Anda di halaman 1dari 42

FLUIDA

Yogha Andrey Pradana/XIIA6/32

Present by Yogha andrey p Loading Presentation


click anywhere to start

Fluida

Benda atau materi dapat berupa zat padat, cair dan gas. Benda padat dapat mempertahankan bentuk dan ukuran yang tetap. Sedangkan benda cair dan gas tidak dapat mempertahankan bentuk, tetapi mengikuti wadah yang ia tempati. Karena benda cair dan gas tidak dapat mempertahankan bentuk yang tetap, keduanya memiliki kemampuan untuk mengalir. Kemampuan untuk mengalir itulah yang disebut sebagai fluida. Fluida dalam keadaan diam disebut fluida statis, sedangkan fluida dalam keadaan bergerak disebut fluida dinamis
Next

Fluida Statis
Massa

Jenis Tekanan Hukum Utama Hidrostatistika Hukum Pascal Hukum Archimedes Tegangan Permukaan Visikositas Kapilaritas
Next

a. Massa Jenis
Massa

Jenis Adalah besaran yang menunjukkan perbandingan antara massa dan volume : =

Rumus

Dimana : 1. m = massa benda (kg) 2. V = volume benda (m3) 3. = massa jenis (kgm-3)
Next

Contoh Soal
Sebuah

batu ditimbang menunjukkan skala 559 gram. Batu tersebut dimasukkan ke dalam gelas ukur dan permukaan air di gelas ukur bertambah 12,5 cm3 . Berapakah massa jenis batu tersebut ? Jawab : =/ =559/12,5 =44,72 gr/cm3

b. Tekanan
A.

Tekanan
ialah gaya yang bekerja tiap satuan luas =

F A

Dengan : F = Gaya (N) A = Luas permukaan tempat gaya bekerja (m2) P = Tekanan (Nm-2)

Tekanan
B.

Tekanan Hidrostatis
= . . Dengan : = massa jenis zat cair (kgm3) g = percepatan gravitasi (ms2) h = kedalaman (m)

m.g

Tekanan
Apabila

tekanan udara luar diperhitungkan, rumus menjadi : = 0 + . .

Po

m.g

c. Hukum Utama Hidrostatistika


A B C

Gbr 1

Bila titik titik A, B, C di dalam zat cair pada keadaan sama (gbr 1) berarti titik titik tersebut terletak pada bidang horizontal. Menurut rumus Phid maka tekanan hidrostatis di titik A, B , C adalah sama. Maka dapat disimpulkan bahwa Semua titik yang terletak pada bidang horizontal di dalam zat cair yang tenang memepunyai tekanan hidrostatis yang sama.

Hukum Utama Hidrostatistika


Dengan

pipa U jika 1 diketahui, sedangkan h1 dan h2 dapat diukur, maka menurut persamaan hukum hidrostatik :
= 1 . . 1 = 2 . . 2 1 . 1 = 2 . 2

h1 A B 1

h2

d. Hukum Pascal

Blaise Pascal, seorang ilmuwan Prancis menyatakan bahwa ketika perubahan tekanan diberikan pada suatu fluida pada ruang tertutup, perubahan tersebut akhirnya akan diteruskan sama besar ke segala arah, pernyataan ini dikenal sebagai Hukum Pascal
P1 = 2

h2 A2 F2

h1 A1

F1

1 2 = 1 2

e. Hukum Archimedes
Menyatakan

bahwa gaya apung yang bekerja pada sebuah benda yang dibenamkan sama dengan berat fluida yang dipindahkan Rumus = .g.V
Dimana : Fa = Gaya keatas yang dialami benda (N) = massa jenis zat cair (kgm-3) V = volume benda (m3)

Hukum Archimedes
A B C

FA m g
A. Melayang, FA = WB B. Terapung, FA > WB C. Tenggelam, FA < WB

FA

m g

FA m g

Contoh Penerapan Hk. Archimedes


Kapal Balon

Laut

Udara

Tegangan Permukaan
Tegangan

permukaaan adalah gaya selaput permukaan tiap satuan panjang yang arahnya tegak lurus pada salah satu sisi sebuah garis yang terletak di permukaan tersebut =

= teganan permukaan (Nm-1) F = Gaya (N) l = panjang permukaan (m)

Tegangan Permukaan

Apabila kawat dicelupkan ke dalam air sabun kemudian di keluarkan, akan terbentuk selaput permukaan sabun di antara batang kawat itu. Selaput cenderung mengecilkan permukaan dan menarik kawat geser ke atas dengan gaya F. Untuk mempertahankan kawat dalam keadaan setimbang, harus di beri tambahan beban sebesar W2 , sehingga rumus berubah sebagai berikut:

maka =

1 +2 2

Contoh Soal

Kawat berbentuk U dicelupkan ke dalam air. Kawat geser mempunyai panjang 5 cm, massa kawat 0.01 gr. Dan massa beban 0,25 gr. Berapakah tegangan permukaaannya? Jawab = = = = =
2 1+2 2 0,01+0,25 .103 .10 2.5 2 0,26.10 10 0,26. 103 /

