

STATISTIK INDUSTRI

III. UKURAN PENYEBARAN DATA BERKELOMPOK Definisi Range: Yaitu Selisih antara batas atas dari kelas tertinggi dengan batas bawah dari kelas terendah. Contoh: Range = ? Deviasi Rata-rata Rumus :
M = D

X X N

Varians Rata-rata hitung deviasi kuadrat setiap data terhadap rata-rata hitungnya Untuk Populasi
f X X
2

S 2 = 2 =

N
2

Untuk Sampel Standar Deviasi

f X X S 2 = 2 = n 1

Akar kuadrat dari varians dan menunjukkan standar penyimpangan data terhadap nilai rata-ratanya. Untuk Populasi Untuk Sampel

S = =

f (X X )2
N

S = =

f (X X )2
n 1

IV. UKURAN PENYEBARAN RELATIF a. Koefisien Range RUMUS: [(La Lb)/(La+Lb)] x 100 Contoh: Range Harga Saham = [(878-160)/(878+160)]x100 = 69,17% Jadi jarak nilai terendah dan tertinggi harga saham adalah 69,17%. b. Koefisien Deviasi Rata-rata RUMUS: (MD/X) x 100
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Suprapto M.Si.

STATISTIK INDUSTRI

Contoh: Pertumbuhan ekonomi negara maju=(0,56/2,6) x 100 = 19,23% Jadi penyebaran pertumbuhan ekonomi dari nilai tengahnya sebesar 19,23%, bandingkan dengan Indonesia yang sebesar 130,30%. c. Koefisien Standar Deviasi RUMUS: KSD = (S/X) X 100 Contoh: Pertumbuhan ekonomi negara maju=(0,55/2,5)x100=22% Jadi koefisien standar deviasi pertumbuhan ekonomi negara maju sebesar 22%, bandingkan dengan Indonesia yang sebesar 42%. THEOREMA CHEBYSHEV Untuk suatu kelompok data dari sampel atau populasi, minimum proporsi nilai-nilai yang terletak dalam k standar deviasi dari rata-rata hitungnya adalah sekurang-kurangnya 1-1/k2 k merupakan konstanta yang nilainya lebih dari 1. V. HUKUM EMPIRIK Untuk distribusi simetris, dengan distribusi frekuensi berbentuk lonceng diperkirakan: 68% data berada pada kisaran rata-rata hitung + satu kali standar deviasi, (X 1s) 95% data berada pada kisaran rata-rata hitung + dua kali standar deviasi, (X 2s) DIAGRAM POLIGON HUKUM EMPIRIK

Contoh : Diasumsikan bahwa kurve distribusi frekuensi untuk 20 harga saham pilihan bln. Maret 2003 di BEJ berbentuk kurve normal. Nilai rata-rata hitung : 490,7 dan standar deviasinya : 144,7. Dengan menggunakan hukum Empirik hitung : a). 68% perusahaan berada pada kisaran harga saham berapa ?
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Suprapto M.Si.

STATISTIK INDUSTRI

10 b). 95% perusahaan berada pada kisaran harga saham berapa ? c). untuk semua perusahaan , berapa kisaran harga sahamya ? Jawab : a). 68% perusahaan berada pada kisaran harga saham berapa ? = 490,7 + 1( 144,7) = 490,7 + 144,7 = 635,7 = 490,7 1 ( 144,7) = 490,7 144,7 = 346 Jadi kisaran harga saham untuk 68% perusahaan adalah 346 635,7 b). 95% perusahaan berada pada kisaran harga saham berapa ? c). untuk semua perusahaan , berapa kisaran harga sahamya ? Daftar Pustaka : Sudjana. 1991. Statistika untuk Ekonomi dan Niaga. Tarsito. Bandung. Suharyadi dan Purwanto, 2004. Statistika untuk Ekonomi dan Keuangan Modern. Buku I. Salemba Empat. Jakarta. Supranto,J. 2000. Statistik Teori dan Aplikasi. Edisi 6. Erlangga. Jakarta. Walpole, R.E. 1995. Pengantar Statistika. Ed.3. Gramedia. Jakarta.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Suprapto M.Si.

STATISTIK INDUSTRI

10