Anda di halaman 1dari 21

Penggolongan Hukum

SMAN 47 JAKARTA

PH Rk S Uu Iu Bk Vm Lu A Im T K / T Pa Et Ra D AN Te Ag a r a

UU NO.4/2004 Pasal 1 UU No.4 Tahun 2004, KEKUASAAN KEHAKIMAN

Kekuasaan kehakiman dilaksanakan oleh Mahkama Agung dan badanbadan peradilan di bawahnya , yaitu : 1. Peradilan Umum 2. Peradilan Agama 3. Peradilan Militer 4. Peradilan Tata Usaha Negara, dan 5. Oleh Sebuah Mahkamah Konstitusi

Macam-Macam Lembaga Peradilan Nasional


1. 2. 3. 4.

Pengadilan Negeri Pengadilan Agama Pengadilan Militer Pengadilan Tata Usaha Negara

B A D A N

P E R A D

L A N

B P M P 2 1M . . . EA T P . NN TT U A H S P UE EG G. N D I KI P M . HG NA AN I L UE MDG TM T I MR AA IU SG L UI R LN I SG A TN ET RI A G N T U G E G N G I T A R A
A .

LEMBAGA-LEMBAGA DALAM SISTEM KETATANEGARAAN


menurut UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945

5 PUSAT

UUD 1945

kpu

BP K

Presid en
bank sentra l kementeri an negara
dewan pertimban gan TNI/POLRI

DP R

MP R

DP D

MA MK
badan-badan lain yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman

KY

Perwakilan BPK Provinsi

Pemerintahan Daerah Provinsi Gubern ur DPRD

Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota Bupati/ DPRD Walikot a

Lingkun gan Lingkun Peradila gan Lingkun nPeradila gan Lingkun Umum nPeradila gan Agama nPeradila Militer DAERA n TUN

BAB IX. KEHAKIMAN


Komisi Yudisial

KEKUASAAN

3 1

Anggota Komisi Yudisial harus mempunyai pengetahuan dan pengalaman di bidang hukum serta memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela [Pasal 24B (2)***]

KY
Pasal 24B ***

Anggota Komisi Yudisial diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan persetujuan DPR [Pasal 24B (3)***]

Wewenang
1.

2.

mengusulkan pengangkatan hakim agung [Pasal 24B (1)***]; mempunyai wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku hakim [Pasal 24B (1)***].

BAB IX. KEHAKIMAN

KEKUASAAN

3 2
mempunyai sembilan orang anggota hakim konstitusi yang ditetapkan oleh Presiden, yang diajukan masingmasing tiga orang oleh MA, tiga orang oleh DPR dan tiga orang oleh Presiden [Pasal 24C (3)***]

Mahkamah Konstitusi
Hakim konstitusi harus memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela, adil, negarawan yang menguasai konstitusi dan ketatanegaraan, serta tidak merangkap sebagai pejabat negara [Pasal 24C (5)***]

MK

Wewenang dan Kewajiban


l

berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar, memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh Undang-Undang Dasar, memutus pembubaran partai politik, dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum [Pasal 24C (1)***]; wajib memberikan putusan atas pendapat Dewan Perwakilan Rakyat mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden dan/atau

BAB IX. KEKUASAAN KEHAKIMAN


Mahkamah Agung

2 9
Calon hakim agung diusulkan oleh Komisi Yudisial kepada DPR untuk mendapat persetujuan dan ditetapkan sebagai hakim agung oleh Presiden [Pasal 24A (3)***]

Hakim agung harus memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela, adil, profesional, dan berpengalaman di bidang hukum [Pasal 24A (2)***]

MA
Pasal 24A *** Umum Agama Militer TUN

Kewajiban dan Wewenang


1.

2.

berwenang mengadili pada tingkat kasasi, menguji peraturan perundang-undangan di bawah undangundang terhadap undang-undang, dan mempunyai wewenang lainnya yang diberikan oleh undang-undang [Pasal 24A (1)***]; mengajukan tiga orang anggota hakim konstitusi [Pasal 24C (3)***];

TAHAP2 PERJANJIAN INTERNASIONAL


a.