Visikositas
Visikositas

menyatakan kekentalan yang dimiliki oleh suatu fluida


Fg
FA V

Visikositas
bola berjari jari rbergerak dengan laju tetap v didalam fluida yang mempunyai koefisien visikositas h akan mengala gaya gesekan sebesar = 6 h v r (gaya Stokes) Dengan
Bila
1.
2. 3. 4.

F = Gaya gesek fluida/gaya stokes (N) h = koefisien visikositas (Nsm-2) v = kelajuan bola (ms-1) r = jari jari bola (m)

Visikositas

Untuk mengetahui kecepatan akhir yang dialami oleh bola dalam suatu fluida =
1.

+ 6h

Dengan
2.
3. 4. 5. 6.

Vb = volume bola (m3) = massa jenis bola (Kgm-3) = massa jenis Fluida (Kgm-3) r = jari - jari bola (m) g = percepatan gravitasi bumi (ms-2) h = koefisien visikositas (Nsm-2)

Kapilaritas
Kapilaritas

adalah gejala turun atau naiknya zat cair dalam pipa kapiler

Meniskus Cekung (air)

Meniskus Cembung (raksa)

Kapilaritas
Pada

pipa kapiler sebelumnya terlihat bahwa permukaannya tidak rata tetapi cembung atau cekung. Bentuk zat cair ini disebut MENISKUS Kapilaritas juga tergantung juga pada Kohesi dan Adhesi

Kohesi : gaya tarik menarik antar molekul molekul yang berlainan jenis Adhesi : gaya tarik menarik antar molekul molekul sejenis

Kapilaritas

Tinggi kenaikan/penurunan dalam zat cair dirumuskan : =


1. 2.

2.cos ..

Dengan
y = kenaikan atau penurunan zat cair dalam pipa (m) = tegangan permukaan (Nm-1) = sudut sentuh = massa jenis zat cair (kgm-3) r = jari jari pipa (m)

3. 4.
5.

Fluida Dinamis

Aliran Laminar dan Tulbulen Persamaan Kontinuitas Azas Bernauli Penerapan Azas Bernaulli

Aliran Laminar dan Turbulen


Aliran laminar adalah aliran fluida yang mengikuti suatu garis lurus atau melengkung yang jelas ujung dan pangkal-nya serta tidak ada garis lurus yang bersilangan. Aliran turbulen adalah aliran fluida yang ditandai dengan adanya aliran berputar dan arah gerak partikelnya berbeda, bahkan ber-lawanan dengan arah gerak keseluruhan fluida.

Persamaan Kontinuitas
Apabila suatu fluida mengalir dalam sebuah pipa dengan luas penampang A dan kecepatan aliran fluidanya v, maka banyaknya fluida (volum) yang mengalir melalui penampang tersebut tiap satuan waktu dinamakan debit.

Persamaan Kontinuitas
Dalam bentuk persamaan debit dinyatakan sebagai berikut:

Q Av

dan

Keterangan:

V Q t

1. Q = debit aliran fluida (m3/s) 2. V = volum fluida yang mengalir (m3) 3. t = waktu (s) 4. v = kecepatan aliran fluida (m/s)

Persamaan Kontinuitas
Jika suatu fluida mengalir dengan aliran tunak melewati pipa yang mempunyai luas penampang yang berbeda maka volum fluida yang melewati setiap penampang itu sama besar dalam selang waktu yang sama. Persamaan kontinuitas menyatakan bahwa pada aliran fluida ideal, hasil kali laju aliran fluida dengan dengan luas penampangnya adalah konstan.
DINAMIKA FLUIDA

v1 v2

A1

A2

Hal.: 29

Persamaan Kontinuitas
Keterangan:
1. 2. 3. 4. 5. 6. Q1 = debit aliran fluida bagian 1 (m3/s) Q2 = debit aliran fluida bagian 2 (m3/s) A1 = luas penampang bagian 1 (m2) A2 = luas penampang bagian 2 (m2) v1 = kecepatan cairan bagian 1 (m/s) v2 = kecepatan cairan bagian 2 (m/s)

Q1 Q2 A1 v1 A2 v2

Contoh Soal
Air mengalir dengan laju 5 m/s2 melalui pipa berpenampang 50 cm2 . Air itu disalurkan kedalam pipa yang lebih kecil dengan penampang 10 cm2 . Berapakan kecepatan aliran pada pipa 2? Jawab Q1=Q2 A1.v1=A2.v2 50.5=25.v2 v2=10m/s2