Perundingan (Negotiation) - Kepala negara/Kepala pemerintah - Menteri luar negeri - Duta besar - Pejabat yg sah (full powers)

b. Penandatanganan (Signature)
Yg bersifat multilateral ada ketentuan 2/3 suara dari jumlah peserta, kecuali peserta menentukan lain Yg bersifat bilateral hrs diterima secara bulat oleh keduabelah pihak. Apabila tidak menetapkan prosedur pengesahan maka pengesahan dilakukan dengan penandatanganan

c. Pengesahan (Ratification)
Naskah yg telah ditandatangani dibawa ke masing-masing negara untuk dipelajari.
-

Negara dgn persetujuan DPR/Parlemen mengesahkan perjanjian yang telah ditandatangani oleh wakil-wakil yang berkuasa penuh. Dasar hukumnya pasal 11 UUD 1945

Berakhirnya Perjanjian Internasional


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Telah tercapai tujuan dari perjanjian int.itu Masa berlaku perjanjian int. sudah habis Salah satu pihak/objek Pej.Int.menghilang Adanya persetujuan untuk mengahiri Adanya perjanjian baru pengganti yg lalu Syarat2 pengahiran perj.int telah dipenuhi Perjanjian sec.sepihak diakhiri oleh salah 1

JENIS-JENIS PERWAKILAN INDONESIA DI LUAR NEGERI


1.

Perwakilan Diplomatik, terdiri dari Kedutaan Basar RI dan Perutusan Tetap RI Perwakilan Konsuler, terdiri dari Konsulat Jendral RI dan Konsula RI

1.

TUGAS POKOK DIPLOMATIK


1.

Menyelenggarakan hubungan dengan Negara lain Mengadakan perundingan masalahmasalah yang dihadapi kedua Negara Mengurus kepentingan Negara serta WNnya di Negara lain Apabila dianggap perlu, dapat bertindak sebagai pencatatan sipil, pemberian paspor.

2.

3.

4.

FUNGSI PERWAKILAN DIPLOMATIK


1.

Mewakili Negara pengirim dalam Negara penerima

1.

Melindungi kepentingan Negara pengirim dan WNnya di Negara penerima

1.

Mengadakan persetujuan dengan Negara penerima

1.

Memberi keterangan, kondisi, dan perkembangan Negara penerima

1.

Memelihara hubungan persahabatan kedua Negara

a.

b.

PERANGKAT PERWAKILAN DIPLOMATIK (kongres wina 1815 dan Duta Besar Berkuasa Penuh (Ambassador) Achen 1818) Duta (gerzant)
Menteri Residen Kuasa Usaha (change dAffair) Atase-Atase:
Atase Pertahanan Atase Teknis

c.

d.

e.

KEPANGKATAN KONSULER
1.

Konsul Jenderal Konsul dan Wakil Konsul Agen Konsul

1.

1.

PERBEDAAN DIPLOMATIK DENGAN KONSULER


Berhubungan dengan Pejabat Pusat

Berhubungan dengan Pejabat Daerah


Hubungan bersifat Politik

Hubungan bersifat non Politik

Mempunyai 1 Perw.diplomatik

Lebih dari satu Perwakilan Konsuler

Mempunyai hak ekstrateritorial


Tidak mempunyai hak ekstrateritorial

Tidak tunduk pada Yurisdiksi Tunduk padak Yurusdiksi setempat setempat

HAK-HAK ISTIMEWA DIPLOMATIK


1.

HAK IMUNITAS, diri pribadi, gedung perwakilan. HAK EKSTRATERITORIAL, daerah perwakilan dan perlengkapannya (bendera, lambang negara, dokumen, surat-surat)

1.

PERTIMBANGAN DIBUKANYA PERWAKILAN DIPOMATIK


1.

Penting tidaknya kedudukan Negara pengutus dan Negara penerima perwakilan itu. Erat tidaknya hubungan antar Negara yang mengadakan hubungan. Besar kecilnya kepentingan Bangsa/Negara yang mengadakan hubungan.

1.

1.