Azas Bernoulli
Tekanan fluida tempat yang kecepatannya besar lebih kecil daripada tekanan fluida di tempat yang kecepatan-nya kecil.
Persamaan bernoulli
1 2 2

pgh Keterangan: p = tekanan (N/m2) r = massa jenis fluida (kg/m3) g = percepatan gravitasi (m/s2) av A h = ketinggian fluida dari titik acuan (m) v = kecepatan fluida (m/s)
1

v konstan
V2

c
1

d
h2

A2

b
h1

Azas Bernoulli
Terdapat dua kasus istimewa berkenaan dengan persamaan Bernoulli.
1. 1. Fluida diam atau tidak mengalir (v1 = v2 = 0)

p1 p 2 g (h2 h1 )

Keterangan: p1 dan p2 = tekanan pada titik 1 dan 2 (N/m2) h1 dan h2 = tinggi tempat 1 dan 2 (m) r = massa jenis fluida (kg/m3) g = gravitasional acceleration (m/s2)

Persamaan ini menyatakan tekanan hidrostatis dalam zat cair pada kedalaman tertentu.

Azas Bernoulli

1. Fluida mengalir pada pipa horisontal (h1 = h2 = h)

1 2 2 p1 p 2 (v 2 v1 ) 2
Persamaan ini menyatakan jika v2 > v1, maka P1 > P2 yang berarti jika kecepatan aliran fluida disuatu tempat besar maka tekanan fluida di tempat tersebut kecil dan berlaku sebaliknya.

Penerapan Azas Bernoulli


Menentukan kecepatan dan debit semburan air pada tangki yang berlubang

2gh Q A 2 gh

h Q = A.v air

Keterangan: Q = aliran debit m3/s v = kecepatan semburan air pada pada bocoran itu m/s h = tinggi air di atas lubang m g = percepatan gravitasi m/s2 A = luas panampang lubang bocoran m2

Penerapan Azas Bernoulli


1. Venturimeter
v1
v2

v1

2( P P2 ) 1 [( A1 / A2 ) 2 1]

Keterangan: p1 = tekanan pada titik 1 N/m2 p2 = tekanan pada titk 2 N/m2 r = massa jenis fluida kg/m3 v1 = kecepatan fluida pada titik 1 m/s A1 = luas penampang 1 m2 A2 = luas penampang 2 m2

Penerapan Azas Bernoulli

2. Tabung Pitot Digunakan untuk mengukur laju aliran udara atau gas = 2

= massa jenis zat cair = massa jenis udara/ gas

Contoh Soal
Sebuah tabung pitot digunakan untuk mengukur laju aliran suatu gas. Jika massa jenis zat cair 1000 Kg/m3 . Dan massa jenis gas 6,8 Kg/m3 . Ternyata saat pengukuran didapatkan perbedaan ketinggian zat cair adalah 3 cm. Tentukan kecepatan aliran gas tersebut? Jawab = = =
2 2.1000.10.0,03 6,8 9,393 / 2

Penerapan Azas Bernoulli

Contoh alat yang menggunakan prinsip Bernoulli 1. Penyemprot Nyamuk


tekanan rendah

lubang

tekanan atmosfer

Penerapan Azas Bernoulli

2. Sayap Pesawat Terbang

Penerapan Azas Bernoulli


Gaya angkat sayap pesawat terbang
F2 = p2 A

v
2

F1 = p1 A

v
1

Sesuai dengan azas Bernoulli, apabila kelajuan aliran udara pada bagian atas sayap lebih besar daripada kelajuan aliran udara pada bagian bawah sayap, maka tekanan udara bagian atas sayap lebih kecil daripada tekanan udara dibagian bawah sayap..

Keterangan: F1 = gaya dorong peasawat ke atas (N) F2 = daya dorong pesawat ke bawah (N) F1 F2 = gaya angkat ke bawah (N) p1 = tekanan pada sisi bagian bawah (N/m2) p2 = tekanan pada sisi bagian atas (N/m2) A = luas penampang sayap (m2)

F1 F2 ( p1 p 2 ) A

Penerapan Azas Bernoulli


Persamaan gaya angkat di atas dapat pula dinyatakan sebagai berikut:

Keterangan: F1 = gaya dorong pesawat ke atas (N) F2 = gaya dorong pesawat ke bawah (N) F1 F2 = gaya angkat pesawat (N) v1 = kecepatan udara di bawah sayap (m/s) v2 = kecepatan udara di atas sayap (m/s) r = massa jenis udara (kg/m3)

1 2 2 F1 F2 (v2 v1 ) A 2